
Pusat Benua Saint
Saat ini, terlihat lima kultivator yang sedang berada di sekitar tengah gunung tertinggi di Benua Saint. Kelimanya tidak lain adalah pemimpin dari pasukan Klan Wang.
“Berapa lama membuka segel ini? Kita sama sekali tidak bisa mencapai puncak jika segel masih terus ada.” Wang Lee berkata dengan nada muram.
“Hanya dalam beberapa hari.” Wang Qi membalas.
“Lalu, apakah kita hanya membiarkan mereka kabur sebelumnya? Aku tidak menduga bahwa akan ada Wayang menarik seperti itu. Selain dari kemampuan aneh, pertahanannya sangatlah mengerikan.” Wang Zi berkata dengan nada sedikit muram ketika mengingat tentang Canglan.
Wang Hu dan Wang Chu hanya diam karena mereka setuju dan tidak menduga bahwa akan ada seseorang seperti Canglan yang sangat luar biasa.
“Tetapi.. tujuan kita telah setengah berhasil. Pria bernama Lin Ming itu kemungkinan akan tewas setelah kita menyerangnya secara bersamaan. Serangan itu sebelumnya juga tidak terduga.” Wang Lee menyeringai ketika memikirkan Lin Ming.
Selain dari itu, kelimanya juga ingat tentang Xiao Long, Gu Yuena dan Li Hao yang terluka parah dalam pertarungan. Jika saja Canglan tidak datang, mereka pasti berhasil membunuh mereka semua karena jumlah pasukan mereka sangatlah banyak dan semuanya adalah elit.
Tidak akan ada yang menduga bahwa pertarungan di Daratan Selatan berakhir dengan parah, yaitu saat ini keadaan Lin Ming tidak diketahui hidup atau mati.
**
Daratan Utara
Perang di Dataran Utara terus berlangsung selama lebih dari sehari. Pasukan dari kultivator Benua Saint telah berkurang sangat banyak walaupun jumlah para iblis telah jatuh lebih dari 20.000 iblis. Jumlah tersebut tentu sangatlah mencengangkan mengingat kembali pasukan manusia yang tersisa bukanlah elit walaupun jumlahnya mencapai angka 20.000 kultivator juga.
Di tempat tertentu yang tidak terlalu jauh dari perang yang tampak hendak mereda, terlihat lubang kegelapan yang cukup besar terbentuk lalu beberapa sosok keluar dari dalamnya.
Blug! Blug! Blug!
Sosok tersebut adalah yang tersisa dalam perang di Dataran Selatan, mereka tidak lain adalah Canglan yang di bawa oleh Wayang Serigala Iblis Kegelapan. Sosok lainnya adalah Xiao Long, Li Hao dan Gu Yuena. Lalu terakhir yang terjatuh adalah Lin Ming dengan luka yang sangat mengenaskan.
“Kakek..” Gu Yuena mencoba bangkit dari tanah dengan susah payah mencoba memberikan pertolongan pertama pada Lin Ming.
__ADS_1
Untuk Xiao Long dan Li Hao, keduanya telah kehilangan kesadaran mereka.
“Huft... Huft.. Huft..” Canglan yang hampir kebiasaan tenaga, langsung membuat gerakan kecil. Wayang Serigala Iblis Kegelapan miliknya muncul tepat di depan Lin Ming lalu menyegelnya dengan kekuatan aneh berwarna hitam. Hal itu dilakukan untuk membuatnya mati suri karena daya hidup Lin Ming tampak hendak pudar. Semula, jika ia tidak memiliki Wayang Serigala Iblis Kegelapan, ia pasti akan tewas karena tubuh utamanya lebih lemah dari pada Li Hao. Ia adalah ahli Wayang, bukan kultivator seperti biasanya.
“Yuena, cepat panggil senior Lin Xi ke mari. Jika hanya kita, senior Lin Ming tidak akan bisa diselamatkan. Hanya kau yang bisa bergerak saat.. ini..” Setelah mengatakan itu, Canglan menutup matanya kehilangan kesadarannya. Walaupun lukanya sangat parah, itu tidak akan membunuhnya dalam waktu beberapa hari. Sama halnya seperti Xiao Long dan Li Hao.
Perang di Dataran Selatan sangatlah tragis, semua yang tinggal di sana binasa di tangan para kultivator dari Alam Abadi. Tidak akan ada yang menduga bahwa kelima pemimpin pasukan Klan Wang memiliki kartu truf yang sangat mengerikan. Tidak seperti pasukan iblis yang menjaga kekuatan mereka untuk melawan Klan Wang.
Para pemimpin Klan Wang, membuat bawahan mereka menjadi manusia bom. Semua pasukan di Daratan Selatan terkena teknik tersebut. Dan pada akhirnya, di saat terakhir, lima Pemimpin pasukan Klan Wang menyerang Lin Ming yang terluka secara bersamaan.
Jika Canglan tidak menggunakan semua qi dan konsep yang ia miliki untuk menarik yang selamat ke dalam lubang kegelapan, maka mereka pasti akan tewas di tempat.
Gu Yuena memaksa tubuhnya bergerak. Ia terbang dengan kecepatan penuhnya dengan sisa kekuatan yang ia miliki ke tempat ia merasakan perang. Kesadarannya semakin kabur karena ia tidak mampu bergerak lagi.
“Tolong tetap terjaga..” Gu Yuena menggertakkan giginya dengan kuat dan pada akhirnya, Bahkan setelah terbang hampir dua menit, ia tidak mampu lagi bertahan dan langsung terjun ke arah permukaan tanah.
Tap!
“Yuena!” Suara imut terdengar sangat khawatir saat ini. Sosok tersebut tidak lain adalah Xia Yue'er yang baru saja keluar dari tempat latihan tetapi mereka tidak bisa langsung ke Daratan Barat menemui Jie Yan.
