DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Belajar kelompok


__ADS_3

Guru biologi minta murid muridnya untuk tidak merasa jijik dengan binatang katak, untuk melihat organ organ dalam tubuh katak.


" Anak anak, kali ini kalian wajib belajar kelompok yah, pembedahan organ dalam katak, kalian perhatikan didalam badan katak ada organ apa saja dan kalian foto juga, saat pelajaran saya kalian wajib presentasikan ke saya langsung. " Tegas Guru biologi, yang berharap murid muridnya tidak merasa jijik, saat kerjain tugas kelompoknya.


" Bu, yang bener saja Bu, masa kita harus melihat organ dalam katak sih Bu" Protes Agni kesel, karena gurunya seenaknya kasih tugas ke muridnya.


"  Ibu tidak mau tahu, kalian harus menjalani tugas ini dan kalian jika tidak kerjain tugas ini dianggap bolos sekolah,  kalian masuk kelas IPA harus siap dengan tugas pegang binatang apapun dan guru juga tidak akan memberikan tugas yang memang membahayakan kalian mengerti." Tegas Guru biologi sedikit kesel, karena muridnya tolak tugas yang dikasih


" Ada uang semua aman, lebih baik bayar temen yang satu kelompok deh, dari pada harus jijik pegang katak selama kerjain tugas kelompok." Batin Feri yang tidak ingin siksa diri untuk melihat isi bagian badan katak demi kerjain tugas.


" Kelompoknya sesuai keinginan ibu atau kita yang pilih Bu?" Tanya Aziel yang tidak ingin protes, karena sadar masuk kelas IPA tidak boleh merasa jijik setiap kali pegang binatang secara langsung.


" Sesuai keinginan ibu saja, Krena jika pilihan kalian, tidak akan bener kerjaain tugasnya, baiklah kelompok pertama Kiki, Aziel, dan Agni, lalu kelompok dua Feri, Vivi, dan Dina." Lanjut Guru Biologi, kasih tahu nama nama kelompok untuk tugas kali ini.


" Sial, dua perempuan, mana bisa bayar mereka huh menyebalkan sekali." Batin Feri kesel karena tidak mendapatkan kelompok dengan laki-laki saja, supaya Feri bisa bayar sesuai keinginannya Feri.


" Yes, bersama si culun dan Kiki, lumayan bisa modus untuk tidak pegang binatang katak selama kerjain tugas. " Batin Agni bahagia, karena gurunya memberikan kesempatan kerjain tugas bersama dua cowok pinter dikelasnya.


" Yah sudah, ibu pamit dan minggu depan kalian jangan tidak kerjain tugas sama sekali, karena jika tidak kalian akan rugi sendiri." Tegas Guru Biologi yang tidak ingin, rencana kasih tugasnya sia sia.


" Baik bu" Teriak serentak Aziel bersama temen temenn satu kelasnya.


Guru Biologi keluar dari kelas, membuat temen temnnya Aziel rame karena dikasih tugas membedah katak dan jika menolak tentunya akan membuat nilai Feri dan temen temennya mendapatkan nilai jelek.


" Agni apa kamu jijik jika pegang katak?" Tanya Aziel melihat Agni yang tidak ribut seperti temen temnnya.


" Ngapain harus merasa jijik, jika yang pegang katak itu kamu dan Kiki, sedangkan tugas saya kan mencatat saja kan." Ucap Agni dengan santai, karena tahu jika Aziel kagum dengan agni

__ADS_1


" Mana boleh seperti itu Agni, harus bareng bareng lah kerjain tugasnya, jangan karena perempuan tidak bantuin sama sekali." Protes Kiki yang tidak terima jika Agni tidak mau pegang katak sama sekali.


" Biarin saja lah Ki, kita saja yang bedah dan Agni yang catat apa saja yang kita lihat nanti. " Lanjut Aziel yang tidak keberatan jika Agni yang catat sedangkan Aziel dan Kiki yang bedah


" Nah itu temen yang baik Ki, kasih pengertian ke perempuan" Lannjut Agni dengan bangga, karena Aziel tidak keberatan kerjain tugasnya tanpa dibantu oleh Agni sama sekali


Kiki kesel sekali karena Aziel mau saja repot sendiri, kerjain tugas bedah katak tanpa minta Agni bantuin sama sekali.


Dilain sisi, Bunda nya Aziel datang ke kantor suaminya, karena mau ajak makan siang bersama .


" Apa bunda kecepatan kesini nya?" Tanya Bunda nya Aziel, yang masuk kedalam ruangan suaminya.


" Tentu tidak sayang, kemari lah masa aku bilang kecepatan sih, aku justru senang sekali karena bunda ke sini sebelum makan siang kita bisa olahraga sebentar kan di kamar pribadi aku." Ucap Ayah nya Aziel, yang selalu memanfaatkan keadaan untuk bisa romantis bersama istri tercinta


" Dengan senang hati sayang, masa aku tolak sih sudah kewajiban seorang istri turutin keinginannya Suami" Lanjut Bunda nya Aziel yang kunci pintu ruangan suaminya, supaya tidak ada yang masuk tiba tiba kedalam ruangannya.


