
Daratan Barat
Jie Yan terdiam karena ada seseorang yang tidak dikenal memanggil dirinya sebagai Dewa Naga Kehancuran. Semisal dirinya bertemu dengan seseorang yang tidak dikenal dan ia menyebut dirinya sebagai Raja Naga, berapa orang yang akan percaya? Jadi saat ini, Jie Yan tentu tidak akan langsung percaya begitu saja walaupun ada fitur naga pada Xiao Bai, yaitu matanya yang merupakan mata naga.
Walaupun begitu, ada sesuatu yang sedang dipikirkan oleh Jie Yan. Dan itu tentu saja Xiao Bai menurutnya cukup familiar tetapi ia tidak ingat kapan ia bertemu dengannya.
“Tampaknya kau ragu dengan identitasku. Tidak masalah sama sekali. Kau pasti ingat dengan dua wanita yang datang padamu ketika kau pertama kali dilahirkan bukan? Aku akan memberitahumu, salah satunya adalah ibumu yang saat ini dikenal sebagai Permaisuri Surgawi. Dan satu lagi adalah pelayan kepercayaannya, Dewi Phoenix Kegelapan.”
“Selain dari itu, akulah yang menjaga kehidupanmu saat itu agar kau tidak tewas karena terlalu lemah.” ujar Xiao Bai.
Mulut Jie Yan terbuka dan tertutup beberapa kali karena tidak tau bagaimana cara membalas apa yang dikatakan oleh Xiao Bai. Ia tentu tau bahwa salah satu dari kedua wanita itu adalah ibunya, ini adalah ingatan samar yang ia miliki ketika masih sangat kecil. Dan tentang pelayan yang dikatakan oleh Xiao Bai, ia langsung merujuk pada seseorang yang muncul di dalam pikirannya dan memanggilnya tuan muda.
Saat ini, semuanya sudah masuk akal bagi Jie Yan tetapi tidak tau bagaimana membalas tentang kata-kata Xiao Bai yang mengatakan bahwa dia adalah seseorang yang menjaganya agar tetap hidup di masa lalu.
“Bisakah kau memberi tau siapa ayahku?” Tanya Jie Yan setelah diam cukup lama.
“Dia?” Xiao Bai tampak meringkukkan bibirnya, ada rasa kesal terlihat diwajahnya tetapi itu langsung lenyap namun masih di perhatikan oleh Jie Yan.
“Ayahmu adalah seseorang yang tidak bertanggung jawab. Mengabaikan keluarganya dalam waktu yang sangat lama hanya untuk mengejar ibumu. Bisa dikatakan, ibumu adalah teman baikku atau lebih tepatnya akulah satu-satunya temannya ketika ibumu baru melahirkanmu.” ujar Xiao Bai.
Jie Yan merasa canggung karena komentar Xiao Bai tentang ayahnya sangatlah rendah dan tidak bisa diandalkan. Memikirkan kembali tentang dirinya, kedua adiknya serta Xia Yuuxuan, ia merasa itu masuk akal.
“Walaupun begitu, dia adalah orang terkuat yang pernah ada, melampaui kekuatan para Dewa manapun, diakui sebagai Kaisar Manusia dan menjadi Kaisar Surgawi di Alam Surgawi atau lebih tepatnya Alam Para Dewa. Tanggung jawab yang dipegangnya sangatlah besar, jadi kau harus memaklumi sikapnya yang tidak bertanggung jawab terhadap keluarganya karena dia merupakan anak takdir yang mengemban nasib semua makhluk selama ratusan juta tahun atau bahkan miliaran tahun.”
“Ketika waktunya tiba, kau pasti akan menyadari betapa dia menderita karena siklus Reinkarnasi, harus berada di depan ketika medan perang terus bermunculan. Tetapi dia akhirnya berhasil mencapai puncak dan disebut sebagai Kaisar Surgawi.” ujar Xiao Bai.
Jie Yan semakin terdiam karena semula sangat terlihat bahwa Xiao Bai tampak sangat menghina ayahnya lalu memujinya kemudian.
