Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Menuju Alam Abadi


__ADS_3

Gunung Saint


Suasana hening saat Patung Kaisar Manusia Generasi Pertama tidak lagi memancarkan aura seperti sebelumnya.


Tidak lama kemudian, Xia Yue'er pun memecah keheningan, “Lalu, apakah kita akan pergi ke Daratan Utara?”


“Ya. Setelah mengurus semua hal di Daratan Utara dan Benua Saint, kita akan segera pergi ke Alam Abadi. Ayo pergi!” ucap Jie Yan saat ia perlahan melayang ke udara.


Untuk Xia Yue'er, ia langsung duduk di kursi VIP-nya seperti biasa. Sementara untuk Xiao Ziya, dia kembali ke Ruang Jiwa.


Sementara Gu Yin, Xiao Yuu dan Lan Qinzhu, langsung terbang mengikuti Jie Yan.


Mereka pun terbang secara langsung ke arah Daratan Utara.


**


Alam Abadi, Klan Wang


Di pusat Klan Wang, saat ini terlihat dua individu yang menatap dari gedung tertinggi di tempat itu ke tempat yang cukup jauh.


“Kelimanya telah tewas. Apakah kita harus mengirim pasukan lagi?” Tanya pria paruh baya ke pria paruh baya lainnya yang memiliki luka di dahinya.


Keduanya tidak lain adalah Patriak dan Tetua Agung Klan Wang.


“Tidak perlu, aku akan pergi seorang diri ke dunia itu menggunakan Avatar fana! Walaupun kekuatannya hanyalah kekuatan fana, dengan konsep tingkat tinggi, tidak akan ada yang mampu melawan Avatar yang aku ciptakan!” ucap Patriak Klan Wang dengan wajah sangat dingin.


“Pembuatan Avatar sangatlah mahal karena itu akan menjadi independen walaupun akan diberikan segel. Jika Avatar itu mengacau dan menganggap dirinya sebagai yang asli bukan kloning dirimu, semuanya akan menjadi tidak baik.” ujar Tetua Agung Klan Wang.


“Tidak perlu khawatir! Aku telah mengembangkan segel khusus belakangan ini agar Avatar tingkat tinggi yang diciptakan tidak akan bisa memberontak!” Balas Patriak Klan Wang lalu ia menghilang seketika tanpa menunggu jawaban dari Tetua Agung Klan Wang.


Tetua Agung Klan Wang menatap kepergian Patriak Klan Wang lalu menggelengkan kepalanya.


Di gerbang teleportasi khusus Klan Wang, Patriak Klan Wang saat ini terlihat berjalan perlahan.


“Buka Gerbang Teleportasi!” Perintah Patriak Klan Wang kepada beberapa anggota Klan Wang yang menjaga Gerbang teleportasi tersebut.


“Baik Patriak!”

__ADS_1


Setelah gerbang teleportasi aktif, Patriak Klan Wang langsung masuk ke dalam. Wajahnya muram dari waktu ke waktu karena jika mengetahui bahwa semua pasukan yang dikirim akan musnah, ia akan mengirim Avatar miliknya lebih awal.


Ketika memasuki gerbang teleportasi, Patriak Klan Wang dibawa oleh konsep spasial. Ruang hampa yang diisi oleh jutaan bintang terlihat ketika ia bergerak dengan kecepatan tinggi. Tidak sampai sepuluh menit kemudian, ujung pusaran spasial pun terlihat.


Zhep!


Patriak Klan Wang keluar dari celah Spasial lalu tiga tepat di atas dunia yang tidak terlalu besar, terlihat bahwa dunia tersebut memiliki lebih banyak lautan dari pada daratan.


Tanpa membuang waktu, Patriak Klan Wang mengeluarkan satu sosok dari cincin ruang miliknya dan sebuah benda aneh yang tampak seperti sebuah bola kristal. Ia pun mengisi bola kristal tersebut menggunakan qi dan konsep dan setelah itu, ia langsung menusuk ke arah jantung sosok yang sama persis dengannya.


Kristal yang ia masukkan ke dalam Avatar miliknya langsung menyatu lalu dia pun hidup seketika. Di saat itu juga, Patriak Klan Wang menghilang seketika karena jika Avatar miliknya menatap dirinya, akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Ketika Avatar itu hidup, dia menatap dengan arogan ke arah Bintang Saint. “Huh.. manusia fana sialan! Kalian akan musnah karena tidak mau menyerah terhadap Klan Wang!”


Avatar Patriak Klan Wang pun langsung terbang ke arah bawah disaksikan oleh Patriak Klan Wang itu sendiri.


Namun, Patriak Klan Wang yang awalnya tersenyum kejam, tiba-tiba membeku di tempat karena Avatar miliknya tampak diselimuti oleh aura berwarna hitam yang muncul secara tiba-tiba.


“Arrrrgggh!”


Avatar Patriak Klan Wang berteriak keras lalu menghilang seketika seperti di tarik ke suatu tempat yang sangat jauh.


“Apa itu tadi?” Batin Patriak Klan Wang saat ia muncul di ruang hampa menatap ke arah Bintang Saint dengan wajah muram. Ia pun mengangkat telapak tangannya lalu sebuah pusaran angin kecil tercipta.


“Seni Sage, Tornado Angin!”


Patriak Klan Wang melempar tornado kecil tersebut lalu tornado tersebut langsung membesar, memiliki ukuran hampir mencapai besar bintang Saint.


Namun, ketika Tornado tersebut mendekat, itu langsung dilahap oleh aura berwarna hitam dengan begitu mudahnya. Selain dari itu, Patriak Klan Wang yang memasang wajah muram dapat merasakan bahwa aura berwarna hitam sebelumnya jauh lebih kuat.


