
Bintang Tianyu, Makam Pedang Kematian
“Karena kau menolak kebaikanku, maka hari ini adalah hari peringatan kematianmu!” ucap Tetua Agung Sekte Pedang.
Niat pedang yang sangat kuat menyelimuti seluruh tempat. Konsep mengerikan meledak dari tubuh Tetua Agung Sekte Pedang, di saat itu juga dia langsung menghilang lalu muncul tepat di depan Jie Yan.
Mata Jie Yan menyusut tajam karena hampir tidak mampu melihat kecepatan Tetua Agung Sekte Pedang. Jika saja ia tidak memiliki Mata Dewa, ia tidak akan mampu melihatnya walaupun itu sekilas. Dengan buru-buru, ia langsung mengangkat pedangnya ke arah atas setelah menyelimutinya dengan niat pedang dan qi Raja.
Tetua Agung Sekte Pedang yang muncul di depan Jie Yan, mengayunkan pedangnya sekuat tenaga ke arah Jie Yan dari atas ke bawah.
Trang!
Bom!
Jie Yan langsung di tekan ke arah pembukaan tanah yang membuat tanah d bawah kaki Jie Yan cekung ke arah dalam.
“Cepat dan kuat!” Batin Jie Yan saat mencoba bertahan dari tekanan dengan kedua tangannya memegang pedang satu di gagang dan satu di ujung bilah pedang.
“Reaksimu cukup bagus. Tetapi...” Sebelum Tetua Agung Sekte Pedang menyelesaikan kata-katanya, satu sosok muncul tepat di sampingnya.
Sosok tersebut tidak lain adalah Xiao Ziya yang langsung mengayunkan Sabit yang telah dikelilingi oleh lingkaran formasi.
“Formasi Kematian, Sabit Kematian!”
Mata Tetua Agung Sekte Pedang menyusut tajam karena tau bahwa konsep yang digunakan oleh Xiao Ziya bukan konsep sembarangan. Itu sama seperti miliknya yang tampak di tekan.
Dengan buru-buru, Tetua Agung Sekte Pedang mengangkat lengan kirinya mencoba untuk bertahan dari tebasan Xiao Ziya.
Trang!
Bussssh!
Suara dentingan logam terdengar, di saat itu juga, Tetua Agung Sekte Pedang langsung terpental ke tempat yang cukup jauh karena mencoba bertahan dari tebasan Xiao Ziya. Berkat fisik warisan dari Raja Titan Kuno, kekuatan fisiknya bisa dikatakan setara dengan sebuah senjata. Dengan kata lain, setiap bagian tubuhnya adalah senjata itu sendiri.
“Formasi Alam, Kelahiran Alam!”
Xia Yue'er tidak tinggal diam dan langsung menggunakan formasi untuk menyerang.
“Ini...” Tetua Agung Sekte Pedang cukup terkejut karena ada roh yang mampu menggunakan formasi menciptakan tumbuhan dalam jumlah yang sangat besar dan bisa dikatakan cukup kuat. Ia tidak pernah mendengar hal itu sama sekali seumur hidupnya.
“Sungguh dua Roh yang merepotkan!” Batin Tetua Agung Sekte Pedang saat ia mendarat dengan mulus lalu melakukan gerakan menggunakan pedangnya saat tumbuhan merambat dalam jumlah yang sangat besar mencoba menyerangnya.
__ADS_1
“Seni Pedang Qing, Tebasan Berputar!”
Sraing! Siang!
Srak! Srak! Srak!
Walaupun gerakan Tetua Agung Sekte Pedang tampak sederhana, itu langsung membelah semua tanaman merambat dalam sekejap.
Mata Jie Yan terkejut melihat teknik berpedang Tetua Agung Sekte Pedang. Walaupun tidak sehebat teknik pedang milik ibunya, itu cukup kuat bahkan diantara para ahli pedang tingkat tinggi di Alam Abadi.
“Teleportasi!”
Zhep!
Jie Yan muncul dalam sekejap di depan Tetua Agung Sekte Pedang yang baru saja selesai menghancurkan teknik formasi Xia Yue'er. Ia tentu melihat sedikit celah dan langsung menyerang ketika Tetua Agung Sekte Pedang harus berhenti sejenak ketika selesai menggunakan satu teknik.
“Bocah cilik bajingan!” Tetua Agung Sekte Pedang tau bahwa ia harus memiliki jeda walaupun itu dalam waktu kurang dari satu detik. Itulah kelemahan rata-rata setiap teknik berpedang, ada jeda tertentu yang menjadi celah kelemahan teknik berpedang.
Dan Jie Yan yang sudah tau akan hal itu langsung menyerang di waktu yang tepat.
“Seni Rahasia, Tebasan Kecepatan Teleportasi!”
Sraing!
Jrezh!
