
Bintang Tianyu, Sekte Pedang
Qing Mo dan Qing Yufeng saling berhadap-hadapan saat ini. Untuk Tetua Pertama, ia langsung melayang ke arah udara lalu bertanya, “Apakah kalian berdua siap?”
“Ya.” Qing Mo dan Qing Yufeng menjawab bersamaan. Keduanya juga langsung mengeluarkan pedang masing-masing.
Melihat keduanya sudah siap, Tetua Pertama tidak membuang waktu lagi, “Pertandingan pertama antara Qing Mo dan Qing Yufeng, dimulai!”
Ketika suara Tetua Pertama jatuh, Qing Mo dan Qing Yufeng langsung menyerang secara bersamaan.
Trang!
Bussssh!
Ketika bentrokan pertama terjadi, para penonton pun bersorak keras karena mereka semua dapat merasakan niat pedang yang sangat kuat dari kedua peserta.
Sudah pasti pertandingan keduanya akan di tunggu tunggu karena keduanya adalah murid dari dua Tetua Utama.
Bahkan Tetua Pertama yang bertugas sebagai juri di langit berharap untuk muridnya Qing Mo agar menang.
Jie Yan yang berada di bangku peserta, menatap ke arah pertarungan tersebut dengan wajah sedikit serius. Ia tau bahwa kecepatan Qing Mo dan Qing Yufeng tidak kalah sama sekali dengannya.
Dalam hal kecepatan, niat pedang dan teknik berpedang, Jie Yan harus mengakui bahwa sulit mengambil keuntungan dari keduanya jika ia yang berada di arena saat ini.
Tetapi, untuk kekuatan murni tubuh dan qi, ia yakin mengungguli keduanya walaupun itu tidak termasuk konsep. Selain dari itu, kartu truf miliknya tentu saja adalah Belitan Qi Raja. Selain dari itu, dengan konsep Ruang dan Waktu yang cukup dangkal, itu juga sangat mempengaruhi Pertarungannya nantinya.
“Jie Yan, apa kau yakin bisa mengalahkan salah satu dari mereka?” Yun Che yang berada di sebelah Jie Yan pun membuka suara.
Jie Yan melirik ke arah Yun Che lalu menaikkan sedikit sudut bibirnya. “Siapa tau... Keduanya memang sangat kuat, bagaimana denganmu?”
Mendengar pertanyaan balik Jie Yan tanpa menerima jawaban, Yun Che sama sekali tidak kecewa dengan jawaban Jie Yan karena ia langsung tua jawabannya hanya dengan melihat raut wajah Jie Yan.
__ADS_1
“70% aku akan mengalahkan mereka jika bertarung satu lawan satu.” jawab Yun Che tanpa menyembunyikan Spekulasinya.
Mata Jie Yan langsung menyipit dan merasa bahwa Spekulasinya sebelumnya ternyata benar bahwa Yun Che pastilah telah menerobos level niat pedangnya. Ia sangat paham temperamen Yun Che yang sangat lurus. Ketika dia merasa bahwa bisa melawan musuh, dia akan berterus terang dan tidak mau menyombongkan diri dia lebih tinggi dari pada yang lainnya.
“Jika begitu, menanglah melawan wanita yang bernama Qing Lan Yu jika kau ingin melawanku.” ucap Jie Yan dengan nada acuh tak acuh. Ia melirik ke arah Qing Lan Yu, dan ia harus mengakui bahwa wanita itu memang berbeda dari peserta lainnya.
Selain dari Yun Che, Jie Yan merasa bahwa Qing Lan Yu akan menjadi musuh terakhirnya di kompetisi tahap ketiga saat ini.
Yun Che tidak menjawab dan melirik ke arah Qing Lan Yu. Ia juga harus mengakui di dalam hatinya bahwa ia tidak memiliki kepastian menang bahkan mencapai 60% melawan Qing Lan Yu.
Trang! Trang! Trang!
Pertarungan Qing Mo dan Qing Yufeng terus berlanjut. Awalnya mereka tampak setara tetapi semakin lama pertarungan berlangsung, kemenangan condong ke arah Qing Mo.
“Keduanya sangat berbakat! Apakah Master Sekte tidak mengirim keduanya ke Sekte Pedang Utama?” Kaisar Shi yang berada di sebelah Qing Long bertanya dengan nada tertarik.
“Belum waktunya bagi keduanya. Setidaknya tingkat kultivasi mereka harus mencapai tingkat Penguasa Abadi tahap akhir untuk pergi ke Sekte Pedang Utama.” Balas Qing Long dengan gelengan kepala.
