
Feri yang kesel mendengar orang tuanya mau bercerai, tapi akhirnya setuju untuk orangtuanya bercerai, dari pada hidup bersama madu Ayah nya dan disiksa karena harus turutin setiap perintah yang diberikan.
" Mobil dan motor Feri, dari harta siapa Bunda? Jangan sampai kita sudah pergi harus dikembalikan karena akan membuat malu Feri nantinya?. " Tanya Feri yang tidak ingin ambil resiko, karena tidak ingin kehilangan kendaraan pribadinya.
" Mobil dibelikan oleh kakek kamu, itu bukan masuk ke dalam harta Ayah kamu jadi aman untuk kamu bawa, perhiasan Bunda juga yang dibelikan ayah biarin saja ditinggal disini dan yang bunda beli dari harta warisan kakek kamu saja yang Bunda bawa. Kita masih bisa hidup mewah dengan harta warisan pemberian kakek kamu, Bunda bisa buka butik sayang, dan kita punya rumah dari pemberian kakek kamu, untuk kita bisa tinggal apa lagi rumahnya sudah ada perabotannya juga. Hayo kita pindah sekarang biar saja Ayah kamu yang susah sendiri, karena kebodohannya sendiri." Ucap Bunda nya Feri, yang tidak ingin hidup susah, cuman karena kesalahan suaminya saja.
" Bunda hebat, diam-diam punya rumah dan uang banyak, Feri tidak menyangka kakek memberikan warisan cukup banyak untuk Bunda." Lanjut Feri, Feri lega karena mobilnya pemberian Kakek Nya dulu, tidak membuat Feri malu Karena keluar dari rumah Ayah nya, justru tidak punya kendaraan sama sekali.
" Yah dong, Kakek kamu bukan orang susah, yuk buruan pergi sebelum perempuan tidak tahu diri itu kesini." Lanjut Bunda Nya Feri dorong dua koper besarnya, untuk pergi dari rumah yang sudah memberikan kebahagiaan selama tujuh belas tahun bersama suaminya dari awal menikah.
Feri ikut Bunda Nya untuk pergi, dari pada merasa kesel direndahkan karena akan diperintah terus oleh ibu tirinya, yang ternyata punya hak milik harta Ayah Nya, Karena diberikan sebelum menikah.
Dilain sisi, Anton kasih tahu Lina, kalo istri pertamanya minta cerai saat tahu semua hartanya diberikan untuk Lina dan Feri ikut ibu nya pergi.
" Sayang, aku sudah bercerai dengan istri aku, karena dia tidak mau dimadu oleh mamah terus dan Feri juga ikut pergi bersama Ibu Nya dari rumah, karena tahu rumah beserta isinya sudah menjadi milik mamah." Ucap Anton menyesal, sudah melakukan kesalahan besar dalam hidupnya.
" Dia pergi, bawa barang-barang Papah tidak? Aku tidak ingin yah, dia pergi bawa barang-barang aku, setelah aku sembuh akan aku lihat surat pengalihan harta yang Papah buat waktu itu. Apa saja yang Papah berikan untuk aku?." Tanya Lina yang tidak ingin, mantan istrinya Anton bawa pergi bararang-barang dari rumahnya seenaknya.
__ADS_1
" Iya sayang, nanti kita lihat bareng yah pas Mamah sudah sembuh, sekarang mamah istirahat yah kan habis operasi mata." Lanjut Anton, yang tidak menyangka jika Lina perempuan matre dan gila harta, yang takut hartanya direbut kembali oleh istri pertamanya.
" Iyah Pah, Mamah juga masih pusing habis operasi mata tadi." Lanjut Lina pelan-pelan tiduran supaya bisa istirahatin, matanya supaya tidak dipaksa untuk melek terus.
Anton cuman berharap Lina tidak bertingkah, saat pulang ke rumahnya setelah diijinkan oleh Dokter nanti.
Dilain sisi, Aziel vidio call bersama Agni, karena Azriel kangen dengan Agni dan ingin bicara bersama Agni sebelum tidur.
" Hallo sayang, lagi apa nih?, Awas bukunya jangan ada yang ketinggalan yah sayang? Dan jangan tidur malam sayang?." Tanya Aziel saat saluran telefon terhubung.
" Gelinya nih orang panggil saya dengan sebutan sayang terus, memangnya seneng apa denger nya!." Batin Agni kesel karena Azriel, selalu sebut Agni dengan sebutan sayang setiap ngobrol bareng di chat dan disaat lagi telefon bareng.
