Dewa Naga Kehancuran

Dewa Naga Kehancuran
Kemenangan Yun Che


__ADS_3

Bintang Tianyu, Sekte Pedang


Semua Tetua dan juga murid inti yang telah mencapai ranah Mata Pedang sangat terkejut ketika melihat penampilan Yun Che. Mereka sungguh tidak percaya ketika menatap murid yang bahkan belum mencapai tingkat Penguasa Abadi tetapi telah mencapai ranah niat pedang tersebut.


Dengan niat pedang Mata Pedang, sudah bisa dipastikan bahwa Yun Che memiliki kekuatan satu garis tipis dibandingkan dengan para ahli pedang tingkat Penguasa Abadi tahap awal.


“Sungguh tidak terduga bahwa akan ada murid lainnya selain Huoyun Ying'er yang memiliki bakat pedang sehebat ini! Masa depannya sungguh tidak terbatas sama seperti pemuda bernama Jie Yan.” Kaisar Shi yang berada di bangku penonton berbicara dalam hati.


Untuk Qing Long, ia telah mengambil keputusan untuk mengirim Yun Che setelah kompetisi ke Sekte Pedang Utama bersama dengan Huoyun Ying'er dan Jian Xu. Namun ia tidak berpikir untuk mengirim Yun Che ke sana karena Sekte Pedang Utama hanya menerima murid dengan niat pedang Mata Pedang.


Selain dari itu, Jie Yan bukan kultivator pedang murni sehingga Sekte Pedang Utama tidak terlalu mementingkan Jie Yan nantinya.


Walaupun begitu, Qing Long sudah memiliki rencana untuk Jie Yan agar dapat masuk ke Sekte Pedang Utama, yaitu dengan cara membantu Jie Yan mencapai level Kultivasi paling tidak Penguasa Abadi tahap menengah.


Di arena, Yun Che yang telah mengeluarkan niat pedang terkuat yang ia miliki, menatap ke arah Qing Mu dengan datar seperti biasa.


Namun untuk Qing Mu, ia saat ini sudah gemetaran sedikit karena tau bahwa untuk mengalahkan Yun Che, hanya 20% kesempatan baginya untuk bisa menang. Untuk bertarung secara setara pun ia tidak yakin saat ini.


Raut wajah Qing Mu berubah dalam sekejap karena ia telah memutuskan. Jika Yun Che mampu menahan serangan terkuatnya, ia akan langsung mengakui kekalahan.


“Aku akui bahwa kau mungkin lebih kuat dariku! Ayo kita putuskan pemenang dengan satu gerakan!” ucap Qing Mu saat niat pedang setra konsep Cahaya Bulan meletus dari tubuhnya. Tanpa membuang waktu, ia pun langsung melesat dengan kecepatan tertingginya ke arah Yun Che lalu mengayunkan pedangnya.


Yun Che juga tidak menolak karena itu baginya merupakan tantangan dari seorang ahli pedang. Ia juga langsung bergerak dengan kecepatan penuhnya lalu mengayunkan Pedang Awan Abadi ditangannya.


“Pedang Awan Abadi, Tebasan Terbang!”


“Teknik Pedang Bulan, Tebasan Kecepatan Cahaya Bulan!”


Sraing! Sraing!

__ADS_1


Keduanya langsung melewati satu sama lainnya. Keduanya tampak berhenti beberapa detik dengan pose baru selesai mengayunkan pedang masing-masing.


Crang!


Pedang Qing Mu langsung terbelah menjadi beberapa bagian bersamaan dengan darah yang sangat banyak menyembur dari dadanya. Ia pun berlutut ke lantai arena karena tau bahwa ia kalah hanya dari pertukaran singkat tersebut.


Sementara untuk Yun Che, ia langsung memutar sedikit pedangnya lalu menyarungkannya dengan elegan.


“Aku menyerah...” Qing Mu berkata dengan samar lalu tergeletak ke permukaan tanah karena kehilangan kesadarannya. Luka yang ia terima cukup dalam tetapi itu tidak akan mengancam nyawanya jika diberi pertolongan pertama.


“Pemenang pertandingan ketiga adalah Yun Che!” Teriak Tetua Pertama ketika melihat Qing Mu yang tergeletak di permukaan arena. Ia langsung memerintahkan seseorang untuk membawa Qing Mu agar diberi pertolongan pertama.


“Woaaaa...!”


Para penonton bersorak keras ketika melihat kemenangan fantastis Yun Che.


“Aku tidak menyangka bahwa dua murid baru itu akan sekuat itu!”


