Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Bentrokan Singkat


__ADS_3

Bintang Tianyu, Hutan Purba


“Jie Yan, mereka semua cukup kuat! Tampaknya persaingan kali ini semakin menarik.” ucap Xia Yue'er bersemangat ketika menatap semua murid tingkat tinggi yang ada di sana.


Jie Yan tidak membalas, ia hanya menatap ke arah Qing Lan Yu karena merasa bahwa wanita itu mencoba menghalangi Qing Cao dan Qing Mu menyerangnya. Ia ingin tau apa sebenarnya tujuan dari Qing Lan Yu.


Di sisi lain, ketika bubuk mesiu mulai mereda mereda, Qing Lan Yu, Qing Mo, Qing Fei dan Qing Yufeng menatap ke arah Jie Yan dengan seksama karena mereka tentu tau bahwa Jie Yan sangatlah unik, mampu kembali ke peringkat pertama dengan tingkat kekuatan seperti itu.


Untuk Yun Che, mereka telah merasa luar biasa mampu mencapai peringkat keenam saat ini. Tetapi untuk Jie Yan, itu sungguh keterlaluan karena naik kembali ke peringkat pertama.


“Hm?” Ketika Jie Yan memperhatikan semua murid hebat itu menatapnya, ia menoleh ke belakang dan tersenyum kecil karena seseorang tampak mendekat ke arahnya di langit.


Di langit terlihat sosok pemuda yang terbang menggunakan pedang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ketika mencapai tepat di atas Jie Yan, sosok yang tidak lain adalah Yun Che melompat turun lalu memegang Pedang Awan Abadi di tangannya dengan kuat.


Niat pedang bercampur dengan qi langsung meledak lalu Yun Che yang mendekat mengayunkan pedangnya ke arah Jie Yan.


Menatap hal itu dengan Mata Dewa, Jie Yan terkejut karena dapat merasakan bahwa niat pedang Yun Che sama kuatnya dengan niat pedang milik Dong Fang yang pernah ia bunuh. Tanpa membuang waktu, ia pun mengeluarkan pedangnya lalu mengalirinya dengan qi Raja.


Jie Yan melebarkan sedikit kedua kakinya yang membuat tanah yang ia pijak langsung mengalami retakan. Tanpa membuang waktu, ia pun memegang pedang dengan kedua tangan lalu mengayunkannya ke ke arah atas dengan sekuat tenaga.


Trang!


Bussssh!


Kedua pedang sama sekali tidak bersentuhan. Niat pedang Yun Che menekan ke arah bawah sementara qi Raja Jie Yan terus menghalau niat pedang kuat tersebut.

__ADS_1


Blar!


Tanah di sekitar tempat itu naik ke arah atas seperti sebuah balok dalam jumlah besar. Angin kencang berhembus ke segala arah yang membuat banyak pohon hancur berantakan.


“Ini...” Qing Lan Yu melebarkan matanya saat menatap bentrokan yang sedang berlangsung. Ia harus mengakui bahwa kekuatan yang ditampilkan oleh Jie Yan dan Yun Che dengan tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap menengah sama kuatnya dengan para petarung tingkat Jiwa Abadi tahap akhir.


“Apa kau bercanda?” Mata Qing Mo melotot karena tidak menyangka bahwa Jie Yan dan Yun Che memiliki kekuatan sebesar itu walaupun sebenarnya masih jauh di bawahnya. Sebab, ia termasuk jajaran teratas di tingkat Jiwa Abadi puncak.


Untuk Qing Fei dan Qing Yufeng juga menyipitkan mata mereka dengan tajam karena keduanya memang memiliki kualifikasi untuk memasuki 10 besar di papan peringkat kompetisi tahap kedua.


Sementara itu, wajah Qing Cao dan Qing Mu jelek seperti pantat ayam karena tidak menyangka bahwa Jie Yan dan Yun Che telah mencapai level seperti itu di tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap menengah.


Yun Che yang terus menekan pedangnya tersenyum lebar karena ia memang sangat mengakui bahwa Jie Yan adalah lawan kuat yang harus ia lampaui. Ia tidak menaruh mata para murid Tetua lainnya karena ia yakin dengan berlalunya waktu, mereka tidak memiliki kualifikasi melawan dirinya.


Xia Yue'er yang terhempas ke tempat jauh sangat tidak puas dengan apa yang terjadi. Tetapi ia sama sekali tidak membantu Jie Yan karena merasa bahwa Jie Yan juga tidak ingin dibantu saat ini.


