Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Xun Hai


__ADS_3

Bintang Brahma, Pegunungan Para Raja


Kota Wangdu berjarak beberapa hari dari Bukit Tengkorak. Saat ini, Jie Yan terus bergerak dan dalam waktu kurang dari tiga hari, ia pun tiba di Kota Wangdu.


“Inikah tempatnya?” Gumam Jie Yan dengan nada sedikit heran. Apa yang ia lihat adalah sebuah kota kecil yang cukup bobrok.


Banyak manusia yang terlihat telantar di tempat tersebut, selain dari itu, aura kematian dan darah cukup menyengat di udara.


Ketika mencapai gerbang kota, banyak pasang mata menatap Jie Yan dengan waspada. Ini menandakan bahwa kota Wangdu pasti di rusak oleh orang luar.


Saat Jie Yan terus masuk ke dalam kota, puluhan kultivator tingkat Raja Abadi tahap awal mengikuti dari bayang-bayang. Mereka tampak bersiap-siap hendak menyerang Jie Yan.


Setelah beberapa menit, Jie Yan pun tiba di bangunan terbesar di kota itu.


“Hm? Kultivator tingkat Raja Abadi tahap menengah? Tampaknya dia adalah penguasa kota ini. Lebih baik aku bertanya kepadanya.” Batin Jie Yan dan memasuki halangan bangunan yang sangat besar tetapi tidak ada penjaga sama sekali.


Ketika mendekati bangunan tersebut, semua kultivator tingkat Raja Abadi tahap awal pun muncul tepat di depan Jie Yan dengan wajah garang.


“Siapa kau? Apa kau tidak tau bahwa tempat ini adalah tempat yang tidak bisa di datangi secara sembarangan?” Salah satu dari mereka bertanya dengan nada dingin.


Jie Yan menaikkan sedikit alisnya karena tampaknya tidak satupun dari mereka yang ingin berbicara dengan nada ramah kepadanya. Selain dari itu, ia tidak membuat kesalahan dan tampaknya semua dari kultivator itu ingin menyerangnya.


“Aku ingin bertemu dengan seseorang yang ada di dalam sana. Aku ingin menanyakan beberapa informasi.” ucap Jie Yan acuh tak acuh.


“Apa kau pikir Walikota begitu mudah untuk ditemui oleh orang luar sepertimu? Pergilah dari tempat ini sebelum kami menyeretmu keluar dari kota dengan paksa!” ucap salah satu kultivator dengan nada dingin. Selain dari itu, niat membunuhnya pun terpancar karena tampaknya dia tidak hanya ingin mengusir Jie Yan, bahkan berniat membunuhnya.


“Apa kau pernah berpikir bahwa seseorang yang kau ancam akan menghabisimu? Aku tidak ingin terjadi masalah! Tetapi, aku bukan seseorang yang akan takut dengan masalah!” Jie Yan berkata dengan nada dingin saat qi Raja meledak dari dalam tubuhnya.

__ADS_1


Drrrrtttt!


Tekanan yang keluar dari Jie Yan membuat semua kultivator itu berkeringat. Mereka semua tau bahwa Jie Yan bukan seseorang yang akan mudah untuk dihadapi.


“Biarkan dia masuk!”


Suara seseorang terdengar dari dalam bangunan yang membuat Jie Yan menarik kembali qi Raja miliknya.


Semua kultivator itu berkeringat deras dan merasa sangat dekat dengan kematian beberapa saat lalu. Mereka semua pun langsung menghilang dalam sekejap membiarkan Jie Yan pergi ke dalam bangunan.


Jie Yan langsung menunggangi bintang roh dan mendekat. Saat ia turun, ia langsung berjalan ke arah dalam bangunan lalu membuka pintu tersebut.


“Hm?” Jie Yan sedikit menaikkan alisnya karena bangunan tersebut dipenuhi oleh bau darah yang sangat kental. Ini membuatnya semakin penasaran, walaupun tujuannya adalah memburu seseorang, ia tentu tidak terlalu terburu-buru.


Ketika Jie Yan masuk, satu sosok pria muda pun perlahan berjalan dari lantai dua.


“Tamu yang terhormat, maaf atas kekasaran penduduk di kota ini. Aku adalah Walikota baru di kota Wangdu, Xun Hai. Apa yang diinginkan oleh tamu terhormat?” Tanya Xun Hai setelah memperkenalkan dirinya.


