
Reno memberikan masukan ke Aziel, bagaimana menjadi suami yang baik walaupun masih sekolah dan juga Agni sebagai istri muda.
" Aziel, walaupun uang jajan kamu dari Ayah, tapi kamu harus bisa berbagi dengan Agni, dan Agni sebagai istri harus bisa menjalankan tugas sebagai istri yang rajin dan nurut dengan suami." Ucap Reno, Reno berharap pernikahan anaknya berjalan dengan lancar tanpa ada berantem sama sekali.
" Insya allah, Aziel bisa menjadi suami yang baik dan bisa membahagiakan Agni yang sekarang jadi istri Aziel." Ucap Aziel yang berusaha semaksimal mungkin, menjadi suami yang membuat Agni nyaman dan bagia dideket Aziel.
" Agni, ingat jadwal ke rumah sakit setiap bulannya yah, jangan sampai lupa karena bisa bisa kamu tidak lulus sekolah lagi." Ucap Ela Bunda nya Aziel, berharap menantunya tidak lupa dengan kewajiban ke rumah sakit setiap bulan.
" Bunda tenang saja kok, Agni sudah pasang alrm supaya tidak lupa sama sekali." Ucap Agni, yang tidak akan merusak masa remajanya dengan kelalaiannya sendiri.
" Ya sudah anak-anak, kita pulang dulu. " Lanjut Ela langsung keluar dari ruang tamu, karena mau melanjutkan kegiatan lagi bersama Reno.
" Ya sudah kalian sana, ke kamar menikmati malam pengantin kalian yah." Ucap Bunda Nya Agni masih tidak percaya, anaknya sekarang sudah menikah dan punya suami.
" Siap Bunda dan Ayah, kalo begitu kita langsung jalan sekarang." Ucap Aziel yang merasa bahagia, tidak menyangka akan merasakan juga kewajiban seorang suami, dan bahagia karena masih kecil sudah punya istri yang paling dicintainya.
Dilain sisi, Feri pelan-pelan membuka matanya, ikutin perintah Dokter mata.
" Feri, Bagaimana yang kamu rasakan sekarang? pengelihatan kamu, apa jelas atau burem?." Tanya Dokter mata, memperhatikan Feri yang sudah membuka matanya.
" Alhamdulillah Dokter, jernih sekali dan saya bisa melihat Dokter dengan jelas. Dokter kurus dan pakai jas putih jas dinasnya." Ucap Feri yang tidak merasa kesulitan untuk melihat Dokter mata.
__ADS_1
" Alhamdulillah, kamu bisa melihat dengan jelas, selama sebulan kamu pakai kacamata biasa yah, kalo baca buku atau main handphone jangan ditempat gelap, takutnya mata baru kamu belum sanggup untuk menerima cahaya yang berlebihan dan paksakan mata untuk tetep melihat tulisan ditempat yang minim cahaya." Lanjut Dokter mata, setelah periksa matanya Feri.
" Siap Dokter, apapun sarannya akan saya ikutin, terus operasi kaki saya kapan Dokter?." Tanya Feri merasa bahagia karena akhirnya bisa merasakan melihat lagi, setelah tiga bulan merasakan kehidupan yang gelap sekali.
" Sabar dong, kondisi kamu saja belum pulih sekali kok setelah mata kamu sepenuhnya normal baru bisa operasi kaki kamu." Lanjut Dokter mata, yang ikut senang melihat kebahagiaan yang ditunjukan oleh Feri karena sudah bisa melihat.
Feri langsung ambil cermin, untuk melihat matanya sekarang, yang bener-bener sudah bisa melihat dengan jelas.
Dilain sisi, Aziel yang sudah puas, menjalankan kewajiban perdananya, langsung ajak Agni untuk mandi karena Aziel mau ajak jalan Agni.
" Sakit sayang, rasanya ngilu sekali dan kita tidak jadi kemana-kemana yah sayang, mungkin aku baru beradaptasi dengan kebiasaan baru kita." Ucap Agni dengan lirih, Agni merasa remuk sekali badannya, setelah merasakan kewajiban sami dan istri.
