
Feri tidak sengaja mendengar pembicaraan orang tuanya, Feri mundur selangkah tidak percaya jika semua harta Ayah nya jatuh ke tangan istri keduanya, Feri jalan pelan-pelan menghampiri kedua orang tuanya yang lagi ngobrol serius.
" Apa yang Feri denger tadi tidak bener kan?, Ayah tidak sebodoh itu kan menyerahkan semua kekaayaan Ayah ke istri ke dua ayah?." Tanya Feri, yang tidak sanggup harus jatuh miskin, karena kebodohan Ayah nya, yang mudah serahkan harta kekayaan nya ke istri mudanya.
" Iyah bener Feri, apa yang kamu denger tadi, ayah kamu ternyata sebelum menikah dengan janda beranak satu itu, kasih semua hartanya ke janda itu dan kita tidak punya apapun ternyata, karena anaknya meninggal dunia karena kecerobohan Ayah, membuat dia ingin menguasai rumah kita beserta isi nya, jika kita masih mau tinggal dirumah Ayah, harus urus dia selama perempuan itu buta." Ucap Bunda nya Feri tidak menyangka, jika suaminya bisa dengan mudah memberikan semua hartanya dan tidak disisakan untuk Feri sama sekali.
" Apa!, kita jadi pesuruh perempuan yang tidak bisa melihat itu? Yang bener saja sih Bunda, menjatuhkan harga diri sekali jadi pesuruh dirumah sendiri?." Tanya Feri kesal, menerima kenyataan pahit dalam keluarganya.
" Maafkan Ayah Feri, dulu ayah begitu mencintai perempuan itu, dan tidak tega jika anaknya hidup susah karena Ibu nya cuman karyawan biasa di supermarket, oleh karena itu serahkan semua harta Ayah untuk menjamin kehidupan nya lebih layak dan sekarang anaknya meninggal justru membuat istri kedua Ayah mau berkuasa dirumah kita, yang selama ini masih mau tinggal dirumah kontrakan dan yang penting kebutuhan hidupnya terpenuhi. Maafin Ayah Feri." Ucap Ayah nya Feri menyesal, karena sudah melakukan kesalahan dan tidak memperhitungkan dampaknya.
" Kalian saja yang jadi pesuruh perempuan malang itu, enak saja Feri harus berkorban juga karena kesalahan Ayah, peduli yang akhirnya mencintai dan sekarang berakhir dengan jadi pesuruhnya dirumah kita sendiri, tega sekali Ayah ini siksa anak sendiri. Feri tidak akan pernah mau disuruh perempuan malang itu!." Tegas Feri, Feri langsung keluar dari kamar perawatan Ayah nya, dan memutuskan untuk pulang. Feri tidak menyangka jika Ayah nya bisa sebodoh itu serahin hartanya begitu saja, tanpa memikirkan dampaknya sama sekali.
" Kamu lihat sendiri kan, anak kamu saja nolak jadi pesuruh ibu tirinya, apa lagi aku lebih menolak disuruh-suruh. Lebih baik kita bercerai dan rela tidak mendapatkan apapun, dari pada bertahan terus direndahkan oleh madu sendiri!." Tegas Bunda nya Feri, yang tidak ingin menjalankan rumah tangga dengan cobaan berat, enak sekali istri kedua suaminya, minta Feri dan Ibu nya jadi pesuruh dirumah suaminya sendiri.
__ADS_1
" Aku mohon jangan bercerai, kita bisa menjalankan pernikahan poligami ini dengan bahagia dan rukun kok. Ijinkan aku membuktikannya." Lanjut Ayah nya Feri, berharap istrinya tidak jadi bercerai.
" Tidak akan mau ambil resiko, saya dan Feri akan pulang ke rumah orang tua saya dan saya tidak ingin coba-coba sesuatu yang membuat aku tidak merasakan kebahagiaan sama sekali. Hari ini kita akan pergi!." Tegas Bunda nya Feri langsung pergi, keputusan bercerai sekarang dan pergi sekarang demi bisa mempertahankan barang-barang mewahnya supaya tidak dikuasi oleh istri kedua istrinya.
