
Aziel dan Agni merasa lega sekali, akhirnya acara resepsi pernikahannya sudah selesai. Aziel yang penasaran dengan kado pembelian Kiki akhirnya buka kado pemberian dari Kiki dulu.
" Astaga Kiki! Dasar temen lucnut, bisa-bisanya memberikan kado ini sayang!." Ucap Aziel memperlihatkan kado pemberian Kiki, ke Agni yang lagi membuka kado pemberian Vivi.
" Ya ampun Kiki, dasar yah dia. Bisa-bisanya memberikan kado seperti itu untuk Ayah, kalo Vivi sih alhamdullah kadonya bener Ayah, tas dan alat tulis lengkap lagi." Ucap Agni kasih lihat kado pemberian Vivi.
" Kalo cewek memang bener kasih kado, tidak seperti cowok ada saja ide isengnya heran." Lanjut Aziel kesel, karena Kiki memberikan barang-barang untuk malam pertama season kedua setelah menikah.
Aziel dan Agni merapihkan bungkus kado, pemberian tamu undangan yang sudah dibuka beberapa kado tadi.
Dilain sisi, Violet setuju diajak nongkrong bersama Feri, sebelum kembali ke pesantren untuk kembali ke sekolah.
" Feri, di Pesantren santri-santrinya cantik-cantik tidak? Sudah ada yang kecantol belum dengan santri disana?." Tanya Violet penasaran, Violet berusaha tidak membuat Feri merasa malu dan kesal karena pertanyaanya.
" Ada sih, santri yang cantik, tapi tidak bisa dideketin dengan bebas tidak seperti sekolah biasa. Dianggap bukan muhrim jika ingin ngobrol bersama santri perempuan, tidak seru sama sekali." Ucap Feri yang merasa bosan dengan pertemanan di pesantren, temen-temen perempuan tidak bisa di modusin dan digombalin sama sekali.
" Yah lah, mau di sunat kamu Feri, yah namanya juga sekolah agama yah begitu, menjaga muridnya sebaik mungkin lah. Supaya tidak rusak dengan sembarang, dan pakaiannya juga kan tertutup sekali kan." Ucap Vivi merasa malu, jika membahas pakaian perempuan yang sekolah di pesantren yang bener-bener tertutup.
Dilain sisi, Aziel suka sekali dengan nuansa romantis yang diberikan orang tuanya dan mertuanya, supaya Aziel dan Agni merasakan malam pertama pengantin baru.
" Ayah. Kamarnya bagus sekali yah, banyak bunga-bunga dan ada lilin aroma terapi lagi, dan dikasih makanan lagi enak sekali dimanja oleh orang tua. Aaahhh." Desa han Agni, Agni peluk Aziel sambil merem melek menikmati sensasi luar biasa.
" Iyah sayang, aku suka sekali dengan nuansa romantis seperti ini. Malam pertama season ke dua kita sayang." Ucap Aziel, pelan-pelan gerakin pinggangnya, memberikan sensasi luar biasa ke Agni.
__ADS_1
" Sayang. Pas kuliah kita pakai mobil aku yah, setiap ke kampus, Supaya lebih nyaman jalan berdua dan lebih keren dilihatnya yah. Aaahhh, Aziel sayang." Ucap Agni, Agni ingin sekali ganti kendaraan saat kuliah nanti.
" Selain keren, aku bisa modusin Bunda yah setiap kita lagi dijalan sayang." Lanjut Aziel, yang ingin merasakan modus setiap ada didalam mobil.
" Aaahhhh. Tentu boleh dong sayang, aku selalu suka dimodusin Ayah selama aman yah tidak masalah sayang." Desa han Agni semakin merdu, didengar oleh Aziel.
Agni terus dan terus menggeluarkan suara merdunya, membuat Aziel senang mendengarnya, semakin semangat gerakin pinggangnya, dan semakin senang mendaki gunung.
Dilain sisi, Feri sejujurnya kesal sekali, baru dua hari pulang dan harus kembali lagi ke pesantren.
" Ayah dan Bunda. Feri masih kangen dengan kalian, apa kalian tidak ingin melihat Feri lebih lama lagi dirumah?." Tamya Feri pura-pura sedih, karena disuruh kembali ke Pesantren.
