
Aziel dan Agni sengaja datang duluan ke cafe, yang sudah dijanjikan ketemu dengan Kiki, David, Vivi, dan Violet.
" Dua sejoli ini, selalu saja datang duluan, membuat kita semakin santai setiap ada janjian bersama kalian." Ledek David, yang selalu senang ledekin Aziel dan Agni, yang selalu ontime setiap diajak jalan.
" Biarin saja, bagus dong kalian datang terlambat, membuat kita bisa menikmati makanan berdua duluan kan." Ucap Aziel, sambil menunjukan kentang goreng dan minum, Yang sengaja Aziel pesen duluan.
" Huh curang! kita belum makan, tapi kalian makan duluan huh!." Protes Kiki kesel, karena Aziel dan Agni sudah makan duluan.
" Pesen sana, biar kalian tidak semakin lama menahan lapar." Ucap Agni, yang tidak sabar mau ngobrol bersama Vivi dan Violet, sambil menunggu makanan datang.
Dilain sisi, Anton berusaha bujuk Maryam untuk rujuk kembali, Anton sudah menceraikan Lina istrinya, semakin lama semakin membuat Anton kesal dengan sikap seenaknya Lina ke Anton, Selama ada dirumah.
" Maryam, mau kah rujuk kembali? Saya rindu dengan kamu dan sekarang saya benar-benar sendirian tanpa punya apapun lagi. Maafkan kesalahan saya dimasa lalu dan apa kamu mau memberikan saya kesempatan kedua?." Tanya Anton, berharap bisa memperbaiki rumah tangganya kembali.
" Baik lah Anton, saya mau memperbaiki rumah tangga kita, saya harap kamu lebih bisa menjaga hati dan pikiran kamu, jangan mudah lagi ke makan bujukan janda atau istri orang, untuk selingkuh dan menjalin hubungan diam-diam. Karena selingkuh itu tidak akan bahagia selamanya." Ucap Maryam, yang mau diajak rujuk oleh Anton, karena Maryam sudah tahu, informasi kehidupan Anton setelah bercerai dengan Maryam.
" Aku janji sayang, tidak akan lagi tergoda dengan perempuan lain, aku kapok sayang dan tidak merasakan kebahagian sama sekali." Lanjut Anton bahagia, karena Maryam mau diajak rujuk dan mau memperbaiki pernikahannya lagi.
Dilain sisi, Agni penasaran kedua sahabatnya mau kuliah dimana dan jurusan apa, Agni juga bahas pernikahan dengan Aziel yang sudah dalam proses persiapan.
" Kalian mau kuliah dimana? Oh ya temen-temen, saya dan Aziel mau menikah loh. Sekarang lagi persiapan pernikahan kita, kalian wajib datang yah. Kalian kuliah yang deket saja sih, supaya pas kita menikah bisa datang kalian berempat?." Tanya Agni melihat keempat sahabatnya, menikmati makanan yang dipesannya.
__ADS_1
" Belum tahu, belum bahas bersama orang tua sih, Apa menikah! Apa tidak terlalu cepat kalian jadi suami istri? Setelah lulus sekolah?." Tanya Vivi kaget, mendengar ucapannya Agni tadi.
" Ya ampun. Begitu saja sudah kaget, bagaimana kalian tahu sebenarnya kita sudah menikah sebelum lulus sekolah, Bisa pingsan kalian." Batin Aziel heran melihat, keempat sahabatnya yang kaget mendengar Agni dan Aziel mau menikah.
" Supaya tidak ada yang ganggu hubungan kita, kan keren tuh masih muda dan awal masuk kuliah, sudah menjadi Papah dan Mamah muda. Selama pernikahan tidak ganggu pendidikan yah tidak masalah." Ucap Aziel santai, karena selama sekolah tidak terganggu, sekolah nya dan bisa lulus sekolah sebagai murid berprestasi.
" Kalo sudah menikah, apa bisa bebas main bersama kita?." Tanya Violet, yang takut semakin jarang main bersama Agni.
