
Bintang Brahma, Dimensi Kecil
Jie Yan dan Yu Mei tidak mengetahui bahwa Kelelawar Iblis Kegelapan memiliki teknik terlarang tertentu yang akan aktif ketika beberapa saat setelah kematian. Itu adalah teknik pembangkitan diri yang cukup unik, dan mungkin hanya beberapa eksistensi yang memiliki kemampuan seperti itu.
Dan ini juga salah satu alasan kenapa Kelelawar Iblis Kegelapan menjadi eksistensi kedua setelah Dewa Naga di pulau tersebut.
Meksipun begitu, teknik terlarang itu sudah pasti memiliki efek samping, dan kemungkinan kekuatan Kelelawar Iblis Kegelapan akan turun setiap waktu. Mungkin dalam waktu beberapa tahun, kekuatannya akan sangat lemah dan dia harus hibernasi dalam waktu puluhan ribu tahun agar kekuatannya pulih.
Untuk Jie Yan, ketika dia pernah mengalahkan seseorang, itu bukan lagi ancaman menurutnya. Jika ia bisa mengalahkannya satu kali, berikutnya hasilnya juga pasti akan sama.
**
Tepat di atas gunung raksasa yang memiliki segel, Dewa Naga yang saat ini tampak memikirkan banyak hal, menyipitkan matanya tiba-tiba lalu menatap ke arah tertentu.
Angin hitam tampak berputar-putar lalu satu sosok muncul. Dia tidak lain adalah Kelelawar Iblis Kegelapan yang semula di bunuh oleh Jie Yan dan Yu Mei.
“Hm? Apa yang membawamu ke tempat ini? Apa kau ingin bertarung sekali lagi?” Tanya Dewa Naga saat auranya meledak. Itu menghasilkan aura hitam dan putih.
“Naga Yin-Yang! Hentikan omong kosong tidak berguna! Aku ingin melakukan kerja sama denganmu sekali lagi seperti dahulu!” ucap Kelelawar Iblis Kegelapan dengan nada dingin.
Aura Dewa Naga pun langsung terhenti dan menatap Kelelawar Iblis Kegelapan dengan heran. Ia tau bahwa Kelelawar Iblis Kegelapan memiliki harga diri yang sangat tinggi sebagai ras yang setara dengan para naga.
Jika saja umur Kelelawar Iblis Kegelapan sama seperti dirinya, Dewa Naga yakin bahwa ia hanya bisa setara dengan Kelelawar Iblis Kegelapan.
“Ada manusia kuat, dengan darah naga luar biasa di tubuhnya!” Lanjut Kelelawar Iblis Kegelapan.
__ADS_1
Kata-kata itu langsung membuat wajah Dewa Naga garang karena itulah yang ia incar saat ini, yaitu seseorang yang berkaitan dengan Dewi Naga Kehancuran.
“Tampaknya kau menderita di bawah tangannya!” ucap Dewa Naga saat menatap kekuatan Kelelawar Iblis Kegelapan sedikit demi sedikit memudar. Ia tentu tau tentang teknik terlarang Kelelawar Iblis Kegelapan yang bisa bangkit dari kematian.
Tetapi jika Kelelawar Iblis Kegelapan di bunuh dalam waktu 1 rabun, maka dia tidak akan bisa bangkit kembali. Nyatanya, sangat mudah menghabisi Kelelawar Iblis Kegelapan, yaitu ketika Kelelawar Iblis Kegelapan terbunuh, di saat dia perlahan bangkit, seseorang hanya perlu menyerangnya dan dia akan langsung tewas selamanya.
Wajah Kelalwar Iblis Kegelapan sangat gelap, dan auranya langsung bocor.
“Meskipun aku baru saja bangkit, aku masih bisa berurusan denganmu!” ucap Kelelawar Iblis Kegelapan dengan nada dingin.
Dewa Naga tidak meragukan perkataan Kelelawar Iblis Kegelapan karena jika Kelelawar Iblis Kegelapan berniat untuk menyerangnya dengan mempertaruhkan nyawa, ia juga harus membayar harga yang sangat mahal.
“Lalu apa rencanamu?” Tanya Dewa Naga karena ia tau bahwa jika Kelelawar Iblis Kegelapan telah menurunkan harga dirinya berkerjasama, maka musuh kali ini pasti sangat berbahaya.