" Ya sudah sayang, Sekarang kita mandi dan istirahat yah sayang,nanti malam kita lanjutin malam pengantin kita yah." Lanjut Aziel nurut diajak istirahat, merasa kasihan melihat Agni yang kesusahan jalannya. Karena pertama kalinya menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
" Ke rumah sakit yuk, kita jenguk Feri sekarang." Ucap David melihat Kiki makan nasi padang, didepan lapangan basket.
" Ogah, kalian saja sana, saya sih malas sekali yah, perlakuan Feri dimasa lalu sungguh keterlaluan sekali." Ucap Kiki yang tidak ingin, berbaik hati ke Feri.
" Ya sih yah, saya juga mengerti bagaimana sikap kasarnya Feri ke kamu, juga temen-temen sekelas. ya sudah baik lah jika kamu tidak ingin ikut juga tidak masalah kok Ki. Ya sudah kalo begitu, kita jalan ke rumah sakit kalo begitu." Ucap David yang mau jenguk Feri disaat Feri sudah bisa melihat, tidak seperti kemarin-kemarin yang malas jenguk Feri.
" Iyah David." Lanjut Kiki, Kiki masih ingat bagaimana sikap dan ucapannya Feri membuat Kiki merasa sakit hati, sekarang diajak jenguk Feri tentunya langsung ditolak.
__ADS_1
Dilain sisi, Aziel yang ingat ada tugas sekolah, langsung belajar dan membiarkan Agni tidur karena merasa kelelahan dan ngantuk sekali.
" Kali ini, biarin deh Agni salin tugas saya, tanpa Agni belajar sama sekali. karena tidak tega melihat badannya sakit semua karena tadi." Ucap Aziel pelan, Aziel senyum bahagia melihat Agni, masih belum menyangka jika Sekarang Agni adalah istrinya.
Dilain sisi, Feri melihat David dan Yono, masuk kedalam kamar perawatannya merasa kesal. Karena David baru muncul disaat Feri sudah bisa melihat lagi.
" Kalian keterlaluan!, Kemarin saya tidak bisa melihat kalian tidak kesini sama sekali, selama tiga bulan dan disaat saya sudah bisa melihat kesini!." Ucap Feri kesel, karena temen main basketnya muncul setelah selesai operasi mata.
" Jangan kesel seperti itu Feri, masih Untung kita kesini loh, temen-temen yang lain mana mau sih Feri mau jenguk kamu." Ucap David dengan sombong, David tidak berniat juga bujuk temen-temennya untuk jenguk Feri.
" Sial! Terus kalian kesini mau apa?" Tanya Feri dengan kesal, mendengar ucapan David dengan sombongnya.
" Mau tahu saja, pereman dikelas apa bener sudah bisa melihat, dan kita juga mau tahu kondisi kamu sudah sehat atau belum, supaya kita bisa main basket lagi." Ucap Yono, melihat Feri yang emosi karena ucapannya David yang memang keterlaluan.
Dilain sisi, Orang tuanya Agni melihat menantunya belajar sendiri, merasa bangga karena Aziel anak yang rajin belajar dan berharap bisa bantu Agni lebih giat belajar.
" Bunda dan Ayah, Ada apa kesini?." Tanya Aziel melihat mertuanya, rapih sekali seperti mau pergi.
" Bunda dan Ayah, mau ke luar negeri karena ada pekerjaan disana, Karena sekarang kamu jadi suaminya Agni, tolong jagain Agni yah dan uang saku kamu sudah kita transfer adil dengan Agni, Bunda dan Ayah berharap dengan adanya kamu, membuat Agni lebih rajin belajar." Ucap Bunda nya Agni, berhadap dengan adanya Aziel membuat Agni rajin belajar dan prestasinya lebih baik lagi.
" Pantasan saja, Agni minta menikah sekarang, orang tuanya bener-bener sibuk dan tidak memikirkan Agni merasa kesepian atau tidak dirumah." Batin Aziel baru mengerti, kenapa dulu Agni ajak Aziel nginep dan sekarang ajak nikah supaya Agni tidak merasa kesepian lagi dirumah.
__ADS_1
" Iyah pasti Bunda dan Ayah, pasti Aziel ajak Agni rajin belajar, karena Aziel juga tetep ingin mempertahankan prestasi Aziel juga dengan rajin belajar." Lanjut Aziel, yang tidak ingin prestasinya menurun cuman karena menikah disaat Aziel masih sekolah.