
Istana Bawah Laut
Mata Jie Yan menyipit ketika mendengar apa yang dikatakan oleh anggota ras Atlantis tersebut. Gelar Dewi Laut bukan sesuatu yang bisa dapat diperoleh begitu saja. Bisa dipastikan bahwa dia adalah seseorang yang sangat kuat.
“Lalu, jika istana ini milik Dewi Laut, berarti dia masih sering muncul bukan?” Tanya Jie Yan untuk mengkonfirmasi sesuatu.
“Tidak. Dewi Laut tidak pernah muncul kembali. Istana ini disebut sebagai Istana Dewa Laut, dan diserahkan kepada kedua murid dari Dewi Laut. Lalu kedua murid tersebut tumbuh menjadi sosok penguasa dan keduanya membuat kesepakatan. Aku tidak mengerti apa itu, lalu keduanya membuat pengaturan untuk menaruh Istana Dewa Laut di tempat ini untuk mengambil talenta tinggi.” ujar anggota Ras Atlantis tersebut.
“Tidak pernah muncul kembali?” Gumam Jie Yan karena merasa eksistensi sekuat itu tidak mungkin tewas dengan mudah.
Mendengar Gumaman Jie Yan, anggota ras Atlantis tersebut hanya menggelengkan kepalanya karena ia tau apa yang ingin di tanyakan oleh Jie Yan tetapi ia juga tidak tau apakah seseorang yang bernama Dewi Laut Xinxin tersebut masih hidup atau tidak. Tetapi kedua muridnya masih hidup dan keduanya menjadi penguasa di alam tertentu.
“Baiklah, sekarang adalah giliranmu. Karena kau telah mencapai tempat ini, aku akan memberikanmu tiga pilihan.” ucap anggota ras Atlantis saat mengeluarkan tiga benda lalu melanjutkan, “Kau bisa memilih salah satu dari benda ini untuk kau ambil atas penghargaan bahwa dirimu telah mencapai Istana Dewa Laut.”
Jie Yan yang tersadar dari lamunannya pun menatap ke arah tiga benda yang melayang di depan anggota ras Atlantis tersebut dengan wajah serius. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan mendapat hadiah walaupun tidak melakukan ujian untuk menjadi murid dua Penguasa yang merekrut Tang Yueha dan Yue-Yue menjadi murid mereka.
Benda pertama yang melayang tersebut adalah sebuah pedang berwana biru yang tampak sangat unik. Tanpa bertanya pun, Jie Yan sangat paham kualitas pedang tersebut dan tidak ada pedang lebih baik di Benua Saint dari pada pedang tersebut.
__ADS_1
Namun, ketika memikirkan kembali pedang miliknya, Jie Yan sangat yakin bahwa kualitas pedangnya tidak akan lebih buruk dari pedang yang ditawarkan oleh anggota ras Atlantis tersebut sehingga ia tidak akan mengambilnya.
Lalu tatapan Jie Yan pun tertuju pada benda kedua yang tidak lain adalah sebuah botol kecil yang memiliki cairan berwarna biru laut di dalamnya.
“Apa benda ini?” Tanya Jie Yan menunjuk benda kedua dengan rasa penasaran.
“Ini adalah Elixir Samudra, memiliki sejumlah qi Abadi yang sangat besar, untuk seseorang setingkat dirimu, itu pasti bisa meningkatkan kekuatan satu tahap. Namun, fungsi dari Elixir Samudra tidak hanya itu. Ini mampu memperluas lautan qi di dalam tubuhmu serta meningkatkan kualitas Akar Spiritual. Terbuat dari banyak bahan serta cairan tertentu yang hanya dimiliki oleh ras Atlantis.” Anggota ras Atlantis tersebut menjelaskan.
Mata Jie Yan berbinar dan ia menatap ke benda terakhir walaupun ia telah berpikir bahwa dirinya akan memilih Elixir Samudra. Benda ketiga tampak sangat sederhana, itu adalah sebuah kertas usang yang memancarkan aura hitam.
“Hm? Apa itu?” Tanya Jie Yan penasaran.
