Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Kompetisi Tahap Kedua


__ADS_3

Bintang Tianyu


Waktu terus berlalu, Jie Yan saat ini terus bermeditasi di ruangan yang disediakan untuknya menunggu tahap kedua kompetisi.


Murid lainnya yang lolos ke babak kedua juga langsung berisitirahat memulihkan kekuatan mereka serta luka-luka yang mereka miliki selama tahap pertama kompetisi.


Semua dari mereka menanam kebencian terhadap dua pemula yang mengacaukan ujian. Keduanya tentu tidak lain adalah Jie Yan dan Yun Che.


Namun, kebencian mereka terhadap Jie Yan jauh lebih tinggi dari pada Yun Che. Ini juga berkaitan dengan apa yang terjadi di danau.


Jie Yan menyerang ke arah danau yang membuat semua binatang roh air keluar. Bahkan yang banyak binatang roh kuat di dasar danau yang naik ke permukaan karena perhatiannya ditarik oleh serangan dari gabungan Jie Yan dan Xia Yue'er.


Semua binatang roh di danau pun akhirnya menyerang semua murid yang masuk ke dalam danau.


Para Tetua pun bergerak secara diam-diam agar para murid selamat ketika berada dalam bahaya. Ini membuat para Tetua semakin marah karena Jie Yan memberikan mereka pekerjaan tambahan.


Setelah tiga hari, dipagi hari Jie Yan pun terbangun dari meditasinya karena sudah waktunya untuk kompetisi tahap kedua.


“Sudah waktunya.” Gumam Jie Yan saat ia perlahan berdiri lalu keluar dari ruangan tersebut.


Murid lainnya juga menyelesaikan meditasi lebih awal karena tidak ingin terlambat pada kompetisi tahap kedua.


Banyak pasang mata menatap Jie Yan dengan tatapan bermusuhan karena kejadian sebelumnya. Untuk para murid tingkat Jiwa Abadi tahap akhir dan puncak, banyak dari mereka yang memutuskan untuk memberi pelajaran kepada Jie Yan ketika berada di dalam kompetisi. Bahkan beberapa dari mereka yang terlihat sangat parah dan lolos ke babak selanjutnya berniat menghabisi Jie Yan.


Merasakan semua tatapan bermusuhan itu, Jie Yan tidak peduli sama sekali. Ia terus berjalan ke arah tempat berkumpul semua murid, yaitu tepat di pinggiran hutan belantara yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Alasannya, selain dari aura tirani berasal dari hutan, raungan binatang roh terdengar dari waktu ke waktu. Bahkan terkadang ada aura binatang roh dengan tingkat kultivasi melampaui Jiwa Abadi memamerkan auranya.


“Ternyata masih banyak murid yang tersisa.” Batin Jie Yan saat melacak bahwa ada sekitar empat ratus lebih murid berada di tempat itu yang akan mengikuti kompetisi.


Jika semua murid mengetahui apa yang dipikirkan oleh Jie Yan, maka mereka mungkin akan mengutuk Jie Yan dalam hati.


Kali ini Tetua Pertama berdiri di atas podium dengan empat Tetua lainnya di belakangnya.


“Pertama-tama, aku akan memperkenalkan tentang Hutan Purba.” Setelah salam singkat, Tetua Pertama berbicara kembali.


“Hutan Purba ini adalah hutan yang dipelihara oleh Sekte Pedang. Sering digunakan sebagai tempat latihan khusus untuk para murid tertentu. Hutan ini juga memiliki penghalang yang telah ada sejak lama agar siapapun tidak bisa masuk ke dalam jika tidak diberi ijin.”


“Wilayah Hutan Purba sangatlah luas. Dengan tingkat kultivasi kalian saat ini, dibutuhkan waktu lebih dari dua minggu menyusui semua tempat. Itupun jika tidak ada hambatan. Namun di Hutan Purba terdapat binatang roh yang sangat banyak. Bahkan Sekte Pedang hanya memiliki catatan tentang mereka sebanyak 60% saja.”


“Dan kompetisi tahap kedua kali ini akan dilakukan di Hutan Purba. Selain dari itu, apa yang kalian perjuangkan adalah Poin!”


