Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Kemunculan Monster Misterius


__ADS_3

Bintang Tianyu, Klan Rong


“Baik, aku akan menyerahkan hal ini padamu. Bawa murid Jie Yan ke bangunan di pinggiran Klan tempat dia menetap selama misi. Setelah itu, tunjukkan padanya tempat pertama kali monster itu muncul.” Perintah Patriak Klan Rong kepada salah satu pengawalnya.


“Baik Patriak. Anak muda, ikuti aku.” ucap salah satu pengawal pribadi Patriak Klan Rong yang bernama Rong Qu.


Jie Yan menganggukkan dan perlahan berdiri. Setelah berpamitan kepada Patriak Klan Rong, ia pun mengikuti Rong Qu keluar dari kediaman Patriak.


Patriak Klan Rong hanya menatap ke arah kepergian Jie Yan dengan tatapan acuh tak acuh.


Sementara satu pengawal Patriak Klan Rong lainnya menatap sedikit dingin ke arah kepergian Jie Yan.


Tidak lama kemudian, Jie Yan pertama di bawa ke kediaman sederhana, tempat menetap sementara yang disediakan oleh Klan Rong, tempat itu tepat berada di dekat hutan, sebuah desa kecil yang hanya terdiri dari puluhan rumah sederhana.


Setelah mengetahui di mana ia tinggal untuk beberapa waktu, Jie Yan pun mengikuti Rong Qu ke tempat pertama kali monster yang disebutkan oleh Patriak Klan Rong muncul.


“Di Tempat inilah pertama kali monster itu muncul.” Rong Qu menunjuk ke arah pepohonan yang banyak hancur karena pertarungan singkat.


Jie Yan hanya menatap tempat itu dengan seksama, mencoba untuk mencari petunjuk.


“Tuan Rong Qu, berapa banyak kultivator dan berapa banyak orang biasa yang menghilang selama sebulan lebih ini?” Tanya Jie Yan sambil terus menatap ke arah tempat kejadian.


“Untuk anggota inti Klan Rong, ada sembilan kultivator tingkat Penguasa Abadi tahap menengah, lebih dari sepuluh kultivator tingkat Penguasa Abadi tahap awal. Untuk orang biasa, jumlah yang menghilang mencapai angka ratusan.” jawab Rong Qu.


“Apakah hanya ini tempat pertempuran terjadi? Dan siapa yang pertama kali menghilang?” Tanya Jie Yan.


“Ya, hanya tempat ini yang pernah terjadi pertempuran. Dan yang pertama kali hilang adalah Putra dari Patriak.” jawab Rong Qu dengan wajah sedikit muram.


“Apakah Patriak memiliki anak lainnya?” Tanya Jie Yan.


“Ya, kultivator yang berada di ruangan tadi bersama Patriak adalah Putra tertua Patriak, dan dia adalah calon Patriak berikutnya. Yang menghilang adalah Putra Kedua Patriak. Selain dari itu, saat ini Putri Patriak di jaga dengan ketat karena menurut perhitungan semua Tetua Klan, monster itu mengincar garis keturunan Patriak Klan Rong.” Rong Qu menjawab dengan sabar, menjelaskan semuanya walaupun ia merasa bahwa itu tidak akan berguna sama sekali.


“Terima kasih atas informasinya. Aku akan mencari monster yang menyerang Klan Rong.” ucap Jie Yan.


Rong Qu mengangguk kecil dan langsung menghilang seketika meninggalkan Jie Yan di hutan tersebut.


“Jie Yan, putra Patriak sebelumnya menatap ke arahmu dengan sedikit kebencian dan rasa tidak suka. Apakah menurutmu monster itu berkaitan dengannya?” Xia Yue'er yang selama ini menjadi pengamat, langsung bertanya.


Jie Yan menatap ke arah Xia Yue'er dengan tatapan kosong karena tidak menduga bahwa Xia Yue'er akan berpikiran seperti itu. Harus dikatakan bahwa itu sungguh luar biasa. Namun ia hanya menatapnya sejenak karena tau bahwa Xia Yue'er akan mengamuk jika tau apa yang ia pikirkan.


“Ya, mungkin saja itu berkaitan dengannya. Tetapi aku sudah menebak siapa sebenarnya monster itu.” ucap Jie Yan dengan senyum diwajahnya.

__ADS_1


“Siapa?” Tanya Xia Yue'er penasaran.


Mata Jie Yan sedikit menyipit saat menatap tempat pertarungan. Harus dikatakan bahwa tempat pertarungan itu memang penekanan sepihak.


Selain dari itu, tempat yang dihancurkan menurut Jie Yan menggunakan teknik unik, tetapi ia merasa sedikit familiar dengan daya rusak yang dilakukan oleh teknik di tempat pertempuran terjadi.


Jie Yan tidak menjawab pertanyaan Xia Yue'er dan ia pun melompat ke arah atas pohon yang sangat tinggi dan memperhatikan situasi semua tempat.


“Dikatakan bahwa hutan ini sengaja dibiarkan ada untuk membiakkan binatang roh agar para anggota Klan Rong memiliki alat untuk berlatih. Luas hutan ini cukup lebar, dan aura yang ada di hutan ini...” Jie Yan semakin yakin bahwa tebakannya mungkin benar.