" Boleh saja, selama kalian tahu batasan yah boleh saja, saya tidak akan menjadi suami yang banyak ngatur kok tenang saja." Lanjut Aziel, yang merasa selama menjalankan pernikahan dengan Agni, tidak pernah larang Agni main, selama perginya tidak bersama temen laki-laki.
Dilain sisi, Feri merasa ngantuk sekali, rasanya ingin sekali tidur siang setelah pulang sekolah, tapi harus ditahan karena setelah makan, solat dan ngaji bersama santri-santri.
" Memang benar, apa kata orang-orang. Kita tidak tahu apa yang terjadi dimasa depan. Sekarang seenaknya dan belum tentu dimasa depan bisa bertingkah lagi. Andaikan tahu akan kesini, tidak akan deh seenaknya ke Aziel dan temen-temen yang lain. Bakal jaga sikap dan ucapan deh selama di sekolah. Disini harus bisa nahan ngantuk dan cape karena harus sekolah lagi setelah sekolah biasa!." Protes Feri nyesel, akan sikap yang seenaknya di masa lalu, sekarang sudah turun kelas, tidak bisa main dengan bebas, dan harus nahan ngantuk sama sekali.
Dilain sisi, Agni setelah makan siang bersama temen-temennya, langsung ajak Aziel ke Mall untuk melihat-lihat gaun pengantin.
" Ayah, aku ingin sekali, gaun pengantin warna coklat." Ucap Agni, melihat gaun pengantin, yang dipajang di salah satu butik yang ada didalam Mall.
" Kenapa warna coklat? Biasanya gaun pengantin itu warna Biru, merah, dan putih? Kenapa Bunda mau warna itu?." Tanya Aziel heran, karena Agni mau warna coklat.
" Sepertinya manis sayang, aku ingin sekali warna coklat muda. Nanti kita bahas ke orang tua kita yah, konsep resepsinya sesuai keinginan aku yah?." Tanya Agni melihat Aziel, berharap konsep resepsi nya sesuai keinginannya Agni.
__ADS_1
" Boleh sayang dan kita akan bahas bersama orang tua yah, termasuk gaun keinginan Bunda." Lanjut Aziel yang berusaha, turutin ke inginannya Agni.
" Terimakasih sayang." Lanjut Agni bahagia sekali, karena Aziel, selalu berusaha turutin apapun yang Agni mau.
Dilain sisi, Kiki anterin Vivi pulang, membuat Vivi sedih karena merasa waktu bersamanya tidak banyak.
" Sayang, Nanti dulu dong pulangnya, masih kangen tahu." Ucap Vivi dengan manja, masih mau berduaan dengan Kiki.
" Sudah malam sayang, aku tidak enak jika bertemu malam-malam sayang. Sampai ketemu besok." Ucap Kiki, yang merasa takut dimarahin, karena sudah malam masih dirumahnya Vivi.
" Ya sudah sayang, hati-hati dijalan yah." Lanjut Vivi, membiarkan Kiki pulang dari pada dimarahin orang tuanya.
" Siap sayang. Selamat istirahat yah My honey." Lanjut Kiki, Kiki langsung naik motornya, untuk kembali ke rumahnya.
Vivi setelah melihat Kiki, sudah jalan jauh meninggalkan rumahnya. Langsung masuk kedalam rumah dan kunci pintu rumahnya.
Dilain sisi, Agni masukin cemilan dan minuman kedalam kulkas, karena stok cemilannya sudah habis.
" Sayang. Masih minum obat diet? Setiap hari kan olahraga sayang?." Tanya Aziel, sambil melihat obat diet yang dibeli Agni.
" Iyah sayang, walaupun setiap hari olahraga tapi kan tidak langsung bikin kurus, olahraga dan minum obat diet membuat aku tidak gemuk sayang sama sekali sayang." Ucap Agni, yang mau kurus dengan menggunakan olahraga rutin dan minum obat. Supaya lebih cepet kurus.
__ADS_1
" Ya itu lah perempuan, yah terserah Bunda saja, selama membuat Bunda tetep sehat dan bisa banyak makan, Aku biasa saja melihat Bunda masih minum obat diet." Lanjut Aziel pasrah, dari pada larang Agni bisa-bisa membuat Agni sedih dan kesel, karena merasa dilarang Aziel.