“Menurutku pastilah Yun Che karena dia telah mencapai niat Pedang Mata Pedang!”


“Menurutku adalah Jie Yan karena dia memiliki kekuatan yang cukup aneh tetapi sangat kuat. Selain dari itu kecepatan teknik berpedang Jie Yan tidak dapat diprediksi!”


Para penonton pun berdiskusi satu per satu tentang kekuatan Jie Yan dan Yun Che. Tanpa sadar, keduanya telah menjadi bintang dalam kompetisi kali ini.


“Ahli pedang murni! Yun Che itu memang layak menjadi orang yang ingin aku lawan! Untuk Jie Yan, walaupun dia bukan ahli pedang murni, tetap saja aku ingin bertarung dengannya karena dia merupakan ahli dalam Belitan Qi Raja yang legendaris!” Batin Huoyun Ying'er saat menatap Yun Che yang turun dari arena lalu melirik ke arah Jie Yan yang tenang sepanjang waktu di kursi Perseta.


Para murid inti lainnya, mereka semua juga ingin bertarung dengan Yun Che, bahkan lebih berminat melawan Yun Che dari pada melawan Jie Yan.


Sebagai ahli pedang, mereka semua sangat suka membandingkan diri tentang keahlian pedang dengan ahli pedang lainnya.

__ADS_1


“Tampaknya kau memang telah berkembang sangat banyak. Setelah ini kemungkinan lawanmu adalah Qing Lan Yu, kau pasti akan kerepotan melawannya! Jangan sampai jatuh di tangan wanita.” Jie Yan berkata dengan nada acuh tak acuh ketika Yun Che duduk di dekatnya.


“Sama bagimu, jika melawan Qing Mo kau jatuh, maka aku berubah pikiran tentangmu!” Balas Yun Che acuh tak acuh.


Qing Mo, Qing Fei dan Qing Lan Yu mendengar keduanya dengan samar berbicara.


Untuk Qing Mo, wajahnya sedikit gelap karena ia merasa bahwa kata-kata Yun Che menyiratkan bahwa dirinya lebih rendah dari pendatang baru hanya karena memiliki niat pedang Mata Pedang.


“Bocah ini! Setelah aku menjatuhkan Jie Yan, aku akan menunjukkan perbedaan kita!” Dengus Qing Mo dalam hati.


Untuk Qing Fei, ia tidak peduli sama sekali karena saat melawan Qing Lan Yu juga ia tidak yakin menang.


Sementara Qing Lan Yu, ia melirik ke arah Yun Che sekilas karena ia merasa bahwa butuh usaha yang sangat besar baginya untuk menang jika bertarung dengan Yun Che.


“Selanjutnya adalah pertandingan keempat. Peserta Qing Fei dan Qing Lan Yu di persilahkan masuk ke arena!” ucap Tetua Pertama.


Qing Fei dan Qing Lan Yu pun langsung memasuki arena.


Di bangku penonton, Tetua Aula Penegak Hukum menatap ke arah Qing Lan Yu dengan lembut karena sebagai Guru, ia juga menganggap Qing Lan Yu sebagai cucunya sendiri.


“Sekte Pedang memang dipenuhi oleh talenta tingkat tinggi yang sangat banyak. Pertama adalah ke-delapan murid inti saat ini. Lalu ada Qing Mo, lalu Jie Yan dan Yun Che. Setelah itu, murid wanita bernama Qing Lan Yu. Sebagai murid sesepuh, dia pasti memiliki kemampuan mendekati para murid inti bukan?” Kaisar Shi di sebelah Qing Long berkata dengan nada sedikit memuji.


“Saudaraku, kau terlalu berlebihan. Selain dari itu, bukankah salah satu murid inti berasal dari Klan Shi?” Qing Long membalas dengan senyuman serta nada ramah.


Kaisar Shi hanya tersenyum karena memang benar. Walaupun Kekaisaran Shi hanya memiliki satu talenta dalam keahlian pedang, dalam bidang lainnya itu pasti membuat talenta di Kekaisaran Shi akan setara dengan Sekte Pedang.


“Apakah kalian siap?” Tanya Tetua Pertama menatap ke arah Qing Lan Yu dan Qing Fei.


“Ya.”

__ADS_1


“Tidak perlu membuang waktu, pertandingan Qing Fei melawan Qing Lan Yu, dimulai!” Teriak Tetua Pertama.


Dan itu membuat semua murid bersorak, terutama murid wanita karen mereka semua sangat menghormati Qing Lan Yu yang menjadi salah satu panutan bagi para murid untuk mencapai puncak jalan pedang.


__ADS_2