
Aziel setelah lulus SMU, minta ke orang tuanya untuk menikah resmi dengan Agniz sebelum masuk kuliah.
" Bunda-Bunda dan Ayah-Ayah, yang Aziel sayangi. Aziel ada satu permintaan ke kalian." Ucap Aziel, berharap jika orang tua dan mertuanya setuju. Pernikahan Aziel dan Agni diresmikan.
" Permintaan apa sih? Seperti serius sekali?." Tanya Ayah Nya Aziel melihat anaknya, yang tidak biasanya minta orang tuanya datang ke rumahnya Agni.
" Iyah nih, Ayah dan Bunda kan mau kerja Nak, apa yang mau kalian berdua bahas bersama kita sih?." Tanya Ayah Nya Agni, yang mau berangkat ke luar kota tidak jadi, karena Aziel minta pertemuan orang tua.
" Begini. Aziel dan Agni kan sudah lulus SMU dan akan masukin masa kuliah, kita minta ijin kalian untuk meresmikan pernikahan kita." Lanjut Aziel, merasa gugup minta restu pernikahan resmi.
" Betul Ayah dan Bunda, karena kita takut temen kuliah kita main kerumah harus ribet seperti masa SMU kita, lebih baik kita meresmikan pernikahan kita, kita undang temen-temen SMU dan disaat kita sudah kuliah kan enak kita sudah punya status resmi yaitu sudah menikah setelah SMU, nah jadi temen-temen yang datang ke rumah disaat melihat Aziel sebagai suami bukan pacar saja. Jadi tidak kaget melihat barang-barang pribadinya Aziel ada didalam kamar." Ucap Agni yang tidak ingin, merasakan cape bulak-balik pindahin barang-barang pribadinya, karena ada yang datang ke rumah.
__ADS_1
"Alasannya karena itu? Oke sekarang coba kalian pikirkan. Jika temen-temen kuliah kalian tahu sudah menikah, apa kalian siap dengan omongan negatif, setelah SMU langsung menikah? Apa kalian siap dengan ucapan negatif orang-orang ke kalian?. Soal kamar juga, jika temen-temen kalian tahu sudah menikah, tidak pantas ajak temen kalian masuk ke kamar pribadi kalian, kalo mau ngobrol di ruangan lain dan jika nginep yah di kamar tamu, jika temen perempuan berarti Agni ikut tidur dikamar tamu, Aziel tidak boleh ganggu, begitu sebaliknya. Apa kalian siap dengan konsekuensinya? Kalo mau menikah resmi pas kalian sudah semester lima dan itu banyak sekali, mahasiswa yang menikah di semester lima?." Tanya Bunda nya Aziel, melihat Agni dan Aziel yang mau menikah resmi setelah lulus SMU.
" Insya Allah siap Bunda dan Ayah, kita punya jawaban untuk hal itu kok, dengan menikah sebelum masuk kuliah, supaya tidak ada yang ganggu Agni apapun alasannya dan Aziel bisa melindungi Agni lebih dari sebatas pacar. Jadi boleh kan kita menikah resmi?." Tanya Aziel, sambil melihat orang tua dan mertuanya bergantian.
" Dasar yah kalian ini! Baiklah, kita akan proses pernikahan resmi kalian. Tapi tidak bisa cepat yah dan tunggu sampai prosesnya selesai baru kalian bisa menikah resmi." Protes Ayah Nya Aziel heran, melihat anaknya sudah tidak sabaran menikah dan sekarang minta status pernikahannya diresmikan dengan cepat segala.
Aziel dan Agni bahagia sekali, karena orang tuanya setuju untuk melaksanakan pernikahan resmi sebelum masuk kuliah.
" Bunda. Lelah sekali tahu sekolah dan sorenya ikut pelajaran pesantren. Apa lagi Feri harus ngulang ke kelas satu astaga! Sudah kelas dua harus turun." Protes Feri kesel, karena kedua orang tuanya masukin Feri ke pesantren.
" Terima saja nasip kamu! Suruh siapa cari masalah di sekolah yang lama, Ayah dan Bunda takut jika kamu berulah maka kamu pasti akan dikeluarkan lagi!." Protes Anton kesel, walaupun kasihan melihat Feri tidak bebas beraktifitas karena kegiatan belajar yang dobel, Tapi jalan terbaik memang Feri di sekolahkan di pesantren saja.
__ADS_1
" Bunda dan Ayah tidak ingin malu lagi, karena tingkah kamu yang berlebihan ke temen-temen kamu, jadi Bunda setuju kamu di sekolah kan disini, sudah jangan protes terus kamu. Sekarang habiskan makannya dan Bunda sebentar lagi mau pulang." Ucap Maryam yang tidak ingin ambil resiko, karena tingkahnya Feri yang tidak pernah baik dan seenaknya ke orang lain terus.
Feri mendengar ucapan kedua orang tuanya, benar-benar kesel sekali, karena tidak bisa dibujuk dan tetep sekolah di pesantren.
Dilain sisi, Agni bahagia sekali, semenjak menikah dengan Aziel, jadi bisa rajin merapihkan barang-barang pribadinya. karena malu jika malas terus didepan Aziel.
" Sayang. Buku-buku sekolah mau di sumbangkan atau disimpan?." Tanya Agni, ikutan merapihkan buku sekolah, karena akan diganti dengan buku kuliah.
" Disimpan saja sayang, jika kangen dengan pelajaran sekolah kan bisa di baca kembali, Apa lagi buku yang pernah Bunda pinjam dan di coret-coret oleh Bunda, itu wajib disimpan sayang." Ucap Aziel yang akan selalu disimpan, buku pertama yang pernah Agni pinjam untuk isi jawaban tugas sekolah.
" So sweet sekali, terimakasih yah sayang, mau simpan buku yang pernah aku pinjem." Lanjut Agni terharu, karena Aziel menghargai buku yang pernah dipinjamnya dan mau disimpan dengan sebaik-baiknya.
__ADS_1