DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Kasih kesempatan


__ADS_3

Agni melihat Aziel diem saja, setelah Tasya tadi berusaha godain Aziel karena Tasya malas dirumah sendirian selama orang tuanya kerja.


" Sayang, kenapa diam saja dari tadi?." Tanya Agni, saat turun dari motornya Aziel.


" Aku cuman kesel saja, dengan sikap kamu yang seperti tadi dan jujur aku risih sekali sayang. Aku tidak ingin pacaran dengan cara seperti itu sayang." Ucap Aziel terus terang, karena Aziel bukan lah anak nakal yang tidak pernah mencoba hal hal seperti itu.


" Maafkan aku, kasih kesempatan aku untuk menjadi pacar yang baik yah sayang, aku janji yang tadi tidak akan kejadian kejadian lagi sayang." Lanjut Agni, Agni berharap tidak putus dari Aziel karena Agni tidak ingin susah sendiri untuk kerjain tugas sekolah. dengan bantuan Aziel membuat nilainya Agni lebih baik.


" Ya sayang, aku akan berikan kesempatan kedua sayang, menjalankan hubungan yang baik baik saja juga seru dan bisa romantis kok." Lanjut Aziel, yang mau memberikan kesempatan untuk Agni jadi pacar yang baik dan Aziel yakin sikap Agni tadi cuman karena merasa kesepian bukan karena Agni anak nakal yang suka kebebasan.


Aziel gandeng tangannya Tasya untuk masuk kedalam kelas, untuk ngobrol santai sambil nunggu kedatangan guru.


Dilain sisi, Kepala sekolah ikut ke rumah sakit, untuk jengkuk Feri untuk melihat langsung kondisnya Feri, sekaligus menantikan metode pembelajaran yang akan diberikan untuk Feri selama sakit.


" Bapak ikut prihatin dengan kondisi kamu seperti ini Feri, bapak selalu tidak suka anak didik bapak bawa motor ngebut atau ikut balapan, karena jika sudah mengalami kecelakaan pasti akan ganggu waktu belajar dan bisa juga putus sekolah begitu saja." Ucap Kepala sekolah, yang selalu kesel melihat muridnya seenaknya bawa motor dan pas kebetulan ketemu dijalan.

__ADS_1


" Iyah pak, saya menyesal ikut balapan motor pak, jika tahu akan seperti ini pasti tidak akan ikut ikutan mahasiswa yang sering saya lihat, balapan motor setiap hari dan disaat saya yang ikut justru kepeleset pak yang akhirnya seperti ini." Ucap Feri menyesal, mencoba ikut ikutan balapan motor.


" Solusi untuk belajar anak saya seperti apa pak?" Tanya Maryam, berharap anaknya bisa menerima mata pelajaran seperti biasanya.


" Oke Bu, disaat jam pelajaran berlangsung akan dilakukan Vidio call, Feri kamu rekam apa saja yang guru berikan materi selama jam pelajaran, terus kamu puter terus rekamannya, disaat sore guru yang ajarin pagi disekolah akan kesini, untuk memberikan soal sesuai pelajaran yang diberikan. Guru akan memberikan soal soal yang tadi dijelaskan di kelas dan kamu menjawabnya dengan ucapan bukan dengan tulisan mempermudah kamu untuk kerjain soal. setiap kamu menjawab soal soal yang diberikan guru, diharapkan selalu direkam untuk Feri dengerin lagi dan Feri bisa menguasai materi yang guru berikan. selama kamu sakit seperti sekarang." Penjelasan Kepala sekolah, yang memberikan metode belajar untuk Feri melalui rekaman suara untuk mempermudah Feri untuk bisa menerima materi yang diberikan oleh setiap harinya.


" Astaga pakai suara, pakai tulisan saja selalu tidak mengerti apa yang harus dikerjain yang akhirnya minta temen temen kerjain tugas yang diberikan oleh guru, nah sekarang sudah pakai suara dan tidak bisa perintah siapapun untuk kerjakan soal soal yang diberikan guru. ini bener bener siksaan sekali rasanya." Batin Feri yang tidak sanggup, belajar pakai suara karena belajar disaat bisa melihat saja sering tidak mengerti sama sekali.


