
Bintang Tianyu, Sekte Pedang
Kabar tentang Jie Yan di lempar ke Makam Pedang Kematian telah tersebar luas dalam waktu beberapa menit. Saat ini terlihat Tetua Pertama yang sedang berada di depan seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah Qing Tao.
Walaupun kekuatan Qing Tao tidak mencapai level tetua, dia dianggap sebagai ahli nomor satu di Sekte Pedang karena selain dari Tetua tingkat atas, tidak ada yang lebih kuat darinya.
Banyak yang menganggap bahwa suatu hari nanti, Qing Tao akan memasuki jajaran para Tetua.
“Apakah kau kecewa dengan pengaturan Sekte? Bocah itu adalah seseorang yang kau rekomendasikan dan menghapus kesempatan untuk memasukkan murid mengikuti ujian khusus dan akan di didik denah cermat oleh Sekte.” ucap Tetua Pertama menatap ke arah Qing Tao.
Qing Tao terdiam untuk beberapa saat. Ia cukup tau seperti apa Jie Yan karena mereka telah bertarung bersama di Kota Pedang. Dari cara Jie Yan dan sikapnya, ia tau bahwa Jie Yan bukan tipe seseorang yang akan membunuh murid lainnya hanya karena tidak puas.
Sudah pasti ada alasan yang cukup logis sehingga memaksa Jie Yan membunuh dua murid lainnya.
“Jika dikatakan kecewa, ya.. aku memang kecewa. Aku mengerti bagaimana sifat Jie Yan dan tidak percaya bahwa dia akan membunuh tanap alasan. Apakah dia tidak memiliki pembelaan?” Tanya Qing Tao.
“Dia mengatakan bahwa Roh Kontak yang dia miliki ingin dibuat oleh dua murid itu menjadi budak.” jawab Tetua Pertama.
“Jadi itu alasannya. Jika memang benar, sudah pasti dia akan melakukannya karena aku sudah mengerti bahwa dia menganggap Roh Kontaknya sebagai keluarga yang sangat penting.” Qing Tao tidak lagi heran setalah mendengar itu.
“Tetapi Giok Kehidupan yang merekam kejadian, hanya memperlihatkan bahwa Jie Yan dan Roh Kontraknya membunuh kedua murid itu. Inilah mengapa Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum memberikannya hukuman. Selain dari itu, Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum tampaknya memiliki rencana, dia juga tau bahwa mungkin Giok Kehidupan itu di sabotase, dan sangat terlihat bahwa Tetua Kelima sangat ingin Jie Yan mati.”
“Setelah penyelidikan lebih lanjut, Tetua Kelima memang memberi misi kepada ketiga muridnya untuk mencari sesuatu di tempat Jie Yan melakukan misi. Inilah yang membuat mereka bertemu.” ucap Tetua Pertama.
Qing Tao tampak berpikir sejenak dan ia juga telah memikirkan hal itu secara langsung. Ia pun menggelengkan kepalanya lalu berkata, “Jika Tetua pemimpin Aula Penegak Hukum yang biasanya bijaksana melakukan hal itu dengan sengaja, maka lebih baik kita menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.”
“Jie Yan telah dilempar ke dalam sana saat hukuman diberikan. Tidak ada cara untuk menghentikan hal itu.” Lanjut Qing Tao lalu ia pun membungkuk sedikit ke arah Tetua Pertama lalu pergi dari tempat itu.
Tetua Pertama hanya bisa menghela nafas saat melihat kepergian Qing Tao dan ia pun langsung pergi ke tempat lainnya untuk membicarakan sesuatu kepada seseorang.
__ADS_1
Dan seseorang yang ingin ditemui oleh Tetua Pertama adalah sosok yang menjaga Makam Pedang, yaitu Roh Artefak. Meskipun sangat jarang anggota Sekte Pedang mengetahui tentang hal itu, beberapa dari mereka pernah bertemu dengan Roh Artefak dan Tetua Pertama adalah salah satunya.
**
Di tempat para murid tinggal, saat ini terlihat Yun Che yang baru saja kembali dari misi. Saat kembali ke kediamannya, ia tercengang karena mendengar kabar bahwa Jie Yan telah dilelemar ke tempat berbahaya di Sekte Pedang.
Hal ini membuat Yun Che sedikit heran. Dan kabar mengapa dia dihukum juga membuat Yun Che tidak percaya. Walaupun ia tidak terlalu kenal dengan Jie Yan, ia langsung tau tempramen seperti apa yang dimiliki oleh Jie Yan.
“Tempat Hukuman dengan persentase kematian 95%? Menarik.. jika dia jatuh di sana, maka sedari awal dia bukan seseorang yang layak untuk dikalahkan!” ucap Yun Che lalu menyampingkan tentang Jie Yan dan kembali ke kediamannya untuk beristirahat karena ia berencana untuk mengambil misi lagi setelah beristirahat.
