
Istana Bawah Laut
“Bunuh mereka semua!” Jie Yan pun memberi perintah saat ia menatap sebelas kultivator di depan gerbang dengan tatapan dingin.
Sebelumnya Jie Yan mencoba untuk membiarkan mereka pergi, tetapi tampaknya lebih mudah untuk membunuh mereka semua dari pada melepaskannya.
Kesebelasan kultivator tersebut tercengang untuk beberapa saat ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Jie Yan karena merasa bahwa Jie Yan sangat bodoh karena mencoba untuk melawan mereka.
Tetapi, ketika melihat Gu Yin, Xiao Yuu, Lan Qinzhu dan Dai Mubai bergerak, Kesebelas kultivator tersebut pun langsung mengeluarkan senjata masing-masing untuk melawan.
Xiao Yuu langsung mengambil dua orang untuk ia lawan sama seperti Lan Qinzhu. Sementara untuk Dai Mubai, dia membuka Gerbang Roh lalu melawan musuh satu lawan satu. Dan untuk Xia Yue'er, dia juga melawan satu musuh.
Gu Yin juga sama, ia juga melawan satu musuh karena walaupun ia kuat, masih sulit untuk melawan dua kultivator di tingkat yang sama.
Sementara tiga kultivator pasti akan di lawan oleh Jie Yan. Saat kelompoknya telah mengambil musuh masing-masing, ia pun langsung bergerak ketika melihat tiga kultivator yang tersisa mencoba untuk membantu rekan mereka agar pertarungan lebih cepat selesai.
“Teleportasi!”
Jie Yan muncul tepat di depan tiga kultivator yang hendak bergerak tetapi langsung berhenti ketika ia muncul tepat dihadapan mereka semua.
“Kau ingin melawan kami bertiga seorang diri? Sungguh tidak tau diri! Matilah!” Teriak salah satu kultivator tersebut saat ia menerjang ke arah Jie Yan dan menghunuskan pedang di tangannya.
Menatap itu, Jie Yan tidak gentar sama sekali. Dengan kekuatannya saat ini, bahkan jika itu ada sepuluh kultivator tingkat Alam Sage tahap keenam mengeroyoknya, ia tidak akan kalah walaupun ia membutuhkan waktu hampir 10 menit untuk menang.
Ketika musuh menyerang, Jie Yan pun langsung mengangkat pedangnya ke atas atas menahan tebasan.
Trang!
Ketika Jie Yan menahan tebasan, kultivator yang menyerang Jie Yan tidak heran bahwa Jie Yan mampu bertahan karena tingkat kultivasinya.
“Kau akan mati hari ini!” Kultivator yang menekan Jie Yan dari atas menyeringai kejam. Ia tentu tau bahwa dua rekannya pasti akan menyerang dari sisi lain ketika ia mencoba menekan bentrokan sebelumnya.
__ADS_1
“Mati!”
Dari dua arah yang berbeda, dua kultivator pun muncul lalu mengayunkan pedang mereka masing-masing setelah dilapisi oleh qi yang cukup kuat di tingkat kultivasi Alam Sage tahap keenam.
Kultivator yang menekan Jie Yan menyeringai karena ia merasa bahwa Jie Yan pasti akan tewas. Ia menggunakan semua kekuatannya untuk menekan Jie Yan. Menurutnya, kultivator manapun dengan tingkat kultivasi Alam Sage tahap ketujuh membutuhkan waktu satu detik untuk menepis serangannya. Tetapi di saat itu, rekannya akan menghabisi seseorang yang ia tekan yang tidak lain adalah Jie Yan.
“Cara kuno seperti ini tidak akan bisa mengalahkanku.” ucap Jie Yan acuh tak acuh.
“Teleportasi!”
Saat kultivator yang menekan Jie Yan bingung mengapa Jie Yan tampak percaya diri bahkan ketika diambang kematian, ia terkejut karena ia tampak kehilangan keseimbangannya.
“Apa?” Kultivator tersebut terkejut karena Jie Yan menghilang begitu saja. Wajahnya juga sangat pucat ketika melihat dua serangan yang menurutnya sangat kuat mengarah padanya.
Sraing! Sraing!
Srak! Srak!
Darah yang sangat banyak memercik saat dua serangan dari kultivator lainnya mengenai kultivator yang menekan Jie Yan.
Karena keterkejutan kedua kultivator tersebut, salah satu dari mereka tidak menyadari bahwa Jie Yan muncul tepat di belakangnya.
“Mati!”
