DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Saya ada dimana?


__ADS_3

Aziel pelan membuka matanya, membuat dokter jaga merasa lega karena Aziel, telah siuman membuat dokter langsung kasih minum untuk Aziel.


" Saya ada dimana? Tanya Aziel pelan, Aziel menerima air yang diberikan oleh dokter jaga.


" Kamu diruang uks, tadi temen temen kamu yang bawa kamu ke sini karena kamu tadi pingsan. " Lanjut Dokter jaga, yang langsung periksa kondisinya Aziel lagi


" Astaga, saya baru ingat dokter, apa saya ketinggalan banyak pelajaran, sekarang jam berapa dokter?"Tanya Aziel panik karena merasa lama tidur nya.


" Iyah Aziel kamu ketinggalan dua mata pelajaran, kaki kamu bengkak nya sudah sembuh, tapi tulang kamu retak membuat kamu masih belum bisa jalan. apa sebaiknya kamu dioperasi saja?" Tanya Dokter jaga, yang sudah memperidiksikan kondisinya Azriel yang sebentar lagi sembuh


" Jangan dulu dokter, supaya efek jera untuk Feri, supaya dia sadar bahwa temen itu tidak harus disakitin demi turutin keinginannya saja." Lanjut Aziel yang ingin, membuat Feri sadar akan sikap seenaknya ke temen temennya.


" Orang seperti Feri tidak usah diladenin seperti itu , akan membahayakan kamu Dan apa kamu tega membuat orang tua kamu kwatir terus Dengan keadaan kamu?" Tanya Dokter jaga, Dokter ganti perban kakinya Aziel.


" Baiklah dokter, nanti saya saya tanya dokter spesialis apa saya bisa dioperasi cepet atau tidak." Lannjut Aziel setuju untuk dioperasi supaya kedua orang tuanya, tidak marah terus dan tidak kwartir dengan keadaannya Aziel setiap harinya.

__ADS_1


Dilain sisi, Kiki berusaha melawan setiap serangan yang dilakukan oleh Feri, Feri tidak terima jika Kiki selalu melawan ucapannya terus.


" Kamu ini pelajar atau pereman? masa setiap hari pukul temen kamu terus? jika kamu diaduin sekarang sudah selesai pendidikan kamu disini, kamu saja prestasinya dibawah saya dan Aziel saja sudah sombong kamu?" Tanya Kiki ancam Feri, supaya stop seenaknya dikelas


" Kalo kalian tidak membantah perintah saya, pun tidak saya hajar juga, kalian yang melawan kalian sendiri yang ancam saya huh seperti perempuan saja kalian." Protes Feri yang tidak ingin terlihat lemah, karena ada yang melawan Feri setiap harinya.


" Memangnya kamu siapa yang perintah nya harus diturutin oleh kita? kita bukan anak kecil lagi yang tidak suka main fisik dan kamu bukan siapa siapa yang mau sesuatu harus diturutin." Tegas Aziel tiba tiba masuk kedalam kelas.


" Culun kamu sudah sadar, baru sadar sudah melawan Feri lagi. awas kamu tidak bangun lagi kalo kamu terus menerus melawan Feri!" Ancam Agni pura pura nakut nakutin Aziel


" Ngapain takut, jika saya tidak bangun lagi maka Feri sendiri lah yang tanggung kesalahan fatalnya. saya lihat lihat kamu selalu belain Feri yah Agni, kamu bela dia karena suka atau cuman cari perhatian saja, ingat Agni jika seperti ini terus, kamu akan kena sialnya karena selalu memprovokasi Feri." Tegas Aziel, yang selama ini selalu memperhatikan Agni selalu bela Feri yang akhirnya membuat Feri semakin marah.


Agni yang mendengar ancaman dari Aziel dan Kiki jadi takut, jika Agni terus menerus membela Feri bakal kena masalah juga, membuat Agni menyesal jadi provokasi Feri untuk seenaknya ke temen temennya.


Dilain sisi, Dina dan Vivi pasrah kerjain tugas beda katak tidak bersama Feri, karena Feri jijik dengan katak.

__ADS_1


" Kita harus ikhlas kerjain tugas ini tanpa ada Feri, tapi kita bilangnya Feri bantuin kita untuk bedah katak, supaya dia tetep mendapatkan nilai" Dina yang tidak ingin, nasipnya seperti Aziel


" Iyah bener, saya juga takut jika Feri marah bisa bisa nasip kita sama seperti Aziel, saya tidak ingin kecantikan saya luntur cuman karena membuat Feri marah." Ucap Vivi ketakutan dan tidak bisa membayangkan jika Feri marah ke Vivi, cuman karena minta Feri kerjain tugasnya


" Bagus kalian jika takut dengan saya, bearti saya tiidak usah repot beli katak dan dibedah segala, ingat yah jangan sampai kulit bersih kalian banyak luka llukanya cuman karena karena cari muka didepan guru biologi dan bikin saya kena masalah oke. tidak mau kan kecantikan kalian luntur" Tegas Feri, yang senang sekali membuat Dina dan Vivi takut jika membuat Feri kena teguran guru cuman karena tidak kerjain tugas kelompok.


" Iyah Feri tenang saja, saya juga tidak ingin wajah cantik dan putih saya banyak luka lukanya,cuman karena membuat kamu marah karena tugas ini saja." Lanjut Dina yang tidak berani melawan Feri sama sekali, rela kerjain tugas tanpa bantuan Feri sama sekali.


Feri langsung keluar kelas dengan senyum kemengan, karena masih ada saja temen yang takut dengan Feri.


Dilain sisi, Agni minta maaf ke Aziel karena selama ini selalu profokasi Feri, supaya semakin seenaknya ke Aziel dan Agni takut jika membela Feri secara berlebihan, akan kena masalah jika kondisi temn yang dihajar Feri kondisinya tiba tiba memburuk.


" Aziel dan Kiki Saya minta maaf yah, jika selama ini saya selalu dianggap profokasi oleh kalian, saya janji tidak akan membela Feri secara berlebihan apa lagi jika Feri yang salah." Ucap Agni terus terang, karena Agni takut kena masalah


" Kamu diancam seperti tadi baru minta maaf Agni, tapi ya sudah saya maafin kesalahan kamu asal tidak diulang lagi. " Ucap Aziel seneng akhirnya Agni mengaku salah, jika selama ini Agni memang selalu provokasi Feri supaya semakin seenaknya ke temen temennya.

__ADS_1


" Tapi awas jika kamu bohong, karena kita tidak akan maafin orang-orang bermuka dua loh, karrna kita temen jadi tidak ada salahnya memberikan kamu kesempatan jadi orang baik." Ucap Kiki yang berusaha percaya dengan ucapannya Agni barusan


Agni bahagia sekali, karena Kiki dan Aziel mau maafin kesalahannya Agni selama ini, Agni kapok sudah menjadi prokatornya Feri untuk semakin nakal ke temen temennya


__ADS_2