**
Blug!
Jie Yan yang di lempar ke dalam Makam Pedang Kematian terjatuh di permukaan tanah. Tempat itu cukup dalam, ia terjun beberapa menit sebelum mencapai permukaan.
Goa bawah tanah itu cukup gelap, selain dari itu, banyak tulang-benulang yang terlihat. Dengan Mata Dewa, ia tentu dapat melihat segala sesuatu dengan jelas di tempat seperti apapun itu.
“Siapapun yang merencanakan hal ini untuk menjebakku akan menerima balasannya!” Ucap Jie Yan sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.
“Tempat ini sangat luas dan terlihat seperti sebuah labirin!” Batin Jie Yan dengan wajah serius. Saat ia mencoba melangkahkan kaki ke depan, jantungnya berdetak sangat cepat.
Wusssh!
Pedang qi langsung melesat tepat ke arah kepalanya dan mencoba menusuk kepalanya.
Dengan buru-buru, Jie Yan langsung menghindar dengan cara merendahkan tubuhnya ke arah belakang.
Wusssh!
__ADS_1
Pedang qi melewati langsung tepat satu inci dari wajah Jie Yan. Jika itu orang lain, mungkin mereka akan langsung tewas.
“Siapa yang menyerang?” Jie Yan langsung menatap ke arah datangnya qi pedang tersebut dengan wajah dingin. Namun, apa yang ia lihat membuatnya terkejut.
Di tempat yang tidak terlalu jauh, tepat di atas batu kecil, terlihat satu sosok kabur menggunakan pakaian murid Sekte Pedang. Dia memegang sebuah pedang qi di tangannya, menatap ke arah Jie Yan dengan tatapan datar.
“Roh? Tidak! Apakah itu jiwa?” Jie Yan sedikit ragu tetapi merasa bahwa itu bukan Roh ataupun jiwa.
Saat memikirkan tentang ahli pedang, Jie Yan langsung tau apa itu sebenarnya. Ini juga membuatnya terkejut karena tidak menyangka bahwa ia akan melihatnya secara langsung.
“Semangat dari Niat Pedang! Dari catatan yang ada, niat pedang seseorang yang telah mencapai tingkat tertentu akan membentuk semangat. Aku tidak menyangka bahwa hal itu memang benar-benar ada! Tetapi, siapa yang mampu membuat semangat Niat Pedang mengambil bentuk seorang itu bahkan mampu melancarkan serangan pedang qi yang tercipta melalui niat pedang?” Batin Jie Yan dan merasa bahwa Sekte Pedang semakin misterius, terutama Makam Pedang Kematian.
Jie Yan yang mengetahui bahwa wujud dari Niat Pedang muncul hanya untuk bertarung, ia pun langsung mengeluarkan pedang miliknya untuk melawan. Ia tentu tidak akan mau di tindas oleh semangat Niat Pedang belaka.
“Karena kau telah datang, maka kau akan mati!” ucap Jie Yan saat niat pedang meledak dari tubuhnya lalu ia langsung melesat untuk membereskan sosok semangat Niat Pedang tersebut.
Tanpa diketahui oleh Jie Yan, di suatu tempat di Makam Pedang, sosok Roh Artefak tampak melamun menatap ke arah bawah. Pandangannya dapat menembus semua tempat di Makam Pedang tersebut.
Tentu saja apa yang Roh Artefak itu perhatikan adalah Jie Yan yang dilempar ke dalam Makam Pedang Kematian.
“Kemampuannya sedikit bagus. Tetapi, aku masih penasaran. Dari mana aku merasakan perasaan akrab terhadap anak itu? Selain dari itu, apa yang ada di lehernya memang sesuatu yang ada melalui Cermin Tembaga. Apakah itu salinan kecil Cermin Tembaga?” Roh Artefak itu tampak melamun sedikit.
“Tidak peduli apa. Aku hanya perlu mengujinya saat ini. Dia akan dihukum selama satu tahun, itu waktu yang cukup lama bagi pemuda seusianya.” Gumam Roh Artefak tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
Roh Artefak itu pun berencana menempatkan banyak semangat Niat Pedang dari sisa-sisa niat pedang milik para kultivator yang dimakamkan di Makam Pedang.
“Dalam waktu satu bulan, dia harus menerima hukuman sebanyak delapan kali, setiap kali semangat Niat Pedang muncul, itu akan lebih kuat dari sebelumnya. Selain dari itu, berhati-hatilah terhadap banyak makhluk bawah tanah yang pasti akan mencoba memangsamu.” ucap Roh Artefak tersebut saat ia melambaikan tangannya untuk mengatur tentang hukuman Jie Yan.
Dan setelah itu, Roh Artefak itupun menutup matanya kembali untuk melihat berapa lama Jie Yan dapat bertahan dari hukuman.
__ADS_1