" Baik pak, insya Allah saya bisa belajar pakai suara pak, dan bisa mendapatkan nilai terbaik pak, belajar setiap hari maupun belajar untuk semester terakhir pak, demi saya bisa naik kelas pak." Lanjut Feri pasrah, dari pada Feri tidak naik kelas cuman karena menolak belajar pakai suara, bahkan bisa tidak tamat sekolah selama sakit dan membuat Feri sulit mendapatkan pekerjaan sama sekali disaat dewasa nanti karena tidak mendapatkan ijazah SMU.


" Alhamdulillah ya Allah, akhirnya bisa kembali belajar di sekolah seperti dulu lagi, dan tidak ketinggalan pelajaran lagi." Batin Aziel senang, karena bisa kembali ke sekolah dan tidak harus kejar ketinggalan pelajaran dan tidak kerjain tugas dari guru lagi.


Dilan sisi, Agni merasa ngantuk sekali, karena pelajaran kimia selalu membuat Agni ngantuk dan rasanya ingin sekali bisa tidur.


" Kenapa sih, nih guru pakai masuk segala, setiap pelajarannya selalu bikin ngantuk saja dan rasanya ingin sekali bisa tidur sekarang juga." Batin Agni, yang sudah membayangkan empuknya kasur didalam kamar dan pakai baju tidur favoritnya.

__ADS_1


Agni berusaha tidak tidur, karena jika ketahuan tidur pasti akan dikerjain oleh guru dan dibikin malu didepan kelas selama jam pelajaran jadi pusat perhatian temen temennya.


Dilain sisi, Feri setelah kepala sekolah keluar dari kamar perawatannya, merasa kesal sekali ternyata paksakan diri untuk belajar tidak lah mudah dilalui oleh Feri.


" Belajar melalui Vidio, jika kelas IPS sih tidak kesulitan karena semuanya tulisan, mudah diikuti dengan baik, lah ini kelas IPA bagaimana bisa kerjain soal tanpa ada tulisan tangan, dan tanpa pegang buku sama sekali?" Tanya Feri yang bingung dan merasa kesulitan, untuk belajar melalui Vidio dan direkam segala.


" Kita lihat saja nanti, bagaimana guru guru memberikan soal soal untuk kamu, disaat kamu harus kerjain soal yang mereka berikan yah, yang pasti kamu harus semangat belajar dan jangan banyak ngeluh, karena guru guru sudah cape belajar dari pagi sampai siang di sekolah, dan sorenya kasih soal untuk kamu, harus bisa dihargai kebaikan dan pengorbanan guru guru kamu yah Feri, jangan marah marah karena merasa sulit dan ingat ini semua demi kamu bisa naik kelas yah." Ucap Maryam, yang denger anaknya protes.


" Iyah bunda, Feri tidak akan ngeluh sama sekali, karena malu kan tidak naik kelas karena kondisi buta seperti ini, masa ganteng ganteng tidak naik kelas cuman karena buta saja." Ucap Feri, yang akan berjuang belajar demi bisa naik kelas, walaupun sulit dijalani tapi harus bisa dijalanin demi pendidikan tidak ketinggalan sama sekali.


Dilain sisi, Feri dan Agni makaan di kantin sekolah, setelah mendengar suara bel istirahat dibunyikan oleh penjaga sekolah.


" Aku ngantuk sekali sayang, tadi aku menahan untuk tidak tidur dikelas sama sekali." Ucap Agni yang matanya basah, karena air mata karena ngantuk tadi.


" Membosankan yah sayang, kamu mau minum kopi? Karena kita pulang sekolah masih lama sayang?" Tanya Aziel, yang mau menawarkan kopi supaya Agni tidak ngantuk lagi selama belajar didalam kelas.

__ADS_1


" Tidak doyan kopi aku sayang, nanti makan permen saja sayang, dua pelajaran lagi dan kita pulang sekolah kan." Lanjut Agni yang tidak biasa minum kopi, Agni lebih baik makan permen dari pada minum kopi karena rasa pahit membuat Agni tidak doyan sama sekali.


__ADS_2