" Tidak usah seperti itu Feri, tidak mempan yah bujukan kamu, kamu sudah tinggal kelas, kamu harus selesai di pesantren dan harus lulus SMU kamu disana, Supaya kamu bisa kuliah dua tahun lagi." Ucap Maryam berusaha tegas, Supaya Feri tidak seenak.
Feri mengepalkan tangannya kesal, karena kedua orang tuanya tidak bisa dibujuk sama sekali. Feri langsung masuk kedalam mobil sambil menahan emosinya, karena sekarang bener-bener sudah tidak bisa melawan orang tua lagi.
Dilain sisi, Aziel setelah selesai olahraga romantis bersama Agni, langsung ajak makan istri tercinta nya, demi mengisi tenaga yang sudah terkuras.
" Bunda. Setelah makan mau ngapain? Mau lanjut olahraga indah atau mau main handphone? Atau mau jalan-jalan berdua?." Tanya Aziel, langsung menikmati makanan, sambil melihat wajah cantik Agni tanpa makeup sama sekali.
" Habis makan, tidur saja yah sayang, dua jam setelah tidur boleh dilanjut olahraganya yah. Aku ngerti hari ini malam pertama kita, jadi Ayah boleh sepuasnya olahraga yang indah bersama aku." Ucap Agni, yang sudah minum jamu spesial untuk malam pertama secara diam-diam, supaya Aziel senang malam pertamanya bisa banyak melaksanakan olahraga yang indah, tanpa ada penolakan sama sekali.
" Terimakasih Bunda sayang, tahuan saja keinginan suaminya yang ganteng ini." Lanjut Aziel bahagia sekali, karna Agni mau melanjutkan olahraga yang indah sampai subuh.
__ADS_1
.......................................................................
Agni melihat Aziel masih tidur, membuat Agni langsung mulai olahraga paginya lagi. Efek jamu yang semalam diminumnya masih dirasakan oleh Agni.
" Ternyata efek jamunya masih ada, membuat saya tidak tenang tidur kalo tidak melanjutkan olahraga indah ini." Batin Agni, yang mulai siap-siap olahraganya.
" Selamat pagi Ayah sayang, bagaimana tidurnya?." Tanya Agni yang langsung mulai olahraga indahnya.
" Iseng sekali sayang, bangunin aku seperti ini ya. Tapi aku suka sekali sayang, Bunda duluan yang mulai olahraga paginya." Ucap Aziel melihat Agni yang sudah senam duluan.
" Yah dong sayang, masa sih suami aku duluan yang selalu mulai olahraga senamnya. Aaahhh." Desa han Agni, yang akhirnya bisa keluarin suara merdunya.
" Tumben sekali Agni tidak merasa lelah sama sekali? Terlihat segar sekali dia, apa diam-diam Agni minum jamu untuk malam pertama kemarin sampai sekarang yah? Supaya tidak merusak momentum malam romantis setelah menikah?." Batin Aziel penasaran, karena Agni tidak seperti biasanya seperti ini.
" Iyah sayang." Lanjut Aziel, Aziel mendaki gunung, dengan perasaan senang karena masih pagi sudah diajak olahraga bersama.
Dilain sisi, Feri melihat temen sekolahnya, cantik sekali membuat Feri terpesona melihatnya. cuman disaat jam sekolah Feri bisa ketemu santriwati.
" Assalamualaikum. Sudah kerjain tugas sekolah belum?." Tanya Feri ramah, Feri bener-bener berusaha bisa menjaga ucapan dan sikap. Supaya tidak menimbulkan masalah selama sekolah.
" Waalaikumsalam. Alhamdullah Feri, sudah selesai kemarin dikerjain. Memangnya kenapa?." Tanya Rika nunduk, berusaha tidak melihat matanya Feri.
" Kirain belum dikerjain, yah sudah jalan bareng yuk masuk kedalam kelas." Lanjut Feri, Feri bener-bener suka cara Rika diajak ngobrolnya lemah lembut dan bisa menjaga pandangan sama sekali.
__ADS_1
" Boleh." Lanjut Rika langsung jalan duluan, karena merasa malu masuk kedalam kelas bersama Feri.