
Bintang Tianyu, Hutan Purba
Kata-kata Jie Yan menyulut amarah Dong Fang. Ia ingat dengan jelas bahwa ketiga murid Tetua Kelima menghinanya sedemikian rupa karena terkena jebakan Jie Yan.
Dong Fang sangat paham bahwa ia tidak mungkin melawan Qing An, Qing Cao dan Qing Mu. Bahkan melawan salah satu dari mereka ia hampir tidak mampu menang. Lalu hinaan ketiganya membuatnya menaruh dendam yang sangat besar pada Jie Yan.
“Mati!” Teriak Dong Fang yang langsung melesat seperti meteor ke arah Jie Yan.
Sementara itu, Jie Yan langsung ditutupi oleh petir hitam di seluruh tubuhnya.
“Kekuatan Naga!”
“Seni Rahasia, Tebasan Dimensi!”
Wusssh!
Jie Yan juga langsung melesat lalu mengayunkan pedangnya ke arah tebasan Dong Fang.
Trang!
Qi dan konsep bercampur dengan niat pedang meledak ke segala arah yang membuat banyak retakan pada permukaan tanah. Banyak pohon yang tumbang hanya dengan bentrokan singkat tersebut.
Sementara itu, Dong Hui langsung ingin membantu karena ia tentu akan menghabisi Jie Yan karena telah membuat harga diri saudaranya jatuh di mata banyak murid tingkat tinggi.
Ketika Dong Hui hendak mendekat, ia melihat sosok mungil yang kemudian membentuk sebuah humanoid pohon lalu menyerang ke arahnya. Merasakan aura yang terpancar dari pohon aneh itu, kewaspadaannya meningkat drastis.
Sedangkan untuk Dong Fang, wajahnya dipenuhi oleh keterkejutan karena kekuatan tubuh Jie Yan setingkat dengan dirinya. Hanya dengan kekuatan tubuh, Jie Yan mampu menahan kekuatannya.
“Tidak heran kau begitu sombong! Tetapi perbedaan kecepatan, niat pedang dan qi, kau masih jauh dibelakangku! Tidak mungkin itu bisa ditutupi hanya dengan kekuatan murni daging!” Teriak Dong Fang saat ia mengalirkan lebih banyak qi dan konsep serta niat pedang ke pedangnya lalu menekan pedang Jie Yan ke samping.
Wajah Jie Yan berubah seketika karena memang benar bahwa jika Dong Fang mengeluarkan lebih banyak qi dan konsep, ia bukan tandingan Dong Fang sama sekali. Dengan kekuatannya saat ini, ia hanya dapat menahan Dong Fang selama hampir sepuluh menit sebelum ia dikalahkan. Ia sangat sadar dengan tingkat kekuatannya saat ini.
Crang!
Ketika pedang Jie Yan di tepis, Dong Fang dengan kilatan emas dimatanya langsung mengayunkan pedangnya kembali.
__ADS_1
“Seni Pedang Petir, Tebasan Petir Abadi!”
Jie Yan yang pedangnya di tepis sudah tau bahwa Dong Fang akan menyerang sehingga ia menggunakan tekniknya untuk berpindah tempat.
“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”
Sraing!
Jrezh!
Dong Fang melesat dengan kecepatan tinggi lalu menebas banyak pohon ke tempat yang sangat jauh ketika pedangnya diayunkan. Tetapi matanya langsung bergerak ke arah lain dan amarahnya semakin kuat karena ia tau bahwa Jie Yan menghindari serangannya dengan cara yang sangat aneh.
Di tempat di jarak hampir 30 meter, Jie Yan muncul dari pusaran ungu lalu menatap ke arah Dong Fang yang menatapnya dengan marah.
Jleb!
Ketika Jie Yan menusuk pedangnya ke permukaan tanah, di saat itu juga Dong Fang melesat seperti petir ke arah Jie Yan dengan pedang yang diselimuti oleh petir biru bercampur dengan niat pedang berwarna emas.
“Seni Rahasia, Pusaran Dimensi!”
Qi dan konsep Ruang meledak dari pedang Jie Yan ke dalam tanah. Lalu di jarak tertentu dari Dong Fang, permukaan tanah meledak lalu pusaran berwarna ungu muncul melahap semua yang ada di sana.
Gaya tarikan yang sangat kuat tercipta. Ini adalah teknik yang dikembangkan oleh Jie Yan menurut kemampuan lubang teleportasi.
Dong Fang yang awalnya hendak mendekat, memasang ekspresi jelek diwajahnya ketika menatap pusaran yang melahap semua hal disekitarnya. Tubuhnya juga ditarik, gaya gravitasi sangat tinggi membuatnya tidak mampu melawan.
