DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Pindah sekolah


__ADS_3

Aziel pasrah karena orang tuanya sudah tahu penyebab kakinya bengkak, bahkan jika tidak diobatin bisa-bisa lumpuh.


" Sepertinya kamu harus pindah sekolah Aziel, sekolah disitu tidak baik untuk kamu dan bikin kamu terancam lumpuh." Ucap Ayah nya Aziel tidak terima anaknya jadi sakit seperti ini.


" Jangan pindah Ayah, karena prestasi Aziel di sekolah itu bagus dan jika harus pindah harus beradaptasi dari awal, dan harus kejar banyak pelajaran." Ucap Aziel yang tidak ingin pindah sekolah, cuman karena kejahilan Feri saja.


" Jangan bodoh Nak, mau sampai kapan kamu ditindas oleh temen kamu? Mau sampai koma yang akhirinya pasrah pindah?." Tanya Ayah Nya Aziel yang tidak tega melihat anaknya sakit seperti sekarang.


" Aziel ikhlas, lagian orang nakal yang tidak mampu kerjain tugas sekolah, lama-kelamaan akan menyerah dengan sendirinya, walaupun minta dengan kekerasan Ayah." Lanjut Aziel yang percaya jika suatu saat Feri akan sadar, bahwa tenaga tidak akan selamanya beli prestasi tanpa ada usaha dari diri sendiri.


" Tapi Ayah yang tidak terima Azriel, jika melihat kamu semakin disakitin oleh temen kamu." Lanjut Ayah Nya Aziel yang kesel dengan anaknya, yang masih mau sekolah,  disekolah yang sekarang.

__ADS_1


" Ikhlas saja yah Ayah, yang penting Aziel berprestasi, dan bisa mengerti materi yang Aziel pelajarin sekarang." Bujuk Aziel yang berusaha untuk tidak dipindah kan.


" Baik lah Aziel, jika itu yang kamu inginkan, Ayah ikhlas apapun yang kamu alami selama sekolah disitu." Lanjut Ayah Nya Aziel yang pasrah, dengan keadaan anaknya, karena Aziel tidak mau pindah sekolah, dengan alasan mempertahankan prestasinya.


Aziel senang karena akhirnya Ayah nya bisa dibujuk juga, Aziel akan berusaha sabar dan ikhlas apapun yang dilakukan oleh Feri setiap kali tidak dikasih jawaban tugas sekolah.


Dilain sisi, Agni ajak Violet untuk membuat pudding, supaya bisa di makan tengah malam sambil nonton drama korea.


" Boleh juga Agni, di dapur juga ada sih bahan-bahannya. Yah sudah yuk kita masak sekarang. " Ucap Violet yang selalu simpan cemilan banyak didalam kulkas, supaya setiap Violet makan pudding langsung makan tanpa harus nunggu pesanan online datang ke rumahnya.


" Bagus sekali, hayo kita eksekusi untuk bikin pudding yang kita mau." Lanjut Agni yang selalu suka diajak masak bareng, lebih seru dari pada masak sendirian.

__ADS_1


Dilain sisi, Feri kesel sekali, lagi asik asiknya main basket dipaksa harus pergi oleh mahasiswa yang mau pakai lapangan umum juga.


" Woy, anak kecil pergi sana!  kita mau main basket nih!." Teriak Anjas menatap Feri, yang lagi pegang bola basket.


" Heh, kita duluan yang disini!, enak sekali kamu usir kita dari sini, lagian belum waktunya kita pergi juga!" Bentak Feri kesal karena tiba-tiba disuruh pergi oleh Anjas dan temen temennya.


" Kita tidak peduli sama sekali, kita mau main basket sekarang dan kalian wajib pergi sekarang dari lapangan ini!." Bentak Anjas menatap sinis kearah Feri dan temen temen.


" Maksa sekali jadi orang, kita duel siapa yang menang dia lah yang punya hak main basket sekarang, bagaimana apa berani?" Tanya Feri nantang, Feri tidak mau kalah dengan orang-orang yang merasa lebih tua.


" Siapa takut melawan anak kecil sok jagoan seperti kamu." Tantang Anjas balik, tidak akan mundur untuk main basket bersama temen-temennya, apa lagi harus ngalah begitu saja.

__ADS_1


Feri langsung ajak temen-temennya untuk melawan Anjas, jangan sampai kalah dengan anak kuliah seperti Anjas.


__ADS_2