DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Satu untuk selamanya


__ADS_3

Aziel melihat tanaman bunga mawar merah, membuat Aziel langsung metik satu tangkai bunga dan langsung diberikan untuk Agni.


" Untungnya dipetik cuman satu tangkai saja sayang, terimakasih bunganya." Ucap Agni senang diberikan bunga mawar merah oleh Aziel.


" Sama sama sayang, satu untuk selamanya sayang, aku akan setia dengan satu cinta untuk selamanya untuk kamu." Ucap Aziel, Aziel sebelum jemput Agni cari di google kata kata romantis untuk pasangan, supaya Agni tersanjung dengan pujian yang diucapkan oleh Aziel.


" Belajar gombal dari mana sih? perasaan semenjak kita jadian bisa merangkai kata kata romantis? " Tanya Agni, Agni tahu betul kalo Aziel itu bukan laki laki romantis dan suka gombal kemana mana.


" Tidak belajar sayang, aku berusaha untuk selalu romantis ke kamu, setiap kali kita jalan berdua. Cari makan yuk terus setelah itu naik perahu berdua." Lanjut Aziel, tidak mungkin jujur kata kata yang diucapkan semuanya dari google, dari pada malu karena tidak bjsa merangkai kata kata.


Aziel langsung gandeng tangannya Agni, untuk mencari makanan dan dimakan dideket tanaman hias supaya suasana romantisnya dapat.


Dilain sisi, Feri minta dokter untuk operasi matanya, karena Feri sudah tidak betah dengan kondisi sekarang.


" Dokter, operasi mata saya apa bisa dipercepat?, Jujur saya tidak nyaman seperti ini terus dan ingin sekali bisa kembali melihat?" Tanya Feri berharap, Dokter mau operasi matanya.


" Kondisi mata kamu masih rawan, dari pada bisa membahayakan kamu kan, lebih baik nanti saja setelah mata kamu siap dan begitu juga dengan kondisi kaki kamu. Sabar saja yah dan menurut Perkiraan saya bisa dioperasi tiga sampai empat bulan lagi. supaya berhasil operasinya." Ucap Dokter yang sejujurnya tidak tega, melihat pasien ada yang mengalami kebutaan selalu minta operasi cepat, supaya bisa kembali melihat tanpa peduli resikonya.


" Astaga! Tiga bulan itu artinya saya harus belajar pakai rekaman selama tiga bulan?, Belajar pakai suara itu sangat menyiksa sekali Dokter saya tidak sanggup, hayo lah dipercepat Dokter supaya bisa belajar dengan melihat." Tanya Feri kaget harus nunggu minimalnya tiga bulan, baru bisa di operasi mata dan kakinya.


" Sabar sayang, ini resiko yang harus kamu jalani dari ikut balapan, dan harus kamu jalani belajar dengan cara denger suara selama kamu tidak bisa melihat." Ucap Maryam, yang tidak ingin bujuk Dokter supaya jadi pembelajaran untuk Feri, Supaya tidak lagi ikut balapan motor dan lebih rajin belajar.


" Aaarrrgggghhhh! Ini namanya penyiksaan untuk saya selama tiga bulan!" Teriak Feri kesel, karena Dokter tidak bisa dibujuk sama sekali. Feri harus jalani kehidupan barunya selama tiga bulan tanpa bisa melihat sama sekali.


Dilain sisi, Agni melihat balon tiup, membuat Agni langsung jalan ke tukang jualan mainan anak anak.

__ADS_1


" Ibu, saya beli balon tiupnya dua yah." Ucap Agni langsung ambil dua balon tiup, tutup boneka doraemon dan katak.


" Kamu suka main itu?" Tanya Aziel melihat Agni yang terlihat bahagia sekali.


" Iyah sayang, kita main berdua yah pas kita naik perahu sayang." Lanjut Agni yang ingin, main balon tiup berduaan Aziel saat naik perahu nanti.


" Boleh sayang, dua balon tiup berapa Bu?" Tanya Aziel, Aziel langsung memberikan uang satu lembar warna biru.


" Dua puluh ribu dan ini kembaliannya, terimakasih sudah beli mainannya." Ucap Penjual mainan anak-anak.


Aziel menerima uang kembalian, dan langsung ajak Agni untuk naik perahu berdua.


Dilain sisi, Kiki ajak Vivi, kuliner pagi-pagi berdua di taman kota, sambil olahraga sepeda berdua.


" Kamu sudah jenguk Feri?" Tanya Vivi, sambil menikmati batagor.


