
Alam Tianyu, Sekte Pedang
Tebasan yang dilancarkan oleh Yun Che hampir saja membelah boneka jerami tersebut. Untuk para anggota Sekte Pedang yang menatap hal itu, tentu mereka semua terkejut karena tidak menyangka bahwa akan ada kultivator setingkat Transformasi Abadi tahap akhir yang memiliki niat pedang sekuat itu. Selain dari itu, gerakan Yun Che juga sangat halus, seperti sungai yang mengalir hanya dengan sedikit riak.
“Keahlian dan niat pedang bocah Yun Che ini memenuhi syarat menjadi murid lingkaran dalam.” Batin Tetua Pertama dan ia pun langsung berbicara, “Bagus, untuk keahlian berpedang dan niat pedang, kau memenuhi syarat menjadi murid lingkaran dalam.”
“Berikutnya adalah mengetes semangat yang kau miliki dalam jalan pedang. Ini juga dapat menentukan masa depanmu karena kebanyakan ahli pedang akan berhenti di tengah jalan karena semangat mereka yang rendah.” Lanjut Tetua Pertama saat ia mengeluarkan sebuah kristal berwarna putih.
Yun Che yang menyarungkan Pedang Awan Abadi tidak berpuas diri dengan pujian Tetua Pertama, ketika ia menjadi ahli pedang nomor satulah ia akan merasa bangga dan tidak mengecewakan mendiang gurunya.
“Letakkan telapak tanganmu di atas kristal ini lalu salurkan kekuatan spiritual yang kau miliki. Untuk ahli pedang, yang penting bukanlah qi, tetapi kekuatan spiritual yang menjadi poin kunci semangat bertarung atau berkembangnya seorang ahli pedang.” ucap Tetua Pertama.
Yun Che hanya mengangguk kecil lalu menyentuh permukaan bola kristal lalu bola kristal tersebut berubah warna ketika ia menyalurkan kekuatan spiritualnya.
“Ini..” Mata Tetua Pertama menyusut tajam karena kristal yang ia pegang berubah menjadi warna merah. Ia menatap kembali ke arah Yun Che dengan tatapan kosong penuh arti.
“Kau lulus.” ucap Tetua Pertama tetapi tidak menjelaskan apa maksud dari warna merah. Hanya mereka yang memiliki posisi tinggi di Sekte Pedang yang paham arti dari setiap warna dan tingkatan kekuatan spiritual tersebut.
Saat Yun Che perlahan mundur, Tetua Pertama menatap pemuda itu dengan tatapan sedikit rumit. Ia langsung membuat Spekulasi kenapa pengguna seni Pedang Awan yang terkenal tampak sangat liar dan ambisius serta dipenuhi oleh niat membunuh, dan itu tentu dikarenakan Ahli Pedang Awan Abadi yang kemungkinan telah tewas.
Tanpa bertanya pun, Tetua Pertama langsung membuat spekulasi karena Ahli Pedang Awan Abadi telah lama menghilang.
__ADS_1
“Berikutnya adalah giliranmu.” Tetua Pertama menerpa ke arah Jie Yan saat berbicara. Ia juga melirik sekilas ke arah Xia Yue'er yang tampak duduk dengan santai di bahu Jie Yan dan memperhatikan semua tempat dengan tatapan penasaran.
“Ahli Pedang yang juga Spiritualis Dunia.” Batin Tetua Pertama dan merasa bahwa kemungkinan bakat Jie Yan pasti lebih rendah dari pada Yun Che. Hal ini biasa terjadi karena ia melihat Jie Yan adalah seorang Spiritualis Dunia.
Biasanya, setiap kultivator akan memiliki satu keunikan mereka sendiri. Ini membuat Tetua Pertama tidak terlalu berharap dengan kemampuan Jie Yan karena Jie Yan lebih dulu menyentuh profesi Spiritualis Dunia.
Jie Yan perlahan berjalan ke depan boneka jerami lainnya yang di tunjuk oleh Tetua Pertama. Tanpa membuang waktu, ia pun mengeluarkan pedangnya.
Saat pedang Jie Yan muncul, mata Tetua Pertama menyusut tajam karena ia tau bahwa pedang Jie Yan bukan pedang biasa. Ia dapat merasakan bahwa pedang itu bahkan menghasilkan konsep dan ini adalah sebuah pedang yang sangat jarang terlihat.