Kaisar Shi hanya mengangguk kecil karena tau bahwa persyaratan murid untuk pergi ke Sekte Pedang Utama memang sangat tinggi. Saat ini hanya ada delapan murid yang memenuhi syarat pergi ke sana, dan mereka berdelapan adalah semua murid inti, dan salah satunya berasal dari Kekaisaran Shi.
Untuk Jian Xu dan Huoyun Ying'er, keduanya hanya ingin melihat pertandingan Jie Yan, Yun Che dan Qing Lan Yu. Hanya mereka bertiga yang menarik minat kedua murid inti terkuat tersebut.
“Yufeng, menyerahlah! Kau tidak akan bisa mengalahkan ku!” Teriak Qing Mo saat terus mengayunkan pedangnya menekan ke arah Qing Yufeng.
Qing Yufeng menggertakkan giginya dengan kuat saat terus-menerus menahan serangan Qing Mo. Ia tau bahwa ia sedikit lebih rendah dari Qing Mo tetapi ia tidak rela dikalahkan.
Oleh karena itu, Qing Yufeng melompat menjauh ke pinggiran arena lalu menggunakan teknik terkuat yang ia miliki.
Udara disekitar Qing Yufeng tampak berdenyut dan ia pun langsung menyerang sekuat tenaga yang ia bisa untuk menentukan apakah ia akan menang atau kalah.
Qing Mo tau apa yang ingin dilakukan oleh Qing Yufeng sehingga ia tidak menolaknya sama sekali. Ia melawan secara langsung menggunakan salah satu teknik terkuat yang ia miliki walaupun bukan teknik pamungkasnya.
__ADS_1
Sraing!
Jrezh!
Qing Mo dan Qing Yufeng saling Melawati lalu Qing Yufeng langsung berlutut di lantai arena dengan darah yang menyembur di sekitar dadanya.
“Aku menyerah..” Qing Yufeng berkata dengan nada pahit karena ia hanya bisa memberikan sedikit luka di pipi kiri Qing Mo sementara ia menerima luka yang cukup dalam dan itu membuktikan bahwa ia memang tidak bisa menang melawan Qing Mo.
“Pertandingan pertama dimenangkan oleh Qing Mo!” Tetua Pertama yang berada di langit berkata dengan nada cukup kuat. Walaupun ekspresinya tidak berubah, ia tetap senang bahwa muridnya telah maju ke babak semifinal.
Para penonton juga bersorak karena telah melihat penampilan memukau dari keduanya walaupun sangat disayangkan bahwa Qing Yufeng yang merupakan salah satu jenius harus jatuh di babak pertandingan pertama. Harus diketahui bahwa Qing Yufeng adalah murid Tetua Keempat, salah satu Tetua Utama.
“Peserta Jie Yan dan Qing Cao dipersilahkan naik ke arena!” Setelah Qing Mo dan Qing Yufeng pergi dari arena, Tetua Pertama langsung berbicara kembali.
“Giliranku?” Jie Yan pun tersenyum kecil lalu langsung berjongkok sedikit lalu menghilang seketika saat pusaran ungu muncul tepat di bawahnya.
Pusaran ungu kembali muncul di tengah arena lalu Jie Yan perlahan naik dari dalam tanah yang membuat semua penonton berseru keras.
“Kyaa... tuan Jie Yan memang sangat tampan!”
“Cara memasuki arena yang sangat jantan!”
Para murid wanita bersorak secara langsung ketika melihat Jie Yan muncul di tengah arena sementara untuk para murid pria yang merupakan anjing tunggal hanya bisa menggertakkan gigi dengan kuat dan menatap Jie Yan dengan penuh kebencian.
Qing Coa memasang wajah gelap karena Jie Yan langsung menarik perhatian semua penonton saat melakukan cara memasukkan arena yang cukup unik. Ia pun langsung melompat ke arah tengah arena tepat di depan Jie Yan.
“Pertandingan kedua, Jie Yan melawan Qing Cao. Kedua Perseta, apakah kalian sudah siap?” Tanya Tetua Pertama menatap ke arah Jie Yan lalu ke Qing Cao.
“Ya.” jawab keduanya.
“Tidak perlu berlama-lama, Pertarungan kedua dimulai!” Teriak Tetua Pertama.
__ADS_1
Di bangku penonton, murid inti yang sangat tertarik dengan Jie Yan pun akhirnya menatap arena dengan serius.
Untuk di bangku penonton khusus, Tetua Kelima yang duduk di belakang Master Sekte Pedang pun berkata dengan nada dingin di dalam hatinya, “Akhirnya dimulai!”