
Aziel sudah siap untuk operasi hari ini, Aziel sudah tidak sabar mau jalan lagi dan tidak akan membiarkan Feri seenaknya lagi, karena membuat repot Aziel.
" Sebentar lagi sembuh total, setelah dari sini tidak akan membiarkan Feri seenaknya lagi, cukup ini dia seenaknya dengan orang lain, bikin repot dan rugi karena Feri harus keluarin biaya pengobatan cukup mahal" Batin Aziel yang sudah merasa sudah cukup, membiarkan Feri seenak sakitin temen sekelas dan tidak ada tanggung jawab memberikan biaya pengobatan sama sekali.
" Aziel, apa kamu sudah siap untuk operasi hari ini?" Tanya Dokter yang sudah siap untuk melakukan operasi.
" Sangat siap dokter, buruan dioperasi dokter." Ucap Aziel yang sudah tidak sabar, melihat hasil operasinya
" Dulu saja, belagu tidak mau dioperasi tapi sekarang sudah minta dan paling semangat untuk sehatnya" Ledek Ayah nya Aziel, melihat anaknya terlihat bahagia karena mau sembuh
" Namanya juga remaja labil pak, baiklah karena Aziel sidah sudah siap, mari kita keruangan operasi sekarang." Lanjut Dokter langsung dorong kursi rodanya Aziel, untuk dibawa ke ruangan operasi
Dilain sisi, Agni kesel sekali karena ada tugas matematika, disaat Aziel tidak masuk sekolah.
" Sial, baru saja pura pura baik ke si culun, dia pakai tidak masu sekolah segala sih, kenapa operasi disaat jam pelajaran seperti ini sih." Batin Agni kesel, karena tidak ada yang bisa diandalkan selain Aziel yang senang hati kasih contekan dan kasih tahu cara kerjainnya.
" Sial, tidak ada si culun, yang bisa dimanfaatin padahal.dia paling pinter semua pelajaran" Batin Feri kesel, harus berusaha sendiri untuk kerjain tugasnya.
" Feri pasti pusing tuh, tidak ada Aziel yang bisa dia paksa, untuk bantuin kerjain tugas hari ini, bagus deh biar otak dia dipakai untuk berfikir, jangan cuman dijadikan koleksi pemberian tuhan saja." Batin Kiki senyum sinis, melihat temen temen sekelasnya pada pusing mendapatkan tugas sekolah, tapi tidak ada yang bisa diandalkan selain Aziel.
__ADS_1
" Heh sombong, kerjain nih tugas saya sekarang, awas kalo salah." Tegs Feri melempar bukunya ke mejanya Kiki
" Heh bodoh, siapa juga yang mau bantu kamu hah, otak itu dipakai untuk berfikir bukan untuk koleksi pemberian tuhan saja. lama lama tumpul dan jadi stroek loh hahaha." Ledek Kiki ketawa puas, karena semakin lama semakin bisa melawan Feri yang selalu seenaknya.
" Sial, menghina orang lagi." Lanjut Feri tidak terima ada, yang berani melawan dan menghina Feri didepan temen temen sekelas
" Jangan pernah menghajar saya, ingat sedikit saja saya terluka langsung saya adukan ke kepala sekolah dan saya tidak akan memberikan kesempatan kamu semakin seenaknya. saya pastikan kamu langsung diusir tidak terhomat dari sekolah ini, belajar yang bener supaya tidak seenaknya dan otak tidak tumpul." Tegas Kiki, yang tidak ingin ditindas oleh siapapun, Kiki saja belajar supaya mengerti pelajaran yang diberikan guru, ini Feri dengan seenaknya perintah isi soal soal dia.
" Feri, jangan mau direndahkan dong, masa jagoan kalah" Hasut Fajar yang tidak ingin melihat Feri kalah, dan diremehkan oleh Kiki
" Kita duel sekarang, siapa yang jadi jagoan disini siapa? dan siapa yang akan ditakutin temen temen sekelas?" Tanya Feri yang ingin tanding berantem, Feri yang selalu ikut bela diri tentunya tahu bagaimana menjatuhkan lawan
" Lawan Feri, cuman cerdas cermat saja masa kalah." Ucap Tara senang, melihat Feri, yang sok jagoan ditantang ooleh Kiki.
" Kalkan ini penghasut sekali sih, kasihan juga kan yang kalah kita semua tahu lah siapa yang akan kalah." Ledek Agni yang tidak mau kalah, menyudutkan Feri yang merasa jagoan dikelas.
" Sial, kenapa jadi seperti ini, semuanya jadi berani melawan saya" batin Feri kesel, melihat temen temen sekelasnya menghina Feri dengan kompak, untuk melawan Kiki sekarang
" Siapa takut, hayo kita tanding, yang kalah harus turutin apapun perintah yang menang selama tiga bulan." Tegas Feri yang tidak ingin terlihat lemah didepan temen temen sekelas
__ADS_1
" Siapa takut, kita tanding pelajaran ekonomi saja yang menurut saya mudah." Lanjut Kiki dengan sombong, Kiki paling suka pelajaran ekonomi langsung bisa kerjain soal yang diberikan guru sebanyak apapun soalnya.
" Sial pelajaran mudah, dia saja yang suka pelajaran ekonomi, dassr sombong" Batin Feri kesal, karena Kiki bilang pelajaran ekonomi pelajaran mudah
" Hayo boleh, Agni kasih soal ekonomi sekarang." Perintah Feri melihat Agni, yang sudah tidak membela Feri sama sekali, membuat Ferri kesal dengan perubahan sikapnya Agni
" Siap, Untung nya jam terakhir pelajaran ekonomi, jadi belajar bareng kita." Ucap Agni merasa Kiki sengaja minta tanding pelajaran ekonomi, karrna setelah istirahat pelaajran ekonomi.
Agni langsung ambil buku LKS ekonomi, untuk memberikan soal untuk Kiki dan Feri jawab dipapan tulis, jawaban yang diketahui langsung ditulis dan dikasih lihat ke temen temen sekelas.
Feri sudah pasrah, setelah ini harga dirinya jatuh dan direndahkan karena kalah tanding cerdas cermat oleh Kiki Yang selalu mendapatkan nilai sempurna setiap pelajaran ekonomi.
Kiki yang sudah belajar semalam, tentunya sudah faham materi yang akan dipelajarin hari ini, Kiki tahu kalo Feri paling tidak bisa pelajaran ekonomi membuat Feri sengaja membuat Feri kalah.
Dilain sisi, Orang tuanya Aziel, lega karena operasi Aziel berhasil dan Aziel dipindahkan ke kamar perawatan.
" Aziel jangan dikasih minum atau makan yah, tunggu Aziel kentut dulu atau kasih tahu perawat kalo Azriel mau minum yah." Ucap Perawat setelah pindahin Aziel, ke tempat tidur pasien
" Baik suster, nanti kita kabarin kalo Aziel sudah sadar dari efek obat bius, yang diberikan sebelum operasi tadi." Ucap Ayah nya Aziel ngerti dan tidak akan sembarangan kasih makan atau minum untuk Aziel.
__ADS_1
" Baik kalo begitu, kita pamit dulu" Lanjut Perawat langsung pergi, meninggalkan kamar perawatannya Aziel supaya pasien bisa istirahat setelah opera tadi.