
“Sekarang waktunya untuk memahami konsep Waktu. Walaupun secara samar, aku berharap bisa menguasainya dalam waktu kurang dari satu tahun.” Batin Jie Yan dan menutup matanya kembali memulai berkultivasi.
Sementara itu, Xia Yue'er dan Xiao Ziya juga berkultivasi. Tetapi, karena mereka tidak terburu-buru seperti terakhir kali, dalam satu hari mereka hanya akan berkultivasi selama 15 jam.
Untuk Xiao Ziya, sisa waktunya yang lain ia menggunakannya untuk merawat Xiao Xiao. Tentu saja ia akan melakukannya, selain dari Xiao Xiao telah menjadi murid Jie Yan, gadis kecil pasti akan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa suatu hari nanti. Karena kecepatan Kultivasi Xiao Xiao, tidak akan lama bagi gadis kecil untuk membantu Jie Yan dalam pertarungan.
Waktu terus berlalu, di sisi lain di kabin alat transportasi antar bintang. Keempat kultivator yang ikut ke dalam alat transportasi antar bintang untuk memprovokasi Jie Yan, memasang wajah muram karena mereka tidak menemukan keberadaan Jie Yan dari waktu ke waktu.
Tentu mereka sangat marah karena Jie Yan ternyata tinggal di ruang VIP khusus sehingga mendekat ke tempat itupun mereka tidak akan bisa.
Di waktu tertentu, tiga kultivator tingkat Penguasa Abadi tahap menengah sedang berdiskusi untuk mencari cara agar Jie Yan bisa keluar dari ruangan tersebut. Sudah lebih dari setengah tahun semenjak mereka menaiki alat transportasi antar bintang dan mereka sudah tidak sabar lagi.
“Apa yang harus kita lakukan? Tidak mungkin menerobos ke kabin VIP!” kultivator pertama berkata dengan nada muram.
“Kita telah mengetahui di mana dia berada, terapi mendekat ke ruangan itu pun kita tidak bisa.” Kultivator kedua melanjutkan.
Sementara kultivator ketiga hanya diam tanpa berbicara karena ia masih berpikir rencana apa yang harus dilakukan.
Ketika ketiganya sedang berdiskusi, satu kultivator tingkat Penguasa Abadi tahap akhir pun memasuki ruangan.
“Seseorang kali ini terlihat keluar dari ruangan bocah itu! Kemungkinan dia adalah Roh Kontrak bocah yang menjadi target kita!” ucap kultivator tersebut.
Ketiganya saling memandang dan langsung memasang wajah serius.
__ADS_1
“Ayo kita gunakan dia agar bocah itu keluar dari sarangnya!” ucap kultivator pertama.
Mereka semua pun sepakat dan langsung bergerak ke arah banyak tempat. Setelah mengetahui wajah dari Xiao Ziya, mereka tidak akan kesulitan mencari keberadaan Xiao Ziya.
Dan Xiao Ziya yang kebetulan sedang keluar untuk membeli makanan untuk Xiao Xiao, tidak tau bahwa ia telah diincar. Tetapi ia tidak terlalu peduli karena di dalam alat transportasi antar bintang, tidak diizinkan adanya pertarungan, kecuali itu di arena yang memang disiapkan untuk menyelesaikan keluhan setiap kultivator.
Setelah selesai membeli perbekalan untuk Xiao Xiao dalam beberapa bulan, Xiao Ziya yang ingin kembali menaikkan sedikit alisnya. Kekuatan spiritual miliknya bisa dikatakan seperti aktif setiap saat walaupun ia tidak menggunakannya. Ini adalah kemampuan persepsi luar biasa yang dikembangkan olehnya.
“Empat semut tampaknya telah bergerak.” Batin Xiao Ziya saat ia berjalan dengan santai. Tetapi arah yang ia ambil sedikit mendekat ke arah arena.
Tidak lama kemudian, empat Kultivator yang mengikuti dari Bintang Gelap pun muncul di depan Xiao Ziya.
“Wanita Roh! Katakan di mana bocah itu! Suruh dia keluar karena kami memiliki urusan dengannya! Jangan coba-coba melarikan diri, aku dapat memblokir gerbang roh tanpa sepengetahuan siapapun!”
