Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Air Terjun


__ADS_3

Istana Bawah Laut


Pertanyaan yang diajukan oleh Jie Yan membuat naga emas tersebut menyipitkan matanya. Siapa yang tidak mengenal Raja Naga? Semua anggota Klan Naga sangat menghormatinya.


“Tentu aka mengenal Raja Naga! Yang aku tau, kalian para manusia juga mengetahui namanya.” ucap naga emas tersebut.


Jie Yan yang mendengarnya sedikit terkejut karena ia tidak menyangka bahwa dirinya akan menjadi Raja Naga sebelum dibangkitkan kembali. Ia bertanya-tanya bagaimana ia tewas saat itu tetapi tidak bertanya sama sekali agar anggota Klan Naga itu tidak curiga padanya. Saat ini, ia tidak mungkin mengatakan identitasnya karena darah Naga Hitam Kehancuran di dalam tubuhnya masih disegel dan butuh waktu untuk membukanya.


“Terima kasih.” ucap Jie Yan. Ia pun langsung terbang ke arah lainnya meninggalkan naga emas tersebut yang tercengang.


Jie Yan tentu tidak akan melukai anggota Klan Naga tersebut karena bisa dikatakan itu adalah bangsanya.


“Ada apa dengan manusia itu?” Anggota Klan Naga itupun tercengang dengan sikap Jie Yan. Namun, ia merasakan aura khusus dari Jie Yan yang membuatnya sedikit akrab walaupun tidak tau apa sebenarnya itu.


Karena sangat penasaran dengan Jie Yan, anggota Klan Naga itupun langsung terbang dan mengikuti Jie Yan. Instingnya mengatakan bahwa manusia itu berbeda dan tidak akan pernah menjadi musuhnya. Inilah yang membuatnya langsung mengikuti Jie Yan untuk mencari jawaban yang menjadi pertanyaan yang tiba-tiba muncul dibenaknya.


Jie Yan yang sedang terbang tentu mengetahui bahwa anggota Klan Naga itu mengikutinya tetapi ia sama sekali tidak peduli. Instingnya juga mengatakan bahwa anggota Klan Naga yang mengiringinya sama sekali tidak memiliki permusuhan sehingga ia hanya membiarkannya.


Tidak lama setelah keduanya pergi, dua sosok pun muncul di tempat pertarungan antara angota Klan Naga dan murid Sekte Mayat.


“Song Fa telah tewas. Siapa gerangan yang bisa menghabisinya di Istana Bawah Laut ini?” Tanya seorang pria dengan wajah jahat serta aura menjijikkan yang terpancar dari tubuhnya.


Pria lainnya pun menatap ke arah semua tempat dengan mata menyipit. Ia pun mengeluarkan sesuatu dari cincin ruang miliknya. Apa yang dikeluarkan olehnya adalah boneka Mayat karena ia juga merupakan Murid dari Sekte Mayat.

__ADS_1


Setelah melakukan beberapa gerakan, pria itu pun berkata dengan nada dingin. “Song Fa telah dihabisi oleh anggota Klan Naga. Dan dia telah pergi ke arah sana.”


“Song Qi, apakah kita akan mengejar anggota Klan Naga itu? Jika dia bisa menghabisi Song Fa, kita akan kesulitan melawannya juga.” ucap anggota Sekte Mayat yang bernama Song Yi.


Anggota Sekte Mayat yang bernama Song Qi pun berpikir untuk beberapa saat sambil menatap ke tempat pertarungan yang terjadi.


“Ayo kita kejar anggota Klan Naga itu. Dia sedang terluka karena ada banyak darah naga yang terlatih di sini. Dia pasti terluka parah melawan Song Fa. Dengan kata lain, dengan kerja sama kita berdua, kita akan bisa menghabisinya dengan mudah. Ayo pergi, kita tidak bisa kehilangan jejak Anggota Klan Naga itu.” ucap Song Qi. Ia adalah ahli dalam melacak seseorang, dan tau ke mana arah tempat anggota Klan Naga yang membunuh Song Fa pergi. Tetapi, ia sama sekali tidak melacak keberadaan Jie Yan.


