Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Duo Tercela


__ADS_3

Bintang Brahma


Roh Laut Dalam, itu adalah salah satu Roh yang tinggal di tempat yang unik, mirip dengan bangsa Atlantis, mereka adalah Roh yang sangat ahli dalam menggunakan formasi elemen air.


“Hun Yi, bantu aku melawan mereka!” ucap Hun Rong.


Hun Yi adalah nama Roh Laut Dalam, mereka mengambil nama yang sama dengan Klan Hun karena mereka telah membuat kontrak sejak zaman kuno, ini menandakan bahwa Klan Hun memiliki kontrak permanen dengan Roh Laut Dalam.


“Han Rong, Roh yang melakukan fusi dengan bocah itu tidak biasa! Inilah mengapa aku selalu memperingatimu untuk berlatih teknik fusi denganku! Dan saat ini, kita tidak bisa melakukan fusi karena kekerasan kepalamu!” Hun Yi berkata dingin.


“Tidak perlu melakukan fusi! Kita berdua memiliki tingkat kultivasi Raja Abadi tahap menengah, apakah harus waspada terhadap musuh tingkat Penguasa Abadi tahap menengah yang melakukan fusi untuk meningkatkan kekuatan?” Hun Rong berkata dingin.


Hun Yi tidak membalas lagi dan langsung menarik nafas dalam-dalam lalu lingkaran formasi tercipta di depan wajahnya.


“Formasi Air, Gelombang Pasang!”


Ketika Hun Yi mengembuskan nafasnya, lingkaran formasi membesar dengan kecepatan sangat tinggi lalu air bah dalam jumlah yang sangat besar meledak dari dalam formasi.


Bussssh!


Jie Yan yang berada di udara, terkejut karena tidak menyangka bahwa Roh akan mampu memanggil air dalam jumlah yang sangat besar. Bisa dipastikan bahwa tempat itu akan menjadi danau untuk sementara waktu karena semua air tersebut terbuat dari qi, konsep dan kekuatan spiritual.


Tatapan Jie Yan tertuju pada gerbong kereta karena tau bahwa Xiao Xiao kecil mungkin tenggelam di dalam sana. Oleh karena itu, ia harus membereskan Roh Laut Dalam agar semua air tersebut lenyap.


Han Rong di sisi lain, menaikkan sudut bibirnya dan ia menginjak permukaan air. Ia langsung menyentuh permukaan air sambil bergumam kecil.


“Ribuan Hiu Pemangsa!”


Qi dan konsep Hun Rong langsung membentuk makhluk yang tidak lain adalah hiu. Dan ia pun langsung mengendalikan semua hiu tersebut.


Sementara itu, Hun Yi yang melayang di udara, menyatukan kedua telapak tangannya.


“Formasi Air, Ledakan Awan Air!”


Dung!


Di udara, lingkaran formasi raksasa tercipta, itu tampak tetap berputar di tempat dan tidak adanya gerakan apapun.


“Jie Yan, jangan terbang ke udara. Jika kau mendekat ke lingkaran formasi itu, lingkaran formasi itu akan langsung meledak, dan jika kau menyerang, itu akan menembusnya seperti kau sedang menebas awan. Ledakan Itu bukan sesuatu yang bisa di tanggung oleh tubuhmu saat ini!”


Suara Xiao Ziya terdengar di benak Jie Yan dan ia tau bahwa ia harus bertarung di permukaan air. Ia langsung tau bahwa Han Rong dan Han Yi ingin menjebaknya di dalam air.


“Hmp! Serahkan kepada putri ini!” Xia Yue'er mengambil alih dengan paksa. Ia langsung menggunakan satu formasi agar Jie Yan tidak terlalu dirugikan di dalam pertempuran.


“Formasi Alam, Kelahiran Alam!”


Bussssh!

__ADS_1


Pohon dalam jumlah yang sangat besar pun meledak dari dalam tanah, itu langsung naik ke permukaan air lalu menyebar ke segala arah.


Semua hiu yang terbuat dari qi juga langsung saling beradu dengan batang-batang pepohonan.


“Hm? Kemampuan tumbuhan? Tidak, ini adalah formasi Alam! Dan dia pastilah Roh dari Dunia Roh Peri!” Batin Han Yi dengan wajah serius. Ia pun langsung memberitahu hal itu kepada Han Rong.


“Tampaknya kita harus menjebaknya dengan serangan langsung!” Hun Rong tersenyum dingin lalu mencengkram air sekali lagi lalu tampak melemparnya ke arah Jie Yan.


“Gelombang Tsunami!”


Bussssh!


Tsunami raksasa langsung muncul dan membuat tidak hanya Jie Yan, bahkan untuk Yan Ming dan Yan Xian yang sedang melawan banyak kultivator terkejut dan langsung berpencar ke segala arah karena tsunami tersebut sangat berbahaya.


Melihat tsunami di depannya, Jie Yan langsung menyerang sekuat tenaga.


“Seni Kehancuran, Bilah Kehancuran Mutlak!”


Sraing!


Blar! Blar! Blar!


Di semua tempat yang dilewati lintasan pedang Jie Yan, itu langsung meledak tidak terkecuali Tsunami raksasa.


“Seni Rahasia, Lubang Teleportasi Pemecah Ruang!”