“Peta? Apakah peta tersebut menunjuk lokasi di dunia ini?” Tanya Jie Yan karena ia tau bahwa ras Atlantis tersebut bukan berada dari dunia yang sama dengan dirinya.
“Tidak. Ini adalah pesan lainnya dari kedua penguasa bahwa peta ini menunjuk ke tempat tertentu di Alam Abadi. Apakah kau tau apa itu Alam Abadi?” Tanya anggota ras Atlantis tersebut dan tidak menunggu jawaban dari Jie Yan lalu melanjutkan, “Alam Abadi adalah alam yang lebih tinggi dari Dunia ini. Tetapi, para kultivator Abadi tidak bisa memasuki Dunia ini. Aku menggunakan cara khusus agar dapat memasukinya. Bisa dikatakan, kekuatanku saat ini ditekan sebanyak 70%. Dan caraku untuk menetap di dunia ini dalam waktu yang lama juga karena benda yang di tinggalkan oleh Dewi Laut Xinxin.”
Jie Yan terkejut sekali lagi ketika mendengar apa yang dikatakan oleh anggota ras Atlantis tersebut. Namun, ketika mengetahui bahwa makhluk Abadi hampir tidak bisa masuk ke dunia yang bisa dianggap fana oleh spekulasi Jie Yan, ia pun merasa lega.
__ADS_1
Saat ini Jie Yan ingin mengambil Elixir Samudra. Tetapi tatapannya tertuju terus-menerus ke arah peta usang tersebut seolah-olah itu memanggilnya. Ia berpikir keras karena merasa akan melewatkan sesuatu yang penting dengan ganti kekuatan melalui Elixir Samudra.
“Aku harus mencobanya. Aku juga pasti akan naik ke Alam Abadi suatu hari nanti. Aku ingin tau siapa sebenarnya wanita yang muncul di dalam kepalaku itu. Yang artinya, akan sangat disayangkan bahwa diriku melewatkan kesempatan untuk mengambil isi dari lokasi yang di tunjuk oleh peta. Kemungkinan tempat itu bernilai jutaan kali lebih penting dari pada Elixir Samudra.” Batin Jie Yan membuat keputusan.
“Aku akan mengambil peta itu.” ucap Jie Yan.
Namun, Jie Yan sedikit bingung ketika melihat anggota ras Atlantis tersebut seperti telah menduga bahwa dirinya akan mengambil peta.
Melihat wajah bingung Jie Yan, anggota ras Atlantis tersebut pun menghela nafas lalu berbicara, “Mereka juga mengatakan bahwa seseorang yang tidak mengikuti ujian karena kuota telah habis pasti akan mengambil peta. Tampaknya saat ini aku yakin bahwa mereka dapat melihat potongan masa depan atau lebih tepatnya, kemampuan Dewi Laut dapat melihat masa depan yang sangat jauh.”
Mendengar hal itu, Jie Yan tertegun di tempat. Ia tidak menyangka bahwa kedatangannya akan diramalkan. Ia merasa sedikit aneh seolah-olah pernah melihat adegan seperti ini walaupun tidak ingat kapan. Namun, jika ia memulihkan ingatannya, ia akan tau bahwa ini memang pernah terjadi.
Setelah menerima peta, anggota ras Atlantis tersebut pun memasuki Istana Dewa Laut sekali lagi.
Tanah tiba-tiba bergetar dan Jie Yan langsung menjaga jarak darinya. Ia melebarkan matanya ketika melihat Istana Dewa Laut perlahan melayang dan melesat ke arah langit dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hanya dalam waktu satu detik, istana tersebut lenyap sepenuhnya dari pandangan.
“Luar biasa!” Seru Jie Yan dan menatap kembali ke arah peta yang ia terima. Ia memasang ekspresi serius karena merasa bahwa suatu hari nanti benda ini akan sangat berguna.
__ADS_1
Jie Yan pun menyimpannya lalu langsung pergi dari tempat tersebut untuk melanjutkan perjalanannya tanpa ditemani oleh Tang Yueha dan Yue-Yue.