DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Ayah ngapain


__ADS_3

Aziel kaget melihat ayah nya, ada didepan pagar sekolahnya, setahu Aziel sekarang masih jam kerja.


" Ayah ngapain disini? bukannya sekarang masih jam kerja?" Tanya Aziel berusaha tidak menunjukan rasa panik dan kagetnya, melihat ayah nya ada didepan sekolahnya


" Jemput kamu dan mau melihat kondisi kamu Aziel, apa kamu masih sakit atau tidak, tadi ayah melihat cara jalan kamu seperti sakit parah yah kaki kamu?" Tanya Ayah nya Aziel melihat anaknya, sepertinya simpan rahasia tentang kondisi kakinya.


" Tidak kok ayah, memang Aziel jalan nya kan pelan. sudah yuk pulang ayah soalnya Aziel sudah lapar." Lanjut Aziel langsung jalan menuju kursi disamping kursi kemudi.


" Kita tidak pulang nak, tapi kita akan ke rumah sakit sekarang, karena ayah tidak percaya jika kamu tidak sakit parah" Batin Ayah nya Aziel, yang tidak percaya dengan ucapan anak-anak jika Aziel tidak sakit parah.


" Iyah Aziel" Lanjut Ayah nya Aziel yang langsung masuk kedalam mobil dan mengendari mobil untuk meninggalkan sekolahnya Aziel


Dilain sisi, Feri melihat Aziel dijemput oleh ayah nya, langsung berfikir negatif mengira Aziel mengadukan apa yang dilakukan Feri beberapa hari yang lalu ke ayah nya.


" Apa si culun ngadu ke orang tuanya ya, soal sakitnya sekarang karena saya?" Tanya Feri sedikit takut, jika Aziel mengadukan kenakalannya.


" Tidak mungkin Feri, jika si culun ngadu pasti sudah dari kemarin dong kamu dipanggil oleh kepala sekolah, tapi ini kan tidak sama sekali kan, jadi orang tuanya kesini belum tentu soal itu sih." Ucap Agni yang yakin, jika orang tuanya Aziel ke sekolah bukan karena bahas penyebab Aziel sakit pada kedua kakinya


" Yah semoga saja, awas saja jika dia berani bilang ke orang tuanya, tidak akan saya biarkan dia hidup tenang." Tegas Feri yang tidak akan membiarkan, Aziel membuat Feri pindah sekolah diusir oleh kepala sekolah karena kenalan Feri yang sudah keterlaluan.

__ADS_1


Agni sejujurnya tidak peduli jika Feri harus dikeluarkan karena kesalahan sendiri, yang Agni pedulikan melihat temen sekelasnya tidak akur, terlihat seru dan lucu bagi Agni melihatnya


Dilain sisi, Aziel kaget melihat mobil ayah nya masuk kedalam parkiran rumah sakit, karena setahu Aziel kalo ayah nya tidak sakit sama sekali, lalu kenapa ke rumah sakit dan siapa yang sakit.


" Ayah, ngapain kita kesini? memangnya siapa yang sakit?" Tanya Aziel melihat ayah nya berhentikan mobilnya.


" Sudah Aziel diem saja, ikut saja kemana pun ayah pergi selama kita ada di rumah sakit." Tegas Ayah nya Aziel, yang tidak ingin debat dengan anaknya


Ayah nya Aziel langsung keluar dari mobil duluan dan langsung disusul oleh Aziel yang turun dari mobil dengan perasaan penasaran dan takut jika selama beberapa hari ini, Aziel bohongin ayah nya.


Dilain sisi, Agni setelah pulang sekolah, ajak temen temennya main volly di ruangan olahraga yang ada dirumahnya Agni.


" Mereka lagi diluar kota, dan nginep beberapa hari katanya. apa setelah ini kalian mau nginep disini dan besok berangkat bareng ke sekolah nya?" Tanya Agni melihat sahabat sahabatnya, yang sudah siap main volly bareng


" Tidak masalah Agni, nanti barang barang kita dikirim oleh supir kitaz jadi kita tidak usah pakai pulang segala kan." Ucap Jihan yang merapihkan rambutnya, sebelum mulai olahraga volly nya


" Terimakasih yah kalian mau temani saya, selama orang tua saya kerja " Lanjut Agni bahagia, karena setiap orang tuanya sibuk kerja pasti kedua sahabatnya mau temani Agni di rumah.