Setelah menilai semua tempat, Jie Yan pun langsung melompat turun dan pergi ke kediaman yang disediakan untuknya. Apa yang harus ia lakukan saat ini adalah menembus kultivasinya mencapai tingkat Jiwa Abadi tahap puncak.


**


Satu hari setelah Jie Yan datang ke Klan Rong


Di suatu tempat di Klan Rong, sosok buram bergerak dengan kecepatan tinggi diantara rumah-rumah. Sosok tersebut memiliki tinggi hampir lima meter, dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya.


Ketika sosok tersebut bergerak, salah satu penjaga di Klan Rong kebetulan lewat dan melihat ke arah sosok yang bergerak seperti sebuah bayangan.


“Siapa...-” Sebelum penjaga di Klan Rong yang memiliki tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap puncak menyelesaikan kata-katanya, sebuah jari-jari tajam menembus dadanya yang membuat anggota Klan Rong tersebut membatu di tempat. Ia menatap dengan kaget ke arah sosok tersebut tetapi langsung menutup matanya karena kehilangan daya hidupnya.


Hanya pakaian dan cincin ruang penjaga tersebut yang tersisa. Sosok tersebut pun membakar pakaian tersebut menjadi abu lalu mengambil cincin ruang lalu langsung bergerak kembali.


“Dia di sana!” Beberapa penjaga lainnya yang memiliki kekuatan lebih tinggi berteriak keras yang membuat sosok tersebut langsung bergerak lebih cepat.


Penjaga lainnya langsung memberikan sinyal yang membuat semua anggota Klan Rong waspada karena monster tersebut muncul kembali memburu anggota Klan Rong.


Jie Yan yang berada di dekat Klan Rong, tepatnya di tempat ia tinggal, mendengar suara tersebut. Ia langsung membuka matanya dan menatap ke arah tertentu.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Zhep!


Jie Yan menghilang seketika dan ia bergerak ke arah Klan Rong berada.


Di malam hari itu, suasana tampak tegang. Semua penjaga Klan Rong muncul di semua tempat mencari keberadaan sosok tersebut.


Jie Yan yang muncul di salah satu atap bangunan Klan Rong, menatap dengan Mata Dewa ke semua tempat.


Crash!

__ADS_1


Karena indera Jie Yan yang tajam, ia dapat mendengar suara samar dan bau darah di tempat tertentu dan ia langsung melihat ke arah tersebut.


“Di sana!” Batin Jie Yan dan ia pun langsung menghilang kembali, dan tempat itu adalah tempat kediaman Patriak Klan Rong berada.


Ketika bergerak, Jie Yan kebetulan melihat Rong Qu dan langsung menghampirinya, “Tuan Rong Qu, monster itu bergerak di kediaman Patriak!”


Rong Qu yang menyadari kedatangan Jie Yan, mengangguk muram dan langsung memerintahkan banyak penjaga untuk bergerak ke arah kediaman Patriak Klan Rong.


“Murid Sekte Jie Yan, arah yang kau katakan itu adalah arah tempat putri kecil Patriak berada!” ucap Rong Qu dengan wajah muram.


Mata Jie Yan menyipit ketika mendengar hal itu. Ia hanya mengangguk kecil dan semakin yakin dengan spekulasinya.


Saat semua dari mereka mendekat bersama Jie Yan, terlihat banyak pakaian yang berserak di sana sini, semuanya adalah pakaian dari anggota Klan Rong yang berjaga-jaga di tempat tinggal Putri Patriak Klan Rong.


“Kyaaa...!”


Suara teriakan gadis kecil terdengar yang membuat semua anggota Klan Rong tau bahwa yang diincar kali ini adalah Putri Patriak Klan Rong.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Zhep!


Jie Yan menghilang seketika karena dengan Mata Raja, ia telah mengunci tempat monster tersebut berada. Ketika ia muncul, ia melihat bahwa sosok berjubah hitam hendak menangkap gadis kecil berusia 5 tahun.


“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”


Tanpa menunda sama sekali, Jie Yan langsung mengayunkan pedang yang muncul di tangan kanannya dengan kecepatan tinggi.


Sraing!


Jrezh!


Sosok tersebut pun terbelah tetapi mata Jie Yan sedikit muram karena itu hanya jubah yang ia belah. Ia langsung melihat ke semua tempat tetapi tidak menemukan apapun.


“Nona muda!” Rong Qu yang masuk ke dalam, melihat bahwa Putri Patriak Klan Rong yang menangis selamat dari bencana. Ia juga menatap ke arah jubah yang di belah oleh Jie Yan.


“Dia kabur..” ucap Jie Yan saat menyimpan pedangnya dan menatap ke arah gadis kecil yang kini di gendong oleh Rong Qu.


“Murid Sekte Jie Yan, terima kasih telah menyelamatkan nona muda.” ucap Rong Qu. Wajahnya tampak sangat sedih saat ini karena semua penjaga di tempat itu telah hilang.


Jie Yan hanya mengangguk kecil dan pikirannya saat ini sedang berpacu. Ia merasa ada yang aneh, kenapa Putri Patriak tinggal di tempat terpisah dengan Patriak walaupun itu masih di kediaman Patriak Klan Rong.

__ADS_1


__ADS_2