__ADS_1
“Ren Jie, dia telah meramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi di Benua Saint. Untuk seseorang sepertinya, meramal dunia fana memang cukup sulit tetapi dia bisa meramal dengan kepastian 80%. Hanya sampai di satu tempat lagi dia akan membantumu, dia meminta bantuan kepadaku agar aku membantumu melepaskan kekuatan sejati darah Naga Hitam Kehancuran, tetapi kau harus mengetahui satu fakta. Garis darah kita sama walaupun arah pengembangannya yang berbeda. Kalian disebut sebagai Naga Hitam Kehancuran dan aku disebut sebagai Kirin.”
“Hanya satu yang akan memperlihatkan ciri khas kita yang sama, yaitu kekuatan Kehancuran!” ucap Xiao Bai.
Jie Yan terkejut ketika mendengar itu. Ia langsung memikirkan apa yang dimaksud dengan Xiao Bai lah yang memiliki kemampuan membuatnya tetap hidup, itu karena kekuatan darah Kirin. Ini juga menjelaskan satu hal mengapa tampaknya garis darah Naga Hitam Kehancuran miliknya sering tidak stabil, tidak seperti Xiao Yuu, Lan Qinzhu dan Xia Yuuxuan.
“Tampaknya kau paham sampai di sini walaupun aku tidak harus menjelaskan semuanya. Hanya ini batas yang bisa aku beri tahu tentang informasi keluargamu karena itu bukan tugasku untuk memberitahunya. Untuk membantumu saja atas permintaan ayah dan ibumu, aku harus menghabiskan banyak energi agar bisa mempertahankan wujud ini.” ucap Xiao Bai acuh tak acuh.
Wajah Jie Yan tampak sedikit malu karena ia merasakan emosi Xiao Bai yang sudah pasti menganggap dirinya hanyalah seperti alat di mata ayahnya dan ibunya. Secara, ayah dan ibunya telah dianggap sebagai Kaisar dan Permaisuri Surgawi tetapi masih meminta bantuan kepada Xiao Bai.
“Tunggu-...” Ketika Jie Yan ingin bertanya hal terakhir, Xiao Bai langsung memotongnya.
“Bocah! Apakah menurutmu aku hanyalah perantara diantara kalian? Jangan tanya lagi, aku sedang tidak dalam suasana hati yang baik! Cepat kemari, jangan buang waktuku yang berharga!” ucap Xiao Bai tidak sabar.
Jie Yan semakin terdiam dan hanya bisa berjalan ke depan karena ia sudah mempercayai Xiao Bai sepenuhnya.
Xiao Bai muncul tiba-tiba di depan Jie Yan yang berjalan lalu ia pun menangkap kepala Jie Yan dengan telapak tangannya.
“Seni Kehancuran, Pembukaan Kekuatan Kehancuran!”
Jie Yan yang awalnya terkejut, merasa seperti tubuhnya mengeluarkan sesuatu yang tidak terduga. Jantungnya berdetak sangat cepat, qi-nya tampak hendak meledak, kekuatan yang melimpah seperti muncul dari udara tipis.
“Aku akan melepaskan semua kekuatan yang terpendam dalam tubuhmu. Untuk pengembangannya, itu tergantung pada usahamu. Selain dari itu, potongan Cermin Tembaga yang kau miliki akan membawamu padanya. Sebagai hadiah karena kita telah bertemu kembali dalam waktu yang tidak terhitung jumlahnya, aku akan memberikanmu beberapa kemampuan khusus yang akan membantumu nantinya.” ucap Xiao Bai saat ia menarik telapak tangannya dan melihat Jie Yan yang tampak kesakitan karena kekuatan yang terpendam tersebut terus keluar tanpa henti.
Xiao Bai juga langsung menghilang dari tempat tersebut lalu kabut putih perlahan-lahan menyebar, menyisakan Jie Yan seorang diri di aula istana dengan satu patung naga yang merupakan jenis Kirin, yaitu patung Xiao Bai.
“Arrrrgggh..” Jie Yan menggeram sedikit kesakitan. Percikan petir terus keluar dari dalam tubuhnya. Qi-nya meroket dan bahkan melampaui tingkat kultivasinya saat ini.
__ADS_1
Duar!
