Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Perang Dimulai


__ADS_3

Sekte Cahaya Suci


“Bunuh semua naga-naga itu!” Teriak Master Sekte Cahaya Suci sekuat tenaga.


Teriakan para kultivator terdengar dengan jelas saat mereka semua menerjang ke arah para naga yang telah bergerak ke arah mereka.


Untuk Master Sekte Cahaya Suci, ia langsung menghilang dan muncul di tempat tertentu tetapi ia langsung diikuti oleh empat Tetua Klan Naga.


Sementara untuk empat Tetua Klan Naga lainnya langsung berdiri di hadapan Tetua Agung Sekte Cahaya Suci.


Untuk Tetua Pertama, Kedua dan ketiga, mereka berhadapan dengan tiga Tetua Naga lainnya dalam pertarungan satu lawan satu.


Barisan para petinggi saja sudah membuat Master Sekte Cahaya Suci tau bahwa jika ini pertarungan satu lawan satu antara kekuatan besar, maka Sekte Cahaya Suci pasti akan hancur dalam waktu singkat.


“Yang Mulia, kemungkinan pasukan dari Organisasi Saint Langit sudah berada di sini. Selain dari itu, aku mendapatkan informasi bahwa Master Bela Diri yang bernama Bai Yuchen dari Kekaisaran Han membawa pasukan ke tempat ini juga. Selain dari itu, banyak Master Bela Diri peringkat 40 ke bawah yang ikut berpartisipasi dan telah bercampur dengan para anggota Sekte Cahaya Suci.” Anggota Klan Naga yang semula menjadi Tetua Langit di Organisasi Saint Langit pun berbicara ketika ia berdiri di belakang Jie Yan.


“Oh? Bai Yuchen? Apakah kau memiliki keyakinan melawannya dalam pertarungan satu lawan satu?” Tanya Jie Yan acuh tak acuh saat menatap perang yang telah terjadi.


“Ya Yang Mulia. Aku pasti akan mengalahkannya. Tetapi, aku mendengar bahwa Master Bela Diri peringkat ke 21, Guan Yu dan peringkat ke 22 Canglan cari Master Bela Diri juga datang ke tempat ini dan dipastikan bahwa keduanya akan tiba dalam waktu kurang dari lima menit.” ucap anggota Klan Naga tersebut yang tidak lain adalah bawahan dari Tetua Naga Bulan, Di Xu.


Untuk Naga Bulan dan Naga Emas, mereka memiliki nama depan yang sama. Bahkan ada nama depan yang sama digunakan oleh tiga jenis naga di Klan Naga.


“Kaisar Tombak Guan Yu dan Canglan?” Jie Yan menaikkan sudut bibirnya dan merasa sedikit kasihan terhadap Organisasi Saint Langit karena tidak tau bahwa ia memiliki hubungan dengan keduanya.


“Bawa sebagian pasukan dan tahan Bai Yuchen yang akan mendekat.” Perintah Jie Yan kepada Di Xu.


“Baik Yang Mulia.” Di Xu pun langsung bergerak lalu membawa sejumlah anggota Klan Naga ke tempat tertentu untuk menahan pasukan Bai Yuchen.


“Yin’er, Qinzhu, Xiao Yuu, Mubai.. pergilah dan bersenang-senanglah. Tetapi berhati-hatilah jika kalian bertemu dengan Tetua Sekte Cahaya Suci yang bisa menggunakan konsep.” ucap Jie Yan.


“Bahkan jika itu Tetua sekalipun, aku akan membereskannya.” Lan Qinzhu berkata dengan nada bangga lalu ia langsung melesat ke arah medan perang berada.


“Aku akan pergi.” Gu Yin pun membuka Gerbang qi lalu memanggil Qin Tan. Ia pun langsung naik ke atas Qin Tan lalu burung Phoenix Es tersebut langsung terbang ke arah Medan perang juga.


Xiao Yuu juga langsung bergerak dan ia mengikuti Lan Qinzhu karena sedikit khawatir terhadap adiknya yang keras kepala dan manja itu.


Untuk Dai Mubai, ia pun membuka Gerbang Roh lalu Xie Shuyan keluar dari dalam gerbang.


“Tuan Putri..” Xia Shuyan yang merasakan kehadiran Xia Yue'er pun tidak peduli dengan panggilan Dai Mubai dan langsung muncul tepat di belakang Xia Yue'er.

__ADS_1


Hal ini membuat Dai Mubai sedikit terdiam karena tidak tau harus berkata apa.


“Shuyan? Bantulah pria itu dalam perang ini. Putri ini baik-baik saja di sini!” Xia Yue'er memberi perintah layaknya seorang Tuan Putri.


“Baik Tuan Putri.” Xie Shuyan tidak menolak perintah sama sekali dan langsung muncul tepat di belakang Dai Mubai. Ia pun menangkapnya dan menyeretnya ke medan perang.


Jie Yan terdiam karena tampaknya Xie Shuyan tidak terlalu peduli dengan seseorang yang membuat kontrak dengannya jika ada Xia Yue'er.


Zhep!


Di depan Jie Yan, seseorang pun muncul, ia memasang wajah gelap ketika menatap ke arah Jie Yan.


