Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Anggota Klan Naga dan Anggota Sekte Mayat


__ADS_3

Istana Bawah Laut


Beberapa hari kemudian, Jie Yan yang telah keluar dari tempat yang di tutupi oleh ombak yang ia masuki sebelumnya telah tiba di daerah tertentu yang sangat luas. Tempat tersebut seperti dasar laut lainnya.


Jie Yan melayang di udara dan menatap ke tempat yang sangat jauh. Ia membuka peta dan melihat jalan keluar yang terletak di beberapa tempat. Lalu, ia pun merenungkan bahwa tempat yang paling dekat dengan jalan keluar pastikan tidak diisi oleh sumber daya karena sudah pasti akan di jarah oleh semua kultivator setiap kali mereka masuk ke dalam Istana Bawah Laut.


Sebelum Jie Yan menentukan tempat yang ia pergi, ia menatap ke arah tertentu dengan wajah serius karena mendengar suara ledakan besar.


Tempat yang dilihat oleh Jie Yan tampak sedikit aneh karena langit-langit di tempat itu sedikit gelap.


“Aura tirani ini.. apakah mereka adalah ras Naga yang terkenal itu?” Gumam Jie Yan dan langsung terbang ke arah sumber perkelahian yang menghancurkan sebagian besar wilayah sehingga langit-langit tampak menjadi hitam.


Di tempat pertarungan terjadi, terlihat satu sosok naga berwarna kuning berkilau seperti emas sedang meraung keras ke arah langit.


Musuh yang dihadapi oleh naga tersebut adalah seorang kultivator yang mengenakan jubah hitam, dia pun terlihat seperti sedang menggerakkan lengannya dan sosok lainnya yang berwarna pucat melesat dengan kecepatan tinggi ke arah naga.


“Sialan! Anggota Sekte Mayat tercela!” Teriak naga tersebut saat mengumpulkan qi di rahangnya lalu menembakkannya ke arah sosok pucat yang tidak lain adalah mayat yang dikendalikan oleh anggota Sekte Mayat.


Mayat tersebut pun langsung mengarahkan lengannya ke belakang sedikit dan mengepalkan tangannya dan meninju ke arah depan, tetap di teknik yang dilancarkan oleh naga.


Duar!


Bentrokan pun terjadi dan di saat itu juga, aura hitam yang berasal dari mayat menekan aura emas yang merupakan nafas naga yang bisa digunakan setiap anggota Klan Naga.


Anggota Sekte Mayat yang menatap itupun menaikkan sudut bibirnya. Wajahnya terlihat sedikit tertutup oleh jubah tetapi tampang jahatnya tidak bisa disembunyikan sama sekali.


“Aku tidak menyangka bahwa aku akan bertemu dengan anggota Klan Naga secepat ini! Ini adalah hadiah yang bagus untuk Sekte Mayat. Jika aku membunuhnya di sini, anggota Klan Naga tidak akan mengetahui siapa yang melakukannya.” Anggota Sekte Mayat tersebut tersenyum lebar.

__ADS_1


Ketika ledakan mereda, terlihat naga yang awalnya dalam wujud sejatinya perlahan mengecil, memasuki wujud manusia. Dia adalah seorang pria tampan dengan warna rambut emas, salah satu anggota Klan Naga yang merupakan keturunan naga emas.


Tatapan dingin terlihat jelas di mata anggota Klan Naga tersebut saat menatap ke arah anggota Sekte Mayat. Ia tentu tau bahwa Sekte Mayat sering mengincar anggota Klan Naga secara diam-diam untuk mengolah mayat-mayat naga.


Walaupun pembuatan mayat untuk digunakan oleh anggota Sekte Mayat lumayan lama, tidak bisa dipungkiri bahwa itu akan menjadi senjata yang sangat kuat. Godaan mendapatkan mayat naga tidak akan pernah hilang di benak para anggota Sekte Mayat.


“Mati!” Naga emas dalam wujud manusia pun langsung melesat seperti meter lalu mengayunkan lengannya layaknya sebuah cakar.


Anggota Sekte Mayat mendengus saat ia mengendalikan mayat sambil berbicara, “Kau sama sekali tidak dapat membedakan tingkat kekuatan! Matilah dan jadilah boneka mayat untuk meningkatkan kekuatanku!”


Mayat yang dikendalikan pun langsung melesat lalu mengayunkan pukulannya yang diselimuti oleh aura hitam yang merupakan qi Kegelapan bawaan milik mayat ketika masih hidup. Ini adalah keunggulan para anggota Sekte Mayat karena mampu melakukan hal ini.


Cara ini sedikit mirip dengan pembuatan Wayang Bencana milik Canglan yang tetap bisa menggunakan kekuatan dasar mayat walaupun berbeda karena Wayang Canglan tidak memiliki batas pertumbuhan sama sekali yang artinya itu dapat mencapai tingkat kekuatan yang lebih tinggi semasa Wayang tersebut hidup.