" Aziel, kamu dan Agni satu kelompok yah Dengan saya, karena saya tidak mau satu kelompok Dengan wanita itu." Tegas Feri, Feri tidak ingin merasa jijik sendirian pegang katak


" Mana boleh seperti itu Feri, bisa bisa dimarahin dong oleh guru nantinya, saya tidak mau kena marah cuman karena kamu saja." Ucap Aziel yakin tidak ingin ganti ganti temen kelompoknua.


" Enak sekali kamu menentukan mau bersama siapa, saya juga tidak mau diganti lah karena takut ditegur karena bantuin kamu." Protes Kiki tidak terima karena Feri mau ganti kelompok


Bruk, Kursi rodanya Aziel jatuh ke lantai karena didorong oleh Feri, membuat Aziel jatuh dari kursi roda.


" Kamu sih Aziel, nurut saja sih apapun perintah Feri, jika dia ingin ganti yah dituruti saja, dari pada kamu didorong sampai jatuh seperti itu, jadi orang pelit sekali sih." Protes Agni heran, karena Aziel tidak setuju karena Kiki diminta pindah kelompok saja.


" Dia mau bersama saya, bukan karena mau kerjain tugas bareng tapi mau manfaatin saya dan supaya saya kerjain tugas sendiri, karena saya tadi denger Feri protes dikasih tugas oleh bu guru tadi." Tegas Aziel sambil menahan, rasa sakit pada kedua kakinya.

__ADS_1


" Kalo mau kamu bersama Feri saja, biar kita berdua bersama Vivi dan Dina, kita lihat dia mau kerjain tugas bersama kamu saja atau tidak, jika dia tidak ingin bersama mereka." Lanjut Kiki, yang berusaha bantuin Aziel berdiri dan berdiriin kursi rodanya Aziel


" Memangnya bersama kita kenapa tidak mau? ini kan tugas bersama sama?" Tanya Dina yang denger keributan Feri bersama Kiki, Aziel, dan Agni.


" Memangnya perempuan tidak bisa apa pegang Katak, walaupun merasa jijik pasti mau dipegang demi kerjain tugas bersama sama?" Tanya Vivi yang tidak merasa keberatan untuk pegang katak selama kerjain tugas.


" Halah, disini saja kalian berani pas sudah didepan mata, juga bda lagini ucapan kalian, sudaah jangan pada membantah ucapan saya, saya bersama Aziel dan Agni, sedangkan kalian bersama Kiki dan dilarang protes." Tegas Feri yaang tidak ingin dibantah sama sekali.


" Sampai saya koma sekalipun, saya tidak ingin ganti nama nama kelompok saya, karena saya berusaha menghargai keinginan bu guru, dan tidak akan pernah takut dengan orang payah seperti kamu." Lanjut Aziel sambil menahan sakit pada badannya, habis jatuh dari kursi roda, karena didorong oleh Feri cukup keras.


Feri mengepalkan tangannya, saking emosinya karrna Aziel Semakin berani melwan Feri didepan temen temnya.


" Aziel, kamu mimisan? kita keruang UKS Sekarang yah?" Tanya Dina yang melihat Aziel mimisan


" Tidak usah saya bisa Sendiri" Lanjut Aziel, disaat Aziel mau menjalankan kursi rodanya tiba tiba, pingsan membuat temen temennya panik melihat Aziel yang tiba tiba menghentikan jalan kursi rodanya dan tiba tiba memejamkan kedua matanya.


Kiki dan temen temen sekelas, akhirnya bawa Aziel ke ruang UKS, Dokter jaga melihat Aziel, didorong masuk oleh temen temen sekelasnya, merasa kwatir karena Azriel tidak sadar kan diri.


" Dia kenapa? kenapa pingsan seperti itu?" Ucap Dokter jaga, pelan pelan turunin Aziel keatas tempat tidur.


" Tadi Aziel didorong cukup keras oleh Feri, Aziel sempet mimisan dan tiba tiba tidak sadarkan diri seperti itu dokter " Ucap Kiki terus terang, berusaha tidak takut Dengan Feri, orang seperti Feri jika didiemin terus semakin seenaknya.


" Astaga, Feri kamu semakin keterlaluan, memangnya tidak bisa bicara baik baik? jika temen kamu tidak bisa turutin apa mau kamu, yah sudah biarin saja, dari pada semakin memburuk kondisinya." Lanjut Dokter jga, yang tidak habis fikir dengan Feri, yang selalu saja sakitin temen temen sekolahnya.


"Terus sekarang kondisi Aziel bagimana?" Tanya Kiki cemas


" Kaki Aziel membekak kembali, setelah tertindih kursi roda tadi, penyebab Aziel pingssn karena benturan keras saja tadi, tapi nanti juga sadar kok, Feri, jika kondisi Aziel semakin memburuk kamu harus mempertanggung jawabkan atas kenalan kamu, kamu fikir tidak akan menjadi masalah. jika Aziel semkin memburuk" Tegas

__ADS_1


__ADS_2