DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Makan malam


__ADS_3

Aziel merasa lega sekali, karena sudah selesai belajar bersama Agni, membuat Agni dan Aziel merapihkan buku sekolah untuk besok.


" Ayah, akhirnya belajarnya sudah selesai, sayang makan malam mau dimana?." Tanya Agni, langsung merapihkan baju untuk besok sekolah.


" Terserah Bunda saja, Ayah ikut saja mau Bunda." Ucap Aziel, yang selalu ingin ikutin selera Agni, Supaya tahu makanan apa yang disukai oleh Agni.


" Ya sudah, sekarang siap-siap kita makan masakan sunda yah, aku tahu makanan enak disini." Lanjut Agni, yang langsung ambil handuk untuk mandi sebelum pergi.


" Sayang, Kewajiban suami istri dulu yuk, sebelum kita jalan." Lanjut Aziel yang sudah ketagihan dengan kewajiban setelah menikah.


" Boleh sayang, hayo sayang." Lanjut Agni yang senang, menjalankan kewajibannya, sesuai keinginannya Aziel sebelum pergi.


Dilain sisi, Feri bahagia sekali karena Dokter Ortopedi, bilang kalo Feri sudah boleh pulang dan ternyata kondisi kakinya sudah sembuh total.


" Selamat yah Feri, kamu sudah sembuh total, Jangan lagi ikut balapan motor dan bawa motor pun harus hati-hati supaya tidak, mengalami kebutaan lagi." Ucap Dokter Ortopedi, setelah selesai periksa kondisinya Feri.


" Iyah Dokter, saya kapok sekali ikut balapan motor jika sudah kecelakaan bikin susah sekali Dokter melakukan apapun, tidak bisa sendirian dan jika mata yang kena benturan membuat tidak bisa melihat semuanya gelap sekali. Sungguh membuat saya tersiksa sekali." Ucap Feri kapok ikut balapan motor, membuat hidupnya susah, selama tiga bulan tidak bisa jalan dan tidak bisa melihat sama sekali.


" Alhamdulillah jika kamu kapok, sekali lagi selamat yah sudah sembuh dan kembali beraktivitas kembali. Lanjut Dokter Ortopedi, langsung keluar dari kamar perawatan Feri.


" Alhamdulillah Nak, waktunya kita pulang sekarang dan kamu bisa melihat kembali kamar kamu sudah kembali seperti dulu lagi." Ucap Maryam, merapihkan barang-barangnya Feri sebelum pulang.


Feri tidak sabar kembali ke sekolah untuk berkuasa kembali di kelas, dan kembali ngatur temen-temennya, seperti dulu lagi.

__ADS_1


Dilain sisi, Agni dan Aziel kaget sekali, kedatangan Vivi tiba-tiba dirumahnya Agni yang ingin ajak Agni jalan-jalan bareng.


" Gawat! Ada mobilnya Vivi, bahaya ini sayang, karena Vivi selalu main di kamar sayang." Bisik Agni kaget dan panik, karena tiba-tiba Vivi muncul dirumahnya.


" Tenang saja sayang, aku akan cari cara supaya rahasia kita aman." Ucap Aziel, berusaha tenang saat melihat Vivi, jalan ke teras rumahnya Agni.


" Huh! Malam ditemani juga bersama pacarnya, padahal mau ajak Agni jalan-jalan bersama Violet, eh ini ada pacarnya lagi." Protes Vivi kesel, karena ada Aziel dirumahnya Agni.


" Pacar kamu kemana? Kenapa malam minggu bersama sahabat-sahabat kamu?." Tanya aziel heran, karema Kiki tidak ajak Vivi jalan sama sekali.


" Pergi bersama orang tuanya, membuat saya kesini deh buat jalan bersama kedua sahabat saya. Ya sudah deh Agni, saya pulang saja karena tidak tega membuat Aziel jadi kacang goreng temani kamu jalan bersama saya dan Violet." Lanjut Vivi, berusaha tidak marah karena Vivi datang tidak memberikan kabar sama sekali.


" Maaf yah Vi, hati-hati dijalan" Lanjut Agni sejujurnya tidak tega, membiarkan Vivi pulang, tapi bingung dengan Aziel masa harus ditinggal sendirian, demi sahabat sendiri.