Jie Yan masuk ke dalam pusaran ruang yang ia ciptakan dan muncul tepat di belakang Hun Rong.


“Seni Rahasia, Tebasan Dimensi!”


Sraing!


Hun Rong mendengus, ia tentu dapat merasakan keberadaan Jie Yan. Ia langsung berbalik dan menyerang juga.


“Tebasan Pemotong Air!”


Sraing!


Trang!


Bussssh!


Ketika keduanya bentrok, Jie Yan di dorong mundur.


Keduanya menarik pedang bersama-sama lalu menyerang kembali.


Trang! Trang!

__ADS_1


Keduanya terus-menerus bentrok di atas air dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Hun Rong yang awalnya lebih kuat, tetapi tampak di tekan. Dan ini dikarenakan kecepatan reaksi Jie Yan yang bergantian dengan Xiao Ziya dalam pertarungan.


Dengan pedang dan sabit yang memiliki ritme serangan yang sangat berbeda, itu membuat Hun Rong kewalahan. Ia tidak menyangka bahwa seseorang yang sangat lemah bisa memiliki keterampilan serangan yang tidak bisa ditebak sama sekali.


Sementara itu, Hun Yi menyerit sedikit. Ia adalah tipe Roh pendukung dan menyerang dari jarak jauh. Tetapi, karena Hun Rong bentrok secara langsung, ia tidak bisa membantunya sama sekali.


“Hun Rong bodoh! Inilah keunggulan jika seseorang melakukan fusi dengan Roh! Lihatlah, ketrampilan mereka berganti-ganti sepanjang waktu! Itu seperti melawan dua orang secara bersamaan!” Batin Hun Yi dengan wajah kesal.


Ketika melihat Hun Rong semakin di tekan, Hun Yi ingin menerjang. Terapi, ia menaikkan sedikit alisnya karena ada pergerakan di dalam air, dan itu adalah pergerakan makhluk hidup.


Yan Ming dan Yan Xian sedang bertarung di tempat yang jauh. Mereka memang telah menjatuhkan beberapa musuh.


Melihat itu, Hun Yi tau bahwa itu adalah orang lain. Ia pun tersenyum kejam lalu perlahan tenggelam ke dalam air.


Saat melihat ke dalam gerbong kereta, senyum diwajahnya semakin cerah karena di dalam sana ada seorang gadis kecil yang kesulitan mempertahankan qi untuk bernafas di dalam air.


Tanpa membuang waktu, Hun Yi yang menyatu dengan air pun tiba di depan sosok mungil yang tidak lain adalah Xiao Xiao.


“Gadis kecil, terimalah nasibmu!” ucap Hun Yi yang membuat Xiao Xiao yang fokus pada qi-nya terkejut.


Ketika Xiao Xiao hendak melawan, ia langsung di tangkap tanpa bisa melawan. Kesenjangan antara tingkat fana dan abadi sangatlah jauh, sebanyak apapun Xiao Xiao berusaha, ia tidak akan bisa melawan.


Bussssh!


Hun Yi langsung meluncur ke atas air sambil memegang Xiao Xiao di tangannya dan menatap ke arah Jie Yan dengan senyum kecil diwajahnya.


“Manusia yang melakukan fusi dengan Roh! Jangan melawan lagi atau gadis kecil ini akan mati!” Ancam Hun Yi.


Jie Yan yang sedang bentrok, tiba-tiba memasang wajah jelek dan ia langsung menjaga jarak dari Hun Rong.


Tatapan Jie Yan yang sangat dingin tertuju pada Hun Yi.


Xiao Xiao ingin berteriak, matanya berkaca-kaca tetapi ia menahannya dan tidak bersuara sedikitpun. Ia langsung berpikir bahwa jika ia memanggil Jie Yan, seseorang yang menangkapnya akan langsung tau hubungan mereka dan sudah pasti ancaman akan lebih efektif.


Tetapi Jie Yan yang menatap itu, langsung tau apa yang dipikirkan oleh Xiao Xiao. Sebagai seorang Guru, ia sama sekali tidak berniat mempergunakan Xiao Xiao kecil.


“Lepaskan muridku! Jika kau menyentuh sehelai rambutnya, aku akan memberikan kematian paling mengerikan yang tidak akan pernah kau banyangkan!” Amarah Jie Yan memuncak dan matanya berubah menjadi mata naga dalam sekejap.


Qi Raja bersamaan dengan kekuatan Kehancuran meledak ke segala arah.


Hun Yi yang awalnya tersenyum dingin, tiba-tiba membeku dan langsung membuat pisau air di tangannya dan mengarahkannya ke leher Xiao Xiao karena ia tau betapa berbahayanya Jie Yan. Itu seperti seekor binatang buas berbentuk humanoid yang akan bisa menerkam kapan saja tanpa belas kasihan.


“Dia muridmu? Hun Yi, jaga dia! Kau tau apa yang harus dilakukan!” ucap Hun Rong dengan senyum dingin.


Jie Yan semakin marah ketika mendengar itu karena ia tau apa yang dimaksud oleh Hun Rong. Ia tau betapa tercelanya Hun Rong dan Hun Yi, tetapi di pertarungan hidup dan mati, ia tau bahwa apapun bisa dilakukan untuk meraih kemenangan.

__ADS_1


__ADS_2