
Vivi dan violet merasa iri sekali, karena Agni liburan ke Bali bersama Aziel selama seminggu.
" Enaknya liburan, kita sibuk siapin buat ospek eh kalian bulan madu ke Bali." Ucap Vivi sedih dan iri, karena Agni bisa liburan puas selama seminggu.
" Jangan iri seperti itu dong, suatu saat juga kamu dan Kiki pasti merasakan juga liburan Setelah menikah." Ucap Agni merasa tidak tega, liburannya membuat kedua sahabatnya merasa iri.
" Tapi masih lama, yah sudah lah have fun buat kalian, kalo bisa belikan belanjaan yang sudah saya kirim yah." Ucap Violet, yang tidak ingin larut dalam kesedihannya.
" Tidak boleh banyak-banyak yah, minimal dua bareng saja, soalnya kita pasti banyak belanja selama disana." Ucap Aziel, yang tidak ingin sedikit belanjaan Karena titipan teman-temennya yang lebih dari satu barang.
" Iya-iyah, cuman dua barang saja kok, sudah sana kalian naik pesawat nanti ketinggalan lagi." Lanjut Vivi mengerti, orang yang lagi bulan madu pasti belanjaannya banyak, karena orang tuanya dulu juga begitu.
__ADS_1
Aziel dan Agni foto-foto sebentar, sebelum masuk kedalam ruang tunggu.
Dilain sisi, Feri setiap kali hafalan pelajaran pesantren, selalu merasa pusing melihat tulisan arab.
" Ya Tuhan! Pelajaran Fisika, Kimia, matematika, dan ekonomi. Saja sudah membuat pusing dan sekarang tulisan bahasa arab seperti ini, berasa semakin pusing dan Alhamdullah kelas dua sekarang ambil jurusan IPS. Tidak akan sanggup deh sudah pusing di sekolah dan sekarang pusing pelajaran agama begini!." Protes Feri kesel dan pusing, hafalannya banyak sekali dan gurunya tidak pernah absen sama sekali.
Walaupun pusing, tapi Feri berusaha menghafal dari pada mendapatkan hukuman dari Guru agama.
" Siapin barang-barang ospek seperti ini, jadi inget jaman kuliah dulu yah sayang. Kita yang baru kenal sudah saling minta tolong, untuk siapin barang-barang untuk ospek." Ucap Ayah Nya Aziel yang ingat, awal kenal dan deket dengan istrinya.
" Betul Ayah, dulu cuek sekali minta tolong ke Ayah. Padahal baru kenal dan sudah dibuat repot. kalo tidak seperti itu, Bunda tidak akan bisa deket dengan Ayah, jadian, dan sekarang jadi suami istri." Ucap Bunda Nya Aziel, ingat sekali masa-masa kenal dengan suaminya harus muka tembok, apa-apa minta bantuan dan tidak peduli apa kata orang karena memang butuh bantuan sekali.
__ADS_1
" Iya juga sayang, kalo tidak nekat yah tidak akan pernah deket kan." Lanjut Ayah Nya Aziel, yang tidak pernah mandang negatif temen baru di kampusnya tapi berusaha mewajarkan kalo perempuan lebih banyak merasa kesulitan melakukan apapun dari pada laki-laki.
Ayah nya Aziel mulai membuat topi, sesuai yang diperindahkan pengurus BEM untuk mahasiswa baru nanti dan dipakai.
Dilain sisi, Aziel pertama kalinya ke Bali, bersama Agni merasa bahagia sekali. Aziel langsung ajak Agni untuk ketemu dengan orang, yang akan temani Aziel dan Agni jalan-jalan.
" Selamat datang. Kalian mau langsung ke hotel atau mau jalan-jalan?." Tanya Pemandu wisata.
" Jalan-jalan saja yah, masa sudah sampai sini istirahat sih." Ucap Agni yang sudah tidak sabar, untuk menikmati liburannya.
" Kalo begitu, mari ikut saya ke mobil dan kita jalan-jalan. Kemana pun tempat yang kalian ingin kunjungi." Lanjut Pemandu wisata, yang maklum jika Agni tidak merasa lelah selama ada didalam pewasat.
__ADS_1