
Tatapan Arshad beralih pada Aisyah yang masih tertegun menatapnya.
"Jadi ini laki-laki yang selama ini kamu harapkan!? Ini laki-laki yang kamu cinta!? Ini selingkuhan kamu?! Hah?! Jawab aku, Aisyah!"teriak Arshad tanpa mempedulikan orang-orang sekitar.
"Mas, kamu kena_"
"Aku pikir kamu selama ini adalah perempuan yang baik. Bahkan sangat baik. Aku berusaha untuk tidak menyakiti kamu. Aku selalu mikirin perasaan kamu bahkan aku berusaha menerima kamu. Aku berusaha sebaik mungkin untuk berbaik hati sama kamu. Tapi ternyata kamu gak sebaik yang aku pikir. Kamu pelukan sama pria lain di tempat umum kayak gini. Kamu ingat gak sih kalau kamu punya suami? Kamu mikir gak,sih?!"ucap Arshad membuat setetes air mata jatuh di pipi Aisyah.
"Ini gak seperti yang ka_"Aisyah berhenti bicara saat melihat Laras yang berjalan mendekat ke arah mereka.
Anam mengerti situasi sekarang. Namun apa yang harus ia lakukan? Ia harus menjelaskan kesalahpahaman ini.
"Ar_"Aisyah menahan Anam dengan memegang pergelangan tangan Anam. Anam menatap Aisyah yang menggeleng kecil padanya.
__ADS_1
Aisyah menatap Arshad dan Laras dengan mata berkaca-kaca. Dengan helaan nafas panjang, Aisyah berusaha menguatkan dirinya.
"Terus apa bedanya sama kamu sekarang? Kamu jalan sama perempuan lain tanpa mikirin perasaan aku. Sekarang aku balik pertanyaannya, kamu ingat gak sih kalau kamu itu sudah beristri? Kenapa gak kamu perjelas aja semuanya? Jujur aja kalau kamu sekarang berusaha cari-cari kesalahan aku supaya kamu punya alasan untuk menceraikan aku. Iya,kan? Mungkin kamu lupa satu hal. Dengan senang hati aku akan bikin kamu ingat. Jangan pernah urus urusan aku begitu pun sebaliknya. Menurut kamu siapa yang bilang itu? Kamu atau aku? Satu hal lagi. Jangan pernah ngaku sebagai istri kamu di depan umum. Itu siapa yang bilang? Kamu atau aku? Dan sekarang siapa yang melanggar kata-kata itu? Kamu atau aku? Bahkan kamu sendiri aja gak konsisten dengan perkataan kamu sendiri."tutur Aisyah mengeluarkan kekesalannya.
"Kamu gak tau gimana perasaan aku saat kamu bilang itu dan kamu bilang apa tadi? Berusaha untuk tidak menyakiti aku? Berbaik hati? Mungkin kamu belum paham makna 'tidak menyakiti' yang sebenarnya."sambung Aisyah lalu ia menarik tangan Anam untuk meninggalkan Arshad yang terdiam membisu dengan ingatan-ingatan kala itu.
Setetes air mata pun jatuh di pipinya membuat dirinya tersadar dan langsung bergegas mengejar Aisyah yang sudah berada di dalam mobil milik Anam. Perasaannya saat ini tak karuan. Ia merasa jika ia tidak mengejar Aisyah saat itu juga, maka dia akan sangat menyesal. Namun belum sempat Arshad mengejar, mobil tersebut sudah pergi meninggalkannya.
Aisyah pun terus menangis sepanjang jalan sembari menatap keluar jendela. Sesak di dadanya terasa begitu menyiksa. Sulit baginya untuk menahan isakanya yang terdengar begitu menyakitkan. Anam hanya bisa diam saat ini. Memberi waktu untuk adiknya melepas kesedihannya. Walaupun ia tak begitu mengerti apa yang terjadi, tapi dia yakin adik semata wayangnya itu sudah melewati hari-hari yang rumit. Betapa sedihnya ia saat ini melihat tangis adiknya tersebut.
"Rasanya bahkan lebih hancur dari kata hancur itu sendiri. Apa semuanya sudah terlambat,syah?"ucap Arshad lirih.
Arshad berbalik dan mendapati Laras sedang menatap dirinya sendu.
__ADS_1
"Aku selalu berharap bisa melihat tatapan itu di mata kamu. Akhirnya sekarang aku bisa lihat itu. Sayangnya, itu bukan buat aku, tapi buat Aisyah. Dua tahun kita sama-sama, aku pikir udah menjadikan aku orang yang paling berarti buat kamu bahkan menjadi orang yang paling kamu cintai. Tapi nyatanya aku gak pernah menempati posisi itu. Kamu gak pernah benar-benar mencintai aku. Dulu yang kamu cinta cuma gadis yang menjadi cinta pertama kamu dan sekarang posisi yang sulit aku tempati itu, dengan mudahnya ditempati oleh Aisyah. Aisyah perempuan yang luar biasa,Ar. Sekarang aku ngerti kenapa ummi memilih Aisyah untuk kamu. Kejar Aisyah dan jangan pernah sia-siakan dia!" Arshad yang mendengar penuturan yang tulus dari Laras itu, tersenyum pilu dan mengangguk pelan.
"Aku laki-laki yang jahat,Ras."
"Banget. Kamu laki-laki paling jahat yang pernah aku kenal."
Arshad tersenyum dengan air mata yang terus mengalir. Benar, dia adalah lelaki yang sangat jahat. Bahkan dia sudah membuat dua orang perempuan tersakiti.
"Berhenti senyum kayak gitu! Kamu jelek tau gak. Pakai mobil aku! Aku bisa pakai taksi. Kamu harus cari dan kejar Aisyah! Sekarang!"
Arshad mengangguk cepat dan langsung meninggalkan Laras yang berusaha untuk tetap tersenyum walau sulit.
"Aku bisa aja mempertahankan kamu,Ar. Tapi cinta bukan tentang keegoisan."
__ADS_1