DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
I love you


__ADS_3

Aziel melihat mobilnya Agni, masuk kedalam parkiran rumahnya, membuat Azriel langsung menyambut kedatangan Agni.


" Maaf yah bikin kamu kesini." Ucap Aziel, saat melihat Agni turun dari mobilnya. Aziel berusaha senyum manis menyambut kedatangannya Agni.


" Tidak masalah sayang, ada apa minta aku ke sini sayang? Ya ampun aziel penampilan baru Kamu, lebih cool dan terlihat tampan, begini dong setiap hari kan terlihat cakepnya tidak seperti kemarin terlihat culun sekali?." Tanya Agni penasaran, kenapa Aziel minta Agni kerumahnya dan kagum dengan penampilan barunya Azriel.


" Mulai hari ini, penampilan aku akan seperti ini, berkat saran dari Bik Iyem tadi pagi dan kita ngobrolnya setelah makan yah sayang, biar fokus ngobrol setelah perut kenyang." Lanjut Aziel, yang langsung pegang tangannya Agni.


" Sekarang rela deh, meresmikan hubungan kalo penampilannya tidak membuat saya malu disaat ajak dia jalan." Batin Agni, yang tidak masalah jadian dengan Aziel walaupun tidak cinta, karena Agni yakin cinta akan tumbuh jika sudah tumbuh rasa nyaman dan kagum.


" Iyah hayo makan siang." Lanjut Agni, Agni ikuti Aziel jalan ke halaman belakang rumahnya bukan ke dalam rumah untuk makan siang bersama.


Dilain sisi, Vivi dan Violet, jalan-jalan berdua untuk rileksasi ke Mall, setelah merasa pusing kerjain ulangan matematika dan ada tugas biologi lagi.


" Untungnya siang ini ke Mall Yah, biar nanti tidak pusing lagi, setelah otak disiksa oleh Guru matematika, tidak bisa bayangin ulangan semester yang setiap hari ulangan dan banyak lagi soalnya, bisa-bisa setiap hari ke salon." Ucap Violet, paling males pelajaran menghitung tapi suka dengan pelajaran matematika.


" Yang pastinya otak tersiksa sih, rileksasi yuk lah biar reda nih sakit kepalanya." Ucap Vivi yang dari tadi, sudah nahan rasa sakit kepalanya.


Vivi dan Violet langsung masuk kedalam salon, untuk rileksasi dan juga luluran.

__ADS_1


Dilain sisi, Aziel sebelum Agni ke rumahnya, Aziel sudah bacabaca cara ngobrol bersama perempuan yang disukai sebelum menyatakan cinta. Aziel akan ikutin caranya supaya bisa berhasil jadian resmi bersama Agni.


" Bagaimana sayang, tadi di sekolah apa ada pelajaran yang sulit? Aku rindu sekali ke sekolah sayang bisa ketemu temen-temen dan tentunya melihat wajah serius kamu setiap kerjain soal setiap pelajaran terlihat cantik sekali, aku suka melihatnya?. " Tanya Aziel sambil melihat Agni, Aziel senyum manis supaya Agni suka melihat Aziel senyum saat memandanginya.


" Pelajaran hari ini sungguh menyiksa aku sekali, Guru matematika tiba-tiba kasih ulangan dan guru biologi kasih tugas lagi, tapi biologi tidak terlalu susah sih, yang susah dan bikin sakit kepala pelajaran matematika. Gurunya bener-bener aneh seneng sekali siksa muridnya!." Protes Agni kesel, Agni berharap pelajaran matematika musnah supaya tidak membuat siswanya merasa pusing setiap ada pelajaran matematika.


" Sabar sayang, kita kan pelajar jadi wajar kalo dikasih pelajaran itu dan semua kelas pasti ada pelajaran utama itu, oh yah makan penutupnya mau makan buah atau eskrim?." Tanya Aziel, yang sejujurnya tidak pernah menganggap pelajaran itu sulit, karena selama mau belajar pasti bisa kerjain soal-soal yang diberikan oleh Guru.


" Dua-duanya juga boleh." Lanjut Agni cuek, Agni tidak peduli dianggap rakus karena banyak makan, justru Agni mau melihat sejauh mana sih Azriel bisa menjaga kata katanya.


" Oke tunggu sebentar yah, aku ambilin buah dan eksrimnya, setelah makan penutup kita akan ngobrol ngobrol yah." Lanjut Aziel, yang tidak merasa keberatan untuk memberikan Agni eskrim dan buah sekaligus.


Dilain sisi, Maryam melihat Lina dan Anton, datang ke rumahnya bahas harta Anton yang diberikan untuk Lina seutuhnya.


