DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Sudah temani


__ADS_3

Ayah dan bunda nya Aziel, masuk kedalam kamar perawatan Aziel merasa bahagia sekali karena anaknya ditemani seorang perempuan cantik dan temen sekolahnya Aziel.


" Terimakasih yah, sudah temani Aziel disini dan maaf kita telat kesini karena tadi beli makan." Ucap Bunda nya Aziel bahagia melihat anaknya, punya temen yang peduli dengan Aziel


" Sama sama tante, saya kesini mau melihat keadaan Aziel dan Aziel padahal masih sakit tapi ngajak belajar bareng." Ucap Agni sengaja, pancing Aziel supaya mau belajar karena ada tugas sekolah besok dan Agni malas sekali untuk mikir sendiri, membuat Agni nekat untuk jenguk Aziel sendiri demi bisa kerjain tigas sekolah


" Maafin Aziel yah, Aziel memang seperti itu, ada saja kesempatan untuk belajar selama Aziel merasa bisa kerjain dengan benar." Ucap Ayah nya Aziel, merasa bangga karena anaknya bisa ambil kesempatan untuk belajar bareng.


" Oh yah apa kamu sudah makan?" Tanya Bunda nya Aziel, yang kembali ke kamar perawatan Aziel sambil bawa makanan.


" Santai saja om, belum makan tante nanti saja dirumah soalnya bunda masak soalnya. yah sudah Aziel karena orang tua kamu sudah datang, saya pamit pulang dulu, semoga cepet sembuh yah." Lanjut Agni sengaja, nolak diajak makan bareng karena malas sekali ditanya tanya selama makan.


" Hati hati dijalan yah, terimakasih sudah jenguk aku kesini dan mau diajak belajar juga." Ucap Aziel bahagia dengan perubahan Agni hari ini, Agni mau diajak jadian walaupun sebatas temen tapi mesra

__ADS_1


" Iyah Aziel, kalo begitu permisi dulu"Lanjut Agni, Agni mencium tangan kedua orang tuanya Aziel, dan langsung keluar dari kamar perawatan Aziel.


" Cie cie, sepertinya bakal ada yang betah lama lama di rumah sakit nih, seharusnya kamu chat kita Aziel supaya bisa kita tidak langsung ke sini, pasti temen kamu malu diajak makan bersama kita." Ledek Bunda nya Aziel, setelah Agni sudah keluar dari kamar.


" Maaf yah kita jadi pengganggu kamu bersama anak tadi deh, terlihat bahagia sekali ditemani anak tadi. namanya siapa?" Tanya Ayah nya Aziel yang ikut ikutan godain Aziel


" Apa sih ayah dan bunda ini, Aziel sudah ngantuk dan mau tidur. tadi suster sudah memberikan obat dam makan untuk Aziel " Lanjut Aziel malu, karena pertama kalinya ada temen perempuan yang mau temani Aziel dirumah sakit.


" Sudah ah ayah, jangan digodain terus anaknya biarin Aziel tidur karena baru sadar dari operasi tadi kan." Protes Bunda nya Aziel, yang tidak tega anaknya digodain terus.


" Iyah iyah" Lannjut Ayah nya Aziel, langsung fokus dengan handphone nya sambil kerjain pekerjaan kantor.


Aziel sejujurnya tidak bisa tidur, karena masih teringat bagaimana sikap manisnya Agni tadi selama temani Aziel dirumah sakit.

__ADS_1


Dilain sisi, Agni melihat kedua sahabatnya ada dirumahnya, Agni merasa lega karena sudah kerjain tugas sekolah membuat Agni bisa santai sampai sore.


" Kenapa kalian kesini?" Tanya Agni melihat kedua sahabatnya, pulang sekolah bukannya pulang justru ke rumahnya.


" Ajak nongkrong untuk kerjain tugas sekolah buat besok, bagaimana kalo kita kerjain tugas di rumah makan ayam bakar?" Tanya Dina yang mau kerjain tugas sekolah sambil makan bersama


" Sekalian kita nongkrong disana mau kan? kamu dari mana baru pulang jam segini?" Tanya Vivi perasaan pulang sekolah dari tiga jam yang lalu


" Ada urusan sebentar, nongkrong bareng boleh deh tapi saya kerjain tugasnya sensjeian saja ah nanti malam, soalnya malas lagi enak makan harus kepikiran sama tugas sekolah." Lanjut Agni bohong, karena tidak mungkin bilang sudah kerjakan tugas sekolah, bisa bjsa hancur rencananya Agni untuk manfaatin Aziel


" Terserah deh, hayo makan lah" Lannjut Dina tidak peduli, yang penting bisa nongkrong bareng


Dina, Vivi, dan Agni langsung jalan ke mobilnya Agni untuk nongkrong sekalian kerjain tugas bareng

__ADS_1


__ADS_2