“Ini.. segel dengan basis konsep Kegelapan? Siapa yang membuatnya sampai-sampai seseorang setingkat diriku tidak mampu membuat goresan sedikitpun?” Batin Patriak Klan Wang. Jantungnya saat ini berdetak sangat cepat dan telah memikirkan siapa yang membuatnya karena ia tau dengan pasti apa sebenarnya Bintang Saint yang hampir tidak pernah ditemukan.


“Kaisar Manusia.. Dewa Kegelapan! Aku tidak menyangka bahwa sisa-sisa kekuatannya akan sekuat ini! Tampaknya dunia yang diciptakan secara langsung oleh Kaisar Manusia memang tidak bisa disentuh sama sekali!” Batin Patriak Klan Wang muram. Sebelum ia berpikir lebih jauh, aura aneh berwarna hitam tersebut tampak muncul kembali lalu bergerak ke arahnya.


“Sial!” Teriak Patriak Klan Wang karena ia merasakan ancaman mengerikan. Ia langsung merobek ruang lalu bergerak dengan kecepatan tinggi tetapi aura tersebut masih dapat menangkapnya.


Patriak Klan Wang dapat merasakan kekuatan mengerikan dari Konsep Kegelapan tersebut yang mencoba melahap dirinya. Sambil menggertakkan giginya dengan kuat, ia pun mengeluarkan sebuah benda yang tampak seperti kertas emas lalu menaruhnya di dadanya.

__ADS_1


Zhep!


Aura emas menyelimuti Patriak Klan Wang lalu tubuhnya langsung menghilang dalam sekejap dan aura hitam tersebut pun yang telah kehilangan Patriak Klan Wang kembali ke Bintang Saint lalu menghilang secara misterius.


**


Daratan Utara


Tidak ada yang tau apa yang terjadi di ruang hampa dekat dengan Bintang Saint.


Kekuatan yang ditanam oleh Kaisar Manusia Generasi Pertama untuk melindungi Bintang Saint tidak bisa dihancurkan oleh siapapun kecuali mereka mencapai setidaknya 20% dari kekuatan Kaisar Manusia Generasi Pertama.


Ini akan membuat Bintang Saint aman dalam waktu yang cukup lama.


Sudah seminggu berlalu setelah perang yang hampir membuat manusia di Bintang Saint punah. Saat ini, para manusia lemah yang ada di Daratan Utara pun dipindahkan ke Benua Saint agar kekuatan Benua Saint kembali seperti semula.


Lin Ming, Xiao Chen, Huan Caiyi, Canglan dan semua yang tidak sadarkan diri sebelumnya telah siuman.


Semua hal yang berkaitan dengan pengembangan manusia di Benua Saint di kelola oleh Patriak Klan Kuno dan pemimpin Istana Salju.


Saat ini, Jie Yan, Huan Caiyi, Xia Yue'er, Gu Yin, Gu Yuena, Xiao Yuu, Lan Qinzhu, Lin Ming, Lin Xi, Canglan, Dai Mubai, Canglan, Dai Mubai dan Xiao Chen sedang berada di Gunung Safir, di dalam dimensi yang cukup aneh berwarna putih. Hanya ada satu pintu yang ada di sana saat ini.


“Yan’er, apakah kau akan langsung pergi ke Alam Abadi?” Tanya Lin Xi saat menatap ke arah cucunya tersebut. Untuk dirinya dan Lin Ming, mereka belum ingin pergi ke Alam Abadi karena masih ada yang harus dilakukan di Benua Saint.


“Ya, nenek. Aku tidak bisa menunda-nunda lagi. Selain dari itu, rahasiakan tempat ini kepada semua kultivator, hanya mereka yang memenuhi syarat untuk pergi ke Alam Abadi diberitahu tentang tempat ini. Para Patriak Klan Kuno pasti tau apa yang mereka lakukan.” ucap Jie Yan.


Lin Xi merasa sedih ketika mendengarnya tetapi ia tidak bisa menahan cucunya karena ia telah mendengar semua tentang apa yang dikatakan oleh Kaisar Manusia Generasi Pertama kepada cucunya.


Bahkan untuk Lin Ming juga hanya bisa diam. Ia menghela nafas panjang tetapi ia tau bahwa mereka akan bertemu kembali cepat atau lambat ketika ia dan Lin Xi pergi ke Alam Abadi juga.


“Lin Xi, kalian berdua juga cepatlah pergi ke Alam Abadi setelah urusan di Benua Saint selesai. Aku tidak akan menunggu kalian. Ada tempat yang harus aku datangi di Alam Abadi!” ucap Xiao Chen menatap ke arah putrinya itu.


Lin Xi seketika kesal ketika mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya. Ia mendengus kecil karena ayahnya tidak mau menunggunya pergi bersama walaupun ia tau bahwa pintu aneh itu akan membawa seseorang ke tempat yang acak di Alam Abadi.


“Berhati-hatilah ketika kalian tiba di Alam Abadi.” ucap Lin Ming menatap ke arah Jie Yan dan juga Huan Caiyi. Ia sangat menyayangi keduanya dan tidak ingin sesuatu terjadi ketika mereka pertama kali tiba di Alam Abadi.


“Ya, aku pergi kakek, nenek. Datanglah secepatnya ke Alam Abadi!” ucap Jie Yan saat ia berbalik dan mengalirkan qi-nya ke pintu lalu pintu tersebut terbuka.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu, Jie Yan pun berjalan ke arah dalam sementara Xia Yue'er langsung masuk ke Ruang Jiwa Jie Yan.


“Alam Abadi!” ucap Jie Yan dan ia pun langsung menghilang setelah ditarik oleh pintu tersebut.


__ADS_2