Song Yi hanya bisa menurut karena menurutnya apa yang dikatakan oleh Song Qi benar.


Keduanya pun langsung terbang ke tempat arah Jie Yan dan anggota Klan Naga pergi.


**


Namun, apa yang membuat Jie Yan kagum adalah, pemulihan dari anggota Klan Naga itu sungguh tidak masuk akal, selama hampir satu jam mereka bepergian, luka-lukanya telah pulih sebanyak 50%.


Tetapi, pemulihan sisa luka jauh lebih lama dari sebelumnya karena Jie Yan telah memperhatikannya dengan seksama. Kemungkinan pemulihan itu hanya untuk mencegah kekuatan anggota Klan Naga terbunuh ataupun mencegah kematian karena luka.


“Kenapa kau terus mengikutiku?” Tanya Jie Yan saat ia berhenti di udara dan menatap ke arah anggota Klan Naga tersebut.


Anggota Klan Naga tersebut berhenti di udara lalu menjawab, “Aku ingin memastikan sesuatu.”


“Apa itu?” Tanya Jie Yan.

__ADS_1


Anggota Klan Naga tersebut tidak menjawab seolah-olah ada keraguan tertentu. Itu sangat terlihat ruat wajahnya.


“Apakah para naga bisa mengenali naga lainnya walaupun seperti kasusku yang garis darah disegel?” Batin Jie Yan karena ia sedikit mengerti apa yang ingin dipastikan oleh anggota Klan Naga tersebut.


“Lakukan sesukamu.” ucap Jie Yan dan terus terbang kembali ke arah yang ia tuju sebelumnya.


Anggota Klan Naga itu hanya mengikuti kembali sambil memulihkan luka-lukanya dengan garis darahnya.


Keduanya sama sekali tidak tau bahwa mereka telah dilacak oleh seseorang. Jika Jie Yan dan anggota Klan Naga tersebut berhenti selama lima menit, murid Sekte Mayat pasti akan mengejar mereka berdua.


Beberapa jam kemudian, Jie Yan yang sedang terbang di udara menatap ke arah yang jauh dengan tatapan heran. Ia pun melihat ke beberapa arah lainnya karena semakin dekat dengan apa yang ia lihat, semakin banyak aliran sungai yang terlihat.


Selain itu, banyak juga kultivator yang datang ke tempat tersebut. Kemungkinan lainnya, karena Istana Bawah Laut telah terbuka dari waktu ke waktu, tempat tersebut pasti telah tercatat dan sudah pasti banyak benda berharga terdapat di sana. Jika tidak, tidak mungkin banyak kultivator yang terlihat seperti sedang menunggu sesuatu.


Dikejauhan, apa yang dilihat Jie Yan adalah sebuah danau aneh, atau lebih tepatnya sebuah air terjun membentuk lingkaran, semua air yang berasal dari aliran sungai dari segala penjuru mengalir ke air terjun tersebut.


Pemandangan tersebut sangatlah luar biasa karena sangat jarang sesuatu seperti itu terlihat, kemungkinan di Benua Saint pun, sesuatu seperti tidak akan ada sama sekali.


Jie Yan yang terus bergerak pun akhirnya tiba di dekat air terjun tersebut. Ia mendarat di sebuah tebing yang lumayan tinggi lalu menyipitkan matanya saat menatap ke semua tempat yang ada.


Di berbagai arah air terjun berada, ratusan kultivator generasi muda terlihat. Mereka semua berasal dari banyak kekuatan besar di Benua Saint. Mereka semua hanya menunggu dalam diam karena sedang menunggu sesuatu.


Anggota Klan Naga yang semula mengikuti Jie Yan juga berhenti di dekat Jie Yan dan menatap ke arah kejauhan dengan sedikit takjub.

__ADS_1


Pandangan Jie Yan tertuju pada kedalaman air terjun tersebut dan tidak dapat melihat ujungnya sama sekali bahkan melalui persepsinya. Tetapi, ketika ia tidak sengaja melirik ke arah tertentu, senyum kecil pun terlihat jelas diwajahnya.


__ADS_2