
Kiki, Vivi dan Violet, ajak Aziel dan Agni. Jalan jalan ke kebun binatang sekalian kerjain tugas biologi.
" Kalian ke kebun binatang siang ini, mau apa nih? Apa mau bareng kita atau naik mobil sendiri?." Tanya Kiki
" Bareng saja, sepertinya lebih seru jika berangkatnya bersama sama." Ucap Aziel yang ingin kerjain tugasnya, berangkat bareng Kiki, Vivi, dan Violet.
" Ya sudah kalian naik mobil saya kalo begitu, motor kalian dibawa supir Orang tua kalian supaya setelah kita dari kebun binatang. Supir saya bisa anterin kalian langsung ke rumah, tanpa harus kembali ke sekolah." Lanjut Kiki, yang tidak ingin ribet bulak balik karena ambil motor saja.
" Ya sudah hayo, kita berangkat sekarang supaya di kebun binatang tidak sebentar kita lihat lihat bintang disana." Ucap Agni, Agni sudah siap jalan karena sudah selesai merapihkan buku bukunya kedalam tas.
Agni melihat Aziel gandeng tangannya, merasa bahagia dan merasa dilindungi oleh Aziel, Agni merasa bersalah tadi pagi sempet godain Aziel tapi tidak membuat Aziel jahui Agni dan memberikan kesempatan untuk tidak ajak Aziel melakukan hubungan dengan kontak fisik.
Dilain sisi, Feri membiasakan diri untuk belajar pakai suara, Feri yang selama ini selalu seenaknya dan sekarang harus bisa fokus dan mengerti apa yabg didengarnya demi bisa kerjain soal.
" Astaga susah sekali! ya tuhan, belajar bisa melihat saja tidak bisa memahami pelajaran sama sekali, apa lagi ini belajar pakai suara. Pelajaran yang ada hitung hitungan mana bisa pakai suara saja sih!" Ucap Feri kesel, karena harus bisa belajar dengan cara yang baru dan lebih sulit.
" Sabar sayang. Ini semua demi sekolah kamu tetep lanjut, selama kamu sakit sayang, memangnya mau kejar ketinggalan pelajaran atau kamu ikut pakai C? Apa kamu tidak malu nantinya?" Tanya Maryam, Maryam membayangkan betapa sulitnya belajar pakai suara apa lagi hitung hitungan, tapi ini lah yang harus Feri jalanin.
" Huh! mudah sekali bilang sabar Bunda, coba merasakan seperti Feri, yakin tidak akan bisa kerjain soal banyak mengandalkan ingatan saja tanpa tahu tulisannya sama sekali!." Protes Feri semakin kesel, karena Maryam selalu minta Feri sabar selama belajar.
Feri yang merasa pusing, memutuskan untuk tidur dari pada melanjutkan belajar. Karena sudah merasa tidak sanggup mengingat angka angka yang tidak sedikit yang diajarkan oleh guru tadi.
Dilain sisi, Aziel setelah selesai kerjain tugas, dengan melihat langsung binatang binatang yang ada di kebun binatang, langsung ajak Agni jalan jalan sebentar.
__ADS_1
" Sayang, naik gajah yuk, temen temen juga pada naik gajah juga?" Tanya Aziel, yang ingin sekali ajak Agni naik gajah bareng.
" Boleh sayang, aku mau walaupun takut." Ucap Agni, Agni naik duluan keatas badan gajah dan baru disusul Aziel duduk dibelakang.
Agni berusaha tenang selama ada diatas gajah, percaya jika Aziel akan menjaga Agni selama naik gajah.
Dilain sisi, Kiki pertama kalinya naik gajah, keliling kandang gajah, walaupun merasa takut tapi mau coba naik gajah untuk jalan jalan.
" Ternyata serem juga yah Pak, naik gajah itu dan baru pertama kalinya saya naik gajah Pak." Ucap Kiki berusaha tenang dan tidak panik, selama gajah jalan dan jalan aspal yang sudah tidak rata membuat Gajah berusaha jalan dengan stabil.
" Betul Nak, sama sepeti naik kuda kan, sama sama tidak mudah dan sama sama harus tenang supaya binatang yang kita naikin tidak merasa kesakitan karena gerakan badan kita." Ucap Penjaga kandang Gajah.
