
Terkadang menjadi begitu khawatir memang diperlukan saat seseorang yang penting bagi kita bahkan menganggap enteng masalahnya sendiri. Kita bahkan lebih takut dibandingkan dengannya. Tapi bagaimana lagi jika keras kepalanya membuat kita kesal namun tak berdaya dalam waktu bersamaan?
Arshad lah yang begitu khawatir sekarang. Pagi ini Rizky masuk ke kamar rawat Aisyah. Bukan sendirian, tapi dia membawa seseorang bersama dengannya. Seorang pria tampan yang kemarin juga sempat dia lihat tengah berbincang dengan Aisyah di taman. Ternyata pria itu adalah dokter kenalan Rizky dari Singapura. Dokter muda yang sudah sangat sukses diusianya. Dokter Arya.
Setelah banyak perbincangan yang mereka lakukan, Arshad merasa sedikit tenang. Dia merasa ada harapan untuk Aisyah. Mungkin dengan adanya Arya, Aisyah mungkin bisa bertahan. Namun setelah pertemuan itu, hal yang tak terduga terlontar dari mulut Aisyah.
"Aku gak mau."ucap Aisyah spontan kala Arshad tersenyum penuh arti padanya. Tentu saja raut wajah bahagia serta senyum itu langsung pudar. Berubah menjadi serius bercampur kebingungan. Apa lagi yang salah dengan Aisyah?
"Maksud kamu apa? Kamu gak mau terima tawaran operasi tadi?"tanya Arshad menuntut penjelasan dari Aisyah yang menatapnya sama tak kalah tajam dengan tatapan Arshad.
"Aku yakin kamu juga tau alasan kenapa aku menolak, mas. Aku tetap tidak akan mengambil keputusan besar itu. Aku juga yakin kamu sama takutnya dengan aku. Aku gak bodoh, aku tau pasti bagaimana perasaan kamu saat mendengar penjelasan dari kak Rizky saat itu. Kamu diam dan bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja padahal pikiran kamu gak sesuai dengan apa yang kamu tampilkan. Kamu gak pernah berani membahas tentang operasi karena ketakutan kamu sama besarnya dengan yang aku rasakan, mas!"jelas Aisyah sedikit menekankan perkataannya diakhir. Bukan apa-apa, tapi Aisyah juga yakin banyak orang yang akan takut jika harus dihadapkan dengan masalah seperti yang dia alami sekarang.
Memilih antara menjalani operasi itu atau tidak. Jika tidak, maka hidupnya tidak akan bertahan lebih lama lagi. Jika dia mengikuti saran operasi itu, maka kemungkinannya untuk hidup akan lebih kecil kalau operasi itu tidak berhasil. Bagaimana pun juga ini adalah operasi besar. Yang Aisyah pikirkan bagaimana jika benar operasi itu tidak berhasil? maka waktu berharga yang selama ini Aisyah impikan untuk bisa menghabiskannya bersama Arshad akan hilang.
"Memang benar aku takut mengambil keputusan. Benar aku juga sama takutnya dengan kamu. Tapi jika operasi ini berhasil kamu bisa bertahan, syah. Gak ada yang lebih penting buat aku selain kamu bisa tetap hidup."
"Hidup pun juga hanya bisa bertahan beberapa tahun setelah itu. Itu cuma takdir yang dipaksa menjadi indah yang aku rasa juga percuma. Kamu tau apa yang paling menakutkan buat aku? Itu saat aku tau apa pun cara yang kita lakukan, aku akan tetap pergi!"
"KAMU GAK AKAN KEMANA-MANA, AISYAH! Tolong jangan pernah sebut kata 'pergi' itu!"
__ADS_1
"Terus aku harus sebut apa?! Meninggal?!"
"AISYAH!"emosi Arshad sudah kelewat batas. Salahkah jika dia menyetujui tawaran itu?
"Kenapa sih kamu gak mau mengerti ketakutan aku, mas? Aku takut kalau hari dimana aku akan di operasi adalah hari terakhir aku bisa lihat kamu, mas. Aku masih ingin menghabiskan waktu sedikit lebih lama lagi bersama kamu. KENAPA KAMU GAK MAU NGERTI?!"
