
Aziel melihat Agni, Dina, dan Vivi. masuk kedalam kamar perawatannya, merasa senang sekali karena ketiga temennya perhatian dengan Aziel.
" Bagaimana kondisi kamu Aziel, maaf yah kita baru bisa jenguk kamu, karena kita masih jam sekolah soalnya." Ucap Agni pura pura, padahal ini ketiga kalinya Agni jenguk Aziel di rumah sakit.
" Terima kalian, sudah repot-repot kesini dan tidak masalah kok kalian baru kesini yang penting niatnya." Ucap Aziel senang, karena Agni ajak sahabatnya untuk jenguk Azriel di rumah sakit.
" Sama sama, bagaimana kondisi kamu? apa kata dokter?." Tanya Dina yang ingin, Aziel secepatnya masuk sekolah lagi, kasihan kalo kelamaan tidak sekolah.
" Dua hari lagi kata Dokter Sudah boleh pulang, saya tidak sabar masuk sekolah lagi dan bisa belajar bersama kalian, oh yah apa kalian sudah makan? Kita belajar bareng setelah makan bagaimana?." Tanya Aziel yang ingin Agni lebih lama di kamar perawatan, sambil bantuin Agni belajar juga, Aziel senyum melihat Agni yang semakin perhatian ke Aziel.
" Belum sih, yah sudah saya yang bayarin kalian mau makan apa nih?." Tanya Agni, Agni sejujurnya malu karena Aziel berani senyum kearahnya padahal ada dua sahabatnya.
" Masakan padang saja, sekalian nunggu makanan datang, kita bisa sambil belajar disini." Lanjut Dina, yang tidak ingin bosan menunggu makanan datang, apa lagi tidak melakukan apapun.
" Boleh juga hayo belajar bersama sama." Lanjut Aziel yang seneng, karena melihat semangat belajarnya Dina, Vivi, dan Agni. Sambil menunggu makanan datang.
" Oke, saya pesen makanan dulu yah."Lanjut Agni yang melihat tangannya Aziel, pegang tangannya, untungnya tidak terlihat kedua sahabatnya.
Agni kesel sebenernya dengan tingkahnya Aziel, tapi jika marah dengan sikapnya Aziel bakal mempengaruhi ke nilainya Agni yang tidak ada perubahan sama sekali.
__ADS_1
Dina dan Vivi keluarin buku sekolahnya, untuk belajar bareng Aziel, Agni pinjemin bukunya untuk Aziel kasih jawabannya ke Agni dan temen temannya.
Dilain sisi, Kiki setelah makan dan ganti baju, pamit untuk ke rumah sakit mau jenguk Aziel yang masih dirawat di rumah sakit.
" Ayah dan bunda, Kiki ke rumah sakit dulu yah, mau jenguk Aziel sekalian minta uang dong buat beli buah." Ucap Kiki setelah mandi dan ganti baju, langsung menghampiri Bunda nya.
" Memangnya Aziel sakit apa? Sampai dirawat di rumah sakit segala?." Tanya Bunda nya Kiki, langsung memberikan uang dua lembar warna merah untuk anaknya beli makanan untuk Aziel.
" Aziel habis jatuh dari motor, kakinya mengalami patah tulang dan baru kemarin di operasi, terimakasih yah Bunda uangnya dan Kiki berangkat dulu yah." Lanjut Kiki langsung mencium tangan Bunda nya, sebelum pergi jenguk Aziel di rumah sakit.
Dilain sisi, Feri kaget saat mendengar Ayah nya kecelakaan mobil, dan harus di operasi karena kondisi Ayah nya kritis.
" Bunda, kok bisa Ayah kecelakaan mobil?." Tanya Feri kaget mendengar musibah yang menimpa Ayah nya.
" Apa Ayah menikah lagi? Apa itu alasannya ayah jarang pulang? Sekarang kondisi madunya bagaimana bunda?, Tega sekali merebut Ayah dari kita Bunda?" Tanya Feri kesel, karena tidak menyangka Ayah yang selama ini dianggap baik dan setia ternyata sudah punya istri lagi.
