
Daratan Utara
Keempat Pangeran Iblis sepakat bahwa mereka tidak bisa menyerang secara langsung. Mereka hanya berniat untuk mengurangi pasukan manusia di Benua Saint agar ketika mengambil warisan di Pusat Benua Saint tidak diganggu. Di saat itu, mereka memperkirakan akan bentrok dengan para kultivator dari Alam Abadi ketika pembagian dari warisan Kaisar Manusia.
Sementara itu, pasukan yang di pimpin oleh Xiao Chen semuanya memasang wajah muram ketika menatap pasukan iblis dalam jumlah yang sangat besar perlahan terlihat.
“Pasukan Formasi!” Lin Xi memberi komando dengan nada yang tidak terlalu keras tetapi dapat di dengar oleh semua pasukan yang ada di sana.
Ribuan kultivator di belakang Xiao Chen dan Lin Xi pun langsung membuat gerakan mereka lalu lingkaran formasi tercipta di tempat para pasukan Iblis yang akan lewat.
Dung!
Lingkaran formasi raksasa yang merupakan gabungan dari ribuan kultivator pun tercipta.
“Formasi Gabungan, Formasi Empat Elemen!”
Di lingkaran formasi tersebut, lingkaran formasi kecil tercipta di pinggiran lingkaran formasi besar dengan empat warna yang berbeda.
“Hm? Formasi tingkat atas?” Jin Gu memasang wajah jelek. Ia pun langsung berhenti di tempat lalu ia bersama dengan tiga Pangeran Iblis lainnya langsung membuat gerakan mereka juga.
“Formasi Iblis, Kehancuran Fana!”
Jrezh!
Qi iblis langsung meledak saat lingkaran formasi tercipta dan membentuk duri-duri yang sangat banyak menghancurkan aura penghancur yang terbuat dari empat elemen.
“Arrrrgggg!”
Banyak iblis yang berteriak kesakitan karena formasi yang digunakan oleh empat Pangeran Iblis tidak bisa menutupi semua serangan dari formasi empat elemen yang merupakan serangan formasi gabungan dari ribuan kultivator.
“Mereka tampaknya sudah bersiap-siap sedari awal.” Bai Yi berkata dengan senyum lebar diwajahnya. Ia pun langsung melepaskan formasi yang ia gunakan lalu menyerang menggunakan staff di tangan kanannya. Ia membuat gerakan menghentakkan staff tersebut di tempat.
Dung!
Aura berwana abu-abu meledak ke arah pasukan kultivator Benua Saint.
“Pembusukan...!”
Saat Bai Yi bergumam, aura tersebut tampak membuat apa yang dilewatinya langsung membusuk dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Xiao Chen yang melihat itu menyipitkan matanya. Ia pun langsung mengayunkan pedang besar di tangan kanannya yang telah dibaluti oleh percikan petir merah kehitaman.
“Teknik Pedang Pembunuh Abadi Bulan Darah!”
“Gaya Pertama, Tebasan Abadi!”
Sraing!
__ADS_1
Dengan ayunan pedang horizontal, bilah raksasa berwarna merah kehitaman melesat lalu langsung menghantam aura yang tampak mengerikan yang merupakan serangan dari Bai Yi.
Srak!
“Hm?” Bai Yi memasang wajah serius karena tau bahwa serangan yang tampak ayunan sederhana tersebut sangatlah kuat dan langsung menghancurkan tekniknya secara paksa.
Zhep!
Jin Gu yang menatap serangan tidak kunjung berhentil, bergerak dengan kecepatan tinggi lalu mengayunkan senjatanya dari arah belakang ke depan.
“Seni Iblis, Tebasan Qi Iblis!”
Sraing!
Blar!
Jin Gu menghancurkan serangan Xiao Chen secara paksa yang membuat Xiao Chen menatap tajam ke arah Jin Gu karena ia tau bahwa kekuatan Jin Gu memang sangat kuat. Bahkan dirinya butuh waktu berhari-hari untuk menang melawannya. Hanya jika Jin Gu ceroboh maka ia dapat menang dengan mudah. Namun ia yakin bahwa jika melawan Jin Gu satu lawan satu, ia pasti tidak akan kalah.
“Serang!” Teriak Lin Xi sekuat tenaga. Disaat itu juga, semua pasukan yang ada di belakangnya bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Untuk Gu Yin, ia membungkuk sedikit lalu aura berwana biru bercampur hitam meledak dar tubuhnya.
“Teknik Pembunuh Iblis, Badai Salju!”
Wusssh!
Di depan semua kultivator yang menyerang, bintik-bintik salju berwarna hitam melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Api Iblis!”
Chu Huanxian mengangkat telapak tangannya sedikit ke arah atas lalu lautan api meledak dalam sekejap yang membuat badai salju dan api langsung bertabrakan.
Saat serangan keduanya bubar, dua pasukan langsung bentrok dalam sekejap. Untuk Xiao Chen ia muncul tepat di depan Jin Gu. Sementara Lin Xi muncul tepat di depan Chu Huanxian, ia bergandengan tangan Guan Yu.
Sementara itu, Mu Xuanyin dan Mu Xuan Xian melawan Pangeran Iblis beranam Wen Shi.
Untuk Para Tetua Klan Naga yang hanya tersisa enam, langsung muncul tepat dihadapan Bai Yi.
Sedangkan untuk Para Jendral Iblis lainnya, mereka langsung bertemu dengan banyak kultivator tingkat Alam Sage tahap kesembilan yang sangat lemah di kubu kultivator Benua Saint. Sedangkan Xiao Yuu dan Lan Qinzhu, keduanya juga bentrok dengan Jendral Iblis yang cukup kuat.