Hal yang membuatnya bingung, biasanya pedang yang dapat menghasilkan konsep itu sendiri berada di level Artefak Dewa. Tetapi ia mendeteksi bahwa pedang Jie Yan adalah Artefak Abadi tingkat menengah.
“Pedang apa itu? Aku tidak pernah membaca catatan tentang pedang seperti itu! Apakah ini Artefak Abadi yang belum lama dibuat sehingga tidak ada catatan tentangnya?” Batin Tetua Pertama. Ia menyampingkan pemikirannya saat ini dan berfokus pada penilaian Jie Yan.
Uap ungu perlahan merembes dari tubuh Jie Yan yang membuat niat pedangnya terlihat sangat berbeda dengan milik siapapun.
Jie Yan memang telah mencapai ranah Esensi Pedang. Namun tidak ada yang mengetahui bahwa pedang di tangan Jie Yan ternyata memperkuat niat pedang penggunanya setiap saat.
Dan bisa dikatakan, tanpa memahami inti niat pedang, tubuh Jie Yan secara naluriah mempelajarinya setiap saat. Dan ini juga salah satu kemampuan unik pedang yang ada di tangan Jie Yan dan sudah pasti pedang itu hanya akan melepaskan kemampuan pasif seperti itu pada seseorang yang dia akui.
Dan Jie Yan sebagai putra dari Permaisuri Surgawi yang merupakan pemilik asli pedang itu tentu akan mengakui Jie Yan sebagai tuannya. Ini juga dikarenakan pedang itu ditempa menggunakan darah Permaisuri Surgawi secara langsung di masa lalu sehingga 99% hanya keturunannya yang dapat menggunakan pedang tersebut.
__ADS_1
Saat Jie Yan mengeluarkan niat pedang miliknya, ia juga dapat merasakan bahwa ada peningkatan pada niat pedangnya setiap waktu walaupun itu sangat kecil.
Setelah itu, Jie Yan membuat gerakan sederhana. Setiap teknik berpedang ia warisi memang teknik berpedang tingkat tertinggi yang pernah ada di alam Semesta. Ini adalah kemampuan berpedang yang di tempat oleh ibunya dalam waktu yang sangat lama sehingga mencapai kesempurnaan tertinggi.
“Seni Rahasia, Tarian Kekacauan!”
Jie Yan tampak berputar dan menebas dengan cara yang aneh dan terlihat seperti sedang menari. Tebasannya terlihat sangat biasa, tetapi itu hanya di mata orang-orang yang belum mencapai ranah pedang tingkat tinggi.
Untuk Tetua Pertama, matanya melebar saat menatap gerakan Jie Yan yang sangat halus, jika ia bukan ahli pedang tingkat tinggi, ia tidak akan memahami esensi sebenarnya dari kemampuan berpedang tersebut.
“Ini.. kemampuan berpedang apa ini? Itu tidak memiliki celah sama sekali! Dapat dihentikan, dibelokkan ataupun dapat diganti dengan teknik lainnya. Ilmu pedang ini tidak pernah terlihat! Apa asal usul bocah bernama Jie Yan ini?” Batin Tetua Pertama.
Sraing!
Srak!
Boneka jerami yang di tebas oleh Jie Yan pun langsung terbelah seketika. Ini membuat semua yang ada di sana tercengang karena mereka tau ketahanan dari boneka jerami tingkat kedua.
Sedangkan untuk Yun Che, ia mencekam erat gagang Pedang Awan Abadi. Ia sangat ingin menantang Jie Yan. Alasannya semakin kuat untuk melawan Jie Yan karena ia tau bahwa Jie Yan belum lama menerobos niat pedang Esensi Pedang tetapi niat pedang itu sudah lebih hebat dari miliknya.
“Hebat! Aku tidak menyangka bahwa kau akan memiliki keahlian dan niat pedang sehebat ini di usia yang begitu muda!” ucap Tetua Pertama memuji Jie Yan dan melanjutkan, “Kau sudah layak menjadi murid lingkaran dalam. Selanjutnya adalah mengetes semangat yang kau miliki!”
__ADS_1
Jie Yan hanya tersenyum sedikit. Ia juga tidak berpuas diri atas pujian Tetua Pertama. Tentu saja ini dikarenakan dirinya ingin mencapai puncak jalan kultivasi. Apapun yang ia pelajari ingin ia kembangkan ke level puncaknya, tidak hanya keahlian pedang, konsep ataupun seni formasi. Dan hanya dengan mencapai semua puncak dari keahlian yang ia pelajari akan membuatnya memenuhi syarat untuk menjadi ahli nomor satu.