DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Ke sekolah


__ADS_3

Vivi membayangkan ke sekolah naik sepeda, bersama temen-temennya, membuat Agni langsung melotot setelah mendengar ide gilanya Vivi.


" Temen-temen, kita merasakan yuk sekali-kali, ke sekolah naik sepeda bareng sepertinya seru?." Tanya Vivi, Vivi ajak Kiki, Agni, dan Aziel. Belajar dirumah nya sambil makan siang bersama.


" Naik sepeda? Vi, jarak ke sekolah itu jauh sekali yah, belum lagi dijalan macet, panas, dan debu. yang bener saja sih jika memiliki ide itu, kalo naik sepeda di sekitaran taman saja baru deh mau!." Tanya Agni merasa aneh, dari mana sahabatnya punya ide gila ke sekolah naik sepeda itu.


" Saya juga malas ke sekolah naik sepeda, karena pegel dan bahaya sekali. Karena motor dan mobil saja bisa kecelakaan apa lagi sepeda duh serem." Ucap Aziel yang tidak ingin ambil resiko, untuk mengalami kecelakaan sepeda dipinggir jalan.


" Ya sudah deh, jika kalian tidak setuju, naik sepeda ke sekolah." Lanjut Vivi pasrah, karena ajakananya ditolak oleh temen-temennya yang tidak ingin, mencoba naik sepeda ke sekolah.

__ADS_1


Dilain sisi, Feri merasa lega, karena kelas sudah selesai dan Feri mulai main games karena sudah lama sekali tidak main games di laptopnya.


" Akhirnya siksaan beberapa jam, mendengar Guru memberikan pelajaran didepan kelas, sudah selesai dan sudah bebas melakukan apapun." Ucap Feri merasa lega, karena siksaan selama pagi telah selesai.


" Feri, katanya Guru-guru kamu sejam lagi akan kesini, jadi jangan ganti baju yah." Ucap Maryam masuk kamar perawatan Feri, bawa makanan untuk Feri.


" Ya ampun Bunda!. Tega sekali sih tidak ada istirahat sama sekali. Ngantuk tahu Bunda." Protes Aziel kesel, padahal baru selesai pusing karena belajar dan sekarang harus belajar lagi.


Feri melihat Maryam terlihat marah, langsung makan tanpa protes lagi karena tidak tega membantah terus ucapannya Maryam.

__ADS_1


Dilain sisi, Aziel dan Agni masuk kamar, setelah seharian belajar dan jalan-jalan bersama Vivi dan Kiki.


" Aziel sayang, Rajin sekali sih baju kotor dirapihkan seperti itu. Aku malas sekali baru pulang sekolah harus merapihkan dulu baju sekolah hari ini." Ucap Agni merasa malu, melihat Aziel masukin baju sekolahnya kedalam keranjang baju kotor.


" Iyah sayang, karena Ayah dan Bunda ajarin aku kalo laki-laki jangan malas dengan barang pribadinya, laki-laki juga wajib rajin dan bersih supaya pas sudah menikah tidak malu dengan istrinya." Ucap Aziel, yang selalu ingat nasehat orang tuanya.


" Pantasan saja rapih, dari awal kamu kesini, dan aku bangun tidur kamar ini rapih sekali. Jadi malu aku." Lanjut Agni merasa malu, karena Aziel rajin sekali, karena bekas belajar, makan, bahkan baju kotor pun. Langsung dirapihkan sendiri.


" Cantik belum tentu rajin ternyata." Batin Aziel tidak menyangka, kalo Agni tidak rajin sama sekali.

__ADS_1


" Tidak usah malu sayang, kita sama-sama belajar merapihkan semuanya bersama-sama yah." Lanjut Aziel senyum manis melihat Agni, yang merasa malu karena ketahuan tidak pernah merapihkan barang-barangnya sendiri.


Aziel jalan ke kamar mandi, karena merasa gerah seharian beraktivitas diluar rumah.


__ADS_2