Hanya dua yang belum bergerak di pasukan Benua Saint. Keduanya tidak lain adalah adalah Huan Caiyi dan Gu Yin.
“Kakak.. peran kita saat ini adalah serangan dukungan. Jangan terlibat secara langsung.” ucap Gu Yin saat ia membuka Gerbang Qi lalu seekor Phoenix Es perlahan keluar. Phoenix Es itu tidak lain adalah Qin Tan.
“Ya.” Huan Caiyi mengangguk kecil lalu langsung perlahan turun ke permukaan es. Ia memperhatikan semua pertempuran yang tidak jauh darinya. Ia menunggu untuk beberapa saat lalu langsung mengangkat telapak tangannya sedikit.
Bayangan yang ada di kakinya tampak menggeliat lalu menyebar ke semua medan perang.
__ADS_1
Empat Pangeran Iblis yang tampak menunda-nunda sampai pasukan kultivator Benua Saint habis, langsung memasang wajah jelek karena pernah merasakan sekilas dan bahkan mengetahui dengan jelas bentuk tersebut.
“Kekuatan Dewa Kematian Xiu!” Batin Empat Pangeran Iblis saat menatap ke arah Huan Caiyi yang berada dikejauhan.
“Hati-hati!” Teriak Wen Shi sekeras mungkin tetapi tampaknya terlambat karena lebih dari seratus bayangan keluar dari bayangan lalu mengayunkan senjata mereka masing-masing ke arah Iblis yang sedang bertempur.
Jleb! Jleb! Jleb!
Banyak iblis yang tewas saat Huan Caiyi menyerang secara mendadak. Walaupun jumlahnya tidak cukup banyak, itu sudah sangat bagus karena mengurangi tekanan untuk para kultivator dari Benua Saint.
Sedangkan untuk Gu Yin, ia pun melompat ke atas Qin Tan lalu tentang ke udara. Keduanya membuat teknik masing-masing dan menyerang secara bersamaan.
“Teknik Pembunuh Iblis, Jarum Pembunuh!”
Qin Tan mengepakkan sayapnya lalu banyak bulu-bulu yang tampak sangat tajam menerjang ke arah para iblis. Selain dari itu, Gu Yin telah melapisi qi Pembunuh Iblis di serangan tersebut. Dan juga, akurasi menyerang Qin Tan sangat luar biasa karena itu tidak mengenai para kultivator dari Benua Saint dan hanya mengenai para iblis.
“Arrrrrggggh!”
Teriakan para iblis terdengar kembali karena serangan dari pembunuh iblis memang sangat menyakitkan, itu memberi para iblis luka yang lebih parah sebesar 30%, bisa dipastikan bahwa Pembunuh Iblis memang layak untuk gelarnya.
Pertarungan pun terus berlanjut. Kali ini, kemungkinan para iblis akan menderita kerugian besar walaupun sudah dipastikan bahwa pasukan Benua Saint hanya akan tertinggal sedikit saat perang usai karena para iblis pasti akan mundur ketika waktunya tiba.
**
Daratan Barat
Jie Yan saat ini telah masuk ke dalam istana yang tampak kumuh diluar tetapi sangat berbeda di dalamnya.
“Tempat apa ini?” Batin Jie Yan saat terus berjalan ke arah ujung istana tersebut. Istana tersebut memang sangat besar, walaupun di dalamnya terlihat bagus, tidak ada apa-apa di dalam sana.
Namun, ketika Jie Yan memasuki aula utama, tempat berubah drastis. Semua yang ada di sana hanyalah hamparan kabut putih. Sebelum itupun, ketika ia berjalan, ada sesuatu yang tampak tembus pandang yang ia lewati seolah-olah adanya penghalang khusus tetapi itu tidak menghalanginya sama sekali.
“Akhirnya kau tiba juga di tempat ini.”
Suara kuno memasuki telinga Jie Yan yang membuatnya sedikit waspada. Ia mencoba melacak semua yang ada di sana tetapi tidak menemukan apa-apa atau anomali apapun.
“Siapa?” Jie Yan mengeluarkan Tombak Pembunuh Naga bersiap-siap untuk bertarung jika ada musuh.
Kabut putih yang berada di tempat tersebut tampak berkumpul sedikit lalu memadat membentuk sosok seseorang yang membuat Jie Yan langsung melompat mundur.
Tidak lama kemudian, kabut yang dipadatkan itu membentuk sosok seseorang pria yang terlihat bertelanjang dada dengan tatto sisik naga di banyak permukaan tubuhnya, menggunakan celana berwarna hitam.
Sosok tersebut adalah pemuda dengan rambut hitam panjang, mata hitam dengan pupil vertikal berwarna emas.
Jie Yan menyipitkan matanya karena tidak ada aura apapun dari sosok pria tersebut yang artinya sosok tersebut seperti sebuah proyeksi. Tetapi, yang membuatnya heran, tidak ada fluktuasi qi ataupun konsep sama sekali.
“Siapa kau?” Tanya Jie Yan dengan nada waspada.
__ADS_1
Pria muda tersebut tersenyum kecil lalu mengibaskan lengannya sedikit. Di saat itu juga, sebuah kursi muncul lalu ia duduk perlahan. Ia menatap Jie Yan dari atas ke bawah lalu berbicara, “Tidak buruk, kau memang keturunan mereka berdua.”
“Dan siapa aku?” Pria tersebut tersenyum kecil kembali lalu melanjutkan, “Kau bisa memanggilku Patriak Pertama Klan Naga di Alam Para Dewa Zaman Kuno, Dewa Naga Kehancuran, Xiao Bai!”