
Bintang Tianyu
“Sial! Apa yang terjadi? Kenapa binatang roh ini mengamuk?”
“Jangan remehkan aku sialan!”
Para murid berteriak dan mengutuk setiap saat ketika bertarung melawan para binatang roh yang cukup kuat. Mereka semua mengayunkan pedang dengan marah, mencoba menghabisi para binatang roh secepat mungkin dan keluar dari tempat itu.
Di barisan paling belakang, terlihat satu sosok wanita yang menatap hal itu dengan mata menyipit. Sosok wanita yang menggunakan jubah berwarna putih bercampur hitam langsung mencabut dua pedang yang ada di pinggangnya.
Wanita itu tidak lain adalah murid dari Tetua Pemimpin Aula Penegak Hukum. Dia adalah salah satu murid wanita paling berbakat di Sekte Pedang, dalam usia yang sangat muda dia mampu mencapai tingkat kultivasi Jiwa Abadi tahap puncak. Selain dari itu, kemampuan berpedang serta niat pedangnya sangat tinggi.
“Tampaknya ada seseorang yang membuat kekacauan!” Batin wanita tersebut dan melesat dengan kecepatan tinggi lalu mengayunkan pedangnya dengan cara yang anggun.
Sraing!
Jrezh!
Dalam satu tebasan, binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap puncak langsung dibunuh. Ini membuktikan betapa kuatnya kekuatannya sehingga bintang roh setingkat itu tidak mampu menahan satu gerakan darinya.
Murid wanita tersebut terus bergerak. Tidak ada binatang roh yang mampu menghentikannya. Tetapi tidak ada yang memperhatikan kejadian itu karena setiap murid saat ini sibuk melawan para binatang roh. Banyak juga murid yang langsung melarikan diri ke arah mereka datang karena sudah menyerah terhadap kompetensi.
Namun puluhan murid telah jatuh saat ini karena banyak murid lemah yang di incar oleh para binatang roh terkuat di tempat itu.
Kekacauan terjadi di tempat itu dalam sekejap mata.
Untuk Jie Yan, ia terus terbang di udara dengan kecepatan penuh tanpa halangan sama sekali karena Xia Yue'er akan membunuh setiap binatang roh yang mencoba mendekat.
“Sudah dekat!” Batin Jie Yan saat melihat dengan Mata Raja ujung dari hutan tersebut setelah bergerak hampir satu jam.
“Jie Yan, semakin jauh, binatang roh yang mencoba menghadang semakin kuat! Walaupun jenis binatang roh tipe terbang tidak terlalu banyak, aku tidak akan bisa menghabisi mereka semua seorang diri!” Xia Yue'er sedikit mengeluh karena semakin lama, semakin banyak binatang roh yang mendekat. Bahkan bintang roh yang hidup di atas pohon mencoba melompat dan menyerang mereka beberapa kali.
Jie Yan memutar bola matanya ke arah Xia Yue'er dengan sedikit jengkel. Memangnya siapa yang mengakibatkan situasi seperti ini terjadi?
__ADS_1
Keluhan Jie Yan hanya bisa dikatakan olehnya dalam hati karena Xia Yue'er tidak bisa disalahkan. Ia sangat paham bagaimana sifat Roh Peri mungil tersebut sehingga malas untuk berkomentar.
Ketika melihat semakin banyak binatang roh tipe yang bisa terbang mendekat, Jie Yan sudah memprediksi bahwa qi dan konsep miliknya mencukupi untuk mencapai ujung tempat tersebut jika menggunakan teknik pertahanan.
“Seni Kehancuran, Perisai Yin-Yang!”
Dung!
Lingkaran dengan pola Yin-Yang berputar dengan cepat di depan Jie Yan. Disaat itu juga, ia langsung mengendalikan Perisai Yin-Yang agar ikut bergerak bersamanya menggunakan qi.
“Yue’er, sudah waktunya!” ucap Jie Yan.
Xia Yue'er yang paham langsung membuat lingkaran formasi untuk meningkatkan kecepatan Jie Yan dengan buff kecepatan.
Tubuh Jie Yan bersinar terang dan kecepatannya meningkat tajam. Ia terus bergerak semakin jauh dari Yun Che yang berada dibelakangnya.
Yun Che dan para murid tingkat tinggi yang menatap itu terkejut dan merasa bahwa Jie Yan cukup gila.
Awalnya semua murid mengira bahwa itu hanya berfungsi untuk beberapa saat. Tetapi, perisai tersebut terus bertahan hingga Jie Yan meninggalkan mereka semua ke tempat yang sangat jauh.
