DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Sudah tahu belum


__ADS_3

David temen deketnya Feri mendapatkan kabar kalo Feri, lagi dirumah sakit karena kecelakaan motor kemarin. dan kondisi Feri sekarang memperihatinkan membuat David langsung kasih tahu temen temn sekelasnya.


" Sudah tahu belum temen temen, kalo Feri tidak masuk sekolah karena di rawat di rumah sakit." Ucap David berdiri didepan kelas


" Pantasan dari tadi damai sekali kelas ini, ternyata biang kerok kelas ini sakit, sakit apa dia? semoga sakitnya lama deh supaya kita merasa damai tidak ada Feri?." Tanya Farel melihat David, berdiri di depan kelas.


" Katanya kemarin dia ikut balapan motor, jatuh terus koma, baru tadi sadar dan katanya Feri lumpuh dan buta, saya mendapatkan kabar dari ART nya pas datang ke rumah nya Feri. bagaimana menurut kalian, kabar ini sangat bagus bukan untuk kedamaian kelas kita" Ucap David yang terlihat bahagia, karena Feri jadi tidak akan masuk sekolah lama karena kondisinya yang tidak bisa melihat.


" Bagus sekali, memangnya enak orang sombong kena karmanya juga ternyata, jangan ada yang jenguk dia, Karena Feri kan selalu seperti itu kan jika ada yang sakit selalu dilarang dijenguk oleh Feri." Ucap Indra yang merasa sakit hati, karena pas Indra sakit dilarang ada yang datang untuk jenguk Indra sama sekali.


" Jangan begitu temen temen, kita dendam maka kita tidak ada saling peduli dengan kondisi temen yang sakit, jangan karena Feri rasa simpati antara temen hilang begitu saja. marah boleh tapi jangan ajak ajak temen untuk tidak peduli juga. bagaimana kalo kondisi kita seperti Feri pasri kan sedih dan butuh dukungan dari kita sebagai temen, berharap untuk dijenguk tanpa kita hina dia selama ada dideket Feri" Ucap Aziel yang berusaha untuk tidak dendam, karena dendam membuat hidup tidak merasa tenang sama sekali.


" Kamu pernah lumpuh kan karena Feri, apa kamu tidak marah Aziel, bisa bilang kita jenguk dia Supaya rasa simpati antara temen tidak hilang?" Tanya Kiki penasaran, karena Aziel bisa dengan mudah ajak temen temennya untuk jenguk Feri.


" Marah sih pasti, tapi untuk dendam insya allah tidak sama sekali, karena dendam tidak bikin saya tenang juga yang ada semakin emosi dan bikin gelisah juga" Lanjut Aziel terus terang, yang tidak ingin siksa diri sendiri untuk terus marah ke Feri.

__ADS_1


David kesel sekali mendengar ucapan Aziel, karena orang yang pernah dibuat lumpuh justru ajak temen temen untuk jenguk Feri dan tidak dendam sama sekali ke Feri.


" Gila gila, dia baik dan bijaksana sekali, tidak ajak temen temenya untuk dendam ke Feri sama sekali. " Batin Agni kagum melihat Aziel bisa memaafkan kesalahan Feri, walaupun setiap hari diresein oleh Feri.


Dilain sisi, Feri malas sebenarnya untuk makan, tapi Feri merasa lapar sekali, Feri pelan pelan merasakan sendok masuk kedalam mulutnya untuk masukin nasi dan lauk yang disuapin oleh bunda nya.


" Bunda, kenapa Feri seperti ini bunda, padahal Feri setiap hari bawa motor tidak pernah jatuh sama sekali kenapa jadi seperti ini bunda." Ucap Feri dengan lirih, tidak menyangka jika hidupnya akan susah seperti sekarang, susah untuk melihat dan susah untuk jalan sama sekali.


" Setiap manusia ada hari apesnya sayang, mungkin kemarin kamu kepeleset karena lagi apes atau teguran tuhan untuk kamu tidak seenaknya lagi Fri, sabar yah Feri nanti kalo kondisi kamu sudah membaik dan boleh operasi, kita akan operasi mata dulu baru operasi kaki kamu yah, yang terpenting bisa melihat dulu." Ucap Maryam tidak tega, melihat anaknya seperti tersiksa dengan kondisinya sekarang.


" Karma itu berlaku Feri, tanpa kita sadar apa yang kita alami adalah bentuk teguran tuhan untuk kamu, yang mungkin selama ini seenaknya ke temn temn kamu, dan sekarang kamu mengalaminya juga. sehebat apapun orang bawa motor pasti ada hari apesnya sayang, kepeleset atau ketabrak orang, ini jadi pelajaran untuk kamu jangan pernah lagi bawa motor ngebut apa lagi ikut balapan motor, karrna kita tidak tahu apa yang akan kita alami Feri" Lanjut Maryam yang tahu kebiasaan anaknya selalu ngebut bawa motornya dan sering tidak peduli resikonya walaupun sering dikasih tahu.


" Bunda bener semua, Feri selama ini selalu seenaknya ke temen temn sekolah." Lannjt Feri tanpa disadari air mata penyesalan kini Feri rasakan, terutama lumpuh ternyata tidak enak sama sekali dan Feri pernah membuat Aziel lumpuh karena didorong dari motor.


Dilain sisi, Agni yang diajak Aziel untuk jenguk Feri, awalnya nolak tapi merasa kasihan saat tahu temen sekolahnya mengalami lumpuh dan buta.

__ADS_1


" Sayang, setelah makan siang, kita jenguk Feri yuk di rumah sakit karena aku tahu rasanya tidak dijenguk oleh temen apa lagi sakit seperti Feri dobel begitu, pasti butuh kehadiran temen walaupun dia tidak bisa melihat tapi bisa denger suara kita." Ucap Kiki, Kiki memberikan helm untuk Agni pakai.


" Huh, padahal enakan langsung pulang, makan, belajar, dan bisa jalan jalan lagi bersama Aziel. kebaikan sekali ini orang." Batin Agni kesel, karena Aziel mauan sekali jenguk Feri di jam makan seperti Sekarang.


" Yah deh sayang, kita jenguk Feri sekarang di rumah sakit." Ucap Agni terpaksa setuju, dari pada membuat Aziel marah.


" Ini sayang helmnya." Lannjut Aziel memberikan helm untuk Agni pakai, Aziel naik ke motornya dan nyalain motornya sebelum berangkat ke rumah sakit bersama Agni.


Dilain sisi, Anton ayah nya Feri, datang untuk jenguk anaknya setelah sibuk kerja dan drama larangan dari istrinya.


" Bagaimana kata dokter? motor kamu sudah ayah benerin di bengkel motor?" Tanya Anton, Anton memberikan makanan untuk mantan istrinya, walaupun Anton dan Maryam masih proses perceraian tapi masih berusaha peduli dengan Maryam


" Feri masih lemah mata dan kakinya, jadi tidak bisa langsung di operasi, dan butuh waktu lama untuk di operasinya juga, terimakasih makanannya mas, jangan lama llama disini mas karena aku tidak ingin ada masalah dengan Lina karena membiarkan mas disini." Ucap Maryam berusaha cuek, dan tidak ingin ada masalah sama sekali.


" Biarin saja bunda disini dulu, Feri kangen dengar suara ayah, biarin saja sampai malam dan tante tidak tahu diri itu dirumah sendirian juga tidak peduli." Ucap Feri yang kangen dengan ayah nya, yang ingin ditemani oleh kedua orang tuanya walaupun tidak setiap hari.

__ADS_1


__ADS_2