Xiao Ziya menaikkan sedikit alisnya karena merasa sangat lucu. Ia telah tinggal selama bertahun-tahun di dunia manusia tetapi tidak pernah kehabisan kekuatan karena ia bahkan dilarang pergi ke Alam Roh, itu seperti dirinya diasingkan dan menjadi penghuni sebenarnya dunia manusia.
“Lakukan sesukamu.” ucap Xiao Ziya lalu perlahan berjalan kembali. Nadanya terlihat sangat meremehkan seolah-olah tidak takut dengan ancaman.
Hal ini membuat keempat kultivator itu memasang wajah muram.
“Jangan salahkan kami jika kau mati!” ucap pemimpin kelompok tersebut saat melambaikan tangannya lalu sebuah benda muncul dan meledak. Tidak ada fluktuasi spiritual apapun tetapi itu dapat menahan roh agar tidak bisa pergi menggunakan Gerbang Roh.
Xiao Ziya tidak peduli sama sekali. Ia hanya menganggap keempatnya sebagai monyet yang sedang melompat-lompat dihadapannya.
__ADS_1
Keempatnya tentu mengikuti Xiao Ziya secara perlahan. Mereka hanya mencemooh dan menunggu Xiao Ziya memohon untuk dilepaskan.
Karena terlalu tidak suka diikuti, Xiao Ziya pun berbalik lalu menatap keempatnya dengan tatapan sedikit dingin.
“Aku akan memberi kalian kesempatan. Tetapi, itupun jika salah satu dari kalian berhasil mengalahkanku. Tentu saja, dia hanya satu tahap lebih tinggi dari kultivasiku.” ucap Xiao Ziya karena ia ingin bermain sedikit.
“Apa kau pikir kami bodoh? Jika kau meminta menghilangkan efek pencegahan membuka Gerbang Roh, maka itu tidak mungkin sama sekali!” ucap pemimpin kelompok tersebut dengan nada dingin.
“Aku ingin bertaruh dengan kalian. Tentu saja kalian dapat menawarkan banyak hal jika aku menang, jika aku kalah, maka aku akan memanggil target kalian ke arena. Bukankah ini bisnis yang bagus? Lagi pula, aku berharap kalian memiliki sumber daya yang cocok untuk Roh!” ucap Xiao Ziya.
Keempatnya saling memandang karena merasa bahwa tampaknya Xiao Ziya tidak menyukai seseorang yang mengontraknya. Dan juga, pertaruhan yang dibuat oleh Xiao Ziya tentu menguntungkan mereka karena mereka tau bahwa Xiao Ziya saat ini hanyalah tingkat Penguasa Abadi tahap awal.
“Kami tidak memiliki sumber daya untuk Roh! Tetapi kami bisa mengkompensasinya dengan batu roh kelas atas!” ucap pemimpin kelompok tersebut.
“Oh? Berapa banyak? Jika kalian hanya memiliki sedikit batu roh kelas atas, maka aku tidak akan tertarik.” ucap Xiao Ziya acuh tak acuh.
“Jangan sombong Roh rendahan! Jika saja di tempat ini diizinkan bertarung, aku sudah menghabisimu saat ini! Apa menurutmu kau memiliki hak bernegosiasi dengan kami?” Tanya pemimpin kelompok tersebut dingin.
Niat membunuh Xiao Ziya meluap seketika. Sudah berapa lama seseorang berani berbicara seperti itu pada dirinya? Ia sudah lupa kapan itu. Tetapi ia menekan niat membunuhnya saat ini dan berkata dengan nada mengejek, “Jika kau tidak mau, maka lupakan saja.”
Keempat kultivator tersebut tercengang karena Xiao Ziya langsung pergi dan tidak terprovokasi sama sekali. Biasanya seseorang akan langsung berniat duel jika seperti itu.
“Katakan kondisimu! Kami akan memberikan benda lainnya! Tetapi kau harus membuat kontrak perjanjian agar tidak mengingkari janjimu jika kau kalah!” ucap pemimpin kelompok tersebut dingin.
__ADS_1
Xiao Ziya yang sudah berjalan, perlahan berhenti dan senyum kejam terlihat diwajahnya. Kilatan dingin terlihat jelas, dan itu adalah kebiasaannya di zaman dulu ketika ia menemukan mangsa yang tidak akan ia lepaskan.