" Sama saya juga belum, lagain orang sombong seperti Feri, tidak pantas ditemani. Enak sekali sudah seenaknya bikin kita marah dan sekarang dengan mudahnya kita maafin dengan kehadiran kita, jenguk Feri, dia tidak menghargai kita sama sekali." Lanjut Vivi, Vivi selalu dibuat takut oleh. Feri, setiap ada ulangan selalu ancam Vivi jika tidak memberikan jawaban benar.


Kiki mengerti apa yang dirasakan oleh Vivi, karena Kiki pun merasakan yang sama sakit hati karena sikap dan ucapan Feri selama ini.


Dilain sisi, Feri merasa lega, karena hari ini boleh pulang ke ke rumah, walaupun harus pakai kursi roda dan kacamata hitam.


" Selamat yah Feri, sudah boleh pulang dan hati hati dirumah yah, ingat tiga bulan lagi operasi mata dan kaki, kamu harus sehat dan tidak boleh semakin parah, lebih penting hati hati pola makan supaya tidak terkena diabetes ya, karena jika sudah kena diabetes akan memperlama kesembuhan kedua kaki kamu." Ucap Dokter, Dokter cabut selang infusnya Feri.


" Ini Bu, kursi roda yang sudah anda beli tadi, pas bayar administrasinya Feri, apa mau dibantu dorongin?." Tanya Suster, Suster bawa kursi roda keluaran baru, mempermudah Feri menggunakan kursi roda.

__ADS_1


" Tidak usah Suster, biar karyawan saya saja yang dorong sampai perkiran mobil." Ucap Maryam, Maryam sengaja ajak supir dan tukang kebun, untuk bantuin Feri siap siap untuk pulang.


" Baik kalo begitu, saya dan Suster mohon pamit dulu. " Lanjut Dokter, Dokter langsung ajak Suster untuk kembali ke ruangannya.


" Akhirnya bisa pulang juga, jenuh sekali rasanya di rumah sakit." Ucap Feri merasa lega, karena akhirnya bisa pulang juga dan bisa tidur didalam kamarnya.


" Mari Tuan muda, saya bantu siap siap untuk pulang." Ucap Supirnya Feri, yang langsung bantuin Feri turun dari tempat tidur dan duduk dikursi roda.


Dilain sisi, Aziel melihat penjual boneka dan berniat untuk beliin Agni boneka, supaya bisa kasih kenang kenangan jalan jalan hari ini untuk Agni.


" Sayang, mau boneka apa? Aku mau belikan satu boneka untuk kamu simpan di kasur kamu?" Tanya Aziel, sambil melihat tumpukan boneka didepannya.


" Boneka Doraemon sayang, yang besar yah supaya bisa aku jadikan guling." Ucap Agni yang suka sekali boneka doraemon, sebenarnya dikamarnya sudah ada boneka tapi seneng saja jika ada yang kasih boneka.


" Oke doraemon satu yang gede yah Pak." Ucap Aziel, Aziel senang sekali karena Agni mau peluk boneka pemberiannya selama tidur.


" Baik Nak, ini boneka Nya." Ucap Penjual boneka dan memberikan boneka ke Aziel, supaya Aziel yang memberikan boneka spesial untuk pacarnya.


" Terimakasih Pak" Lanjut Aziel, Aziel senang sekali bisa memberikan boneka pilihan Agni, dan bisa disimpan didalam kamarnya.


Aziel langsung ajak Agni untuk pulang, karena sudah puas jalan jalan berdua di danau tanpa ada yang ganggu sama sekali.


Dilain sisi, Maryam sengaja isi kamarnya Feri dirubah, tidak ada meja, kulkas, dan kursi. supaya Feri tidak jatuh karena kesandung.


" Hayo Feri masuk kedalam kamar kamu, kamu istirahat yah sayang, pasti hari ini kamu lelah sekali kan." Ucap Maryam, yang masuk duluan kedalam kamarnya Feri.

__ADS_1


" Iyah Bunda, di kamar apa ada yang temani Feri takut butuh bantuan apa apa?" Tanya Feri yang merasa kesulitan melakukan apapun, selama ada di dalam kamar.


" Ada kok Feri, tenang saja selama kamu sakit. Ada yang temani kamu jadi tidak usah merasa kesulitan untuk melakukan apapun." Lanjut Maryam yang tidak ingin, anaknya mengalami kesulitan menjalankan aktifitasnya dan takut jatuh karena tidak melihat apapun selama ada dikamarnya.


__ADS_2