Ini juga alasan mengapa Canglan juga diincar oleh Sekte Mayat karena ingin mengetahui rahasia pembuatan Wayang milik Canglan. Pembuatan alat tempur Mayat dengan Wayang hampir sama sehingga Sekte Mayat tidak akan pernah melewatkan kesempatan mendapatkan terobosan dari Canglan untuk kepentingan Sekte Mayat.


Bom!


Duar!


Ledakan besar terjadi saat tubuh naga emas tersebut membentur permukaan tanah dan membentuk kawah yang lumayan dalam.


“Selesai! Dengan tingkat kultivasi Alam Sage tahap keempat, kau tidak akan pernah mampu melawan anggota Sekte Mayat yang memiliki kultivasi Alam Sage tahap kelima.” ucap anggota Sekte Mayat dengan seringai lebar diwajahnya.


Disaat anggota Sekte Mayat tersebut ingin mengambil hasil rampasan perang yaitu tubuh anggota Klan Naga, matanya menyipit ketika merasakan seseorang perlahan mendekat.


Tatapan anggota Sekte Mayat tertuju pada arah tertentu dan melihat seorang pria muda dengan rambut ungu bercampur biru tua yang terbang mendekat dengan kecepatan yang sangat tinggi.

__ADS_1


Zhep!


Ketika sosok yang tidak lain adalah Jie Yan berhenti tidak jauh dari lokasi pertempuran, ia pun menatap ke arah pria dengan jubah hitam serta satu sosok pucat di dekatnya yang tidak memiliki hawa kehidupan.


“Mayat?” Batin Jie Yan karena ia pernah membaca tentang Sekte Mayat yang menggunakan mayat untuk bertarung dan dianggap sebagai salah satu Sekte kuat di bawah Sekte Cahaya Suci dan Sekte Istana Salju.


Lalu tatapan Jie Yan tertuju pada sosok yang mencoba berdiri dengan susah payah di kawah kecil dengan sangat banyak luka di tubuhnya.


Sementara itu, anggota Sekte Mayat menatap ke arah Jie Yan dengan tatapan heran karena orang acak tidak dikenal memiliki kultivasi yang sangat tinggi dan terlihat sangat muda.


“Siapa kau? Apa kau ingin mencampuri urusanku?” Tanya anggota Sekte Mayat dengan nada dingin. Ia tentu tidak akan memberikan wajah kepada siapapun jika itu memiliki kultivasi setingkat dengan dirinya. Sebab, ia memiliki keunggulan yaitu bisa bertarung bersama dengan boneka mayat miliknya.


“Mencampuri urusanmu?” Jie Yan merasa aneh karena setiap ada kultivator yang bertarung dan ada seseorang yang datang, kenapa mereka langsung menuduh siapapun yang datang dengan istilah mencampuri urusan? Apakah ketika seseorang datang dia harus melapor terlebih dahulu?


Jie Yan mengabaikan anggota Sekte Mayat tersebut dan menatap ke arah pria muda yang perlahan bangkit di dalam kawah dengan wajah yang sangat muram. Aura tirani yang ia rasakan sebelumnya berasal dari pria tersebut yang membuatnya sedikit penasaran dengan anggota Klan Naga yang sebenarnya.


Melihat Jie Yan mengabaikannya, wajah anggota Sekte Mayat tersebut pun langsung sangat gelap. Ia tidak pernah melihat seseorang mengabaikannya dan semua murid dari Sekte Mayat juga hormat kepadanya karena ia salah satu jenius teratas di Sekte Mayat.


“Kau berani mengabaikanku? Maka kau akan mati di sini!” Setelah mengatakan itu, Anggota Sekte Mayat itu pun mengendalikan boneka Mayat miliknya menyerang ke arah Jie Yan. Ia telah berencana untuk membuat Jie Yan jadi salah satu boneka mayat juga.


Wusssh!


Mayat dengan wajah pucat pun muncul tepat di samping Jie Yan dan langsung mengayunkan pukulannya tepat ke wajah Jie Yan.


Melihat itu, Jie Yan merasa jijik. Ia pun langsung melapisi lengannya dengan qi-nya lalu mengayunkan tinjunya sekuat tenaga juga.


Bam!

__ADS_1


Wusssh!


Sosok seperti sebuah meteor melesat dengan kecepatan tinggi ke arah permukaan tanah di saat bentrokan terjadi. Anggota Sekte Mayat melebarkan matanya karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat bahwa boneka mayat miliknya yang memiliki ketangguhan tubuh untuk melawan para naga akan kalah dalam bentrokan melawan seroang kultivator yang terlihat tidak memiliki banyak otot ditubuhnya.


__ADS_2