Jie Yan secara langsung mendobrak tingkat Alam Sage tahap kesembilan. Qi-nya tidak berhenti berkembang. Selain dari itu, Akar Spiritual miliknya pulih dalam sekejap. Namun, itu belum bergabung dengan kekuatan yang ada di tubuhnya yang lain, Xiao Bai hanya membantunya mengeluarkan potensi terbesar garis darah Naga Hitam Kehancuran.
Saat qi Jie Yan melonjak dan bahkan melampaui tingkat Alam Sage tahap kesembilan, itu tidak bisa membuatnya menerobos karena sedari awal adanya segel di dunia tersebut yang menghalangi siapa saja mencapai tingkat Abadi.
Dan juga, Akar Spiritual Jie Yan saat ini menghasilkan sesuatu yang lain, yaitu Konsep Kehancuran dasar. Walaupun itu hanyalah dasar, itu sudah sangat kuat, setara dengan konsep manapun di tingkat pertama. Ini membuktikan betapa kuatnya garis darah Naga Hitam Kehancuran.
Bantuan terakhir yang diberikan oleh Xiao Bai adalah beberapa teknik serangan dan pertahanan yang luar biasa. Terutama untuk pertahanan mengunakan konsep Kehancuran yang disebut sebagai Seni Kehancuran, Perisai Yin-Yang. Itu dapat menahan serangan dalam jumlah yang sangat besar, bahkan serangan dari puluhan ribu musuh. Memikirkan kembali tentang musuh saat ini, Jie Yan semakin senang karena tampaknya Xiao Bai mengetahui bahwa dirinya membutuhkan sesuatu melawan musuh dalam jumlah yang sangat besar.
Jie Yan yang awalnya kesakitan, perlahan tenang. Ia langsung duduk bersila lalu mencerna semua informasi yang diberikan Xiao Bai. Ia juga menyetabilkan kekuatannya, menahan lonjakan qi yang tidak berhenti sama sekali. Jika diteruskan, ia mungkin akan pingsan. Jika saja ia bisa menembus tingkat Abadi, ia akan membiarkan qi tersebut tetap terus membantunya menerobos.
Sekarang, Jie Yan pun mulai berkultivasi dan mencoba menahan qi dalam tubuhnya. Untuk menyetabilkan tubuhnya serta menguasai teknik tersebut, menurutnya itu akan memakan waktu setidaknya beberapa hari.
**
Daratan Utara, Gunung Safir
“Wanita sialan! Sampai kapan kita berada di sini? Uwaaa... Jie Yan... Kenapa kau meninggalkanku dengan wanita ini?” Xia Yue'er meringkukkan tubuhnya di tempat jauh sambil menangis dan menunjuk ke arah Xiao Ziya karena ia disiksa dalam waktu yang cukup lama di tempat itu.
Tanda centang muncul di dahi Xiao Ziya saat melihat Xia Yue'er yang bahkan tidak berubah sama sekali walaupun ia mencoba menekannya agar tidak seperti anak-anak setiap saat.
“Yue’er, ini adalah teknik terakhir yang harus kau gunakan. Ini adalah warisan yang kau miliki, setelah ini kita akan bertemu dengan Jie Yan dan berperang melawan para iblis dan kultivator dari Alam Abadi.” ucap Xiao Ziya menghela nafas panjang. Ia juga hampir lelah menghadapi Xia Yue'er.
“Benarkah?” Xia Yue'er berhenti menangis dan menatap Xiao Ziya dengan tatapan curiga karena sedari awal, wanita menyeramkan itu selalu mengatakan hal yang sama sehingga ia harus terus berlatih seperti seekor kuda yang berlari tanpa henti siang dan malam.
“Ya. Kita tidak punya banyak waktu lagi. Cepatlah Yue'er. Jika kau tidak menguasainya, kita tidak akan bisa menang melawan musuh.” ucap Xiao Ziya.
__ADS_1
Hal itu membaut wajah Xia Yue'er yang awalnya tidak puas langsung serius. Ia pun mengangguk beberapa kali karena dalam pikirannya, ia hanya bisa terbebas dari wanita menyeramkan saat ia mempelajari kemampuan terakhir yang dikatakan oleh Xiao Ziya.