Bahkan yang membuat para murid semakin merasa meragukan kehidupan adalah ketika binatang roh tingkat Jiwa Abadi tahap puncak disingkirkan ke samping oleh Perisai Yin-Yang tanpa bisa menembus perisai tersebut sekuat apapun mereka berusaha.
“Sialan! Sialan!”
“Pasti bocah itu sudah merencanakan semua ini dan membuat para binatang roh marah!”
“Aku akan menghabisimu ketika bertemu kembali!”
Para murid tingkat tinggi semuanya meraung marah dan mengutuk Jie Yan sekuat tenaga tetapi mereka tau bahwa mereka harus menyingkirkan para binatang roh dahulu agar dapat menghabisi Jie Yan di kompetisi selanjutnya.
“Ha-ha-ha! Ini sungguh menyenangkan!” Xia Yue'er berteriak kegirangan saat melihat mereka melintasi tempat itu tanpa hambatan sama sekali.
Jie Yan yang terus terbang hanya bisa terdiam seribu bahasa. Ia dapat merasakan qi dan konsep miliknya berkurang dengan sangat cepat. Tetapi ia yakin bahwa itu pasti akan cukup karena Xia Yue'er meningkatkan kecepatannya saat ini.
__ADS_1
Banyak hal yang menurutnya sangat disayangkan saat ini. Yaitu tentu saja para bintang roh di tempat itu. Ia yakin bahwa semua inti binatang roh itu menjadi sumber daya berguna. Tetapi ia tidak memiliki waktu untuk memanennya karena jika ia melakukannya, para murid lainnya pasti akan menyerangnya. Ia tentu mendengar para murid lainnya mengutuk dirinya hingga mati, sudah pasti jika ia berhenti ia akan diserang secara bersamaan.
Tidak lama kemudian, Jie Yan pun akhirnya tiba di ujung hutan lebat tersebut. Ketika keluar, matanya sedikit menyipit dan merasa kasihan kepada banyak murid di belakangnya.
Tentu saja itu dikarenakan apa yang ada di sana adalah tebing terjal yang sangat tinggi dan di bawah adalah danau yang sangat luas. Selain dari itu, dengan Mata Dewa miliknya, ia dapat melihat bahwa banyak binatang roh tipe air yang sangat kuat di sana.
Wusssh!
Jie Yan terus terbang di atas danau tanpa ada hambatan sama sekali. Ini memang keuntungan baginya karena tidak perlu berenang di dalam air. Ia pun melepaskan teknik pertahanan Perisai Yin-Yang. Sesuai dengan yang diharapkan olehnya bahwa qi-nya akan terima hampir seperempat ketika keluar dari hutan dan sisa qi-nya akan cukup untuk melewati danau besar tersebut.
Setelah terbang selama hampir satu jam, Jie Yan pun akhirnya melihat ujung dari danau tersebut.
Zhep!
Jie Yan berhenti di udara untuk beberapa saat lalu melihat ke arah belakang. Ia menemukan Yun Che di jarak pandangan yang ia buat walaupun itu masih sangat jauh.
Selain dari itu, ia yakin bahwa pasti ada beberapa murid yang telah melompat ke dalam danau untuk melewati tempat itu.
“He-he-he, ayo kita beri salam terakhir agar lebih banyak yang gugur.” ucap Jie Yan dengan nada jahat saat ia mengangkat telapak tangan kirinya mencapai depan wajah lalu qi dan konsep perlahan berkumpul dengan kecepatan tinggi lalu memadat membentuk bola seukuran kepala manusia berwarna hitam yang memercikkan petir setiap saat.
Menatap hal itu, Xia Yue'er berbinar lalu terkikik kecil dengan senyum jahat diwajahnya. Ia pun membentuk lingkaran formasi lalu bola cahaya memadat dengan kecepatan tinggi.
“Formasi Cahaya, Ledakan Bola Cahaya!”
“Bola Awal Kehancuran!”
Wusssh!
Kedua serangan tersebut melesat ke tempat jauh, itu mengarah ke arah bawah lalu dalam waktu kurang dari sepuluh detik, itu membentur permukaan air danau.
Bom!
Dua air berbentuk jamur raksasa terlihat dalam sekejap lalu Jie Yan bersama dengan Xia Yue'er pun meninggalkan tempat itu setelah memberi hadiah perpisahan kepada rekan seperjuangan.
__ADS_1