Dilain sisi, Untuk kedua kalinya Aziel dibikin kaget oleh ayah nya, karena ayah nya minta dokter untuk ronsen kedua kaki nya Aziel.

__ADS_1


" Dokter, tolong ronsen kedua kaki anak saya, karena tiga hari yang lalu tiba tiba jalan anak saya sangat kesulitan dan katanya habis jatuh dari motor, memangnya jatuh dari motor bisa membuat sakit seperti itu dokter?" Tanya Ayah nya Aziel yang tidak percaya jika jatuh dari motor bisa bikin kesulitan jalan.


" Bisa saja pak, jika didorong sangat keras dan ketimba body motor, jatuh tanpa ada benturan keras tidak akan membuat kaki sakit, dan jika tabrakan keras bahkan sampai mental baru bisa lumpuh bahkan dalam kondisi koma, bukan sekedar lumpuh ringan saja. yang saya lihat kaki anak anda bengkak dan sudah dikasih perban?" Tanya Dokter melihat kaki nya Aziel, yang sepertinya sudah mendapat kan pengobatan


" Aziel? Jujur lah apa yang terjadi pada kedua kaki kamu, jangan sampai ayah marah dengan kepala sekolah dan guru guru kamu?" Tanya Ayah nya Aziel menatap sinis melihat anaknya yang diam saja


" Baik lah, akan Aziel jelaskan semuanya. dokter jaga di sekolah memang sudah suruh Aziel untuk berobat karena kaki Aziel sudah bengkak dan jika dipaksa jalan terus menerus akan membuat Aziel lumpuh dan patah tulang yang sulit untuk disembuhkan lagi. Aziel jatuh dari motor karena didorong oleh temen Aziel karena tidak memberikan jawaban tugas sekolah, akhirnya kaki Aziel ketimba body motor cukup keras dan cukup lama tidak ada ada yang bantu Aziel untuk berdiri." Penjelasan Aziel terus terang, Aziel tidak ingin terlihat lemah karena sakit yang dialaminya sekarang karena kenakalannya Feri.


" Astaga jahat sekali, nanti kita bahas lagi penyebab kamu sakit dan sekarang tolong dokter obatin kaki anak saya dan berapapun biaya yang dibutuhkan akan saya keluarkan, yang penting anak saya kembali sehat dan normal kaki nya" Lanjut ayah nya Aziel, Ayah nya Aziel tidak terima anaknya sakit seperti sekarang karena tidak diberikan jawaban tugas sekolah, ayah nya Aziel akan memperpanjang masalah jika kondisi kaki nya Aziel semakin parah


" Baik lah, kita akan melakukan ronsen dulu, untuk melihat seberapa parahnya kondisi kaki anak anda, setelah selesai baru saya obatin dan insya Allah bisa cepat sembuh " Lanjut Dokter yang langsung siap siap bawa Aziel untuk pemeriksaan kondisi kakinya


Aziel pasrah setelah ini membuat Feri kena masalah, karena akhirnya ketahuan juga penyabab kaki nya Aziel sakit sekarang


Ayah nya Aziel mengepalkan tangannya, karena anaknya selalu dikerjain oleh temen temennya cuman karena Aziel culun dan sekarang kejahilan yang sudah parah.


Dilain sisi, Feri siap siap untuk jalan jalan bersama temen temennya, karena Feri merasa bosan dirumah sendirian terus.


" Enaknya sekarang ke mana yah, supaya tidak bosan di rumah terus, rumah luas tapi tinggal sendirian mana enak." Ucap Feri yang sudah cape minta kedua orang tuanya untuk tetep tinggal di Jakarta saja, tanpa harus kerja di luar negeri.

__ADS_1


__ADS_2