Sementara itu, Jie Yan yang terus menekan ke arah atas juga menaikkan sudut bibirnya karena tidak menyangka bahwa niat pedang Yun Che akan mencapai level seperti itu, jauh meninggalkannya. Tetapi ia masih mampu melawan ataupun melebihi karena ia menggunakan Belitan Qi Raja.


Duar!


Ledakan besar terjadi dan di saat itu juga, Jie Yan dan Yun Che langsung terbang mundur ke dua arah yang berbeda. Keduanya saling menatap dengan tajam.


Bahkan untuk Jie Yan harus mengakui bahwa Yun Che memang seseorang yang memiliki kekuatan yang dapat melampaui tingkatan kultivasi dalam hal bertarung sama seperti dirinya.


“Ketika waktunya tiba, kita akan bertarung dan menentukan siapa yang terkuat!” ucap Yun Che dan langsung berbalik pergi. Ia tidak mengatakan bahwa ia akan menang karena ia tau bahwa saat ini Jie Yan masih lebih kuat darinya. Ia tidak sombong seperti murid lainnya ketika menghadapi seseorang yang lebih kuat ataupun lemah.

__ADS_1


Jie Yan tidak berbicara sama sekali lalu menatap ke arah lainnya.


Untuk para murid Tetua mereka menatap ke arah Jie Yan dan Yun Che dengan tatapan serius karena mereka tau bahwa ketika Jie Yan dan Yun Che menerobos tingkat Jiwa Abadi tahap akhir, maka mereka pasti akan menjadi lawan yang setara. Mereka semua mengakui bahwa keduanya memiliki kekuatan tempur tidak normal yang mampu melawati tahapan.


“Keduanya memiliki kekuatan serta talenta yang sama dengan Huoyun Ying'er. Tampaknya Guru memang telah melihat bakat keduanya.” Batin Qing Lan Yu sambil menghela nafas panjang. Ia pun menjauh sedikit tetapi masih tetap mengunci Qing Coa dan Qing Mu dari waktu ke waktu.


Qing Mo di sisi lain juga sama. Dia hanya berdiam diri di tempat sama seperti Qing Fei dan Qing Yufeng. Sementara untuk Qing Coa dan Qing Mu, Keduanya memasang wajah jelek dari waktu ke waktu tetapi tidak bergerak walaupun Jie Yan tidak pergi dari bukit tersebut.


“Jie Yan, ayo kita kalahkan pria itu! Aku sangat ingin mengajarnya!” ucap Xia Yue'er merujuk pada Yun Che yang pergi ke tempat jauh untuk menyendiri.


“Sudahlah Yue'er. Tidak perlu melawannya untuk saat ini. Ketika waktunya tiba, kita akan melawannya.” ucap Jie Yan sambil menghela nafas panjang.


Xia Yue'er hanya bisa cemberut dan kembali duduk di kursi VIP-nya.


Waktu terus berlalu. Para murid lainnya yang cukup kuat terus-menerus berdatangan. Tidak ada yang bergerak sama sekali dalam waktu itu.


Semua murid kuat telah memikirkan hal yang sama, yaitu menjatuhkan binatang roh terkuat di tempat itu sebelum bertarung dengan sesama murid lainnya.


Tanpa sadar, waktu kompetisi hanya tersisa lebih dari sehari dan para murid yang berkumpul di pusat Hutan Purba telah mencapai angka sekitar lebih dari 150. Jumlah itu cukup besar, ratusan dari mereka memiliki tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap akhir, hanya kurang dari dua puluh Perseta yang mencapai tingkat Jiwa Abadi tahap puncak.


Dan hanya dua murid tingkat Jiwa Abadi tahap menengah yang mencapai tempat itu, keduanya tentu tidak lain adalah Jie Yan dan Yun Che.


“Apakah sudah waktunya?” Batin Jie Yan saat memperhatikan ruat wajah para murid lainnya sedikit berubah. Ia menatap ke arah tempat yang sangat jauh, tempat binatang roh terkuat berada.


Tanpa sadar, semua murid mengeluarkan pedang masing-masing dan menatap ke arah kaki gunung, tidak terkecuali untuk Jie Yan. Mereka semua memikirkan hal yang sama, ketika bintang roh terkuat jatuh, maka pertempuran yang membuat 90% murid jatuh akan dimulai.

__ADS_1


__ADS_2