“Mati!” Tetua Agung Sekte Pedang tau bahwa kesempatan datang dan langsung menyerang saat ia mencoba berbalik.
Tetapi, apa yang dilihat olehnya membuat Tetua Agung Sekte Pedang meragukan keahlian pedangnya karena Jie Yan langsung menyerang kembali dengan kecepatan sangat tinggi tanpa jeda sama sekali bahkan setelah melancarkan teknik berpedang tingkat tinggi sebelumnya.
“Belitan Qi Raja!”
“Seni Rahasia, Tebasan Dimensi!”
Sraing!
Jie Yan yang berbalik langsung menebas dari atas ke bawah. Bilah pedang miliknya langsung mencoba merobek pertahanan pasif Tetua Agung Sekte Pedang.
Srak!
Jrezh!
__ADS_1
Luka sedalam 1cm langsung muncul dan mengeluarkan cukup banyak darah dari bahu ke pinggang Tetua Agung Sekte Pedang.
“Mati!” Tetua Agung Sekte Pedang yang menahan rasa sakit, langsung mengerang sekuat tenaga yang ia bisa.
Namun saat Tetua Agung Sekte Pedang menyerang, satu sosok aneh muncul tepat di sampingnya mengayunkan tombak yang terlihat seperti sebuah bor.
“Formasi Pembantaian, Malaikat Pencabut Nyawa!”
Trang!
Tombak seperti bor tersebut langsung menghantam tepat di leher Tetua Agung Sekte Pedang tetapi itu tidak mampu menembusnya, hanya menusuknya sedikit lebih dalam dari Jie Yan.
Sementara itu, Jie Yan langsung bertahan setelah menyerang sebelumnya. Ia juga sedikit lega ketika melihat lingkaran formasi muncul tepat di depannya dan itu adalah lingkaran formasi yang dibuat oleh Xia Yue'er.
Sraing!
Prang!
Formasi yang dibuat oleh Xia Yue'er hancur seketika dan pedang besar Tetua Agung Sekte Pedang yang melemah menghantam pedang Jie Yan yang digunakan untuk bertahan.
Bussssh!
Walaupun itu melemah, Jie Yan masih merasakan berat luar biasa. Ia menggunakan tekanan tersebut untuk melakukan tolakan agar menjauh dari Tetua Agung Sekte Pedang.
Jie Yan pun mundur di jarak hampir dua puluh meter dan menatap ke arah Tetua Agung Sekte Pedang dengan tatapan serius.
“Bajingan!” Tetua Agung Sekte Pedang mengayunkan sikunya lalu menyerang sosok yang menikam lehernya.
Bam!
Ayunan siku tersebut menyebabkan gelombang kejut disertai oleh bilah-bilah kecil yang tercipta melalui niat pedang.
Wajah Tetua Agung Sekte Pedang saat ini lebih gelap dari pantat wajan yang hitam karena merasa dipermainkan oleh sekumpulan semut. Ia memegang beberapa luka pada tubuhnya yang mengeluarkan darah.
Mata Tetua Agung Sekte Pedang tertuju pada Xia Yue'er terlebih dahulu. Ia merasa sedikit jengkel melihat penampilan Xia Yue'er yang tampak menantangnya sepanjang waktu. Lalu ia melirik ke arah Xiao Ziya dan merasakan ancaman mengerikan.
“Konsep tingkat tinggi! Apakah dia mengalami kemunduran atau di tekan oleh segel tertentu sehingga melemah? Konsep itu bukan sesuatu yang bisa dicapai oleh roh dengan tingkat kultivasi Emas Abadi!” Batin Tetua Agung Sekte Pedang dan merasa bahwa ia melawan eksistensi yang mirip dengannya.
Lalu tatapan Tetua Agung Sekte Pedang tertuju pada Jie Yan. Pupil matanya mau tidak mau mengecil karena semula merasakan kekuatan sangat kuat dari qi Raja merobek pertahanannya. Ia langsung paham ketika melihat ke arah pedang Jie Yan yang memercikkan petir hitam kemerahan sepanjang waktu.
“Belitan Qi Raja! Tidak disangka bahwa kau mampu menggunakan metode luar biasa seperti itu yang hanya bisa digunakan oleh Para Penguasa di Alam Abadi! Kau bisa dianggap sebagai Raja diantara para Raja! Tetapi, karena kau memiliki metode seperti itu, kau semakin layak dibunuh dan aku akan mengorek semua informasi dari mayatmu!” ucap Tetua Agung Sekte Pedang saat niat pedang terkuat yang bisa ia hasilkan meledak di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Jie Yan dengan tatapan ganas membuat kuda-kuda menyerang lalu membalas, “Kata yang sama juga berlaku untuk dirimu! Setelah kau mati, aku akan mengorek metode memperkuat niat pedang dari mayatmu!”