“Para manusia telah masuk ke segel yang diciptakan oleh Dewi Naga Kehancuran! Kita telah menghapus semua pengikut Dewi Naga Kehancuran dahulu, dan kita akan melakukan hal yang sama kali ini. Kau pasti ingat tentang warisannya yang ada di pusat Dimensi ini bukan? Kita hanya perlu membereskan mereka semua di sana!” ucap Kelelawar Iblis Kegelapan.
“Baik, tetapi aku ingin membereskan semua manusia di pulau ini! Kau harus mengirim pasukanmu dan aku mengirim pasukanku. Ini untuk mengurangi jumlah mereka. Kita akan menunggu semua manusia terkumpul di pusat Dimensi ini!” ucap Dewa Naga setelah memikirkan pro dan kontra apakah ia harus bergerak atau tidak untuk saat ini.
“Aku paham! Aku akan memanggil semua anggota ras ku dari seluruh Dimensi ini untuk menyerang para Manusia di sini!” Kelelawar Iblis Kegelapan mengangguk kecil lalu menembakkan gelombang suara berupa cincin raksasa lalu itu menyebar ke segala arah saat meledak.
“Aku akan menunggumu di sana! Pastikan kau hanya mengirim pasukan terlemah untuk mengurangi jumlah manusia di pulau ini! Bawa semua elit di bawahmu ke pusat Dimensi ini!” Setelah mengatakan itu, Kelelawar Iblis Kegelapan tampak pecah menjadi angin berwarna hitam lalu menghilang sepenuhnya.
Dewa Naga pun menatap ke arah langit lalu meraung keras untuk memberi sinyal kepada semua naga yang ada di Dimensi Kecil tersebut.
**
__ADS_1
Jie Yan yang sedang bergerak dengan Yu Mei, menyipitkan matanya dan menatap ke arah puncak gunung raksasa. Ia mendengar dengan jelas raungan naga sebelumnya. Walaupun ia tidak terlalu mengerti, ia masih memiliki insting untuk sedikit paham tentang bahasa naga.
“Apa yang terjadi? Apakah para naga itu sudah tidak mau berurusan dengan para manusia yang masuk ke dalam Dimensi ini?” Batin Jie Yan sedikit bingung.
Namun, Jie Yan sedikit terkejut karena setelah raungan sebelumnya, para naga kuat banyak yang terbang ke arah luar pulau.
Namun, saat Jie Yan menatap ke arah puncak gunung, matanya menyusut tajam ketika melihat Seekor Naga berwarna hitam bercampur putih terbang ke udara.
Semua naga lainnya juga langsung berhenti di udara yang membuat Jie Yan melebarkan matanya.
“Yu Mei, buat pelindung untuk bertahan!” Teriak Jie Yan sekuat tenaga saat ia mengerahkan semua kekuatannya untuk membuat teknik pertahanan.
Yu Mei langsung bergerak dan membuat teknik pertahanan seperti yang dikatakan oleh Jie Yan.
“Manusia! Karena kalian berani menantang kami para naga, maka kalian semua harus mati!” Teriak Dewa Naga saat mengumpulkan kekuatan dalam jumlah yang sangat besar di rahangnya.
Naga lainnya juga langsung melakukan hal yang sama. Ini adalah salam terakhir dari Dewa Naga sebelum pergi ke pusat Dimensi.
Para kultivator yang ada di pulau itu juga melebarkan mata masing-masing karena tau bahwa hampir setengah dari pulau itu akan lenyap saat semua serangan dari naga dilepaskan.
“Raungan Naga!”
Duar! Duar! Duar!
Sinar cahaya berwarna-warni terlihat melesat dari udara, menghujani seluruh pulau kecuali untuk gunung raksasa karena Dewa Naga tau bahwa itu tidak akan hancur walaupun mereka semua menyerang bersama-sama.
__ADS_1
Para kultivator lainnya yang berada di pulau itu langsung bertahan dari serangan luar biasa para naga.
Dan untuk Jie Yan yang saat ini sedang bertahan bersama dengan Yu Mei tau bahwa ketika semua gelombang serangan mereda, hanya sedikit Kultivator yang akan tersisa di pulau tersebut.