" Sebentar lagi sayang, yah sudah mimpi indah yah sayang." Lanjut Aziel, melihat Agni merapihkan buku sekolahnya, Aziel senang sekali karena sebelum tidur vidio call bersama Agni dan bisa melihat wajah cantiknya Agni tanpa makeup sama sekali.
Aziel setelah puas vidio call, langsung siap-siap untuk tidur, karena merasa ngantuk sekali, seharian Aziel tidak tidur siang karena kedatangan temen-temennya ke rumah sakit.
Dilain sisi, Feri senang sekali, karena Bik Sumini, ART yang ada dirumah Ayah nya, bisa diajak ke rumah barunya untuk bantui merapihkan rumahnya.
__ADS_1
" Bagaimana Feri? Rumahnya tidak kalah bagus kan dengan rumah Ayah kamu? Sebenarnya Bunda dikasih kantor oleh Kakek kamu, setelah kamu lulus kuliah rencananya kamu yang akan gantiin posisi Om kamu yang saat ini pegang perusahaan itu, karena kamu masih kecil jadi yang pegang perusahaan itu, adiknya Bunda dan dia juga sudah diberikan perusahan oleh Kakek kamu. Apa kamu betah tinggal disini?" Tanya Bunda Nya Feri sambil masuk kedalam rumah, pemberian orang tuanya.
" Ini juga bagus Bunda, Feri suka tinggal disini, Alhamdullah yah Bunda walaupun Bunda bercerai dan keluar dari rumah itu, kita tidak hidup susah sama sekali, dan lebih penting kita tidak direndahkan demi bisa bertahan tinggal bersama Ayah" Lanjut Feri, yang tidak bisa membayangkan hidup bersama Ibu tirinya, pasti bakal marah-marah terus.
" Bunda mana mau sih Feri, direndahkan seenaknya oleh orang yang tidak tahu diri seperti Lina, lebih penting sih selama kita mampu dan punya harta banyak, lebih baik keluar dari tempat yang tidak membuat kita bahagia sama sekali, dan merasa direndahkan. " Lanjut Bunda nya Feri, bersyukur karena saat tahu suaminya serahin hartanya ke istri mudanya, bisa meninggalkan suaminya begitu saja karena merasa mampu hidup sendiri dan mampu membesarkan Feri tanpa harus merendahkan diri sendiri.
Feri mendengar ucapan Bunda Nya, merasa bangga karena bunda nya orang hebat, disaat sakiti mampu keluar dari tempat yang sudah terlihat tidak akan memberikan kebahagiaan sama sekali.
................................................................................................................................................
Aziel rela waktu tidurnya keganggu, karena harus dibawa untuk ronsen dan kakinya akan dicoba jalan untuk memastikan kalo kakinya Aziel, bener-bener sudah sembuh total.
" Alhamdullah Bu, kondisi kakinya sembuh total, tidak ada keretakan sama sekali Bu. Azriel coba kamu jalan pelan-pelan, kalo berasa lebih enak coba kamu lari kecil diruangan ini ya." Ucap Dokter setelah baca hasil ronsennya Azriel, minta Aziel belajar jalan dan lari kecil kelilingi ruangannya.
" Siap dokter." Ucap Aziel, Aziel langsung turun dari kursi roda dan mencoba jalan dengan kedua kakinya. Aziel mencoba melangkahkan kaki kanan dan kaki kiri secara gantian, setelah selesai Azriel langsung lari kelilingi ruangan dokter sesuai perintah Dokter tadi.
" Hore kaki Aziel sembuh, sudah bisa dibawa lari dan lombat Dokter, dan merasa pegel dokter, Azriel bahagia sekali." Sambung Aziel merasa bahagia, karena sudah merasakan pegel dikedua kakinya karena Azriel lari-lari dan lompat-lompat saking bahagianya sudah sembuh total.
__ADS_1
" Aziel pelan-pelan sayang, kamu kan baru sembuh." Ucap Bunda Nya Aziel, yang takut anaknya jatuh.
" Tidak masalah Bu, justru bagus kita jadi tahu keadaan Aziel sekarang, yang memang sudah sembuh total, kalo Aziel diem saja yah mana tahu dia sudah sembuh." Lanjut Dokter yang memaklumi Aziel, yang sekarang bahagia sudah sembuh total, Aziel masih betah lombat dan lari karena baru sembuh setelah sebulan lebih harus merasakan kelumpuhan Karena kejahilan Feri waktu di sekolah.