
Aziel bingung karena Agni minta Aziel ke rumahnya, padahal masih pagi dan libur sekolah.
" Akhirnya datang juga sayang, sini masuk sayang. " Ucap Agni, Agni pegang tangannya Aziel untuk masuk kedalam rumahnya Agni.
" Iyah sayang, ada apa sih ajak aku ke rumah dan ini masih pagi sayang?." Tanya Aziel penasaran, karena Agni tidak biasanya minta Aziel ke rumah masih pagi.
" Nanti juga tahu kok hayo." Lanjut Agni, yang langsung ajak Aziel masuk kedalam rumahnya.
Agni sengaja ajak Aziel ke rumahnya pagi, karena ingin mempertemukan Aziel dengan orangtuanya. Agni tidak ingin merasa kesepian dirumah dan berniat ajak nikah Aziel.
Dilain sisi, Dokter mata periksa kondisi matanya Feri, setelah selesai langsung duduk dikursinya lagi.
" Bagaimana Dokter? Apa mata anak saya sudah bisa dioperasi?." Tanya Maryam berharap jika Feri, sudah bisa dioperasi.
" Alhamdulillah bisa Bu, kita akan melakukan operasi mata sekarang, dan Feri harus nunggu sampai persiapannya selesai yah." Ucap Dokter mata.
" Alhamdulillah Dokter, hayo buruan Dokter karena saya tidak sabar mau kembali melihat dan setelah itu operasi kaki saya." Ucap Feri tidak sabar Mau melihat kembali, dan bisa jalan kembali karena sudah bosan selama tiga bulan didalam kamar dan cuman belajar saja yang bisa Feri lakukan.
Maryam melihat anaknya terlihat bahagia, ikut senang melihatnya, Karena sebentar lagi Feri bisa melihat dan bisa jalan kembali menjalankan aktivitasnya.
Dilain sisi, Agni didepan orang tuanya, minta ijin untuk menikah dengan Aziel yang sejujurnya aziel tidak tahu apapun rencana Agni yang tiba-tiba minta menikah.
__ADS_1
" Ayah dan Bunda, ijinkan Agni menikah dengan Aziel. Karena Agni tidak sanggup tinggal sendirian dirumah selama kalian kerja keluar negeri, bisa berbulan-bulan dan dirumah sendirian tanpa ada yang temani sama sekali." Ucap Agni dengan lirih, Agni sedih karena Aziel selalu menolak Agni untuk tinggak dirumahnya selama orang tuanya kerja.
" Astaga menikah! Apa tidak terlalu cepat menjadi seorang suami, disaat saya masih sekolah." Batin Aziel kaget, dengan permintaannya Agni yang tiba tiba.
" Boleh saja menikah, dari pada kalian hilaf kan selama pacaran, tapi apa Aziel siap menjadi seorang suami diusia semuda ini? Walaupun menikah sekarang tapi kalian tidak boleh punya anak sampai kalian lulus kuliah, karena Ayah ingin kamu lulus kuliah tepat waktu?." Tanya Ayah Nya Agni melihat Aziel, apa Aziel siap menjadi seorang suami selama menjadi pelajar.
" Kalo nikah sekarang, saya belum dituntut untuk mencari uang kan? karena saya belum bisa bagi waktunya?." Tanya Aziel yang nurut saja diajak nikah, karena Aziel juga tidak tega membiarkan Agni sendirian dirumah terus.
" Tidak Aziel, kamu cukup jadi suami yang baik saja untuk Agni, soal biaya hidup kalian setelah menikah, akan kita bicarakan ke orang tua kamu. Kalo kamu siap nikah cepet yah sekarang kita ke rumah orang tua kamu, untuk bahas soal ini ke mereka." Lanjut Ayah Nya Agni, yang tidak ingin bebani Aziel untuk kerja sekarang, lagian belum lulus SMU mau kerja apa Aziel.
" Ya sudah, sekarang kita ke rumah dan bahas soal pernikahan bersama mereka sekarang." Lanjut Aziel setuju, untuk menikah cepat supaya bisa selalu ada untuk Agni dan tidak membiarkan Agni merasa kesepian lagi.
Agni bahagia sekali, karena rencana menikah cepat, disetujui oleh kedua orang tuanya dan Aziel setuju nikah walaupun masih sekolah.