"Aku mengambil keputusan ini juga dengan pemikiran yang matang, syah. Selama berhari-hari aku selalu memikirkan keputusan apa yang terbaik untuk aku ambil. Aku rasa operasi adalah jalan terbaik. Ditambah dengan kedatangan Dr. Arya. Aku semakin yakin kalau operasi itu akan berhasil. Kalau soal berapa lama kamu bisa hidup setelah berhasilnya operasi, kita pikirkan itu nanti. Aku yakin Allah tidak akan se tega itu pada kita."
"Ketakutan aku ini beralasan, mas. Kenapa sulit untuk kamu mengerti?"
"APA BEDANYA DENGAN RASA TAKUT AKU?! YANG AKAN KEHILANGAN ITU AKU! YANG AKAN DITINGGALKAN ITU AKU! DAN AKU YANG PALING MERASA TAKUT DI SINI. Tapi... tapi aku yang paling yakin dengan kesembuhan kamu. Apa gak bisa keyakinan aku ini juga tumbuh di hati kamu? Aku lebih merasa kacau, Aisyah. Kamu gak tau gimana rasanya setiap malam aku gak tidur cuma untuk memastikan kalau kamu masih ada. Kamu gak tau gimana perasaan takut aku setiap kali akan memejamkan mata, aku merasa kacau kalau saja saat bangun aku mendapati kamu... pergi ninggalin aku. Aku bahkan berharap Allah mengambil nyawa aku lebih dulu sebelum Allah ambil nyawa kamu karena aku takut menanggung rasa sakit kehilangan."
"Aku bisa gila, sayang..."air mata pun jatuh dari mata Arshad. Hanya Aisyah yang bisa membuatnya sehancur ini. Hanya Aisyah yang mampu mengacaukan perasaannya. Sesak terasa di dadanya saat berusaha menahan rasa kacau di hati dan pikirannya yang kini berubah menjadi butiran-butiran bening air mata. Arshad juga sama takut dan kacaunya seperti Aisyah. Tidak ada orang yang mau kehilangan. Tak ada orang yang menginginkan perpisahan seperti ini.
BUGH BUGH
Arshad memukul dadanya,"sesak ini sama gilanya dengan rasa takut itu."setelah itu Arshad berbalik meninggalkan Aisyah yang tambah menangis sejadi-jadinya.
Mengapa Aisyah harus menderita seperti ini? Dulu di saat dia mengharapkan pengakuan Arshad terhadap dirinya, dia juga cukup menderita. Tapi di saat harapan itu terwujud, kenapa hal ini harus terjadi?
__ADS_1
Yang Aisyah inginkan adalah bisa mengulang semuanya dari awal bersama Arshad. Hanya itu keinginannya. Aisyah hanya ingin membangun hidup baru yang lebih baik bersama Arshad.
__________________
Di sisi lain Arya yang berada tak jauh dari ruang rawat Aisyah, melihat Arshad yang keluar dari ruang rawat tersebut dengan tampilan kacau. Arya tak bodoh untuk menyadari apa yang terjadi diantara Arshad dan Aisyah. Dia tau bahwa mengambil keputusan besar tersebut, tentu saja akan sulit.
Arya juga cukup terkejut karena pasien penting yang disebutkan Rizky ternyata adalah wanita yang beberapa hari ini menarik perhatiannya. Dan lebih terkejut lagi karena ternyata Aisyah sudah menikah.
Sejujurnya Arya merasa kecewa menerima kenyataan bahwa Aisyah sudah menjadi milik orang lain. Bagi Arya, jatuh cinta itu sulit. Tapi menjadi mudah jika wanita itu adalah Aisyah. Perasaan ini salah. Dia tau itu, tapi dia juga tau bahwa ini tak bisa dicegah.
"Hei, ada apa Dr. Arya? Kenapa diam di sini?"tegur Rizky tiba-tiba datang membuatnya tersentak.
"Saya hanya berpikir tentang keputusan apakah yang akan mereka ambil nantinya? Sangat disayangkan, diusia yang masih sangat muda, Aisyah malah menderita penyakit itu."ucap Arya beralibi.
"Benar, Aisyah sudah saya anggap seperti adik saya sendiri. Tidak menyangka ini akan terjadi. Bagimana pun juga ini sudah kehendak-Nya. Baiklah, kalau begitu saya tinggal dulu. Ada pasien yang harus saya kunjungi."
"Baiklah..."
Setelah kepergian Rizky, Arya langsung menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Halo?"
"Saya akan kirimkan sesuatu pada kamu, tolong cari tau semua yang saya inginkan."