“Bocah sialan! Harus kuakui bahwa kau memiliki trik kuat seperti ini! Tetapi untuk seseorang yang memiliki niat pedang diambang batas Niat Pedang Mata Pedang, semuanya percuma!” ucap Dong Fang dingin. Niat pedang di pedangnya kini jauh lebih intens, itu membuat sedikit retakan pada pedangnya sendiri karena tidak mampu menampung niat pedang sekuat itu.
“Niat Pedang Murni...”
Sraing!
Ketika Dong Fang semakin dekat dengan pusaran tersebut, ia langsung mengayunkan pedangnya lalu bilah berwarna emas yang terbuat dari niat pedang murni membelah pusaran tersebut.
Sraing!
__ADS_1
Krak! Krak! Prang!
Pusaran ungu yang diciptakan oleh Jie Yan langsung pecah seperti sebuah kaca lalu tebasan niat pedang murni Dong Fang terus bergerak ke arah Jie Yan.
Mata Dewa Jie Yan dapat melihat hal itu dengan jelas. Ia sangat menyadari bahwa niat pedang memang sesuatu yang menakjubkan karena bahkan dapat membelah konsep Ruang yang dipadatkan sedemikian rupa membentuk sebuah teknik.
“Belitan Qi Raja..”
Jie Yan mencabut pedang dari dalam tanah lalu mengayunkannya dari belakang ke depan sekuat tenaga.
Blar!
Niat pedang membentuk bilah tersebut langsung dibelah oleh Jie Yan dengan paksa. Ini adalah keuntungan pemilik Qi Raja yang mampu menggunakan metode Belitan tingkat tinggi. Dengan kekuatan murni Qi Raja, bahkan niat pedang Ekstrim harus tunduk.
Wusssh!
Angin kencang berhembus ke segala arah. Permukaan tanah di kaki Jie Yan mengalami banyak retakan karena kekuatan tersebut memang begitu dahsyat, apa lagi bentrok dengan niat pedang milik Dong Fang.
“Apa?” Dong Fang memasang wajah jelek karena serangannya dihancurkan secara paksa oleh kekuatan absolute. Ia menatap dengan dingin ke arah pedang Jie Yan yang diselimuti oleh busur petir hitam kemerahan.
“Apa itu? Kenapa aku merasakan penindasan yang keterlaluan dari aura yang terpancar dari pedang bocah itu?” Batin Dong Fang. Ia mencengkram erat pedangnya karena merasa bahwa kemampuan yang digunakan oleh Jie Yan melampaui niat pedang Ekstrim.
Insting seorang kultivator memang cukup kuat ketika menghadapi bahaya, tidak terkecuali untuk Dong Fang. Walaupun ia tidak tau apa kemampuan Jie Yan, ia tau bahwa itu sangat kuat. Tetapi, jika ia tau tentang metode Belitan Qi Raja, mungkin ia akan langsung melarikan diri saat ini karena setiap kultivator yang bisa menggunakan kemampuan itu dikatakan hampir tidak terkalahkan jika tidak dilawan dengan kemampuan yang sama.
Untuk Jie Yan, ia cukup kelelahan saat ini karena ia menggunakan banyak qi dan konsep disetiap serangan. Ini dikarenakan lawannya terlalu kuat, jika itu Dung Hui yang dilawan oleh Xia Yue'er, ia tidak akan repot-repot menggunakan Belitan Qi Raja. Tetapi untuk Dong Fang, ia harus menggunakannya. Jika tidak, ia tidak mungkin mampu mengimbanginya dan hanya bisa melarikan diri.
Mata Dewa Jie Yan menatap ke banyak tempat tanpa disadari oleh Dong Fang. Senyum diwajahnya terlihat sedikit karena sudah waktunya untuk menjatuhkan Dong Fang.
“Yue’er, habisi musuhmu secepat mungkin karena aku akan menggunakan semua binatang roh! Ziya, bantu Xia Yue'er untuk beberapa saat lalu buat formasi terkuat menyegel peserta yang aku lawan! Aku akan menghabisinya dalam satu serangan ketika binatang roh bergerak!” Perintah Jie Yan.
Xiao Ziya yang berada di Ruang Jiwa paham bahwa Jie Yan tampaknya tidak mau membuang waktu. Memang benar bahwa jika pertarungan terus berlarut-larut, kemungkinan akan banyak musuh yang datang dan itu bukan hal baik.
Untuk Xia Yue'er yang sedang menekan Dong Hui sedikit demi sedikit sebenarnya tidak terlalu puas dengan keputusan Jie Yan. Tetapi ia tau bahwa saat ini dirinya berada dalam kompetisi yang diikuti oleh Jie Yan sehingga ia tidak bisa berbuat sesukanya.
Jika Jie Yan dan Xiao Ziya mengetahui tentang apa yang dipikirkan oleh Xia Yue'er, mereka akan terkejut karena tampaknya Xia Yue'er telah sedikit tumbuh dewasa.
__ADS_1