" Alhamdulillah Bu, operasinya berhasil dan Feri sebentar insya allah bisa melihat kembali." Ucap Dokter mata, lega karena operasi matanya Feri berhasil tanpa ada hambatan sama sekali.
" Iyah Dokter, akhirnya operasinya selesai juga, sebentar lagi anak saya bisa melihat kembali dan ini benar-benar cobaan terberat anak saya." Ucap Maryam merasa lega akhirnya, Sebentar lagi Feri bisa melihat dan tidak akan merasa berat lagi, untuk disuruh belajar dan tidak merasa kesspian lagi, karena tidak keluar rumah selama sakit.
Dilain sisi, Reno Ayah nya Aziel, kaget mendengar Aziel, ingin ajak Agni menikah sekarang dan kasih tahu rencana setelah menikah.
" Ayah, ijinkan Aziel menikah dengan Agni, Aziel ingin selalu bersama Agni, berprestasi bareng, dan bahagia bersama. Aziel tidak akan minta Agni untuk mengandung selama kita sekolah dan membiarkan Agni selesaikan pendidikannya sampai sarjana." Ucap Aziel dengan yakin, ingin menjadi suaminya Agni.
__ADS_1
" Astaga Aziel! Kamu ini yah masih kecil, sudah siap jadi suami dan Ayah setuju sih dari pada kamu hilaf yah selama pacaran. Terus kapan mau menikahnya?." Tanya Reno melihat orang tuanya Agni, yang ikut ke rumahnya.
" Hari ini juga bisa Pak, asalkan dokumen anak-anak lengkap, kita ijab kabul saja yang penting mereka sah. Setelah dokumen diserahkan kita beli baju kebaya dan baju koko untuk mereka." Ucap Ayah Nya Agni, yang lega karena orang tuanya Aziel mau anaknya nikah sekarang.
" Ya sudah hayo deh, soalnya saya cemas setiap hari Aziel selalu pulang malam terus bersama Agni." Lanjut Reno, yang tidak ingin anaknya bikin kesalahan besar.
Reno walaupun tidak mengerti keinginan anaknya, menikah sekarang tapi berusaha berfikir positif dan setidaknya anaknya tidak melakukan kehilafan sama sekali.
Dilain sisi, Kiki, David, dan Farhan. main basket di alun-alun, walaupun Kiki tidak deket dengan David tapi masih mau saja diajak main basket bareng.
" Gawat, ada mereka lagi dan sial pas tidak ada Feri lagi!." Ucap David kesel, karena ada musuh yang selalu ajak ribut karena rebutan lapangan basket.
" Memangnya mereka siapa? Kenapa kamu seperti takut melihat mereka? Apa hubungannya dengan Feri?." Tanya kiki tidak mengerti, melihat David seperti ketakutan sekali.
" Kalo ada Feri, dia yang selalu melawan anak kuliahan itu, mereka merasa jagoan dan merasa pemilik lapangan ini, siapapun yang main disini dan pas mereka sudah datang yah harus pergi dari sini." Ucap Farhan, yang tidak ingin ribut dan pasti akan kalah.
" Ya ampun, Kalian sama-sama suka ribut. Ternyata ada rasa takut juga yah dengan mereka." Ledek Kiki tidak menyangka, kedua sahabatnya Feri ketakutan melihat anak kuliahan yang masuk kedalam lapangan untuk olahraga basket.
Kiki yang tidak ingin ribut, akhirnya ikut untuk pulang dan batal main basket karena kedua sahabatnya Feri ketakutan melihat musuhnya.
Dilain sisi, Aziel bahagia sekali, akhirnya sah menjadi suaminya Agni dan berjanji akan membahagiakan Agni semampunya Aziel.
__ADS_1
" Terimakasih sayang, ajak nikah Sekarang, insya allah aku akan menjadi suami yang baik, pengertian, dan selalu membahagiakan kamu." Ucap Aziel pertama kalinya langsung mencium keningnya Agni.
" Aku percaya sayang dan kita sama-sama bahagia selama menjalankan rumah tangga kita." Ucap Agni bahagia, akhirnya tidak merasakan kesendirian lagi dirumah karena sudah ada Aziel yang temani Agni setiap harinya.