Ayah nya Feri kesel sekali, karena tidak bisa kejar istrinya, karena pakai selang infus, yang bisa dilakukan sekarang hanyalah menyesal atas keputusan yang tidak berfikir dampaknya sama sekali. sekarang harus ikhlas menerima perceraian yang diinginkan istrinya, demi tidak membuat istrinya menderita.
Dilain sisi, Aziel bahagia sekali, karena hari ini banyak temen-temannya Aziel jenguk Aziel ke rumah sakit, yang ternyata tidak janjian sama sekali untuk datang jenguk Azriel.
" Yang dijenguk temennya, bikin Bunda ngungsi ke kantornya ayah, supaya tidak ganggu Aziel bersama temen-temen Aziel tadi." Ledek Bunda nya Aziel, baru masuk kamar perawatannya Aziel, bersama Ayah nya Aziel yang baru pulang kerja.
" Apa sih Ayah dan Bunda, baru kesini sudah ledekin Aziel segala yah. Kesini bawa apa?." Tanya Aziel kesel, orang tuanya baru datang sudah ledekin Aziel seperti itu.
" Bawa buah nih, karena kamu tidak boleh makan sembarangan jadi kita bawa buah saja untuk Aziel makan, sedangkan kita sih beli cemilan takut malam lapar dan malas keluar kamar membuat kita beli cemilan deh." Lanjut Bunda nya Aziel, simpan buah-buahan yang dibawanya keatas meja.
__ADS_1
" Huh curang!, memangnya beli apa sih?." Tanya Aziel kesel, karena kedua orang tuanya enak sekali beli cemilan untuk makan malam.
" Martabak keju dan beli pizza, masa anak Bunda yang tampan ini tidak makan sama sekali, jangan kesel-kesel karena makanan. tidak baik loh apa lagi tadi habis di jenguk pujaan hati kan." Ledek Bunda nya Aziel, sambil keluarin martabak keju dan pizza yang tadi di belinya.
Aziel melihat pizza langsung makan satu potong pizza, karena Aziel mendadak merasa lapar, saat melihat pizza yang dibawa orang tuanya. Aziel tidak dengerin ledekin Bunda nya karena lebih asik makan dari pada ladenin keisengan Bunda nya.
Dilain sisi, Agni ajak Dina dan Vivi, jalan jalan ke Mall untuk perawatan kulit ke salon, karena Agni tidak akan belajar malam ini karena tugas sekolahnya sudah dibantu kerjain oleh Aziel di rumah sakit.
" Alhamdullah yah, kita bisa jalan-jalan sekarang, karena tugas sekolah beres karena dibantu Aziel tadi." Ucap Dina lega, karena sudah tidak memikirkan pelajaran sama sekali.
" Iyah untungnya, kita jenguk saja Aziel tanpa harus turutin perintah Feri, yang larang kita jenguk Aziel, jenguk dia kan untung untuk kita bisa santai Sekarang tanpa harus berpusing-pusing kan." Ucap Agni yang tidak rela, turutin Feri yang akhirnya bikin susah sendiri karena ragu dengan jawabannya sendiri.
" Feri enak larang kita dan besoknya dia pusing minta salinan ke siapa, kalo kita sih tidak mau pusing selama Aziel yang ajak belajar yah kenapa tidak dimanfaatkan, lebih penting sih jawabannya Aziel selalu bener semua kenapa harus dijahui Aziel demi perintah Feri." Ucap Vivi, yang tidak sepenuhnya turutin perintah Feri.
__ADS_1
" Betul itu, besok kita dikelas bisa santai, tidak pusing mendadak kerjain tugas didalam kelas, yuk buruan pilih perawatan yang kalian mau. Sekarang gantian saya yang bayarin perawatan kalian." Lanjut Agni, Agni seneng punya sahabat yang mau saling ganti-gantian bayarin perawatan kulit dan wajah disalon, jadi tidak ada yang manfaatin sama sekali.