" Bener sih pak, saya saja setiap naik kuda selalu ditemani, mana berani sendirian." Lanjut Kiki yang sering naik kuda, jika kedua Orang tuanya ajak liburan ke Villa.
Dilain sisi, Maryam melihat guru-guru di sekolah nya Feri, datang ke kamar perawatannya Feri, mempersilahkan masuk.
" Apa kabarnya Feri, kita semua prihatin dengan kondisi kamu." Ucap Wali kelasnya Feri
" Silahkan masuk Bapak dan Ibu guru, silahkan duduk." Ucap Maryam, mempersilahkan tamunya untuk duduk disofa.
" Kondisi Feri masih sama Bu, tidak bisa melihat apa-apa Bu." Ucap Feri berusaha tidak sedih, didepan guru gurunya karena malu. Selama ini Feri dikenal jagoan dan kuat, masa mudah nangis selama sakit pada kedua matanya.
" Sabar yah, ini memang cobaan berat untuk kamu, tapi kita yakin kamu pasti bisa melewatinya, apa lagi disaat kondisi kamu seperti ini dan prestasi kamu lebih baik akan lebih membanggakan dari pada teman - teman kamu yang bisa melihat dengan normal." Lanjut Wali kelas, memberikan motivasi untuk Feri, supaya semangat belajar dengan kondisi sekarang dan berharap nilai Feri lebih baik dari sebelumnya.
__ADS_1
Feri yang mendengar nasehat demi nasehat, yang diberikan guru - gurunya, cuman bisa mengiyakan tanpa bisa melawan karena bisa bisa nilainya jelek dan membuat guru - gurunya pada kesel.
Dilain sisi, Aziel setelah selesai naik Gajah bersama Agni, langsung ajak temen - temennya untuk beli cemilan sebelum pulang.
" Saya lapar sekali, kita beli cemilan yuk sebelum kita pulang, soalnya dijalan pasti macet dan takut tidak keburu makan malam. Siapa yang mau beli cemilan juga?." Tanya Aziel, supaya bisa bareng beli cemilan sebelum pulang dan makan dijalan.
" Aku mau sayang, dari pada nahan lapar selama perjalanan pulang, tentunya tidak enak." Ucap Agni yang ingin juga, beli cemilan karena takut kelamaan didalam mobil dan selain macet juga harus antri dianterin pulang oleh Kiki.
" Kalian saja, didalam mobil sudah ada makanan sih, kita tunggu saja disini." Ucap Kiki malas beli makanan lagi, karena didalam mobil masih banyak makanan.
" Hayo sayang" Lanjut Aziel, langsung jalan sambil gandeng tangannya Agni, untuk beli cemilan bareng.
Agni ikut saja diajak beli cemilan, dari pada dijalan nayan lapar dan haus selama dijalan.
Dilain sisi, Feri berusaha jawab pertanyaan guru - guru, dengan mengingat pelajaran tadi yang Feri dengar.
" Dengan kondisi seperti ini, jadi tahu kalo selama ini nilai Feri bagus karena melihat jawaban temen ternyata, bukan hari kerja kerasnya sendiri." Batin Wali kelas, jadi tahu selama ini Feri tidak pernah belajar dan nilai nilai yang didapatnya hasil dari bantuan temen - temennya.
" Dari lima soal cuman satu yang bener, tidak masalah karena ini baru awal yah, kita harapin ada peningkatan prestasinya Feri. Setiap hari belajarnya yah." Ucap Wali kelas, berusaha memberikan semangat belajar untuk Feri.
" Kita yakin kamu bisa Feri, untuk kejar ketinggalan kamu, kita akan berikan soal - soal pilahan ganda yah, Ibu tolong dibantu Feri untuk bacakan halaman yang sudah kita tandai untuk Feri dengar berkali kali, disaat kita kesini di harapkan Feri sudah siap kejar ketinggalannya." Ucap Guru Matematika, yang tidak tega membuat Feri kesulitan untuk menghafal materi yang ketinggalan.
" Baik Pak, saya akan bantu Feri untuk bacakan dan insya allah Feri bisa kerjain soal soal pilihan ganda yang diberikan nanti." Ucap Maryam, yang rela belajar lagi demi bantuin Feri, tidak ketinggalan pelajaran sama sekali dan rela cape karena baca dengan suara lantang supaya bisa didengar jelas oleh Feri.
__ADS_1