Untuk seseorang yang menangkap Gu Yuena tentu saja adalah Xiao Ziya.
“Tolong.. Mereka...” Gu Yuena bergumam kecil saat ia kehilangan kesadarannya setelah ia menatap siapa yang menangkapnya.
“Yue’er.. waktunya bekerja.” ucap Xiao Ziya saat membuat formasi penyembuh pada Gu Yuena sambil terbang ke arah tempat ia merasakan aura samar diikuti oleh Xia Yue'er yang tampak khawatir setiap waktu.
Sesampainya di tempat Lin Ming, Xiao Long, Li Hao dan Canglan, bahkan untuk Xiao Ziya, ia sangat terkejut ketika seseorang seperti Lin Ming dan Canglan terluka separah itu.
“Yue’er! Cepat!” Teriak Xiao Ziya saat ia meletakkan Gu Yuena lalu membuat formasi penyembuhan kepada mereka berempat.
Xia Yue'er yang paling ahli dalam penyembuhan, langsung menyembuhkan Lin Ming secara pribadi. Ia tentu tidak bodoh dan tau apa fungsi dari mati suri yang dibuat oleh Wayang Serigala Iblis Kegelapan milik Canglan pada Lin Ming.
__ADS_1
Melihat daya hidup mereka semua, Xiao Ziya menghela nafas. Ia hanya khawatir pada Lin Ming saat ini. Bahkan jika terjadi pada salah satu dari mereka, ia tidak bisa membayangkan seperti apa murka Jie Yan nantinya.
Xiao Ziya bertanya-tanya bagaimana bisa mereka semua terluka parah hanya dengan kultivator dari Alam Abadi terutama untuk Lin Ming, Canglan dan Gu Yuena karena ketiganya bisa dikatakan ahli peringkat teratas di Benua Saint. Jika ia tau bahwa pemimpin pasukan Klan Wang menggunakan pasukan mereka sebagai manusia bom, maka ia merasa wajar mereka semua terluka sangat parah.
Setelah membuat formasi secukupnya, Xiao Ziya menerpa ke arah lain karena hanya Lin Xi yang mampu menyembuhkan Lin Ming saat ini. Walaupun Xia Yue'er ahli dalam penyembuhan, luka seperti itu bukan sesuatu yang bisa dibantu oleh Xia Yue'er. Dia hanya bisa menunda lukanya semakin parah.
“Yue’er, tunggulah di sini. Aku akan membawa Lin Xi ke sini.” Sebelum menunggu Xia Yue'er memelas, Xiao Ziya langsung menghilang dari tempat tersebut.
Di tempat perang antara iblis dan pasukan Benua Saint, di permukaan es hanya sudah banyak hancur, mayat terlihat di mana-mana. Hanya dalam waktu kurang dari dua hari, perang akhirnya telah usia dengan kekalahan pasukan di Daratan Utara.
Walaupun mereka kalah, itu tidak separah di Daratan Selatan karena mereka di pimpin oleh Xiao Chen. Bisa dipastikan bahwa pasukan di Daratan Utara, tiga kali lebih kuat dari pasukan di Daratan Selatan.
“Perang ini sungguh tidak masuk akal. Apakah ini akhir dari Benua Saint dan kepunahan manusia?” Lin Xi yang terluka walaupun tidak terlalu parah, bergumam dengan nada sangat sedih. Ia menatap ke arah Guan Yu yang kehilangan lengan kanannya dan tidak akan bisa menggunakan seni tombak lagi, hanya dengan berlatih dari awal menggunakan lengan kiri dia bisa memulihkan kekuatan puncaknya.
Lalu tatapan Lin Xi tertuju pada tempat tertentu. Matanya berkaca-kaca dan ia perlahan melayang ke satu sosok yang tergeletak di permukaan tanah.
Sosok tersebut tidak lain adalah Xiao Chen yang dikepung oleh sekitar lima puluh ribu iblis sebelumnya agar pasukan dari Benua Saint memiliki waktu melawan. Selain dari itu, semua iblis tersebut di pimpin oleh Jin Gu yang membuat Xiao Chen hanya bisa bertahan selama seharian lebih.
Lin Xi langsung memberikan pertolongan kepada ayahnya yang berada diambang kematian. Karena keahliannya, ia yakin bahwa ia bisa membuat ayahnya hidup walaupun butuh waktu bertahun-tahun untuk pulih.
Tatapan Lin Xi tertuju tempat lain dan menemukan Gu Yin yang terluka parah tetapi mencoba merawat banyak kultivator yang terluka sebisanya.
Bahkan Huan Caiyi yang bermain dari balik layar tidak sadarkan saat ini karena dia kunci mereka untuk bertahan. Tetapi pada akhirnya karena jumlah musuh, Huan Caiyi juga koma saat ini.
Untuk Xiao Yuu dan Lan Qinzhu, keduanya terluka parah juga tetapi karena fisik keduanya, mereka tidak akan seperti kultivator lainnya yang langsung pingsan.
Pasukan di Daratan Utara yang semula berjumlah lebih dari 20.000 hanya tersisa kurang dari 5.000. Perang kali ini cukup tragis karena hanya mereka kultivator yang tersisa.
“Lin Xi..” Lin Xi tersadar dari lamunannya saat mendengar suara seseorang. Ia menatap ke arah Xiao Ziya sedikit waspada.
“Lin Ming saat ini sekarat. Ikuti aku, jika aku membawanya bergerak, aku takut lukanya terbuka kembali karena saat ini dia mati suri.” ucap Xiao Ziya yang membuat jantung Lin Xi semakin berdetak cepat karena bahkan suaminya telah dikalahkan di Dataran Selatan.
__ADS_1