" Alhamdulillah, kamar Feri kembali kamar mewah dengan fasilitas lengkap, terimakasih Bunda untuk semuanya." Ucap Feri bahagia sekali, karena semua barang-barangnya kembali lagi ke kamarnya.


" Sama-sama sayang, sudah kamu istirahat yah supaya badan lebih fit, Supaya besok bisa kembali ke sekolah." Ucap Maryam bahagia melihat anaknya, kembali sehat dan bisa kembali beraktivitas normal lagi.


" Oke deh Bunda, Selamat istirahat Bunda sayang." Lanjut Feri, Feri langsung jalan ke kasurnya dan membiarkan ART nya, yang merapihkan baju dan buku sekolahnya.


Dilain sisi, Aziel bahagia sekali semenjak menikah dengan Agni, jadi tahu makananan kesukaannya, yang tidak disukai, dan makanan yang membuat Agni alergi.


" Sayang, terimakasih yah, ajak aku menikah cepat membuat aku semakin mengenal kebiasaan, makanan kesukaan Bunda, dan segalanya tentang Bunda." Ucap Aziel bahagia dan tidak menyangka, jika Agni ajak nikah cepat.

__ADS_1


" Sama-sama sayang, aku juga bahagia sekali bisa mengenal Ayah lebih jauh lagi. Aku tidak menyesal menikah diusia semuda ini." Ucap Agni yang bersyukur bisa menikah, dengan temen paling pinter di kelas.


" I love you istri aku." Lanjut Aziel, sambil pegang tangannya Agni saking bahagianya.


Agni tersipu malu, mendengar ucapannya Aziel yang senang mengenal Agni jauh lebih dalam, setelah menikah.


Dilain sisi, Vivi dan Violet jalan-jalan berdua saja, Violet senang sekali karena Kiki tidak ada dirumah dan tidak ajak Vivi ajak.


" Terimakasih yah Vi, ajak saya jalan, sedih tahu punya dua sahabat sudah punya pacar, tidak punya waktu banyak bersama saya lagi seperti dulu." Ucap Violet sedih, semenjak Vivi dan Agni punya pacar jadi sedikit waktu bersama sahabat sendiri.


" Ya mau bagaimana dong vio, namanya juga punya pacar. Kamu kalo ada yang menyatakan cinta dan ajak jadian juga, pasti sedikit punya waktu bersama sahabat juga. Sudah jangan memikirkan yang tidak penting, kita menikmati saja waktu jalan-jalan kita." Ucap Vivi yang tidak ingin, bahas kurang waktu bersama sahabat, karena Kiki juga merasa Vivi kurang waktu bersama Kiki, karena kebanyakan bersama sahabatnya saja.


Dilain sisi, Aziel dan Agni, melanjutkan jalan-jalan berdua, setelah Vivi sudah pergi dari rumahnya.


" Bahaya sekali yah sayang, Vivi datang tiba-tiba ke rumah. Kita harus punya kamar kosong untuk dijadikan, kamar pura-pura aku sayang, jika Vivi dan Violet datang ke rumah, supaya tidak ribet sayang." Ucap Agni, mulai takut dengan kebiasaan sahabatnya.


" Tenang sayang, setelah ini kita bisa minta Bibik untuk bersihkan kamar tamu, pasang cctv didepan kamar kita dan didepan kamar tamu. Jadi jika ada yang datang ke kamar akan tahu sayang, jadi tenang saja yah." Bujuk Aziel, berusaha menenangkan Agni supaya tidak terlalu cemas.


" Iyah sayang, aku setuju dengan solusi yang Ayah berikan. Demi keamanan rahasia kita." Lanjut Agni senang dan lega, karena Aziel punya solusi aman untuk menjaga rahasianya.


Aziel menerima ajakan menikah dan harus bisa memberikan solusi, Supaya rahasia tetep aman tanpa ada yang tahu sama sekali.


Dilain sisi, Feri merapihkan buku sekolah, karena mulai besok Feri akan mulai sekolah kembali.

__ADS_1


" Tidak sabar menunggu besok, besok mau membuat mereka ketakutan, dengan kehadiran saya di sekolah. Berani sekali mereka tidak jenguk saya selama sakit, dan balas dendam bersamaan." Ucap Feri, tidak terima temen-temennya sudah berani kompak untuk balas dendam, supaya tidak jenguk Feri selama sakit sama sekali.


__ADS_2