
Bintang Brahma, Dimensi Kecil
“Jie Yan, apa yang terjadi?” Yu Mei sangat panik ketika melihat Jie Yan mencengkram kepalanya sendiri dengan kuat.
“Huft... Huft.. Huft..” Jie Yan berkeringat deras dan nafasnya memburu saat melihat semua ingatan itu. Ia tidak menyangka bahwa ternyata dirinya telah hibernasi lebih dari 2 juta tahun.
Jie Yan tau dengan pasti bahwa jika seseorang yang merupakan adiknya dan seseorang yang disebut sebagai Kaisar Manusia generasi kedua tidak datang, maka bisa dipastikan ia akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama lagi untuk hibernasi agar hidupnya tidak langsung berakhir ketika keluar dari Pohon Kehidupan.
“Yu Mei..” Jie Yan bergumam kecil saat menatap wajah Yu Mei yang tampak panik. Ia sudah mengetahui bahwa Yu Mei adalah tumbuhan kecil yang tidak memiliki kekuatan apapun saat itu namun selalu berada di sebelahnya selama jutaan tahun.
“Apa kau tidak apa-apa? Kenapa kau tiba-tiba meras kesakitan?” Tanya Yu Mei sedikit khawatir dan menatap kembali ke arah pecahan batu meteor dengan tatapan tidak puas.
“Aku tidak apa-apa.” Jie Yan menggelengkan kepalanya lalu perlahan berdiri dan menarik nafas dalam-dalam.
Jie Yan berpikir banyak hal saat ini. Walaupun ia tidak melihat keluarganya yang lain, itu dikarenakan ia menghabiskan waktu lebih banyak untuk hibernasi sehingga tidak menyadari situasi disekitarnya.
Tetapi Jie Yan tidak tau harus berkata apa karena ia memiliki seorang adik, yang lebih muda darinya tetapi sudah tumbuh dewasa ketika ia masih hibernasi dalam bentuk bayi.
“Kaisar Manusia Generasi Kedua, sekarang aku paham kenapa kau tampaknya membenci ayahku.” Batin Jie Yan dengan gelengan kepala karena ia ingat tentang saat ia bertemu proyeksi Kaisar Manusia Generasi Kedua di Lembah Naga.
“Jie Yan, jadi apa yang akan kau lakukan dengan batu aneh ini?” Tanya Yu Mei.
“Aku akan membawa batu ini karena seseorang akan dapat menggunakannya dengan baik.” ucap Jie Yan saat ia membuat beberapa gerakan, menyegel aura Kematian yang terus terpancar.
Setelah penyegelan selesai, Jie Yan pun menyimpan batu tersebut ke dalam cincin ruang miliknya karena suatu hari nanti ia ingin memberikannya kepada Xiao Ziya, dan Xiao Ziya pasti bisa memanfaatkan batu meteor itu sebaik mungkin.
__ADS_1
Yu Mei hanya mengangguk kecil dan tidak berkomentar.
Melihat Yu Mei yang tidak pernah mengatakan apapun tanda keberatan, Jie Yan langsung paham.
Dan Jie Yan juga paham kenapa Yu Mei sangat menempel padanya, ini dikarenakan dirinya dan Yu Mei bisa dikatakan sebagai sahabat selama jutaan tahun. Sudah pasti Yu Mei akan merasa sangat akrab dengannya walaupun tidak mengingat apapun karena dahulu Yu Mei hanyalah tumbuhan biasa.
“Ayo pergi, kita keluar dari tempat ini karena tidak ada hal lainnya yang berharga.” ucap Jie Yan dan langsung mengarahkan telapak tangannya ke depan lalu konsep Ruang meledak dan membentuk sebuah portal.
Jie Yan langsung masuk ke dalam diikuti oleh Yu Mei. Dan dalam sekejap mata, mereka muncul di permukaan.
“Hm? Tampaknya semua jiwa-jiwa yang ada di sana sangat marah karena sumber dari aura Kematian menghilang. Walaupun mereka tidak bisa menemukan batu itu, mereka masih tau bahwa batu itu masih berada di sana atau tidak secara samar.” ucap Jie Yan saat menatap sangat banyak jiwa hiruk pikuk yang datang dari segala arah ke tempatnya dan Yu Mei berada.
