
Sekte Cahaya Suci
“Han Wang Zhan!” Mu Xuanyin yang hampir tiba di tempat pertarungan antara Guan Yu dan Di Xu melawan Bai Yuchen pun merasakan kehadiran Han Zhan Wang. Ia telah mengetahui tentang hubungan keduanya, oleh karena itu, ia tidak akan membiarkan Han Wang Zhan mendekat.
“Domain Es dan Salju!”
Mu Xuanyin tidak membuang waktu lagi dan langsung melepaskan Domain miliknya yang sangat ia banggakan. Domain yang ia ciptakan mampu melemahkan banyak kultivator puncak dalam margin yang cukup besar. Inilah mengapa Sekte Istana Salju sangat sulit dilawan oleh kekuatan besar manapun.
Han Wang Zhan yang mencoba mendekat, memasang wajah serius. Walaupun bisa dikatakan bahwa ia lebih kuat dari pada Mu Xuanyin, ia akan kewalahan jika melawan Mu Xuanyin yang telah membuka domainnya yang tercipta melalui qi dan konsep.
“Bocah bocah di zaman ini memang sangat sombong!” Han Zhan Wang yang melihat itupun langsung mengangkat tangannya lalu api bercampur petir perlahan memadat membentuk bola api bercampur petir yang memiliki ukuran sangat besar.
“Ledakan Api Pemusnah!”
Ketika Han Zhan Wang melempar bola api bercampur petir tersebut, ledakan besar terjadi di tempat Domain milik Mu Xuanyin diletakkan.
Duar!
Api tampak menyelimuti semua tempat yang ada.
Tetapi, Mu Xuanyin yang telah bergerak di jarak tertentu, langsung mengibaskan lengannya. Di saat itu juga, aura dingin yang sangat tinggi meledak.
Serpihan salju dalam jumlah yang sangat besar turun dari langit.
“Makam Salju!”
Ketika butiran salju mengenai api api yang ada di ruang lingkup cukup luas, itu langsung berubah menjadi es dalam sekejap mata.
Es yang tampak memiliki bentuk api terlihat di semua tempat. Mu Xuanyin pun muncul di atas salah satu es tidak jauh dari tempat Han Wang Zhan berada.
“Ke mana kau ingin pergi pak tua? Jika kau ingin pergi ke dalam jurang neraka, aku akan dengan senang hati mengirimmu!” ucap Mu Xuanyin acuh tak acuh saat sebuah pedang muncul di tangan kanannya.
“Benar saja! Generasi baru memang tidak tau cara menghormati yang lebih tua! Namun, karena kau menghalangi jalanku, kau harus menerima konsekuensinya!” ucap Han Wang Zhan saat jubah api serta amor petir muncul di tubuhnya. Ia tidak mau membuang waktu melawan Mu Xuanyin karena merasa bahwa Bai Yuchen tidak akan mampu melawan Guan Yu dan Di Xu secara bersamaan.
“Perlihatkan konsekuensi seperti apa yang akan aku terima!” Balas Mu Xuanyin dan tidak mau membuang waktu lalu menyerang.
Han Wang Zhan mendengus jijik lalu langsung mengerang juga ke arah Mu Xuanyin.
Sementara itu, pertarungan antara Bai Yuchen melawan Guan Yu dan Di Xu telah mendekat ke puncaknya.
__ADS_1
Saat ini, Bai Yuchen terlihat dalam situasi yang sangat tidak menguntungkan. Darah yang sangat banyak berlumuran di seluruh tubuhnya. Ia awalnya ingin menyeret pertarungan sampai Gurunya tiba. Tetapi tidak menyangka bahwa Guan Yu akan sekuat itu.
Untuk Guan Yu, ia memang mengalami luka yang sama seriusnya dengan Bai Yuchen. Karena tidak mau membuang waktu, ia juga mengeluarkan semua kemampuannya dari awal.
Sedangkan Di Xu, kondisinya lebih tragis. Ia saat ini dalam bentuk Naga Bulan, lengan kirinya telah hilang selama pertarungan dahysat selama seharian penuh.
“Matilah!” Di Xu berteriak keras saat ia mengumpulkan kekuatan di rahangnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Raungan Naga!”
Duar!
Ledakan aura berwana putih yang tampak seperti pilar energi pun meledak ke arah Bai Yuchen dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Bai Yuchen menggertakkan giginya. Walaupun ia lebih kuat dari Di Xu, ia masih bisa terluka jika terkena serangan. Jika saja Guan Yu tidak hadir, ia pasti akan menang setengah hari yang lalu melawan Di Xu.
“Tembakan Pilar Petir Api!”
Bai Yuchen mengumpulkan qi dan konsep di kedua tangan lalu menyatukannya dan menembakkannya ke arah tempat serangan Di Xu datang.
Duar!
Guan Yu yang menatap itu, memiliki kilatan pembunuhan di matanya. Ia juga tidak menyangka bahwa Bai Yuchen akan sekuat itu. Ia pun mencengkram erat tombaknya lalu membuat kuda-kuda menyerang setelah melacak tempat Bai Yuchen berada terhempas oleh gelombang kejut ledakan dua serangan yang bentrok.
“Niat Tombak Tingkat Kedua, Mata Tombak!”