“Xun Hai?” Batin Jie Yan dengan tatapan aneh lalu menjawab, “Aku ingin informasi tentang Xun Li.”


Xun Hai terdiam dalam waktu yang cukup lama ketika mendengar permintaan Jie Yan.


“Apa yang kau inginkan darinya?” Tanya Xun Hai saat ia berjalan ke arah kursi yang terletak di ruang tamu.


“Dia adalah target misiku.” jawab Jie Yan acuh tak acuh.


Xun Hai yang duduk, menatap ke arah mata Jie Yan dalam-dalam.

__ADS_1


“Pergilah, kau tidak mungkin bisa menang melawannya karena Xun Li pernah menghabisi Mercenaries dengan kultivasi tingkat Raja Abadi puncak!” jawab Xun Hai.


“Tampaknya kau memang terkait dengan seseorang bernama Xun Li. Apakah dia adalah penyebab hancurnya kota Wangdu?” Tanya Jie Yan saat ia dengan tidak sopan berjalan ke arah Xun Hai lalu ia duduk di seberangnya dengan nyaman.


Mata Xun Hai menyipit sedikit. Ia tidak menyangka bahwa Jie Yan tidak akan takut dengan apa yang ia katakan. Ia menatap Jie Yan dalam-dalam, mencoba mencari dari mana asal kepercayaan diri Jie Yan.


“Baik, jika dia memang targetmu dan kau tidak takut dengan yang namanya kematian, maka aku akan menjelaskannya kepadamu. Xun Li adalah saudaraku, sebelumnya dia adalah Walikota Wangdu, tetapi ketika dia membawa beberapa rekannya ke kota Wangdu, tragedi ini terjadi. Bahkan aku telah tertipu dan berubah menjadi kondisiku saat ini!” ucap Xun Hai.


“Oh? Apakah ini terkait dengan benda yang dia curi dari seseorang?” Tanya Jie Yan dan sudah menebak kepada misi memburu Xun Li memiliki hadiah yang cukup luar biasa.


“Ya, kau benar. Dan itu adalah Jimat Darah, peninggalan dari seorang kultivator tingkat tinggi, dan mereka merupakan penguasa kekuatan tingkat keempat!” jawab Xun Hai.


Jie Yan langsung membuka Mata Dewa dan menatap Xun Hai. Ia menaikkan alisnya karena struktur tubuh Xun Hai bukan lagi manusia, melainkan sesuatu yang lain.


“Kau.. bagaimana kau bisa terlepas dari kekuatan mengerikan itu? Aku dapat merasakan jejak kekuatan luar biasa yang mencoba mengendalikanmu!” ucap Jie Yan dengan mata tajam.


“Mungkin ini adalah keberuntunganku! Tampaknya memang benar bahwa kau bukan kultivator biasa! Jika kau ingin infomasi tentang Xun Li, kau akan dapat menemukannya karena aku dapat merasakan di mana Jimat Darah saat ini. Dia berada di pinggiran kota Wangdu!” ucap Xun Hai saat ia mengatakan di mana lokasi tepatnya.


Mendengar itu, Jie Yan terdiam untuk beberapa waktu. Tetapi ia menghentikan niatnya untuk mengatakan sesuatu lalu ia pun berdiri.


“Terima kasih atas informasinya.” ucap Jie Yan dan langsung pergi dari hadapan Xun Hai keluar dari bangunan tersebut.


Xun Hai menatap kepergian Jie Yan dengan tatapan bermartabat. Matanya yang tampak seperti buta terlihat bernostalgia saat ini.


“Saudaraku, jika kau membunuh Mercenaries itu, mungkin lain kali Mercenaries lencana Emas akan datang memburumu.” Batin Xun Hai. Ia tentu membenci saudaranya yang mengakibatkan malapetaka bersama dengan rekannya dengan menggunakan Jimat Darah. Walaupun itu mampu meningkatkan kekuatan, tetapi itu bukan sesuatu yang dapat dikendalikan.


Xun Hai yang tampak berpikir, memasang wajah muram dan ketika ia berpikir beberapa hal, ia pun mengambil keputusan dan menghilang dalam sekejap dari tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2