“Yu Mei, kalahkan semua jiwa jiwa manusia itu dan aku akan mengalahkan jiwa naga.” ucap Jie Yan.
“Um..” Yu Mei tidak keberatan dan langsung menggunakan kemampuannya untuk menghabisi semua jiwa yang ada di sana.
Dalam waktu kurang dari 15 menit, semua jiwa yang ada di sana yang mengamuk pun dibereskan oleh Jie Yan dan Yu Mei.
Sekuat apapun jiwa para kultivator dan naga itu, mereka tetaplah hanya jiwa, sulit untuk bisa menang melawan makhluk yang hidup yang memiliki jiwa dan tubuh lengkap.
“Ini cukup merepotkan.” Yu Mei yang baru saja membakar habis jiwa manusia, berkata dengan nada sedikit tidak puas.
Sementara itu, untuk Jie Yan, ia melihat ke arah telapak tangannya, memerhatikan Koin Jiwa Raja Naga dengan tatapan penasaran karena ia tidak dapat melacak ke mana semua jiwa yang dilahap oleh koin itu. Tidak ada jejak sama sekali.
“Mungkin suatu hari nanti aku akan menemukan apa sebenarnya kegunaan dari Koin Jiwa Raja Naga ini.” Batin Jie Yan dan menyimpan Koin Jiwa Raja Naga ke dalam cincin ruang miliknya.
__ADS_1
Setelah itu, Jie Yan menatap ke arah tertentu, dan berkata, “Yu Mei, ke mana tujuan kita selanjutnya?”
Yu Mei tidak menjawab dan menutup matanya untuk berpikir, ia mencoba mengingat semua informasi yang ia terima dari semua tumbuhan.
Dan tidak lama kemudian, Yu Mei pun membuka matanya dan melihat ke arah tertentu. “Selanjutnya kita akan pergi ke sana. Aku pernah mendengar bahwa tempat itu adalah tempat unik, sarang dari semua makhluk kuat di Dimensi ini. Tentu saja mereka semua di sana karena sumber daya di tempat itu sangat melimpah. Dan tempur itu disebut sebagai, Pulau Surga!”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Yu Mei, Jie Yan sedikit tertarik karena tempat yang dianggap oleh semua penghuni Dimensi Kecil sangat istimewa di isi oleh sumber daya yang sangat besar tentu tidak sederhana.
Selain dari itu, walaupun di sana sangat banyak sumber daya, persaingan sangat ketat, sudah bisa dipastikan bahwa di sana adalah tempat berkumpulnya semua binatang roh terkuat yang hidup di Dimensi Kecil tersebut.
“Ayo pergi, pimpin jalan.” ucap Jie Yan.
Yu Mei mengangguk kecil dan langsung mengendalikan akar yang muncul saat ia naik ke atasnya lalu bergerak ke arah tujuan diikuti oleh Jie Yan yang ikut menaiki akar yang bisa bergerak sebagai kendaraan.
**
Sementara itu, di lokasi tempat tujuan Jie Yan dan Yu Mei, pertempuran terjadi di banyak tempat.
Pulau itu terletak di laut, pinggiran Benua Utama di Dimensi Kecil. Ukuran Pulau itu cukup besar, menampung sangat banyak jenis binatang roh.
Dan disaat kemunculan para manusia, banyak manusia yang pertama kali memasuki Dimensi Kecil langsung mendarat di sana.
Itulah sebabnya pertempuran terus-menerus pecah, selain dari itu, manusia lainnya juga banyak yang datang ke tempat itu yang membuat pulau itu semakin kacau.
“Manusia sialan! Kalian akan membayar harga yang mahal karena memprovokasi Klan Binatang Buas!” Ruangan dahysat terdengar, di saat itu juga, satu sosok besar muncul di langit.
__ADS_1
Para kultivator yang berada di sana memasang wajah serius ketika menatap ke arah sosok yang terbang di udara, dan itu tidak lain adalah seekor Naga, Naga yang selama dari pertempuran di zaman dulu melawan para manusia yang telah punah di dalam Dimensi Kecil tersebut.