“Seni Terlarang Tombak Pembunuh Iblis!”
Kelautan yang tampak seperti iblis meledak lalu menyelimuti tombak Guan Yu. Ia pun langsung melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arah titik tertentu. Ia mengerahkan semua kekuatan yang ia miliki dalam satu serangan.
Bai Yuchen yang terhempas, merasakan dampak ledakan yang membuat lukanya semakin parah. Ketika ia ingin melihat situasi Di Xu, ia merasakan kekuatan besar mendekat dengan kecepatan tinggi. Ia langsung bersiap-siap karena tau bahwa itu adalah Guan Yu yang menyerang. Ia tau bahwa jika ia tidak menggunakan seluruh kemampuannya, ia akan tewas di tempat.
“Jangan sombong Guan Yu! Kaulah yang akan mati!” Teriak Bai Yuchen saat ia melesat dengan kecepatan tinggi. Semua qi dan konsep api dan petir menyatu dengan pedang di tangan kanannya yang membuat pedang memiliki banyak retakan karena tidak mampu menampung besarnya kekuatan yang digunakan oleh Bai Yuchen.
“Teknik Terlarang, Api Ilahi, Petir Surga!”
“Tebasan Seribu Kehidupan!”
Trang!
__ADS_1
Pedang dan tombak pun saling beradu yang membuat tempat dalam radius hampir mencapai ratusan km tampak naik ke udara hanya dari tekanan yang tercipta.
“Kau...! Pembunuh Iblis?” Bai Yuchen terkejut ketika melihat teknik Guan Yu. Ia tidak menyangka bahwa Guan Yu akan menjadi salah satu dari Pembunuhan Iblis yang sangat langka bahkan di seluruh Benua Saint.
Krak! Krak!
Retakan perlahan terdengar dari pedang Bai Yuchen. Ia melebarkan matanya karena tidak menyangka bahwa dengan menggunakan teknik terlarang, kekuatan serangan dari niat tombak bercampur dengan teknik Pembunuh Iblis akan lebih kuat.
Prang!
“Mati!” Teriak Guan Yu dengan nada sangat dingin saat menghancurkan pedang Bai Yuchen.
Jleb!
Walaupun Bai Yuchen mencoba menghindar ke samping, itu tidak berguna sama sekali.
Jrezh!
Lengan kanan dan sedikit dadanya langsung hilang ketika Guan Yu melewatinya. Bai Yuchen tau bahwa ia terlalu meremehkan Guan Yu dan tidak menyangka bahwa Guan Yu menyembunyikan identitasnya sebagai Pembunuh Iblis. Jika ia tau tentang hal itu, ia akan lebih berhati-hati.
Tetapi semuanya telah terlambat. Dengan dada yang robek, lengan yang hilang serta efek dari teknik terlarang, tidak ada kesempatan baginya untuk tetap hidup.
“Guan... Yu... Bajingan! Kekaisaran.. Han.. tidak akan pernah... Melepaskanmu!” ucap Bai Yuchen susah payah saat ia kehilangan daya hidupnya dalam waktu singkat. Ia pun menutup matanya dengan penuh kebencian dan perlahan jatuh dari langit.
Untuk Guan Yu, ia hanya diam di udara. Setelah itu, ia pun memuntahkan seteguk darah merah karena terlalu banyak mengalami kerusakan pada organ dalam tubuhnya. Karena ia menggunakan teknik yang membebani tubuh pada serangan terakhir, ia pun langsung menerima dampaknya. Ia perlahan turun ke permukaan tanah dengan wajah pucat karena hampir tidak mampu lagi bergerak.
Kegembiraan tidak bisa disembunyikan oleh Guan Yu karena ia telah berhasil menghabisi salah satu petarung kuat dari Kekaisaran Han. Tentu ini ia lakukan untuk membantu kedua saudarinya yang selalu bentrok dengan Kekaisaran Han.
Mata lelah Guan Yu menatap ke arah tertentu, ia dapat merasakan pertarungan antara dua sosok kuat yang tidak jauh dari lokasinya bertempur.
“Dia pasti Han Wang Zhan.. sial! Apakah Xuanyin mampu melawannya?” Guan Yu sedikit marah. Tetapi ia tidak mampu lagi bertarung saat ini. Ia hanya langsung berbaring di permukaan tanah karena rasa lelah yang luar biasa serta luka-luka yang cukup parah.
Sementara untuk Di Xu, ia terlihat bisa tumbang kapan saja. Lengan kirinya yang hilang memang berhenti mengeluarkan darah. Tetapi ia juga tidak mampu lagi pergi ke Medan perang sehingga ia hanya dibantu oleh satu anggota Klan Naga untuk mendapatkan perawatan pertama.
**
Sementara itu, Han Wang Zhan yang sedang bertarung dengan intens pun memasang wajah yang sangat muram karena ia melacak bahwa aura Bai Yuchen telah hilang. Ia masih dapat merasakan keberadaan Di Xu dan Guan Yu sehingga ia tau bahwa murid kebanggaannya telah tewas di tangan mereka.
Hal ini membuat Han Wang Zhan sangat marah. Dan Mu Xuanyin yang menghalangi jalannya untuk membantu muridnya adalah target untuk melampiaskan amarahnya yang tidak lagi terbendung.
__ADS_1