DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Menikmati malam


__ADS_3

Aziel melihat Agni bangun tidur, langsung memberikan minum untuk Agni karena istrinya tidur terlalu lama.


" Maaf yah sayang, aku tidurnya terlalu lama yah." Ucap Agni, menerima minum yang diberikan oleh Aziel dan langsung diminum habis.


" Santai saja sayang, oh yah Bunda dan Ayah berangkat ke keluar negeri untuk kerja sayang, tadinya mau aku bangunin tapi tidak tega karena kamu lagi tidur nyenyak." Ucap Aziel, Aziel pegang tangannya Agni yang terlihat kesel karena orang tuanya pergi.


" Biarin saja lah sayang, mandi yuk terus kita menikmati malam sepuasnya jalan-jalan berdua yuk sayang." Lanjut Agni yang sudah tidak peduli, orang tuanya sibuk kerja terus dan Agni sudah tidak merasa kesepian lagi karena sudah ada Aziel didalam hidupnya.


" Hayo jalan-jalan, kita menikmati malam pengantin kita dengan jalan-jalan sepuasnya sayang." Lanjut Aziel, langsung gendong Agni untuk jalan ke kamar mandi.


Aziel senang melihat Agni walaupun sedih tapi masih bisa menutupi rasa sedihnya, dan mau diajak jalan-jalan berdua.


Dilain sisi, Feri tidak sabar masuk sekolah, ketemu temen-temennya yang malas jenguk Feri selama sakit.

__ADS_1


" Awas mereka, berani sekali kompakan tidak kesini, akan saya bikin kalian semakin nunduk dengan saya!." Protes Feri kesal, karena temen-temennya tidak ada yang mau jenguk ke rumah sakit. Aziel dan Agni cuman sekali saja apa lagi aziel tidak membantu Feri belajar sama sekali.


" Kamu jangan begitu Nak, stop menindas temen kamu Feri, ingat waktu kamu buta sayang, kamu mau melakukan apapun masih butuh orang lain. Jika kamu terus. Jahat dengan temen sendiri, mereka juga akan menjauh dari kamu, sekarang saja kamu masih lumpuh dan membutuhkan bantuan orang lain, jadi Bunda minta kamu stop menindas temen-temen kamu lagi. Kamu harus ke sekolah untuk belajar dengan normal dan minta maaf didepan temen-temen kamu yang selama ini kamu sakitin!." Tegas Maryam, yang berharap anaknya bisa bersikap baik ke orang lain dan tidak seenaknya terus.


" Huh! Jagoan kok minta maaf sih Bunda, Feri mau belajar dirumah walaupun sudah bisa melihat dan Feri akan ke sekolah kalo sudah bisa jalan dengan normal, kembali menjadi jagoan di sekolah!." Protes Feri tidak setuju, harus bersikap baik dengan temen-temennya.


" Astaga! Sombong sekali anak ini, ternyata musibah menimpa kamu, tidak membuat kamu berubah sama sekali yah Feri. Tetep saja menjadi orang sombong dan seenaknya!." Lanjut Maryam kesal dan tidak menyangka, jika anaknya tidak ingin minta maaf ke temen-temennya sama sekali.


Dilain sisi, Agni pakai jaket, sarung tangan, Kaos kaki, dan helm. Untuk menikmati jalan-jalan malam, supaya tidak masuk angin kelamaan diatas motor.


" Unik juga, Aziel ternyata tipe cowok yang mau tibet ternyata, tapi suka melihatnya persiapan yang dia lakukan." Batin Agni senang, melihat Aziel bawa barang bawaan, untuk jalan-jalan berdua.


" Iyah sayang, yuk jalan sayang, untungnya besok masih hari libur yah, jadi kita bisa jalan-jalan lebih puas." Ucap Agni langsung pakai helm, walaupun pertama kalinya jalan-jalan naik motor dan pakai perlengkapa lengkap sesuai keinginan Aziel, tidak ditolak oleh Agni.

__ADS_1


Dilain sisi, Kiki menyatakan cintanya pada Vivi, Kiki selama ini mencintai Vivi, dan ingin sekali menjadikan Vivi pacarnya.


" I love you Vi, aku selama ini mencintai kamu, mengagumi kamu, dan ingin sekali bisa menjadikan kamu pacar aku dan belahana jiwa aku." Ucap Kiki, Kiki sengaja ajak Vivi ke taman kota untuk menyatakan perasaannya ke Vivi.


" Iyah mau Ki, terimakasih yah beberapa hari ini lebih perhatian dan membuat saya nyaman dideket kamu." Ucap Vivi bahagia dan tidak menyangka, temen yang sering memberikan perhatian lebih ternyata memiliki perasaan untuk Vivi.


Vivi ambil bunga yang dipegang oleh Kiki, dan merasa senang karena akhirnya merasakan punya pacar juga.


Dilain sisi, Agni menikmati angin malam berdua dengan Aziel, yang sesekali melihat belakang sambil senyum melihat Agni.


" Sayang, aku bahagia sekali, pertama kalinya bisa ajak anak orang jalan-jalan jam segini sayang." Ucap Aziel bahagia dan tidak menyangka, bisa ajak Agni jalan-jalan jam delapan malam.


" Sama sayang, pertama kalinya aku diajak jalan bersama cowok, jam segini sayang bahagia sekali sayang. Tidak akan dilarang dan tidak akan takut diajak jalan malam-malam bersama suami sendiri." Ucap Agni bahagia sekali, karena bisa menikmati jalan-jalan sepuasnya tanpa takut dimarahin dan tanpa takut dirusak sama sekali.

__ADS_1


Aziel pegang tangannya Agni dan mencium tangannya Agni, saking bahagianya bisa jalan-jalan malam juga.


__ADS_2