“Hm? Jika tidak salah, kau adalah Tetua Keempat.” ucap Jie Yan acuh tak acuh saat menatap beberapa kultivator yang berdiri di belakang Tetua keempat.


Para naga yang semula menatap itu mencoba untuk membantu tetapi tidak jadi karena Jie Yan menggunakan pesan melalui teknik Raja Naga dan memerintahkan kepada mereka semua untuk tidak datang.


“Jie Yan, tampaknya mereka ingin mengalahkan kita.” Xia Yue'er yang duduk di kursi VIP-nya berkata dengan nada bersemangat.


“Jie Yan! Aku tidak menyangka bahwa kekuatanmu akan mencapai titik ini! Tetapi karena identitasmu sebagai Raja Naga, itu tidak mengherankan sama sekali. Namun, kau akan mati hari ini! Klan Naga tidak mungkin mampu melawan Sekte Cahaya Suci yang dibantu oleh Organisasi Saint Langit bersama dengan beberapa Master Bela Diri peringkat tinggi!” ucap Tetua keempat dingin saat ia memerintahkan bawahannya untuk menyerang.


“Hmp! Hanya para manusia lemah mencoba untuk melawan Putri ini bersama dengan Jie Yan? Kalian sungguh tidak tau diri!”


“Formasi Alam, Kelahiran Hutan!”


Bussssh!


Tumbuhan yang sangat banyak pun keluar dari dalam tanah dan langsung menyerang ke arah enam kultivator yang cukup kuat. Tetapi Xia Yue'er yakin bahwa ia mampu melawan mereka semua seorang diri karena mereka bukanlah pengguna konsep.


Ketika Tumbuhan muncul di banyak tempat, Jie Yan dan Tetua keempat langsung melompat ke samping.


Pedang pun muncul di tangan kanan Jie Yan karena ia ingin melawan Tetua keempat seorang diri yang merupakan pengguna konsep.


“Bocah, aku akan menunjukkan perbedaan antara tingkat Alam Sage tahap ketujuh dan kedelapan.” ucap Tetua keempat dengan nada dingin.


Jie Yan tidak membalas sama sekali. Walaupun Tetua keempat adalah pengguna konsep, jadi apa? Ia tidak akan kalah karena ia telah memeriksa menggunakan Mata Dewa bahwa kekuatan Tetua keempat sama sekali tolak selevel dengan Wang Long, pemuda dari Alam Abadi yang pernah ia kalahkan.


“Langkah Cahaya!”


Wusssh!

__ADS_1


Tetua keempat langsung bergerak ke menyerang menggunakan kecepatan yang sangat tinggi karena ia adalah kultivator yang menggunakan elemen cahaya.


“Matilah bocah!” Teriak Tetua keempat saat ia mengayunkan pedang cahaya yang tercipta di tangan kanannya.


“Hanya seperti ini? Tidak cukup cepat.” Gumam Jie Yan saat tubuhnya perlahan pudar.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Dung!


Di belakang Tetua keempat, pusaran berwarna ungu tercipta dalam sekejap mata dan Jie Yan keluar dari dalamnya sambil mengayunkan pedang ke arah leher Tetua keempat.


“Apa?” Tetua keempat yang meraksasa kehadiran Jie Yan di belakangnya pun buru-buru membalikkan tubuhnya lalu mengangkat pedang cahaya di tangannya.


“Seni Rahasia, Bilah Pemisah Ruang!”


Sraing!


Prang!


Jrezh!


Pedang cahaya milik Tetua keempat langsung dibelah begitu saja dan Jie Yan langsung melewati Tetua keempat dalam sekejap serta mendaratkan tebasan.


Tetua keempat yang masih bisa bereaski mencoba menghindar tetapi tetap saja ia masih terkena tebasan. Lehernya terpotong sedikit dan keringat dingin bercucuran di dahinya karena ia merasa sangat dekat dengan kematian beberapa saat lalu.


Tetua keempat yang masih merasakan bahaya pun langsung melompat menjauh. Ia memegang lehernya yang mengeluarkan darah lalu ia memanaskan kulitnya agar lukanya tertutup.


Jie Yan perlahan berbalik dan menatap ke arah Tetua keempat dengan tatapan acuh tak acuh.


“Tampaknya melawanmu harus menggunakan metode lain, aku ingat bahwa kau telah menghabisi Su Xiao dan Su Yang dengan tanganmu sendiri.” Tetua keempat tau bahwa Jie Yan sudah terbiasa dengan serangan dengan kecepatan seperti itu sehingga ia harus menaikkan level kecepatannya.


“Mode Cahaya!”


Dung!


Seluruh tubuh Tetua keempat tampak seperti menjadi cahaya itu sendiri. Menggunakan elemen cahaya, Terus keempat merubah sel-selnya menjadi cahaya agar dapat bergerak lebih cepat dari pada kecepatan yang bisa digunakan oleh tubuhnya walaupun teknik tersebut menghabiskan banyak qi dan konsep.


Menatap itu, Jie Yan langsung membuat kuda-kuda untuk menyerang. Ia sangat paham dengan Tetua keempat yang tampak menjadi cahaya ketika ia memeriksanya dengan Mata Dewa.

__ADS_1


__ADS_2