" Bagus deh kamu minta cerai, karena dalam surat perjanjian yang saya tulis, mas Anton setuju untuk tidak memberkkan sedikit pun hartanya untuk kamu sebagai istri pertama dan tidak akan memenuhi kebutuhan Feri sebagai anaknya. Jadi setelah kalian resmi bercerai tidak ada pembagian harta sama sekali dan tidak ada hak untuk memenuhi kebutuhan hidup Kalian!." Tegas Lina sengaja, membuat surat pengalihan harta yang menguntungkan Lina dan anaknya dulu.


" Silahkan ambil semua perempuan tidak tahu diri, selama saya mampu tidak akan minta sedikit pun harta yang kamu rampas, saya minta cerai karena tidak sudi jadi pesuruh kamu dirumah mantan suami, karena saya bukan orang susah yang mempertahankan harta demi bisa mantan suami berikan nafkah, oh yah saya bawa barang barang yang memang dibeli dari harta warisan orang tua, barang-barang pemberian mantan suami tidak ada yang saya bawa, begitu juga dengan Feri tidak bawa barang-barang pemberian Ayah Nya, motor pemberian Ayah Nya ada di rumah kalian, dan yang saya bawa mobil karena itu pemberian orang tua saya, supaya tidak ada masalah dikemudian hari yang membuat saya malas bawa bawa barang bekas dari rumah itu" Lanjut Maryam dengan sombong, sengaja sombong didepan mantan suami supaya tidak dianggap menyesal bercerai dan tidak bawa barang-barang dari rumah Anton supaya tidak dianggap, takut kehilangan barang barangnya.


" Bagus kalo kamu sadar diri!, Saya kesini karena mau tahu kepastian hak-hak saya, dan tidak ada yang kamu rampas, mas pulang yuk karena kamu kan harus kembali lagi ke kantor!." Tegas Lina sudah mulai seenaknya dengan suaminya.

__ADS_1


" Bisa sopan tidak, bicara dengan suami?." Tanya Anton yang tidak suka, dengan cara Lina terlihat memberikan perintah bukan ajak pulang baik-baik.


" Silahkan kalian pergi dari rumah saya dan sekarang nikmati sendiri hasil kebodohan kamu mas, suruh siapa dengan mudah memberikan semua harta karena kasihan, sekarang rasakan sikap tidak sopan perempuan tidak tahu diri pilihan kamu." Lanjut Maryam senyum sinis, melihat suaminya nurut saja diajak pulang dengan cara yang tidak sopan.


Anton mengepalkan tangannya, karena emosi denger ucapan Maryam, tapi apa yang Maryam ucapkan bener semua.


Anton ajak istrinya untuk pulang, karena merasa urusannya selesai dengan Maryam walaupun ada perasaan menyesal, tapi sudah tidak bisa lagi memperbaiki rumah tangga yang sudah retak.


Maryam walaupun kesel dan sakit hati, karena rumah tangganya selesai karena orang ketiga, tapi merasa lega karena menghindari rumah tangga yang tidak sehat dan akan penuh dengan air mata sekaligus sakit hati.


Dilain sisi, Aziel minta Bik Iyem merapihkan bekas makan siangnya, karena sekarang acara puncaknya yaitu ajak Agni untuk pacaran beneran.


" Agni I love you, mau kah kamu menjadi pacar saya sungguhan, memberikan saya kesempatan untuk membahagiakan kamu setiap bersama saya, memberikan kesempatan saya untuk memberikan perhatian dan kasih sayang untuk kamu selama kita pacaran?." Tanya Aziel, sambil memberikan bunga kertas untuk Agni dan Aziel dengan susah payah, merangkai kata kata untuk menyatakan cintanya.


" Boleh deh jadian dengan dia, selain cakep juga berguna demi kelancaran pendidikan saya." Batin Agni,tidak merasa rugi jadian dengan Aziel yang menguasai semua pelajaran dengan baik.


" Iyah aku mau memberikan kesempatan kamu, untuk jadi pacar saya, tapi maunya pacaran tanpa ada kontak fisik yah selama pacaran!." Tegas Agni, yang tidak ingin rusak selama pacaran, karena Agni belum yakin pacaran dari SMU bakal sampai menikah.


" Iyah sayang, aku janji tidak akan ada kontak fisik, apa lagi merusak kamu. Terimakasih sayang sudah memberikan aku kesempatan untuk bisa memberikan kebahagiaan untuk kamu selama pacaran." Lanjut Aziel bahagia, Aziel memberikan bunga yang sudah disiapkan dan Aziel janji tidak akan menjadi pacar yang merusak Agni sebelum resmi menikah.

__ADS_1


__ADS_2