" Kata Dokter, istri ke dua ayah buta, karena matanya terbentur dasbor cukup keras. Membuat matanya tidak bisa melihat kembali, dan anaknya meninggal dunia." Lanjut Bunda nya Feri terus terang, setelah mendengar hasil pemeriksaan Dokter.
" Astaga!, setelah ayah operasi kita melihat madunya ayah, memangnya enak tidak bisa melihat, suruh siapa merebut suami orang dan anaknya juga meninggal lagi, Feri yakin Ayah akan meninggalkan istri yang tidak bisa melihat karena bakal malu." Lanjut Feri kaget, Feri yang yakin Ayah nya tidak akan sanggup hidup bersama perempuan yang tidak bisa melihat.
__ADS_1
" Kamu bener, alhamdulillah kecelakaan ini, membuat perempuan itu ada kekurangan nya, suruh siapa centil dengan suami orang." Lanjut Bunda nya Feri, yang berharap suaminya meninggalkan madunya supaya sadar bahwa selingkuh itu tidak selamanya indah.
Feri penasaran dengan wajah selingkuhan Ayah nya, tega sekali merebut Ayah nya begitu saja dan tuhan menegurnya dengan kecelakaan membuat matanya tidak bisa melihat kembali dan kehilangan anak dari perselingkuhannya.
Dilain sisi, Kiki kaget melihat Dina, Vivi, dan Agni. Ada di kamar perawatannya Aziel yang lagi fokus belajar.
" Astaga ada mereka! Curang ya, ke sini tidak ajak saya sama sekali yah, enaknya Aziel dikelilingi tiga perempuan cantik, sambil belajar." Ledek Kiki yang sejujurnya kaget melihat Agni dan temen-temennya, ada di kamar perawatannya Aziel.
" Takut lah kalo bilang-bilang, kan tahu kalo kita dilarang Feri untuk kesini, dari pada kita dicelakai oleh Feri yah lebih baik diem-diem kesini lah." Ucap Agni yang inget alasan ajak temen-temennya saja, supaya Aziel semakin percaya dengan ucapannya Agni.
" Bener itu, kita kan perempuan mana berani sih lawan laki-laki, lebih baik kan seperti ini saja, kamu juga kesini tidak ajak kita, jadi sama saja kan." Ucap Dina yang tidak berani melawan apa kata Feri.
" Kasihannya mereka, mau peduli dengan temen tidak boleh sama sekali, Feri bener-bener jahat sekali." Ucap Aziel kesel, karena Feri merasa penguasa di kelas sampai-sampai tidak ada yang berani melawan.
" Yah begitu deh pereman, sok jagoan sekali tidak ada yang mau bertemen tulus dengan orang macam Itu, berteman juga karena takut." Ucap Vivi, karena Vivi sering melihat Feri seenaknya dengan temen-temennya.
" Anak perempuan diangggap lemah sih, jadinya Feri seperti itu, saya yakin orang macam Feri tidak akan pernah bisa sukses dan kerja bener karena dari sekarang saja seenaknya dan terlihat malas belajar." Lanjut Aziel yang bisa memperediksikan masa depan Feri, karena sepengetahuan Aziel orang yang malas akan sulit sukses.
" Yah bener, yah sudah kita pulang dulu yah sudah sore dan karena sudah ada Kiki jadi kita pulang dulu yah." Lanjut Agni senang, karena pelajaran untuk besok dikerjain bersama Aziel, jadi dirumah tidak usah belajar lagi.
__ADS_1
" Hati-hati dijalan yah Agni, Dina, dan Vivi. Terima Kasih kalian mau belajar disini." Lanjut Aziel seneng, selama di rumah sakit pasti Agni datang ke rumah sakit untuk belajar bareng.
" Iyah Aziel, kamu juga semoga cepet sembuh yah." Lanjut Agni langsung jalan keluar kamar perawatannya Aziel, tidak berani membalas senyuman Aziel, karena ada Kiki yang menghadap Agni.