“Kalian dapat mencobanya jika tidak percaya. Selain dari itu, ada cara lainnya untuk mengumpulkan Poin. Yaitu dengan cara merebut dari peserta lainnya. Yang artinya, kemungkinan ada diantara kalian yang akan tewas. Namun jangan khawatir tentang hal itu, kalian akan diberi giok khusus jika kalian ingin menyerah. Ketika menggunakan benda itu, kalian akan langsung dipindahkan keluar dari Hutan Purba.”


“Dan kompetisi tahap kedua ini akan berlangsung selama satu bulan. Apakah ada pertanyaan?” Tanya Tetua Pertama menatap semua murid yang ada di sana.


Para murid semuanya diam karena tau bahwa kali ini pembunuhan tidak dilarang. Tetapi ada benda untuk menyelamatkan hidup. Jika tidak yakin melawan musuh, tinggal gunakan giok khusus. Mereka semua berpikir bahwa hanya seorang idiot lah yang tidak akan melarikan diri jika terdesak.


“Bagus!” Melihat semua murid hanya diam, Tetua Pertama mengangguk puas lalu melanjutkan, “Salurkan qi kalian ke dalam token yang kalian miliki. Kali ini giok untuk menyelematkan hidup kalian akan langsung muncul.”


“Selain dari itu, akan ada informasi tambahan yang akan kalian terima. Yaitu jumlah poin dari setiap level binatang roh. Jika kalian sudah selesai membuat keputusan untuk tetap mengikuti kompetisi tahap kedua, datanglah ke lingkaran formasi yang akan segera dibuat untuk mentransfer kalian secara acak ke dalam Hutan Purba.” ujar Tetua Pertama.

__ADS_1


Kelima Tetua itupun menghilang dari podium lalu muncul di samping hutan. Kelimanya membuat formasi khusus yang telah ada sejak dulu agar dapat mentransfer siapa saja ke dalam Hutan Purba.


Dung!


Ketika formasi tercipta, terlihat aura putih yang meledak ke langit terus-menerus tanpa henti.


Disaat para murid mendekat, suara Tetua Kelima pun terdengar cukup keras. “Beberapa dari kalian telah memiliki Poin awal. Ini dikarenakan kecepatan mencapai tempat ini serta kemampuan mereka menahan kontestan lainnya. Selain dari itu, jika kalian mencoba melacak jumlah Poin kalian, Poin 20 besar akan terlihat.”


Banyak murid yang terkejut ketika mendengar hal itu. Mereka semua tanpa sadar menatap ke arah Jie Yan dan Yun Che dengan tatapan panas karena keduanya adalah domba gemuk yang siap untuk dipotong.


Melihat semua mata serakah itu, Xia Yue'er mendengus jijik sambil memasuki Ruang Jiwa.


Wusssh!


Semua murid pun masuk satu per satu ke dalam. Untuk Jie Yan dan Yun Che, keduanya tampak santai berjalan ke arah formasi.


“Jika kita bertemu, berhati-hatilah.” ucap Yun Che acuh tak acuh lalu masuk ke dalam formasi meninggalkan Jie Yan yang menjadi yang terakhir.


Jie Yan tidak peduli. Ia hanya melirik ke arah Tetua Kelima lalu tersenyum kejam karena tentu saja ia akan mencoba membunuh ketiga murid Tetua Kelima. Walaupun ia tidak tau yang mana murid Tetua Kelima, tetapi ia sangat ingat tentang tiga murid tingkat Jiwa Abadi puncak yang mengeluarkan niat membunuh padanya ketika berada di Sekte Pedang sebelum memulai kompetisi tahap pertama.


Di Sekte Pedang, hanya Tetua Kelima yang memiliki keluhan pertama kali dengannya sehingga ia langsung menebak bahwa ketiga murid tersebut adalah murid Tetua Kelima.


Zhep!


Jie Yan pun langsung masuk ke dalam formasi disaksikan oleh kelima Tetua. Disaat itu juga, formasi pun berubah warna menjadi abu-abu sama seperti giok yang dipegang oleh para murid jika ingin mundur. Mereka akan di transfer kembali ke formasi tersebut.

__ADS_1


Tetua Kelima tentu menyadari bahwa Jie Yan menunjukkan senyum jahat padanya yang membuatnya sedikit tidak nyaman tetapi ia menyampingkan pemikirannya karena tidak mungkin dengan tingkat kultivasi Jie Yan saat ini akan mampu menandingi salah satu muridnya.


__ADS_2