Kultivator yang membelakangi Jie Yan pun ketakutan saat mendengar suara dingin dibelakangnya. Sebelum ia sempat bereaksi, ia merasakan dinding di dada kirinya. Ia melihat ke arah bawah dan menemukan bilah pedang yang menembus dadanya.
“Bagaimana... Bisa...” Kultivator tersebut tidak bisa menyelesaikan kata-katanya saat daya hidupnya pudar.
“Bajingan!” Satu kultivator yang tersisa pun berteriak keras saat menatap rekannya yang di tikam oleh Jie Yan. Awalnya ia sangat marah ketika seseorang yang mereka tebas adalah rekannya juga dan langsung tewas di tempat karena dirinya dan kultivator yang di tikam oleh Jie Yan menyerang dengan kekuatan penuh sebelumnya.
Menatap musuh yang tersisa menyerang ke arahnya, Jie Yan langsung mengangkat pedangnya yang masih bersarang di mayat kultivator. Ia pun mengangkat tubuh mayat tersebut lalu mengarahkannya ke arah serangan yang datang padanya.
__ADS_1
Sraing!
Darah yang sangat banyak memercik saat kultivator tersebut membelah rekannya sendiri.
Menatap serangan lawan gagal, Jie Yan tidak membuang waktu dan langsung berteleportasi ke belakang musuh tersebut.
“Menyesallah di neraka karena kau mencoba memprovokasiku. Sampaikan salam ku kepada penjaga gerbang neraka!” ucap Jie Yan dingin saat ia mengayunkan pedang di tangan kanannya.
Jleb!
Kultivator tersebut tidak sempat merespon saat kepalanya di tikam oleh Jie Yan. Ia bahkan tidak sempat memikirkan penyesalan ketika memprovokasi Jie Yan yang menurutnya sangat mengerikan karena semua serangannya dan kedua rekannya tidak bisa menyentuh Jie Yan sedikitpun.
Bam!
Jie Yan menendang kultivator yang ia bunuh dan itu langsung melesat ke tempat yang jauh. Ia hanya menatap mayat yang hampir hancur ia tendang dengan tatapan acuh tak acuh.
Tatapan Jie Yan pun kembali tertuju pada Gu Yin dan istrinya itu telah membuat lawannya menjadi patung es.
Untuk Xiao Yuu dan Lan Qinzhu, keduanya mencabik-cabik lawan mereka dengan lengan mereka yang dalam bentuk lengan naga.
Untuk Dai Mubai, ia membuat lawannya menjadi kering seperti mumi menggunakan kemampuan miliknya. Sementara untuk Xie Shuyan, dia membuat lawannya meledak dari dalam dengan cara yang aneh.
Untuk Xia Yue'er, dia sedang dalam proses mengalahkan musuhnya karena Roh Peri mungil tersebut mencoba bermain-main dengan musuhnya sebelum membunuhnya.
“Tampaknya sudah selesai.” Gumam Jie Yan saat melirik ke tempat tertentu. Ia tentu dapat melacak seseorang yang mengawasi dari kejauhan. Tetapi karena seseorang yang mengawasi tidak mencoba untuk ikut campur, ia tidak akan perlu repot-repot mengejarnya.
Pria yang tidak lain adalah pemimpin kelompok yang di musnahkan oleh kelompok Jie Yan pun berkeringat dingin ketika melihat ke tempat pertarungan. Hanya satu yang tersisa dan itupun diambang kematian karena di tusuk-tusuk oleh pedang qi yang merupakan teknik Formasi milik Xia Yue'er.
Dan disaat ia merasakan bahwa Jie Yan melirik ke arahnya, jantungnya berdetak sangat cepat.
“Mereka semua sangat berbahaya! Lebih baik aku pergi lalu kembali ke sini untuk keluar dari Istana Bawah Laut setelah mereka semua pergi.” Batin pria tersebut dengan wajah muram dan langsung menghilang dari tempat itu. Ia sama sekali tidak peduli dengan rekannya karena sedari awal mereka membentuk kelompok hanya demi keuntungan.
__ADS_1
Merasakan bahwa seseorang yang mengawasi telah pergi, Jie Yan hanya membiarkannya. Tatapannya saat ini tertuju pada gerbang teleportasi yang membawa siapa saja keluar dari Istana Bawah Laut.
“Sudah waktunya kembali ke Benua Saint. Target pertama adalah Klan Naga dan Sekte Cahaya Suci.” Batin Jie Yan karena telah menentukan targetnya.